5.6 C
New York
Jumat, April 3, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 26

Pelantikan Setelah Sidang APBD Fakfak, DPA 2026 Dikelola Pejabat Baru

0
Bupati Fakfak dan Wakil Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik ditemui didepan kantor Bupati fakfak, Senin, 22 Desember 2025, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com
Samaun Dahlan/Bupati Fakfak dan Donatus Nimbitkendik/Wakil Bupati Fakfak periode 2025-2030 mendapat apresiasi dari Menteri ESDM dalam hal membangun Fakfak kedepan dimasa kepemimpinan yang baru 9 Bulan berteatan dengan HUT Ke-125 Kota Fakfak. 16 November 2025. foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan didampingi Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik ditemui di halaman Apel Kantor Pemda Fakfak, Senin, 22 Desember 2025 pagi. menegaskan bahwa isu pelantikan pejabat ASN dilingkungan pemda Fakfak ditargetkan dalam waktu dekat.

Ia menegaskan bahwa pelantikan pejabat pemerintah yang bekerja sebagai ASN dilingkungan Pemda Fakfak akan berlangsung setelah penetapan APBD Fakfak Tahun 2026 mendatang. sedangkan sidang APBD Fakfak 2026 itu sendiri berlangsung akhir Desember 2025 mendatang

Bukan tanpa alasan, Bupati Fakfak kemukakan bahwa pilihan pelantikan setelah penetapan APBD Fakfak 2026 itu karena kinerja kepemimpinan Kepala OPD dan ASN lainya harus menyelesaikan semua admintrasi dan pertanggungjawaban APBD Fakfak Tahun Anggaran 2025.

Jika masuk pada pengelolaan dan penggunaan APBD Tahun Anggaran 2026 maka sudah menjadi pejabat lain yang baru dilantik. Disampaikan, orangnya boleh berganti tetapi pelayanan pemerintahan tidak boleh putus. karena itu strategi ini dilakukan agar pelaksanaan pelayanan program pemerintah berjalan secara komprehensif dan kontinyu.

“Soal pelantikan ASN dilingkungan Pemda Fakfak. kita akan laksanakan setelah penetapan APBD Kabupaten Fakfak Tahun Anggaran 2026. Memang kita rencanakan awal Desember 2025 tetapi untuk menyelesaikan semua tugas dan program 2025 serta pertanggungjawaban maka kami memutuskan untuk pelantikan akan dilaksanakan setelah penetapan APBD Kabupaten Fakfak 2026 mendatang.

Berarti sekitar Januari atau Februari 2026. Lebih cepat lebih baik. Sementara untuk sisa masa kepemimpinan tahun 2025 diantarkan hingga menyelesaikan pertanggungjawaban anggaran berjalan tersebut sampai 31 Desember 2025”, Terang Bupati Fakfak. Samaun Dahlan.

Warning ini tentunya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Fakfak telah memiliki kesimpulan dan akhir dari penentuan siapa yang akan menduduki jabatan-jabatan dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak tahun 2026 mendatang.

Bupati dan Wakil Bupati Fakfak juga tentunya punya penilaian tersendiri diluar seleksi terbuka yang berlangsung beberapa saat kemarin. hasil akan disampaikan sekaligus dilantik setelah penetapan APBD Fakfak 2026 mendatang.

“Hari ini (Senin,22 Desember 2025-red). Pak Sekda sudah rapat dengan timnya. Untuk menentukan 3 besar, proses setelah itu mereka akan menyerahkan hasil itu kepada saya dengan pak Wakil untuk kemudian kami segera usulkan untuk diputuskan, agar di tahun Anggaran 2026 DPA-nya dikelola oleh pejabat yang baru”,Terang Bupati didampingi Wakil Bupati Fakfak. ditemui awak media pagi itu.

(ret)

Miris!Trayek Kapal Laut Untuk Pulau Kur Dipangkas Habis, Gubernur Maluku dan Walikota Tual Segera Intervensi

0

Tual – Ditengah kebutuhan masyarakat yang makin meningkat dimana mereka hanya bisa mengharapkan angkutan transportasi Laut salah satunya Kapal Tol Laut yang biasanya melayari Wilayah Pulau-Pulau Kur. kini beberapa Kapal KM Sabuk Nusantara yang biasa melayani kebutuhan Masyarakat setempat trayeknya dipangkas habis. Hal ini butuh intervensi Gubernur Provinsi Maluku. Hendrick Lewarisa dan Walikota Tual. Ahmad Yani Renuat serta jajaran pemerintah dari kedua pemerintahan tersebut.

Masyarakat Pulau Kur memiliki dua Kecamatan yaitu, Kecamatan Kur Utara dan Kecamatan Kur Selatan dengan ketergantungan mereka terhadap transportasi laut sangat tinggi. Masyarakat di dua Kecamatan ini tidak bisa dipungkiri bahwa selama ini mereka sangat membutuhkan pelayanan Kapal Laut karena setiap kebutuhan mereka secara mendadak atau urusan ke Tual. Tidak ada jalan lain kecuali dengan menggunakan Kapal Tol laut yang sudah disiapkan pemerintah secara subsidi selama ini, sayangnya, trayek ini sudah dipangkas habis dan mereka hanya mengirim 1 Armada yaitu. Kapal Perintis Inti Glori.

Jadwal terbaru Minggu Ke-IV Bulan Desember 2025. Mulai 22 Desember 2025. Terdapat 4 Armada yang dioperasikan diantaranya. KMP Madlahar, Lobster, Temi, tak satupun masuk pelabuhan Kecamatan Kur. khusus untuk KMP Madlahar yang arahnya ke Wilayah Pulau Tayando tidak lanjut ke Pelabuhan Kur namun trayek itu dibalikkan lagi ke Tual setelah layani Tayando (Yamtel) Tam. Jadwal yang sama juga terjadi pada tanggal 23, 27 dan 29 Desember 2025. Ini bentuk suatu penghinaan dan pengabaian pemerintah terhadap masyarakat Pulau-Pulau Kur pada umumnya.

Sementara itu, kita tau bahwa Kapal tol laut melayani wilayah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan) termasuk Kecamatan Pulau Kur. untuk pemerataan ekonomi, menghubungkan pelabuhan maju dengan daerah pelosok, memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan barang UMKM dengan harga terjangkau, serta meningkatkan konektivitas antar pulau di Indonesia, khususnya wilayah Timur. Program ini membantu menekan disparitas harga dan membuka peluang ekonomi baru melalui jalur pelayaran terjadwal yang diatur pemerintah.

Salah satu sumber terpercaya yang berhasil dihubungi mataradarindonesia.com, Minggu, 21 Desember 2025 malam mengakui jadwal Kapal termasuk Tol Laut tidak lagi melayani kebutuhan masyarakat Kur. trayek ke Pulau Kur dipangkas oleh Instansi teknis terkait. Entah apa yang salah. Diakui pernah terjadi Insiden namun telah diselesaikan semua dalam beberapa Insiden tersebut dan tindakan atau sikap arogan itu oleh oknum-oknum tertentu dan bukan semua masyarakat Pulau Kur.

Jika memang pengalihan semua trayek kapal tersebut dengan alasan pernah terjadi insiden dimaksud di Wilayah Pulau-Pulau maka pihak instansi terkait tidak feer dan sangat tendesius karena beberapa persoalan ini semuanya telah diselesaikan dengan baik dan diterima oleh para pihak. Masyarakat sangat berharap Gubernur Provinsi Maluku dan Walikota Tual bisa memanggil Dinas Perhubungan masing-masing untuk mengetahui persoalan ini dengan alasan-alasan tersebut.

“Awalnya Sabuk Nusantara 106 milik PT Pelni, ketika itu ada salah paham tapi diselesaikan dan yang terlibat menyelesaikan ketika itu. Rahman Rettob. Anggota DPRD Kota Tual, kemudian berpindah lagi Sabuk 39 itu juga dapat diselesaikan. Tiba-tiba semua kapal ini kembali ke Tual dan trayek berikut dipangkas. Sebetulnya pihak ASDP jika menemukan masalah demikian berkoordinasi dengan kota setempat karena pemerintahlah yang mengetahui setiap pulau dan tanjung yang ada disana untuk disinggahi karena perintis dirancang untuk melayari daerah 3T”, Ungkap sumber tersebut.

Diungkapkan dengan nada kesalnya bahwa untuk tahun pelayaran 2026 besok. Beberapa kapal yang sudah direncanakan tidak akan masuk trayek Pulau-Pulau Kur. yaitu, Sabuk 54, Sabuk 39 dan Sabuk 67 sudah tidak layani penumpang di Pulau-Pulau Kur. sebetulnya langkah dan keputusan ini sangat merugikan masyarakat disana karena satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menyambungkan kebutuhan mereka di Tual adalah Kapal laut seperti Tol laut dan Perintis atau sejenisnya.

“Jadi sebetulnya hal-hal salah paham ini sudah diselesaikan baik oleh pelaku maupun pihak yang merasa dirugikan yaitu pihak Armada Kapal laut. Namun kemudian setelah diterbitkan trayek berikut Pulau – Pulau Kur hilang dari daftar pelayaran kapal – kapal itu, pertanyaan kemudian, apakah Pulau Kur bukan daerah 3T atau bukan daerah yang masuk dalam wilayah pemerintah Indonesia yang ada di Maluku dan Kota Tual”, Cerita sumber itu kepada media ini bawa Nada kesalnya bahwa Pulau-Pulau harus menjadi prioritas.

Dengan kejadian ini, pihak Dinas Perhubungan Provinsi Maluku maupun Dinas Perhubungan Kota Tual bisa berkoordinasi dengan pihak ASDP setempat untuk bisa meminta pertimbangan lebih lanjut untuk kepentingan masyarakat banyak yang ada di Kecamatan Pulau Kur soal ini. Dan khusus untuk Pemerintah Kota Tual agar tidak tinggal diam. Bisa segera menagmbil langkah tegas sebelum terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan bersama.

(ret)

Dukung Pemerintahan Prabowo, Golkar Bidik Pemilu 2029

0

Jakarta – Partai Golkar mulai mengunci arah politik jangka menengahnya dengan menatap Pemilihan Umum 2029 sebagai medan utama konsolidasi dan ekspansi kekuatan.

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara terbuka menyampaikan target peningkatan perolehan kursi parlemen sebagai bagian dari strategi besar partai dalam menjaga relevansi dan daya saing di tengah konfigurasi politik nasional yang terus bergerak dinamis.

Target tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Rapat Pimpinan Nasional I (Rapimnas I) Partai Golkar, forum strategis yang menjadi ruang pengambilan keputusan penting setelah musyawarah nasional.

Rapimnas diposisikan sebagai momentum konsolidasi struktural dan pematangan strategi elektoral menuju Pemilu 2029, dengan melibatkan seluruh kekuatan Golkar dari pusat hingga daerah.

Bahlil mendorong supaya Golkar mengamankan jumlah kursi lebih banyak untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2029-2034.

“Kami sedang melakukan konsolidasi untuk meningkatkan persiapan agar Pemilu 2029 kita bisa menambah kursi,” kata Bahlil usai membuka Rapimnas di kantor DPP Golkar, Jakarta, pada Sabtu, 20 Desember 2025 kemarin.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu berujar, saat ini Fraksi Golkar mendapat jatah 102 kursi dari total 580 anggota DPR. Sehingga dia ingin jumlah kursi itu meningkat pada Pemilu 2029.

Menurut Bahlil, Rapimnas merupakan ajang pengambilan keputusan tertinggi kedua di Partai Golkar setelah musyawarah nasional. Pertemuan yang dihadiri pengurus daerah ini akan merumuskan strategi pendulangan suara di ajang pesta demokrasi mendatang.

Selain strategi elektoral, Rapimnas I Golkar 2025 juga diarahkan untuk memperkuat posisi politik partai dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Bahlil menegaskan, dukungan tersebut harus diwujudkan secara konkret melalui penguatan program dan kinerja kader di pemerintahan.

“Mendukung pemerintahan Pak Prabowo-Gibran dengan baik dengan program-programnya,” kata mantan menteri investasi dan hilirisasi tersebut.

Rapimnas I Golkar 2025 mengusung tema ‘Memantapkan Konsolidasi, Memajukan Indonesia’. Pembukaan agenda ini dihadiri oleh 299 orang baik dari pengurus tingkat pusat maupun daerah.

Di hadapan para kader, Bahlil juga menegaskan garis etik kepemimpinan partai. Ia mengingatkan agar Golkar tidak dijadikan alat untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, termasuk oleh ketua umum itu sendiri.

“Saya tidak akan pernah memerintah atau meminta kalian untuk mengurus pribadi saya. Karena saya sudah tahu bagaimana cara mengurus pribadi saya sejak kecil,” kata dia.

Sebaliknya, Bahlil mengimbau agar kader menggunakan Golkar sebagai alat kepentingan rakyat dan tidak boleh disalahgunakan.

Fokus Dua Agenda

Rapat Pimpinan Nasional I Partai Golkar tahun 2025 menjadi momentum konsolidasi arah politik partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Forum strategis ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi internal, tetapi juga penegasan sikap politik Partai Golkar dalam mengawal pemerintahan nasional sekaligus menyiapkan langkah jangka menengah menghadapi Pemilihan Umum 2029.

Dalam keterangannya usai membuka Rapimnas, Bahlil menekankan bahwa pembahasan utama forum tersebut difokuskan pada dua agenda besar yang saling berkaitan, yakni penguatan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta pematangan strategi elektoral Partai Golkar ke depan.

Salah satu poin pembahasan yang cukup krusial yakni mendukung penuh pemerintah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. “Target besar yang pertama adalah mendukung pemerintahan Pak Prabowo-Gibran dengan baik dengan program-programnya,” kata Bahlil usai membuka Rapimnas I Golkar di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu..

Target tersebut, menurut Bahlil, harus direalisasikan dengan serius mengingat Golkar juga berada di dalam kumpulan partai koalisi pemerintah. Dukungan itu bisa dilakukan dari jalan eksekutif yakni membantu kerja presiden dan legislatif yakni dengan mengawasi kinerja pemerintah.

Selain dukungan terhadap pemerintahan, Rapimnas I Partai Golkar 2025 juga diarahkan untuk mengunci langkah strategis partai dalam menghadapi kontestasi politik lima tahunan mendatang. Bahlil menyebut, Partai Golkar telah menetapkan target-target yang harus dicapai, khususnya dalam meningkatkan kekuatan representasi di lembaga legislatif.

Pembahasan ke dua, lanjut Bahlil, yakni soal persiapan Partai Golkar dalam kontestasi pemilu 2029 mendatang. Dia menjelaskan, Partai Golkar sudah menetapkan target-target kemenangan yang harus dicapai saat pemilu. Salah satunya yakni meningkatkan jumlah pendapatan jumlah kursi di legislatif.

“Kita sedang melakukan konsolidasi untuk meningkatkan persiapan agar pemilu 2029 kita bisa menambah kursi yang sekarang 102 bisa di atas 102 itu,” kata dia.

Bahlil melanjutkan, pembahasan dua poin itu akan dilakukan langsung di depan ratusan kader yang hadir pada Rapimnas I hari ini.

Dengan adanya rapat ini, diharapkan seluruh jajaran Partai Golkar dapat menyatukan semangat dan visi untuk memastikan pemerintahan berjalan dengan kondusif dan berpihak kepada rakyat.

(ret)

Rapimnas Golkar Dorong Opsi Pilkada Lewat DPRD

0

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menggelar Rapat Pimpinan Nasional, 20-21 Desember 2025 kemarin berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar.

Rapimnas I Tahun 2025 di era kepemimpinan Bahlil Lahadalia ini menghadirkan Pengurus Pusat dan Anggota DPR RI. Serta Pengurus DPD I Partai Golkar Tingkat Provinsi Se-Indonesia.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendorong agar kajian internal terkait opsi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada secara tidak langsung melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) segera berujung pada keputusan politik.

Bahlil menilai, dinamika yang berkembang di internal partai sudah cukup matang untuk dibawa ke tahap pengambilan sikap resmi dalam forum tertinggi partai.

Dorongan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Golkar yang digelar pada 20–21 Desember 2025.

Menurutnya, Rapimnas menjadi momentum strategis untuk tidak sekadar membahas, tetapi juga memutuskan arah kebijakan Partai Golkar terkait sistem Pilkada ke depan.

“Saya minta di Rapimnas ini juga segera membahas kalau bisa memang memutuskan, memutuskan saja,” kata Bahlil saat membuka agenda Rapimnas di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jakarta, pada Sabtu, 20 Desember 2025 kemarin dikutip dari youtube dppprartaigolkar.

Bahlil mengakui, wacana Pilkada melalui DPRD masih memunculkan perbedaan pandangan di internal partai. Sejumlah pengurus belum sepenuhnya sependapat, sementara sebagian lainnya menawarkan opsi alternatif untuk menekan tingginya biaya politik dalam Pilkada langsung.

Meski demikian, ia menyebut kajian internal terkait mekanisme Pilkada oleh DPRD telah berlangsung cukup lama, bahkan memakan waktu hingga satu tahun.

Dalam pandangan Bahlil, salah satu keunggulan utama pemilihan kepala daerah melalui DPRD adalah efisiensi biaya politik yang selama ini menjadi beban besar bagi para calon.

Ia menilai, ongkos politik Pilkada langsung tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga menimbulkan persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Menang saja sakitnya di sini, apalagi kalah. Cost politiknya sudah terlalu tinggi Bapak Ibu semua. Orang cerai gara-gara Pilkada. Di kampung saya, orang tidak mau tegur saya gara-gara Pilkada,” kata dia.

Meski belum menjadi keputusan final, Bahlil optimistis kecenderungan internal Partai Golkar akan mengarah pada persetujuan opsi Pilkada melalui DPRD.

Ia meyakini mekanisme tersebut tetap sejalan dengan prinsip demokrasi, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola sistem politik nasional.

“Demokratis itu tidak boleh kita terjemahkan bahwa seolah-olah lewat DPRD itu enggak demokratis,” tutur Menteri Energi dan Sumber Mineral tersebut.

Terkait spekulasi adanya arahan dari Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menegaskan bahwa gagasan Pilkada melalui DPRD murni lahir dari dinamika dan pemikiran internal Partai Golkar. Ia menolak anggapan bahwa partainya menjalankan ide pihak lain.

“Dan yang namanya ide dari Golkar tidak ada ide dari siapa-siapa. Jadi tolong jangan dihubungkan dengan yang lain. Golkar ini independen, otonom,” ujar Bahlil.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga sempat menyinggung opsi Pilkada melalui DPRD saat menghadiri perayaan ulang tahun Partai Golkar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 12 Desember 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti besarnya anggaran negara serta tingginya biaya politik yang dihabiskan pasangan calon dalam Pilkada langsung.

(ret)

Mengcover 132 Kampung Selama 2025, TP-PKK Fakfak Tancap Gas Gelontorkan Program 2026

0
Nurwidayati Ketua TP-PKK Kabupaten Fakfak, Istri tercinta Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dalam satu momen di Kabupaten Fakfak belum lama ini, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Samaun Dahlan/Bupati Fakfak dan Donatus Nimbitkendik/Wakil Bupati Fakfak periode 2025-2030 mendapat apresiasi dari Menteri ESDM dalam hal membangun Fakfak kedepan dimasa kepemimpinan yang baru 9 Bulan berteatan dengan HUT Ke-125 Kota Fakfak. 16 November 2025. foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak – Ternyata ada strategi lain dari gerakan turun Kampung Ketua dan Anggota Tim Penggerak (TP-PKK) Kabupaten Fakfak. Ny Nurwidyawati Samaun Dahlan selama Tahun 2025. Mereka membentuk bahkan telah mengukuhan sebanyak 132 dari 142 TP – PKK di Tingkat Kampung di Kabupaten Fakfak.

Jumlah tersebut tersebar di 17 Distrik yang ada di Wilayah Pemerintahan Kabupaten Fakfak. setelah terbentuk di sebaran 132 Kampung di Wilayah Kabupaten Fakfak pada Tahun 2025. Kemudian untuk tahun anggaran 2026 besok mereka mulai tancap gas dengan melakukan berbagai kegiatan-kegiatan. gelontorkan program-programnya

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak. Nurwidyawati Samaun Dahlan dalam memberikan paparan pada Raker Kepala Kampung Se-Kabupaten Fakfak, Sabtu. 20 Desember 2025 kemarin di Aula Politkenik Negeri Fakfak – Papua Barat meminta dukungan 17 Kepala Distrik dan 142 Kampung di Kabupaten Fakfak untuk mendukung Program TP-PKK pada Tahun Anggaran 2026.

“Disini kami sudah bentuk TP-PKK di Tingkat Kampung sebanyak 132 yang sudah melakukan pengukuhan dan Pelantikan, jadi mohon kepada Bapak-Bapak Distrik maupun Kampung. Tolong jangan cuek sama Kampung, mari kita saling membantu dalam menyukseskan program Pemerintah maupun program TP-PKK terutama di Tingkat Distrik dan Kampung”, Terang Orang Nomor satu di TP-PKK Kabupate Fakfak itu.

Istri tercinta Bupati Fakfak. Samaun Dahlan itu mengatakan bahwa setelah Pengukuhan Tahun 2025 maka Tahun 2026 akan dilanjutkan dengan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berlangsung juga di Tingkat Distrik maupun Kampung. Itu semua bisa sukses apabila ada dukungan dan bantuan dari Kepala Distrik dan Kepala Kampung serta aparatur pemerintahan lainya.

“Karena diakhir Tahun 2025 ini, saya berkeyakinan bahwa dari 17 Distrik dan 142 Kampung targetnya harus sudah dilakukan pengukuhan dan pelantikan, jadi pada saat nanti kita memasuki Tahun 2026 kita tancap gas. Tidak lagi memikirkan pengukuhan dan pelantikan lagi. kita fokus pada program kerja oleh karena itu tahapan pengukuhan dan pelantikan harus berakhir di Tahun 2025”, Target Istri tercinta Bupati Fakfak ini.

Ia beberkan Distrik Mbahamdandara sejauh ini belum persiapan pengukuhan TP-PKK di Tingkat Distrik maupun Kampung disana. Pihaknya meminta agar Distrk yang bersangkutan segera menyelesaikan agenda pengukuhan dan pelantikan TP PKK Tingkat Distrik dan Kampung sebagaimana Distrik dan kampung lainya di Kabupaten Fakfak.

“Apalagi Mbahamdandara. Distrikya saja belum pengukuhan dan pelantikan apalagi Kampungnya, jadi besok kalau sudah pengukuhan dan pelantikan TP – PKK Distrik maka mohon untuk segera siapkan Pengurus TP – PKK Tingkat Kampung. Agar ini selalu bersinergi dalam rangka mendukung pelaksanaan program pemerintah daerah”, Mintanya.

DPD Golkar Papua Barat Hadiri Rapimnas 2025, Bahlil : Tahun 2029, Naikkan Perolehan Kursi Legislatif

0

Fakfak – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang berlangsung 20 Desember 2025 di Kantor DPP Partai Golkar Jakarta. Sebagai agenda Pemantapan Konsolidasi Internal Partai Golkar dalam menyambut Pesta Demokrasi Tahun 2029 serta mempertegas posisi Partai Pohon beringin ini tetap mendukung dan menyukseskan Program Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ratusan Kader Partai berlambang pohon beringin ini turut hadir. Termasuk 102 Anggota DPR RI Asal Partai Golkar. Kemudian organisasi sayap bentukan maupun yang dibentuk Parai Golkar. DPD Golkar Provinsi Seluruh Indonesia ikut hadir dalam acara yang berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar dimaksud. termasuk pejabat tinggi DPP Partai Golkar.

Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Papua Barat turut hadir dalam pelaksanaan Rapimnas yang berlangsung selama sehari tersebut, yaitu : Ketua DPD Golkar Papua Barat. Samaun Dahlan. Sekretaris DPD Golkar Papua Barat. Fery Auparay, dan Bendahara DPD Partai Golkar Papua Barat. Kelvin Winata. Mereka hadir langsung dan mendengar arahan yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadalia sebagai petunjuk dalam kerja-kerja politik kedepan.

Disampaikan Samaun Dahlan yang juga adalah Bupati Fakfak periode 2025-2030 ini bahwa keikutsertaan DPD Golkar Papua Barat dalam pelaksanaan Rapimnas DPP Partai Golkar tersebut sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab Pengurus DPD Golkar Papua Barat dalam melaksanakan tugas-tugas kepartaian baik yang disampaikan secara langsung maupun dalam bentuk program kerja. Golkar Papua Barat tetap dan terus mendukung keputusan – keputusan DPP sebagai laboratorium agena politik kedepan.

“Saya sendiri selaku Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat hadir langsung dalam pelaksanaan Rapimnas DPP Partai Golkar. Saya didampingi Sekretaris dan Bendahara DPD Partai Golkar Papua Barat. kami hadir bersama-sama sejak pembukaan dan sampai penutupan pelaksanaan Rapimnas. Tentunya agenda-agenda politik kedepan yang diusung DPP Partai Golkar pada prinsipnya kami selaku Pengurus di Daerah (Papua Barat-red) siap laksanakan dan tetap berada dalama koridor kepemimpinan Pak Bahlil Lahadalia”, tegas Samaun Dahlan melalui ponsel selulernya kepada mataradarindonesia.com. Sabtu, 20 Desember 2025 pagi.

Bahlil katakan bahwa posisi Partai Beringin sebagai garda terdepan dalam mendukung Program Pemerintahan Prabowo – Gibran. Selain itu Partai Golkar juga menargetkan angkan perolehan kursi pada Pileg 2029 harus naik dari hasil Pileg 2024 kemarin.

Menurut Bahlil. Tidak ada alasan bagi seluruh kader partai golkar untuk tidak mendukung program pemerintahan Prabowo – Gibran. Dukungan itu tidak saja dalam bentuk retorika atau Omon-Omon saja. melainkan Golkar mampu mengeksekusi kebijakan-kebijakan dan program-program Prabowo – Gibran.

Arahan dan perintah itu disambut positif Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat. Samaun Dahlan katakan dirinya siap melaksanakan arahan dan petunjuk Ketua Umum DPP Partai Golkar soal dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Mas Gibran Rakabuming Raka. Samaun juga siap akan dongkrak perolehan Kursi DPR RI Dapil Papua Barat, DPRD Provinsi Papua Barat maupun DPRD 7 Kabupaten di Papua Barat sebagaimana arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar.

“Pada prinsipnya kami siap laksanakan Hasil Rapimnas yang dilaksanakan 20 Desember 2025 di Kantor DPP Jakarta. Dan arahan yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar. Mas Bahlil Lahadalia serta Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar. Aburizal Bakri. Kedepan kami komitmen untuk jaga soliditas Partai Golkar di Papua Barat sehingga bisa wujudkan agenda-agenda Partai Golkar kedepan nantinya”, Terang Ketua DPD Golkar Papua Barat. Samaun Dahlan kepada media ini.

Rapimnas dengan mengusung tema “Mantapkan Konsolidasi Organisasi Untuk Menyukseskan Agenda Partai Golkar”. Golkar harus satu suara mendukung pemerintahan Prabowo – Gibran. Golkar target akan mencapai 1 Juta Kader pada kepemimpinan 5 tahun kedepan. Golkar tahun 2024 mencetak 102 Kursi maka tahun 2029 harus lebih dari itu.

(ret)

“Astacita Rasa Papua” Sebagai Agen Transformasi Program Untuk Pembangunan Papua

0

Papua – Jika dirunut pembentukan Komite ini merupakan tindak lanjut dari Perpres 121/2022, tentang pembentukan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) sebagai lembaga yang bertugas melakukan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan kebijakan otonomi khusus antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemangku kepentingan lokal.

Lalu, Komite ini akan menjalankan Perpres 24/2023 menetapkan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) 2022–2041. Perpres itu jadi peta jalan pembangunan jangka panjang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua melalui delapan arah kebijakan utama, seperti pembangunan SDM, transformasi ekonomi, dan penguatan tata kelola.

Kedua perpres ini saling melengkapi. Perpres pertama menyediakan struktur kelembagaan, sedangkan yang kedua memberikan arah strategis dan target pembangunan ke depan.

Berikut Pejabat Komite Percepatan Pembangunan Papua, antaranya: John Wempi Wetipo, mantan wakil menteri dalam negeri; Ignatius Yoko Triyono, purnawirawan jenderal yang pernah menjadi Panglima Kodam Cenderawasih; Juharson Estrella Sihasale, seorang seniman film sekaligus eks caleg Gerindra di Papua; serta Paulus Waterpauw, mantan polisi dengan pangkat terakhir komisaris jenderal. Paulus pernah menjabat sebagai Kapolda Papua.

Ada juga Ribka Halik, yang kini berada di Kabinet Merah Putih sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri; Ali Hamdan Bogra, purnawirawan TNI yang pernah menjabat sebagai Pangdam Kasuari; John Gluba Gebze yang pernah menjadi Bupati Merauke; Yanni sebagai Ketua DPD Gerindra Papua; dan Billy Mambrasar yang pernah menjadi staf khusus milenial Jokowi.

Ketua Eksekutif Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua. Velix Wanggai menjelaskan dihadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menguraikan bagaimana kesepuluh Anggota Komite telah membagi peran untuk memastikan setiap aspek otonomi khusus (Otsus) berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Wanggai mengawali laporannya dengan menegaskan kesiapan timnya setelah menjalani dua bulan masa konsolidasi internal. Ia menyebut bahwa pembagian portofolio bagi sembilan anggota lainnya bertujuan untuk memangkas hambatan birokrasi antara pusat dan daerah.

“Kami melaporkan bahwa dua bulan perjalanan kami intens konsolidasi di internal kami, kami siap dengan sebuah tugas kepada kami membangun transformasi Indonesia melalui atau dari Papua, sehingga dengan kami sepuluh anggota komite ini kami membagi untuk beberapa portofolio internal kita,” ujar Felix dikutip mataradarindonesia.com melalui akun resminya @Velixwanggai.

Dalam pembagian tugas tersebut, berbagai sektor vital telah dipetakan, mulai dari John Wempi Wetipo yang menangani percepatan infrastruktur, hingga Paulus Waterpauw yang mengelola sektor perekonomian dan investasi inklusif.

Urusan tata kelola Otsus diserahkan kepada Ribka Haluk, sementara John Gluba Gebze bertanggung jawab pada isu ketahanan pangan, energi, dan swasembada di tingkat daerah. Sektor reformasi birokrasi dipercayakan kepada Ignatius Yogo Triyono, sedangkan Billy Mambrasar difokuskan pada penguatan talenta muda dan olahraga.

Anggota lainnya, Ari Sihasale, menangani aspek sosial budaya dan ekonomi kreatif. Di bidang pembangunan manusia dan pendidikan, tugas tersebut diberikan kepada Yani, sementara Ali Hamdan Bogra mengelola topik pembangunan masyarakat dan kesehatan.

Felix menekankan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk mempermudah akses sinkronisasi dengan para Menteri dan Kepala Badan. Salah satu fokus utama yang ditonjolkan dalam pertemuan tersebut adalah rencana pemberian bantuan yang lebih spesifik bagi masyarakat asli Papua (OAP). Komite mengusulkan sebuah terobosan berupa desain bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana Otsus.

“Kami melihat ada satu topik yang penting adalah merancang BLT dengan menggunakan sumber dana Otsus yang disepakati bersama, kemudian beberapa sumber pendanaan dari lembaga yang kita kemas langsung kepada masyarakat khusus OAP,” jelas Felix. Dalam akun tiktok dimaksud

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya jaminan perlindungan bagi pekerja rentan dan tokoh agama melalui BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan yang selama ini masih terbatas akses iurannya.

Pendekatan ini dirangkum dalam konsep yang disebut “Astacita Rasa Papua”, sebuah upaya untuk memastikan kebijakan nasional tetap selaras dengan kearifan lokal. Felix memberi contoh pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan melibatkan peran aktif gereja-gereja di Papua.

“Harus ada rasa Papuanya, pelibatan gereja sehingga ekonomi jemaat juga berputar, kampung juga berputar, sehingga ini menjadi sentuhan yang menyentuh simpul-simpul petani, nelayan, buruh maupun pola logistik lokal di Tanah Papua,” tambahnya.

Di sisi lain, upaya ini dibarengi dengan dorongan regulasi khusus untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pertambangan rakyat, kehutanan, dan perikanan.

Komite memandang Papua bukan lagi sebagai wilayah tertinggal, melainkan sebagai pusat ekonomi baru di kawasan Pasifik melalui diplomasi kesehatan, olahraga, dan pendidikan.

“Membicarakan Papua tidak hanya bicara soal ketertinggalan, tapi membicarakan masa depan Indonesia, masa depan ekonomi, energi, pangan, dan tentunya masa depan Indonesia di kawasan Pasifik dalam konteks geopolitik, geoekonomi, dan geostrategis,” tutupnya.

(ret)

Pemerintah Pusat Dorong Sawit Papua Sebagai Penopang Program B40–B50

0

Jakarta – Upaya pemerintah mewujudkan swasembada energi nasional mulai diarahkan pada optimalisasi potensi sumber daya alam di kawasan timur Indonesia.

Papua menjadi salah satu wilayah yang dinilai strategis dalam peta besar transisi energi, terutama melalui pengembangan energi berbasis nabati dan terbarukan guna menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

Presiden Prabowo Subianto pun membuka peluang penanaman kelapa sawit di Papua sebagai bagian dari strategi pengembangan bahan bakar nabati nasional.

Kebijakan tersebut diposisikan tidak semata sebagai program energi, tetapi juga instrumen pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, rencana tersebut sejalan dengan visi untuk mengoptimalkan seluruh potensi energi dalam negeri demi mencapai swasembada energi secara menyeluruh.

Menurut Bahlil, konsep swasembada energi yang ditekankan Presiden tidak hanya bertumpu pada energi fosil, tetapi juga penguatan energi berbasis nabati melalui kebijakan mandatori biodiesel.

“Kalau kita bicara B40 atau B50, itu kan campuran FAME. FAME itu berasal dari sawit atau CPO yang dicampur dengan solar,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Pemerintah saat ini menargetkan peningkatan mandatori biodiesel hingga B50. Konsekuensinya, kebutuhan bahan baku minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Di sisi lain, impor bahan bakar minyak—terutama bensin—masih menjadi beban besar bagi anggaran negara. Untuk menekan ketergantungan tersebut, pemerintah juga menyiapkan penguatan mandatori bioetanol secara bertahap, mulai dari E10, E20 hingga E30.

Bahan baku bioetanol berasal dari komoditas pertanian seperti singkong, jagung, dan tebu. Dalam konteks ini, Papua dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi basis produksi bahan baku etanol nasional.

“Etanol itu dari mana? Dari singkong, jagung, kemudian tebu dan berbagai bahan baku lainnya. Saya pikir Papua merupakan salah satu wilayah yang berpotensi menjadi basis produksi bahan baku etanol,” kata Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk mencapai swasembada energi, khususnya di wilayah-wilayah terpencil seperti Papua.

Salah satu skema yang disiapkan adalah penanaman kelapa sawit guna memproduksi BBM nabati berbasis CPO.

“Nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan BBM dari kelapa sawit,” ujar Prabowo dalam rapat di Istana Negara, Jakarta.

Menurut Prabowo, Papua memiliki potensi energi yang sangat besar dan belum tergarap optimal. Kementerian ESDM pun telah diminta menyiapkan perencanaan agar daerah tersebut dapat menikmati hasil produksi energi lokalnya sendiri. Selain sawit, pengembangan tebu dan singkong juga didorong sebagai bahan baku bioetanol.

Dalam jangka menengah, pemerintah menargetkan setiap daerah mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui swasembada pangan dan swasembada energi.

Prabowo menilai strategi tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga berpotensi menghemat anggaran negara dalam jumlah besar.

“Setiap tahun kita mengeluarkan ratusan triliun rupiah untuk impor BBM. Nilainya mencapai Rp 520 triliun,” ungkapnya.

Jika impor BBM dapat ditekan hingga 50 persen, negara berpotensi menghemat sekitar Rp 250 triliun per tahun.

Dana tersebut, menurut Prabowo, dapat dialihkan ke daerah sehingga setiap kabupaten berpeluang memperoleh tambahan anggaran hingga Rp 1 triliun.

Selain bioenergi, pemerintah juga mengandalkan pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga air. Teknologi panel surya dinilai semakin murah dan efektif untuk menjangkau wilayah terpencil, sementara pembangkit listrik tenaga air skala kecil dapat dimanfaatkan sesuai potensi masing-masing daerah.

Prabowo optimistis, dengan kombinasi pengembangan bioenergi dan energi terbarukan, target swasembada energi nasional sekaligus penghematan ratusan triliun rupiah dapat direalisasikan dalam beberapa tahun ke depan.

(rls/ret)

Turun Langsung ke Bireauen, Menteri Bahlil Pastikan Ketersediaan Listrik dan BBM

0

Jakarta – Pemerintah pusat terus memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak bencana.

Tak cuma memantau dari jauh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, terutama yang berkaitan dengan sektor energi dan logistik vital.

Komitmen tersebut diwujudkan Bahlil melalui peninjauan Posko Penanganan Bencana di Desa Blang Panjo, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan bantuan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyerahkan bantuan logistik dari PT PLN (Persero) berupa paket sembako yang terdiri dari 700 kilogram beras, 700 kilogram gula, serta 1.400 liter minyak goreng sebagai dukungan awal bagi warga yang terdampak bencana.

Menteri ESDM menekankan bahwa kecepatan penanganan pada fase awal pascabencana sangat ditentukan oleh soliditas koordinasi lintas sektor, khususnya dengan BUMN strategis seperti PLN.

“Kehadiran saya bersama Dirut Pertamina, Dirut PLN, dan Dirjen Ketenagalistrikan adalah untuk memastikan dan merasakan langsung persoalan di lapangan, khususnya terkait ESDM. Listrik dan BBM adalah kebutuhan paling vital,” ujar Ketua Umum DPP Partai Golkar dikutip keterangan tertulisnya oleh mataradarindonesia.com

Selain meninjau posko pengungsian, Bahlil juga mengecek kesiapan dapur umum yang menjadi pusat suplai makanan bagi masyarakat dan petugas di lapangan.

Dapur umum tersebut disiapkan oleh pemerintah daerah dengan dukungan PLN sebagai bagian dari respons cepat darurat.

Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dan PLN, termasuk kehadiran langsung Menteri Bahlil yang dinilainya memberi semangat dan harapan bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada pemulihan sistem kelistrikan, tetapi juga menyangkut aspek sosial dan kemanusiaan.

“PLN terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah pusat, daerah, dan berbagai lembaga untuk mempercepat pemulihan dari sisi sosial maupun teknis,” ujarnya.

Hingga saat ini, total bantuan yang telah disalurkan PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Yayasan Baitul Maal (YBM) meliputi :

9,6 ton beras, 12.958 liter minyak goreng, 3.360 kilogram gula, 4.326 kardus mi instan, 466 kilogram telur, 2.250 paket makanan siap saji, 9.080 botol air minum, 4.865 perlengkapan bayi, 3.724 selimut, serta 6.603 paket obat-obatan.

PLN juga menyiapkan dapur umum di 11 lokasi, terdiri dari 7 titik di Kabupaten Pidie, 2 titik di Bireuen, serta masing-masing 1 titik di Lhokseumawe dan Bener Meriah.

Dari jumlah tersebut, empat dapur umum merupakan hasil kolaborasi dengan Kodam Iskandar Muda.

“PLN berkomitmen memberikan dukungan terbaik, termasuk melalui pembangunan dapur umum sebagai fasilitas vital selama masa pemulihan.

Kolaborasi ini membuktikan percepatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dapat dicapai ketika seluruh pihak bergerak bersama,” jelas Darmawan.

(rls/ret)

Naikkan Dana Otsus 2026, Peneliti Menilai Prabowo Sangat Tepat Membaca Kebutuhan Pembangunan Papua

0
Doktor Theofransus Litaay adalah peneliti dan pengamat masalah Papua, pernah menjadi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dalam masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo tahun 2015-2024.

Jayapura – Doktor Theofransus Litaay adalah peneliti dan pengamat masalah Papua, pernah menjadi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dalam masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo tahun 2015-2024.

Beliau juga menjadi dosen di Universitas Kristen Satya Wacana dan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Gereja, Majelis Rakyat Papua, serta lembaga mitra pembangunan internasional dalam mendukung percepatan pembangunan kesejahteraan Papua.

Merespon pernyataan dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang akan menaikkan Dana Otonomi Khusus Tahun Anggaran 2026 mendatang untuk 6 Provinsi di Tanah Papua dari Nilai 12,6 Triliun Tahun 2025 dan diproyeksikan menjadi 10 Triliun Tahun 2026.

Presiden Prabowo kemudian mengatakan melalui Kebijakanya akan menaikkan menjadi menjadi 12,6 Triliun atau tetap sebagaimana alokasi tahun anggaran 2025 pada Tahun Anggaran 2026 besok. atas kebijakan spontanitas yang berlangsung didepan puluhan Kepala Daerah Se-Tanah Papua. Presiden Prabowo mendapat apresiasi dari seorang peneliti masalah Papua di Tanah Papua

“Saya selaku pegiat dan pelaku aktif pembangunan Papua ingin menyampaikan bahwa keputusan Bapak Presiden untuk menambah alokasi dana OTSUS untuk ke-6 provinsi di wilahan Papua Itu merupakan satu kebijakan yang sangat tepat”, Ujar Theofransus Litaay dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, rabu, 17 Desember 2025 malam.

Dikatakan, Litaay bahwa, Presiden secara tepat membaca kebutuhan pembangunan yang ada di Papua. Pengalaman kepemimpinan Presiden, menurutnya, di lapangan sejak muda, termasuk di Papua. bahwa Presiden memahami bahwa untuk membangun Papua memang tidak bisa dengan sumberdaya yang sedikit. Pembangunan Papua butuh dukungan sumber daya yang besar.

Mengapa demikian? Karena Papua adalah salah satu pulau terbesar di dunia, dengan jumlah provinsi yang sedikit. Sehingga demikian pusat-pusat pemukiman, pusat pertumbuhan itu tersebar-sebar, jaraknya cukup jauh. Sehingga perlu ada dukungan ekstra untuk transportasi, untuk kegiatan pengangkutan untuk orang dan barang agar bisa sampai ke pusat-pusat pertumbuhan yang ada.

“Presiden Prabowo memahami, bahwa Pembangunan Papua tidak bisa disamakan dengan Pembangunan di pulau Jawa yang wilayahnya berdekatan, penduduk banyak, kota-kota terhubung jalan tol.”, Ungkapnya.

Diungkapkan bahwa, di Papua pemukiman tersebar di gunung yang tinggi dan Lembah yang dalam, rawa-rawa yang Luas, dan hutan yang lebat, serta garis pantai yang sangat panjang. Pembangunan nya membutuhkan upaya ekstra.

“Nah, dalam konteks ini tentunya kita butuh untuk membangun lebih banyak pusat-pusat pertumbuhan baru. Pusat-pusat pertumbuhan baru ini membutuhkan dukungan sumber daya manusia dan anggaran yang cukup besar juga.”, Harap Litaay.

Jadi dengan demikian, menurutnya, kalau ada pusat pertumbuhan baru maka pemerataan kemakmuran itu dapat dirasakan oleh masyarakat dan kemiskinan dapat ditekan. Presiden sudah membuat beberapa kebijakan yang tepat mengenai Papua.

“Pertama, beliau membentuk komite eksekutif pembangunan Papua dalam suatu rencana aksi percepatan pembangunan, jadi sebagai satu badan eksekutif, kedua beliau secara langsung didampingi Wakil Presiden selaku Ketua Dewan Pengarah BP3OKP, Presiden selaku Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara, memimpin langsung rapat koordinasi untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam pembangunan di Papua.”, Ulasnya

Prabowo sangat fokus begitu mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan oleh para kepala daerah, maka beliau langsung memutuskan untuk meningkatkan pendanaan otsus itu. Jadi, Presiden Prabowo orangnya responsif? Ya, beliau sangat responsif. Merespons secara cepat dan tepat.

“Jadi saya kira ini penting sekali dengan dukungan dari Presiden, didukung oleh Wakil Presiden, didukung pula oleh para Kepala Daerah, Gubernur, Bupati, Wali Kota, kemudian Komite Eksekutif, BP3OKP, maka pembangunan Papua tentunya diharapkan akan semakin maju dan akselerasinya semakin cepat ke depan.”, Terang Litaay,

(rls/ret)

error: Content is protected !!