Tual – Persoalan belum jelasnya jadwal pelayanan kapal feri menuju Pulau Kur mendapat sorotan dari salah satu Pengurus HMI Komisriat FEB. Rio Aditirto Maswatu, Kabid PTKP. dalam keterangan tertulisnya diterima media ini, Senin, 28 September 2026 malam
Rio menekankan agar pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. sejatinya macetnya transportasi Tual – Kur (PP) harus menjadi atensi Pemerintah Kota Tual sebagaimana kampanye / janji Wali Kota dan Wakil Walikota di Kur belum lama ini
Menurutnya, pemerintah daerah dengan kapasitanya memanggil pihak-pihak terkait kemudian mendengarkan keterangan mereka soal alasan rute Kapal feri Tual-Kur hingga kini belum ada kepastianya,
Dia minta agar pemkot perlu dan segera mengambil tindakan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan akses transportasi laut bagi masyarakat Kur.
“Pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan. Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan menunggu tanpa adanya kepastian mengenai jadwal kapal feri ke Kur,” tegas Rio.
Ia menilai transportasi laut memiliki peran penting bagi masyarakat Pulau Kur, terutama dalam menunjang mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, Rio meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pihak operator kapal dan instansi teknis terkait untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya informasi, tetapi tindakan nyata dan kepastian.
Pemerintah daerah harus hadir dan memastikan pelayanan transportasi laut ke Kur dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Rio juga meminta agar pemerintah daerah menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat terkait kendala yang menyebabkan pelayanan kapal feri belum berjalan sesuai harapan, termasuk kepastian jadwal keberangkatan berikutnya.
Lanjut disampaikan bahwa masyarakat berhak mendapatkan kepastian mengenai akses transportasi yang menjadi salah satu kebutuhan utama warga di wilayah kepulauan.
Pemerintah daerah diharapkan segera merespons persoalan tersebut dan mengambil langkah konkret agar pelayanan kapal feri menuju Pulau Kur dapat kembali berjalan secara teratur.




