Fakfak – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dalam menjawab keluhan masyarakat soal kekeringan pasokan air bersih bagi masyarakat. pihaknya beberapa waktu kemarin turunkan semua Kepala OPD dilingkungan Pemda Fakfak untuk melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkanya.
Operasi Pasar yang berlangsung selama 4 hari kemarin berhasil dorong pasokan air bersih sebanyak 9.000 Ton lebih untuk mengatasi kesulitan masyarakat Fakfak. bakti sosial ini dimulai Selasa, 6 Oktober 2026 dan berakhir, Sabtu, 10 Oktober 2026 kemarin. memang ditengah pelayanan ini ada masyarakat yang protes dan tidak terima katanya karena mereka nilai pembagian tidak merata.
Sorotan ini juga menjadi bahan evaluasi pemerintah agar dalam proses pendistribusian air bersih bisa melihat masyarakat yang sangat membutuhkan dan tepat sasaran, selama proses pendistribusian dilapangan. Bupati Fakfak tidak tinggal diam. ia tidak memilih diruangan ber-AC. Bupati memilih untuk bersama-sama OPD mendistribusikan pembagian air kepada masyarakat.
Untuk proses pendistribusian penanganan air bersih kepada masyarakat. total air bersih yang didistribusikan sejak hari pertama hingga Sabtu, 10 Oktober 2026 kemarin sebanyak 970.500 Liter total pendistribusian air bersih di Kabupaten Fakfak dari 30 OPD. pendistribusian ini dilakukan pada lokasi yang berbeda. baik Distrik maupun Kelurahan didalam Kota maupun distrik diluar Kota Fakfak.
Bupati memang memimpin proses pendistribusian ini selama kurang lebih 1 minggu berjalan sejak pagi hingga sore bahkan malam hari. tidak sedikit masyarakat yang memperoleh air bersih dari Wilayah Fakfak Timur Tengah hingga Fakfak Barat di Wartutin, dan masih ada yang belum mendapatkan air. Bupati telah membagikan semua lokasi ke setiap OPD untuk disitribusikan kepada warga.
Data hasil pendistribusian air bersih kepada masyarakat. Hari pertama, Selasa, 6 Oktober 2026. sebanyak 147.300Liter, kemudian hari kedua, rabu, 7 Oktober 2026 sebanyak 181.400 Liter, selanjutnya hari ketiga, Kamis, 8 Oktober 2026 sebanyak, 236.200 Liter. dan hari terakhir yaitu, Jumat, 9 Oktober 2026 sebanyak 182.800 Liter. tambahan hari sabtu 25.000 lter serta minggu sebanyak. 9.000 liter. total 970.000 Ton air bersih.
Alhamdulillah. Senin, 12 Oktober 2026 kemarin curah hujan di Fakfak kembali terjadi. hujan perdana di Oktober 2026 ini setelah Pemerintah Daerah dan MUI bersama Organisasi Islam lainya di Fakfak gelar Sholat Istisqa di Lokasi RTH Reklamasi Fakfak. Sabtu, 10 Oktober 2026 pagi. tujuanya meminta atas izin Allah Swt agar turunkan hujan karena negeri ini dilanda kekeringan air bersih.

Penanganan Karhutlah Berlanjut
Pemerintah Daerah, TNI dan Polri serta BPBD Kabupaten Fakfak melakukan penanganan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Fakfak. saat ini fokus Karhutlah terbesar ada di Wilayah Distrik Bomberay dan Tomage.
Wilayah lain yang sempat muncul api adalah Kokas dan beberapa Distrik terdekat namun berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran yang didalamnya ada BPBD TNI/Polri di Fakfak.
Meskipun turun hujan dengan harapan bisa dapat membantu memadamkan api di lokasi kebakaran hutan dan lahan di Fakfak tapi kabut asap kian menebal hingga jarak pandang baik penerbangan maupun kapal laut sangat terganggung.
Kabut asap ini selain mengganggu perjalanan juga berpotensi menimbulkan penyakit bagi masyarakat. karena itu semua masyarakat diimbau tetap mengenakan masker serta mengurangi aktifitas diluar rumah
Suasana Kota Fakfak pada pagi hari juga terlihat berbeda dibandingkan biasanya. Jika pada hari normal jalanan mulai ramai sekitar pukul 05.30 WIT, kali ini aktivitas masyarakat tampak lebih sepi.
Berkurangnya aktivitas pada pagi hari salah satunya berkaitan dengan diliburkannya kegiatan persekolahan akibat kondisi kabut asap.
Kebijakan tersebut diambil di tengah kekhawatiran terhadap dampak kabut asap yang dalam beberapa pekan terakhir dikaitkan dengan keluhan sesak napas pada anak sekolah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Imbauan tersebut disampaikan melalui kampanye pencegahan karhutla sebagai upaya melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Fakfak, Kery Widyastuti Nafisah, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah munculnya titik api, terutama di wilayah yang memiliki kondisi lahan kering. Sebelumnya, BPBD juga mencatat kejadian karhutla di wilayah Distrik Bomberay dan Tomage.
Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan untuk membuka kebun. Warga juga dilarang membuang puntung rokok dan membakar sampah secara sembarangan karena tindakan tersebut berpotensi menjadi pemicu kebakaran.
BPBD juga mengingatkan bahwa asap akibat karhutla dapat membahayakan kesehatan, merusak lingkungan serta mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, pencegahan dinilai lebih penting dilakukan sejak awal agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Masyarakat yang menemukan titik api atau melihat kepulan asap di kawasan hutan dan lahan diminta segera melaporkannya kepada petugas. Laporan secara cepat diperlukan agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api semakin meluas.
BPBD Fakfak menegaskan kesiapsiagaannya dalam merespons setiap kejadian karhutla dengan mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Penanganan karhutla sebelumnya juga melibatkan pemerintah distrik, aparat keamanan, relawan masyarakat peduli api serta masyarakat setempat.
Melalui imbauan tersebut, BPBD Fakfak mengajak seluruh masyarakat menjaga hutan dan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Masyarakat juga diingatkan bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.




