6.2 C
New York
Jumat, April 3, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 3

Ali Baham Temongmere Dilantik Sebagai Komisaris Non Independen PT BPD Papua

0
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan beri ucapan Selamat kepada Ali Baham Temongmere atas pelantikanya sebagai Komisaris Non Independen PT BPD Papua, foto ; istimewah
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan beri ucapan Selamat kepada Ali Baham Temongmere atas pelantikanya sebagai Komisaris Non Independen PT BPD Papua, foto ; istimewah

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Jayapura – Gubernur Papua. Irjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri akhirnya melantik Sekda (Sekretaris Daerah) Provinsi Papua Barat. Drs H Ali Baham Temongmere, MTP sebagai Komisaris Non Independen PT Bank Pembangunan Daerah Papua

Pelantikan itu berlangsung, Sabtu, 28 Maret 2026 malam. Pukul 23.35 Wit. Bertempat di Aula Lukmen Lt. 9. Kantor Gubernur Provinsi Papua. Jalan Soa Siu Dok 2 Bawah Jayapura-Papua. sebelumnya pelaksanaan RUPS berlangsung sejak 27 dan berkahir 28 Maret 2026.

Ali Baham tampak mengikuti pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (Luar Biasa) ini sejak hari pertama sampai selesai dan masuk agenda pelantikan dimaksud. Agenda acara pelantikan ini sebagai penutupan rangkaian kegiatan RUPS-LB

Gubernur Papua melantik yang bersangkutan (Ali Baham Temongmere-red) sebagai Komisaris Non Independen disaksikan semua peserta pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Papua.

“Dengan kehadiran Alah swt/Tuhan yang maha, Atas rahmat dan perkenaanya, pada hari ini, Sabtu, 28 Maret 2026, saya Gubernur Papua. dengan resmi melantik saudara. Drs H Ali Baham Temongmere, MTP sebagai Komisaris Non Independen PT BPD Papua periode 2026-2030”, Ucap Gubernur Papua MDF.

Pelantikan dan pengukuhan Ali Baham Temongmere, kata Gubernur Papua. sebagai Komisaris Non Independen PT BPD Papua melalui keputusan pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Papua. masing-masing tertanggal 27 Maret 2026.

“Berdasarkan keputusan surat pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Papua. masing-masing Nomor : 08/SK/RUPS-BPD/3/2026 tertanggal 27 Maret 2026. Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan”, Ujar Gubernur Papua. MDF

Bupati Fakfak. Samaun Dahlan menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikan Ali Baham Temongmere sebagai Komisaris Non Independen PT BPD Papua. Samaun berharap tugas yang diberikan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Selaku Bupati Fakfak dan juga peserta RPUS-LB Bank Papua Tahun 2026. saya menyampaikan selamat dan Sukses kepada Pak Ali Baham Temongmere atas pelantikan sebagai Komisaris Non Independen PT BPD Papua. semoga tugas dan amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab”, Ucap Bupati Fakfak.

Diketahui bahwa, RUPS-LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) adalah forum pertemuan pemegang saham yang diselenggarakan sewaktu-waktu di luar agenda tahunan untuk mengambil keputusan mendesak atau strategis.

Tujuannya adalah membahas masalah fundamental seperti perubahan direksi, perombakan anggaran dasar, atau aksi korporasi penting (merger/akuisisi) yang tidak dapat menunggu RUPS Tahunan (RUPST).

Peserta Rapat Umum Pemegang Saham-Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Papua utamanya terdiri dari para pemegang saham, yaitu Gubernur, Bupati, dan Wali Kota dari enam provinsi di tanah Papua.

Rapat ini juga dihadiri oleh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank Papua untuk membahas agenda penting, seperti perubahan susunan pengurus atau kebijakan strategis lainnya.

Rangkaian Acara RUPS-LB PT BPD Papua. Tahun 2026 sebagai berikut:

Awalnya, Pembacaan Ketentuan RUPS LB oleh Notaris, kemudian Pembacaan dan Pengesahan Tata Tertib Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Pembangunan Daerah Papua.

Selanjutnya, Penyampaian Laporan Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) tentang Rekomendasi Calon Komisaris Independen PT Bank Pembangunan Daerah Papua. oleh Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN).

Kemudian, Pemberhentian dengan hormat Sadar Sebayang sebagai Direktur Bisnis dan Isak S. Wopari sebagai Direktur Operasional PT Bank Pembangunan Daerah Papua oleh Pemegang Saham.

Pemilihan, Penetapan dan Pengangkatan Direktur Bisnis dan Direktur Operasional Bank Papua yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan melalui Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK).

Pemberhentian dengan hormat DR. Nataniel D. Mandacan, S.Sos, MAP sebagai Komisaris Non Independen dan Almarhum Dortheis Sesa, SE sebagai Komisaris Independen PT Bank Pembangunan Daerah Papua oleh Pemegang Saham.

Pengangkatan Ali Baham Temongmere sebagai Komisaris Non Independen PT Bank Pembangunan Daerah Papua oleh Pemegang Saham yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan melalui Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK).

Pemilihan dan Penetapan Pencalonan 2 (dua) Jabatan Komisaris Independen Bank Papua (Termasuk Pembacaan Rekomendasi oleh Ketua KRN. Dan Penyusunan serta Pembacaan Rekomendasi Baru Apabila Diperlukan).

Pembacaan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT. Bank Pembangunan Daerah Papua Notaris, dan Penandatanganan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT. Bank Pembangunan Daerah Papua oleh Perwakilan Pemegang Saham, Saksi-Saksi dan Notaris.

Penutupan RUPS LB PT. Bank Pembangunan Daerah Papua dirangkaian dengan Pelantikan Komisaris Non Independen, Direktur Bisnis, Direktur Operasional dan Direktur Kepatuhan Oleh Gubernur Provinsi Papua.

Anak Harus Terlindung dari Dampak Negatif Media Sosial

0

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, pemerintah daerah (Pemda) harus terlibat dalam upaya melindungi anak dari dampak negatif penggunaan sistem elektronik, khususnya media sosial. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengawal kontribusi Pemda terhadap upaya pelindungan tersebut.

Penjelasan tersebut disampaikan Mendagri kepada awak media usai mengikuti Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Ia menilai implementasi kebijakan ini membutuhkan kerja keras banyak pihak, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk maupun pengguna internet terbanyak. “Oleh karena itu pelibatan pemerintah daerah itu adalah suatu keharusan,” jelasnya.

Sebagai pembina dan pengawas Pemda, Kemendagri mengawal agar program tersebut masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Hal itu mencakup Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra) daerah, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hingga penganggaran dalam APBD.

“Daerah pun nanti kami kawal melalui Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan), ada Ditjen Bina Bangda, kemudian pada saat di APBD dijadikan barangnya, itu akan dikawal oleh Ditjen Keuangan Daerah,” ujarnya.

Selain itu, Kemendagri berencana menerbitkan surat edaran kepada Pemda sebagai pedoman pelaksanaan kebijakan. Ia menekankan, daerah dapat menyesuaikan pelaksanaannya dengan karakteristik dan kearifan lokal masing-masing, termasuk dengan menerbitkan peraturan daerah maupun peraturan kepala daerah terkait program tersebut.

“Bisa menggunakan, katakanlah misalnya di Bali, dia menggunakan basis adat untuk pendidikan anak-anak, mencegah anak-anak menyalahgunakan sistem elektronik,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Kemendagri juga akan mendorong peningkatan kapasitas aparatur daerah agar memahami isu pelindungan anak di ruang digital. Upaya ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kementerian teknis terkait. “Sambil kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan berbagai … cara sesuai local wisdom masing-masing,” ujarnya.

Di sisi lain, Kemendagri akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di daerah. Pemda yang menunjukkan kinerja baik akan diberikan penghargaan, termasuk kemungkinan pemberian dana insentif. Ia juga mengusulkan pembentukan indeks yang mengukur tingkat kepedulian daerah terhadap pelindungan anak dari dampak negatif sistem elektronik.

Turut hadir dalam forum tersebut Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

(rls/ret)

Kritik Saat Ini Cenderung Alami Pendangkalan

0

Jakarta – Derasnya arus kritik yang membanjiri ruang publik belakangan ini mendapat sorotan serius dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham.

Ia menilai, fenomena kritik yang berkembang saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan tradisi intelektual yang sehat, bahkan cenderung mengalami pendangkalan yang mengkhawatirkan.

Idrus mengaku miris melihat kritik yang seharusnya lahir dari kedalaman berpikir, termasuk dari kalangan akademisi dan mahasiswa seperti Ketua BEM UGM yang baru-baru ini viral justru tampil dalam bentuk narasi yang negatif, provokatif, bahkan merendahkan kepala negara di ruang publik hingga ke forum internasional.

“Kita ini bukan alergi kritik, dan tidak pernah punya tradisi membungkam kritik. Tapi yang kita sayangkan adalah kritik kehilangan basis intelektualnya, kehilangan kedalaman berpikirnya, lalu berubah menjadi sekadar suara yang berisik tanpa argumen yang bisa diuji

Kritik seperti ini bukan bagian dari tradisi akademik, melainkan keributan yang dipaksakan menjadi opini publik. Kalau kritik sudah lebih didorong oleh emosi, oleh keinginan untuk viral, bahkan sampai merendahkan simbol negara, maka di situ kita sedang menyaksikan kemunduran cara berpikir, bukan kemajuan demokrasi,” ” tegas Idrus. dalam keterangan tertulisnya diterima media ini, rabu, 25 Maret 2026 malam.

Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki akar tradisi kritik yang kuat dan bermartabat. Para pendiri bangsa telah mencontohkan bagaimana kritik dijalankan sebagai bagian dari dialektika pemikiran yang tajam, rasional, dan bertanggung jawab.

Ia menambahkan, bahkan dalam berbagai fase pemerintahan yang dianggap ketat sekalipun, kritik tetap memiliki ruang selama disampaikan dengan cara yang rasional dan konstruktif.

“Kritik itu sejak awal adalah kerja intelektual yang serius. Ia lahir dari proses berpikir yang panjang, dari upaya memahami persoalan secara utuh, bukan dari dorongan sesaat atau hanya mengikuti arus opini. Karena itu, kritik tidak boleh direduksi menjadi panggung retorika atau ajang mencari popularitas.

Kalau kritik hanya berhenti pada sensasi apalagi sampai menggunakan diksi yang merendahkan itu bukan keberanian intelektual, itu justru kemalasan berpikir yang dibungkus seolah-olah sebagai keberanian,” ujarnya.

Dalam pandangan Idrus, kritik sejatinya merupakan disiplin intelektual yang memiliki metode dan standar yang jelas. Ia bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan, melainkan proses rasional untuk membangun makna dan menawarkan alternatif.

“Kata ‘kritik’ berasal dari krinein yakni memilah, menilai, dan membedakan. Artinya, kritik adalah proses intelektual yang menuntut analisis dan standar yang jelas. Ia bukan reaksi spontan, bukan permainan kata, apalagi pelampiasan emosi. Tanpa proses itu, kritik hanya menjadi reaksi emosional yang diberi label intelektual,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa di era digital saat ini, ruang publik tidak hanya menjadi tempat pertukaran gagasan, tetapi juga arena perebutan persepsi. Dalam situasi di mana arus informasi bergerak lebih cepat daripada proses verifikasi, kritik berisiko kehilangan substansinya.

“Kita hidup di era di mana semua orang bisa berbicara dan memproduksi narasi. Ini baik untuk demokrasi, tapi berbahaya tanpa tanggung jawab intelektual. Yang terjadi adalah ‘wabah opini’, kritik diproduksi tanpa standar dan verifikasi, sehingga mudah menyebar tapi miskin makna dan berpotensi menyesatkan publik,” kata Idrus.

Ia menegaskan bahwa kritik yang sehat harus memenuhi sejumlah prinsip mendasar, di antaranya berbasis fakta, proporsional, adil, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Tanpa itu, kritik justru berpotensi merusak cara berpikir publik.

“Fakta itu adalah tulang punggung kritik. Tanpa fakta, kritik hanyalah fiksi yang marah. Kalau kita membiarkan kritik yang tidak berbasis fakta berkembang liar, maka yang kita pelihara bukan tradisi intelektual, melainkan kekacauan berpikir. Ini berbahaya, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki akses pengetahuan yang memadai, karena mereka bisa dengan mudah terseret oleh narasi yang tampak meyakinkan,” ujarnya.

Idrus juga menyoroti adanya dua kutub ekstrem dalam praktik kritik di ruang publik, yakni kritik buta dan pembelaan buta. Keduanya dinilai sama-sama berbahaya karena mengabaikan objektivitas dan kejujuran intelektual.

“Kritik buta adalah ketika seseorang menolak dan menyerang segala sesuatu tanpa melihat substansinya, hanya karena tidak suka pada pihak tertentu. Sebaliknya, pembelaan buta adalah menerima dan membenarkan segala sesuatu tanpa kritik, hanya karena kedekatan atau loyalitas.

Dua-duanya sama-sama merusak nalar. Kritik yang bermartabat itu berdiri di tengah ia jujur, ia objektif, ia tidak takut mengakui kebaikan lawan, dan tidak segan mengakui kelemahan kawan. Di situlah letak integritas intelektual,” tuturnya.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga kualitas diskursus publik melalui komunikasi yang jernih dan komprehensif, agar ruang publik tidak dipenuhi oleh persepsi yang liar dan tidak terverifikasi.

“Negara tidak boleh absen dalam menjelaskan kebijakannya. Karena kalau negara diam, maka ruang kosong itu akan diisi oleh berbagai persepsi yang belum tentu benar. Dalam situasi seperti itu, kritik bisa kehilangan arah, berubah dari alat koreksi menjadi alat disinformasi. Maka komunikasi publik yang baik bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dari menjaga kesehatan demokrasi,” katanya.

Menutup pernyataannya, Idrus mengajak semua pihak untuk mengembalikan kritik pada esensinya sebagai instrumen kemajuan bangsa, bukan sekadar alat ekspresi emosional atau pencarian popularitas.

“Tantangan kita hari ini bukan hanya berani mengkritik, tetapi berani berpikir sebelum mengkritik. Karena kritik itu membutuhkan kedewasaan, membutuhkan kejujuran intelektual, dan membutuhkan tanggung jawab kebangsaan. Keberanian tanpa kecerdasan bukanlah kekuatan, ia hanya akan melahirkan keributan yang bising, tapi kosong makna dan tidak membawa perubahan apapun,” tutup Idrus.

(rls/ret)

Sang Adidaya Tenggelam di Selat Hormuz

0

Peristiwa yang sedang kita saksikan. Ini bukan perang sebagai pertempuran fisik, tapi sebagai titik balik sejarah yang mengungkap kebenaran yang lama tersembunyi di balik kekuatan dan propaganda.

Pertama : Membaca Tulisan KH. Hafidz Abdurrahman

AS Memiliki Mesin Militer Paling Kompleks dalam Sejarah.

Ini adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Amerika Serikat menghabiskan lebih dari 800 miliar dolar setiap tahun untuk militernya. Mereka memiliki 11 kapal induk raksasa yang tidak dimiliki negara lain. Mereka memiliki pesawat siluman F-35 yang harganya mencapai 100 juta dolar per unit. Mereka memiliki rudal jelajah yang bisa diluncurkan dari jarak ribuan kilometer. Mereka memiliki jaringan pangkalan militer di seluruh dunia.

Tapi hari ini, dengan semua kecanggihan itu, mereka tidak mampu membuka jalur laut yang lebarnya hanya beberapa kilometer. Selat Hormuz, yang lebarnya hanya 54 kilometer di titik tersempit, berhasil ditutup oleh Iran. Bukan dengan kapal induk, bukan dengan pesawat siluman, tapi dengan keberanian dan strategi.

Inilah ironi terbesar: kekuatan yang paling kompleks dalam sejarah manusia, dikalahkan oleh kesederhanaan yang berani. Teknologi tercanggih, dikalahkan oleh geografi yang dimanfaatkan dengan cerdas.

Tidak Semua Perang Ditentukan oleh Kekuatan

Mengingatkan kita pada prinsip dasar perang yang sering dilupakan: lokasi dan keberanian mengambil keputusan seringkali lebih menentukan daripada kekuatan mentah.

Iran mengambil keputusan yang dalam hitungan AS dianggap “tidak mungkin” karena akan dimusuhi banyak negara. Tapi apa yang terjadi? Ketika dunia melihat bahwa sikap Iran adalah respons terhadap agresi AS-Israel, dan ketika dunia menyaksikan sendiri bagaimana AS-Israel yang memulai eskalasi, kekhawatiran Iran tidak terjadi.

Negara-negara tidak memusuhi Iran. Mereka justru mulai mempertanyakan AS. Ini adalah pelajaran penting: terkadang, apa yang ditakuti tidak akan terjadi jika kita berani mengambil langkah. Ketakutan seringkali lebih besar dari kenyataan. Dan keberanian seringkali membuka jalan yang sebelumnya tertutup.

Permintaan Bantuan Washington Adalah Sinyal Kelemahan Strategis

Ketika Trump secara terbuka meminta bantuan sekutu untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz, beliau tidak sedang melakukan langkah taktis. Beliau sedang mengumumkan kelemahan AS kepada seluruh dunia.

Bayangkan: sebuah negara yang mengklaim sebagai satu-satunya super power, yang memiliki armada terbesar di dunia, yang selama ini menjadi “polisi dunia”, tiba-tiba meminta bantuan kepada negara-negara kecil untuk membuka jalur laut yang lebarnya hanya 54 kilometer.

Apa yang dibaca dunia dari permintaan ini?

Eropa membaca: “AS tidak lagi mampu melindungi dirinya sendiri, apalagi melindungi kita.” Maka Jerman membentak Trump, Prancis diam, Italia dan Spanyol menolak, Belanda dan Norwegia minggir.

NATO membaca: “Aliansi ini tidak lagi relevan. AS tidak bisa diandalkan.” Maka sekutu-sekutu NATO mulai menjaga jarak, takut terseret ke dalam perang yang tidak bisa dimenangkan.

Asia (Jepang dan Korea Selatan) membaca: “Janji-janji Washington selama ini mungkin hanya omong kosong.” Maka mereka mulai memikirkan kepentingan mereka sendiri, bukan lagi menjadi ekor AS.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, sekutu tidak lagi melihat Amerika sebagai “pelindung”, tapi sebagai “petualang yang meminta pertolongan.” Ini adalah pergeseran persepsi yang sangat fundamental. Dan pergeseran persepsi ini akan mengubah tatanan global.

Kedua : Apa Dampak yang Terjadi di Gormuz? 

Dampak pada Taiwan dan China

Apa yang terjadi di Hormuz akan berdampak jauh melampaui Timur Tengah. China sedang mengamati dengan seksama.

Jika AS tidak mampu membuka Selat Hormuz yang lebarnya hanya 54 kilometer, bagaimana mereka akan membuka Selat Taiwan yang lebarnya 180 kilometer? Jika AS tidak berani berkonfrontasi langsung dengan Iran, bagaimana mereka akan berkonfrontasi dengan China yang jauh lebih kuat?

China membaca pesan ini dengan jelas. Mereka melihat bahwa AS sedang sibuk dan kelelahan di Timur Tengah. Mereka melihat bahwa kekuatan AS tidak lagi ditakuti. Mereka melihat bahwa dunia mulai berani menantang hegemoni Amerika.

Maka, China akan semakin berani di Laut China Selatan. Mereka akan semakin berani menekan Taiwan. Mereka akan semakin percaya diri bahwa AS tidak akan berani mengintervensi.

Dampak pada Rusia

Rusia sedang memanfaatkan setiap menit kelelahan lawannya. Dengan AS sibuk di Timur Tengah, Rusia memiliki ruang gerak yang lebih besar di Ukraina. Mereka bisa meningkatkan serangan tanpa takut intervensi AS yang lebih besar.

Rusia juga membaca pesan yang sama: AS tidak lagi sekuat dulu. Hegemoni yang selama ini mengepung mereka mulai retak. Maka mereka akan semakin agresif di Eropa Timur, semakin berani di kawasan Baltik, semakin vokal dalam menentang kebijakan Barat.

Dampak pasar global sedang menilai ulang kekuatan dan pengaruh. Investor tidak lagi yakin bahwa AS adalah tempat yang paling aman untuk menanamkan modal. Dolar AS mulai ditinggalkan. Negara-negara mulai mendiversifikasi cadangan devisa mereka.

Pesan yang sampai ke seluruh dunia sudah sangat jelas: Jika AS tersandung di Selat Hormuz yang kecil, maka ia bisa ditantang di mana saja. Jika AS tidak bisa melindungi kepentingannya sendiri, maka ia tidak bisa melindungi kepentingan sekutunya. Jika AS mulai merengek minta bantuan, maka ia bukan lagi adidaya.

Ketiga : Analisis Persaoalan Dunia Arab

Mengapa seruan Iran kepada bangsa dan negara Arab tidak mendapatkan sambutan yang diharapkan?

Beliau menjelaskan dengan jujur: karena selama ini sejarah Iran adalah sejarah permusuhan dengan negara-negara Arab. Karena selama ini rezim-rezim Arab berhasil dimanfaatkan oleh AS untuk memusuhi Iran.

Ini adalah kenyataan pahit yang harus kita akui. Iran dan negara-negara Arab memiliki sejarah panjang konflik, persaingan, dan ketidak percayaan. AS dengan cerdik memanfaatkan konflik ini untuk memecah belah umat Islam. Mereka menjadikan Iran sebagai “musuh” bagi negara-negara Arab, sehingga negara-negara Arab lebih takut pada Iran dari pada pada Zionis.

Akibatnya, ketika Iran membutuhkan dukungan, negara-negara Arab justru diam atau bahkan membantu AS. Mereka lebih takut pada revolusi Iran dari pada pada penjajahan Zionis. Mereka lebih takut kehilangan kekuasaan daripada kehilangan Al-Aqsa.

Negara-Negara Arab Justru Memanfaatkan Situasi.

Fakta yang sangat memilukan: negara-negara Arab justru berusaha memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan posisi mereka di tingkat regional.

Laporan New York Times menyebutkan bahwa Saudi justru meminta AS menyerang Iran lebih kuat lagi. Mereka melihat perang ini sebagai kesempatan untuk melemahkan musuh bebuyutan mereka. Mereka tidak peduli bahwa yang diserang adalah saudara seiman. Mereka tidak peduli bahwa umat Islam sedang terpecah. Mereka hanya peduli pada kekuasaan dan pengaruh mereka sendiri.

Inilah pengkhianatan terbesar. Ini adalah bukti bahwa banyak pemimpin Arab telah kehilangan identitas keislaman mereka. Mereka lebih menjadi agen AS daripada pemimpin umat Islam.

Keempat : Kegagalan Umat Islam dan Jalan Kedepan

Peristiwa ini mengungkap kegagalan terbesar umat Islam: kita tidak bisa bersatu.

Iran yang Syiah berjuang sendirian. Hizbullah yang Syiah mendukung. Houthi yang Zaydi mendukung. Hamas yang Sunni mendukung. Tapi negara-negara Arab yang Sunni justru diam atau memusuhi.

Di mana persatuan Islam yang sering kita gaungkan? Di mana solidaritas Arab yang selalu diklaim? Di mana pembelaan terhadap Al-Aqsa yang menjadi simbol kebanggaan?

Semuanya pudar ketika berhadapan dengan kepentingan politik dan kekuasaan. Ini adalah kegagalan yang sangat memalukan.

Umat Islam Sering Menjadi Alat Kekuatan Asing..
Rezim-rezim Arab berhasil dimanfaatkan oleh AS. Ini adalah fakta yang harus kita akui.

Banyak negara Islam yang justru menjadi alat bagi kekuatan asing untuk melawan sesama Muslim. Mereka membiarkan pangkalan militer AS di tanah mereka. Mereka membiarkan AS menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran. Mereka membiarkan Israel melakukan normalisasi tanpa konsekuensi.

Ini adalah bentuk ketergantungan yang memalukan. Ini adalah bukti bahwa kita telah kehilangan kemandirian. Kita lebih takut pada AS dari pada pada Allah. Kita lebih mengandalkan kekuatan asing dari pada kekuatan sendiri.

Salah satu faktor utama yang memecah belah umat Islam adalah isu sektarian. Iran dimusuhi karena Syiah. Hizbullah dicurigai karena Syiah. Houthi dianggap sebagai ancaman karena Zaydi.

Padahal, musuh sebenarnya bukanlah perbedaan mazhab, tapi Zionis yang membantai saudara-saudara kita. Tapi kita sibuk membenci sesama Muslim, sehingga kita lupa siapa musuh sebenarnya.

Inilah yang dimanfaatkan AS dan Zionis. Mereka terus meniup isu sektarian agar kita terpecah. Mereka mendukung kelompok-kelompok radikal yang saling membenci. Mereka menjadikan perbedaan agama sebagai alat untuk memecah belah.

Kelima : Proyeksi – Apa yang akan Terjadi ?

Peristiwa ini akan membuat AS semakin terisolasi di dunia. Sekutu-sekutu yang dulu patuh akan mulai menjaga jarak. Mereka akan melihat bahwa AS tidak lagi bisa diandalkan. Mereka akan mulai mencari alternatif.

China dan Rusia akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan AS. Negara-negara yang selama ini menjadi sekutu AS akan mulai merangkul kekuatan baru. Tatanan dunia akan bergeser dari unipolar ke multipolar.

Iran Akan Semakin Kuat.

Meskipun tidak mendapatkan dukungan dari negara-negara Arab, Iran akan semakin kuat. Mereka telah membuktikan bahwa mereka bisa bertahan melawan AS sendirian. Mereka telah membuktikan bahwa mereka bisa menutup Selat Hormuz. Mereka telah membuktikan bahwa mereka bisa menembak jatuh F-35.

Kepercayaan diri Iran akan meningkat. Mereka akan semakin berani mengambil langkah-langkah strategis. Mereka akan semakin percaya bahwa mereka bisa mengalahkan AS.

Negara-negara Arab akan semakin terbelah. Ada yang akan semakin dekat dengan AS, ada yang akan mulai merangkul Iran, ada yang akan mencoba menjadi mediator.

Yordania dan Mesir mungkin akan tetap menjadi sekutu AS. Arab Saudi dan UEA mungkin akan mulai mempertimbangkan ulang hubungan mereka dengan AS, tapi belum berani meninggalkan mereka. Qatar mungkin akan menjadi mediator antara Iran dan Barat. Irak akan terjepit di antara Iran dan AS.

Meskipun perang ini berkecamuk, meskipun dunia sibuk dengan Selat Hormuz, Palestina tetap menjadi isu sentral. Poros perlawanan tidak akan pernah melupakan Al-Aqsa. Iran tidak akan pernah berhenti mendukung Hamas dan Hizbullah.

Perang ini pada akhirnya adalah tentang Palestina. Tentang Al-Aqsa. Tentang hak rakyat Palestina untuk merdeka. Dan selama Palestina belum merdeka, perang ini tidak akan pernah benar-benar berakhir.

Keenam : Apa yang bisa Kita Lakukan ?

“Bagi umat Islam dan para pejuang yang ikhlas, inilah saatnya menyadarkan umat tentang kekuatan mereka, dan persatuan di bawah negara adidaya.”

Apa artinya ini bagi kita?

1. Sadarkan Umat tentang Kekuatan Mereka

Saudaraku, kita sering merasa lemah. Kita sering merasa bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita sering merasa bahwa kita harus tunduk pada kekuatan asing.

Tapi Iran telah membuktikan bahwa Iran bisa kuat. Mereka tidak memiliki teknologi secanggih AS. Mereka tidak memiliki sekutu sebanyak AS. Tapi mereka memiliki keberanian, mereka memiliki strategi, mereka memiliki keyakinan. Dan itu cukup untuk mengalahkan adidaya.

Kita harus menyadarkan umat bahwa kekuatan sejati bukanlah pada senjata atau uang, tapi pada keyakinan dan persatuan. Jika kita bersatu, tidak ada kekuatan di bumi ini yang bisa mengalahkan kita.

2. Bangun Persatuan di Bawah Negara Adidaya

Untuk merujuk pada negara yang benar-benar adil dan kuat. Bukan Amerika yang zalim, tapi negara yang berdasarkan pada nilai-nilai Islam.

Kita harus membangun persatuan di bawah nilai-nilai Islam. Bukan di bawah Syiah atau Sunni, tapi di bawah Al-Qur’an dan Sunnah. Bukan di bawah Iran atau Arab Saudi, tapi di bawah kebenaran dan keadilan.

Kita harus berhenti menjadi boneka kekuatan asing. Kita harus mandiri. Kita harus bersatu. Kita harus kuat.

3. Dukung Poros Perlawanan

Meskipun negara-negara Arab diam, kita sebagai umat tidak boleh diam. Kita harus mendukung poros perlawanan dengan cara kita.

Doakan mereka. Jangan pernah lepas dari doa untuk Iran, Hizbullah, Houthi, Hamas. Doa adalah senjata orang beriman.

Tekan pemerintah. Tuntut pemerintah kita untuk bersikap tegas membela Palestina dan menolak normalisasi dengan Israel.

Penutup – Sang Adidaya Tenggelam, Umat Bangkit

Sang adidaya tenggelam di Selat Hormuz. Bukan karena rudal Iran, tapi karena kelemahan mereka sendiri. Mereka tenggelam dalam kesombongan. Mereka tenggelam dalam propaganda. Mereka tenggelam dalam ketergantungan pada sekutu yang ternyata tidak setia.

Tapi di saat yang sama, umat Islam sedang bangkit. Iran bangkit sebagai kekuatan yang berani. Hizbullah bangkit sebagai tameng yang kokoh. Houthi bangkit sebagai penutup Laut Merah. Hamas bangkit sebagai perlawanan yang tak pernah padam.

Pertanyaannya: apakah kita akan ikut bangkit? Apakah kita akan terus menjadi penonton yang diam? Apakah kita akan terus menjadi bangsa yang lemah dan terpecah?

Atau kita akan mengambil pelajaran dari Selat Hormuz: bahwa kekuatan bukanlah segalanya, bahwa keberanian lebih penting dari teknologi, bahwa persatuan lebih penting dari jumlah.

Inilah saatnya. Saatnya umat Islam sadar akan kekuatan mereka. Saatnya kita bersatu di bawah nilai-nilai Islam. Saatnya kita berdiri tegak melawan kezaliman. Karena jika Iran bisa sendirian, apalagi jika kita semua bersatu.

Catatan Tintah untuk Pejuang Kebenaran.
Palestina Post, 24 Maret 2026

Dilepas Bupati Samaun, Menteri Bahlil dan Sejumlah Pejabat Berangsur Pamit Tinggalkan Fakfak

0

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Fakfak – Dalam rangka mengikuti rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M. Sejumlah pejabat baik nasional maupun Provinsi di Papua Barat berdatangan ikut momentum lebaran di Fakfak.

Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M. Sabtu, 21 Maret 2026 kemarin menjadi salah satu momentum penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat fakfak karena bisa bersilaturahmi langsung dengan Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalai sebagai anak Fakfak yang kini menjadi orang penting di Jakarta.

Bahlil kemarin tiba di Fakfak. 19 Maret 2026 sore pukul 15.13 Wit bersama istri dan keluarga tercintanya. Orang nomor satu di Kementerian ESDM ini mnendapat penghargaan dari Bupati Fakfak untuk melepaskan acara pawai takbir menyongsong Hari Raya idul Fitri 1447H/2026M.

Masih bersama Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. Selama berada di Fakfak. Menteri yang sudah alumni dari dunia terminal ini didampingi Bupati Samaun hingga bersama-sama melaksanakan sholat IED di Masjid At-Taqwa. Kebun Kapas. Puncak. Setelah cuaca buruk terlihat di langit Fakfak sehingga rencana sholat IED di Satdion dialihkan.

Tidak sedikit pejabat maupun masyarakat yang datang bertamu dan bersalaman dengan Menteri Bahlil baik di kediamanya di jalan Barwijaya. Maupun di Hotel Grand Papua.

Tujuan adalah agar saling memperkuat dan memperkokoh semangat persatuan dan kekeluargaan dalam bingkai Satu Tungku Tiga Batu. Menteri sempatkan waktu untuk pergi mancing sebagaimana tradisi pulang kampung.

Untuk menyambungkan hubungan silaturahmi yang lebih erat. Dan setelah menghadiri Open House Bupati Fakfak di Witnder Tuare Fakfak. Menteri ESDM RI. Bahlil dikunjungi dua pejabat dari Provinsi Papua Barat yaitu, Kapolda Papua Barat. Irjen. Pol Alfred Papare,S.I.K. dan Sekda Provinsi Papua Barat. Ali Baham Temongmere.

Kapolda Papua Barat dan Sekda Papua Barat. Tiba di Fakfak. 22 Maret 2026 siang menggunakan pesawat Susy Air langsung dari Manokwari untuk menghadiri Open House lebaran hari ketiga bersama Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia.

Sebelum bertemu Bahlil untuk rayakan Open House Idulftiri 1447H. Kapolda dan Sekda serta rombongan Provinsi sempat dijamu Open House di rumah Sekda Papua Barat yang berada di Kompleks Selamat Datang.

Sepulangnya dari kegiatan rutin mancing. Menteri Bahlil menerima lawatan dua pejabat dari Provinsi Papua Barat yaitu. Kapolda Alfred Papare dan Sekda Ali Baham Temongmere.

Pertemuan dan silaturahmi tiga pejabat ini ditengah suasana kebersamaan dan Idul Fitri 1447H disaksikan Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. Tentunya ucapan “Mohon Maaf Lahir dan Bathin” adalah wajib dari satu sama lainya.

Hangatnya Kebersamaan

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kapolda Papua Barat, Sekretaris Daerah Papua Barat, Bupati Fakfak, serta Kapolres Fakfak. Mereka tampak larut dalam suasana penuh keakraban saling bercanda, bertukar cerita, dan sesekali tawa pecah mengiringi jalannya pertemuan.

Momentum Idulfitri yang identik dengan nilai-nilai maaf, persaudaraan, dan persatuan, terasa begitu hidup dalam pertemuan ini. Tidak ada sekat formalitas yang kaku. Yang tampak justru adalah kehangatan relasi antar pemimpin yang terjalin dalam bingkai kebersamaan.

Silaturahmi ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan biasa. Ia menjelma ruang refleksi bersama bahwa di tengah kompleksitas tugas pemerintahan dan tantangan pembangunan daerah, hubungan kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama.

Bupati Fakfak dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga harmoni dan komunikasi lintas sektor, terutama dalam momen Idulfitri yang sarat makna. “Ini bukan hanya soal bertemu, tetapi tentang merawat kebersamaan. Dari sinilah kekuatan membangun daerah itu lahir,” ujarnya.

Sementara itu, kehadiran Menteri ESDM memberi nuansa tersendiri. Selain sebagai pejabat negara, ia juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang merayakan Idulfitri membaur tanpa jarak, menyapa dengan hangat, dan berbagi tawa bersama.

Pertemuan kemarin juga mencerminkan semangat lokal yang telah lama menjadi identitas Fakfak, yakni filosofi “satu tungku tiga batu” sebuah simbol persatuan dalam keberagaman yang terus dijaga dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dalam konteks tersebut, silaturahmi ini menjadi representasi nyata bahwa kolaborasi antar pemimpin tidak hanya dibangun melalui forum formal, tetapi juga melalui kedekatan emosional dan rasa saling percaya.

Idulfitri, pada akhirnya, bukan sekadar perayaan ritual. Ia adalah momentum untuk mempererat hubungan, menyatukan langkah, dan memperkuat komitmen bersama dalam melayani masyarakat.

Dari ruang sederhana di Hotel Grand Papua, pesan besar itu mengalir: bahwa pembangunan tidak hanya soal program dan kebijakan, tetapi juga tentang manusia tentang kebersamaan yang tulus, yang dimulai dari saling menyapa dan tertawa bersama.

Oplus_131072

Pejabat Berangsur Tinggalkan Fakfak

Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia tentunya telah habiskan waktu liburan Idul Fitri 1447H selama 4 hari di Fakfak. Beliau akhirnya pamit tinggalkan Fakfak, Selasa, 24 Maret 2026 pagi dari Bandara Siboru Fakfak.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat. Alfred Papare telah tingalkan Fakfak, Senin, 23 Maret 2026 kemarin setelah pertemuan dan silaturahmi dengan Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia.

Untuk Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere dan rombongan lainya. Pagi hingga siang ini akan tinggalkan Fakfak menggunakan Pesawat Susy Air langsung menuju Manokwari.

Sementara pejabat daerah lainya hari ini juga lakukan perjalanan dinas keluar daerah. Menggunakan pesawat reguler.

Sementara Bupati Fakfak. Samaun Dahlan akan menghadiri acara Halal Bil Halal yang dilaksanakan pada, Selasa, 24 Maret 2026. Pukul 19.00 Wit malam di Gedung KONI Kabupaten Fakfak.

Selesai

Kunjungan Menteri ESDM ke Fakfak, Kapolda Papua Barat Jamin Kamtibmas Kondusif

0

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Fakfak – Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia tiba Fakfak H-I menjelang Idul Fitri 1447H/2026M. Menteri Bahlil diundang resmi oleh Bupati Fakfak untuk mengikuti pawai takbir dalam rangka merayakan hari raya idul fitri. Puluhan bahkan ratusan kendaraan ikut ramaikan malam takbir yang dilepas oleh Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia.

Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia bersama Bupati Fakfak melaksanakan ibadah sholat idul fitri di Masjid At-Taqwa Kebun Kapas. Puncak. Awalnya beliau disediakan jadwal untuk sholat berjamaah di Lapangan Stadionb 16 November dan antisipasi cuaca untuk dialihkan ke Masjid Al-Munawwarah atau Masjid Agung namun orang nomor satu di Kementerian ESDM ini memilih sholat di masjid at-taqwa dekat rumahnya

Kapolda Papua Barat. Irejn Pol. Alfred Papare, S.I.K dalam keterangan resminya kepada mataradarindonesia.com, minggu, 22 Maret 2026 sore. Setelah tiba di Fakfak bersama Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere. Papare katakan sejauh ini situasi kamtibmas di Wilayah Fakfak dan Papua Barat umumnya sangat aman dan kondusif.

“Kondisi kamtibmas di Fakfak wilayahnya sangat kondusif, dan kita di Fakfak saat ini sedang dikunjungi Pak Menteri ESDM RI dan keluarga, beliau memilih berlebaran bersama keluarga di Fakfak. Karena itu kita berharap situasi kamtibmas di fakfak selalu aman dan kondusif sehingga semua masyarakat bisa melaksanakan aktifitas pasca sholat idul fitri 1447H/2026M dengan baik”, Terang Kapolda Papare.

Open House Lebaran Kedua, Bupati Fakfak Terima Kapolda dan Sekda Papua Barat

0

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Fakfak – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan didampingi Wakil Bupati. Donatus Nimbitkendik menerima kunjungan Kapolda dan Sekda Papua Barat pada acara open house lebaran hari kedua 1447H/2026M. Minggu, 22 Maret 2026 malam. Bertempat di Gedung Witnder Tuare Fakfak.

Kapolda Papua Barat. Irjen Pol. Alfred Papare, S. I. K. Dan Sekda Papua Barat. Drs H Ali Baham Temongmere, MTP bersdama rombongan tiba di Fakfak, Minggu, 22 Maret 2026 pukul 13.45 Wit siang.

Dibandara kemarin, rombongan Kapolda dan Sekda Papua Barat dijemput Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik didampingi Wakapolres Fakfak. Henderjetah Yassu. Turut hadir menjemput Danrem 182/JO. Dandim 1803/Fakfak, serta Kejari Fakfak.

Setibanyak rombongan Kapolda dan Sekda Papua Barat. Selanjutnya menggelar acara open house di kediaman Sekda Papua Barat di Kompleks Selamat Datang sambil menunggu giliran silaturahmi lebaran kedua dengan Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia.

Malam sebelum bertemu Menteri Bahlil. Kapolda dan Sekda Papua Barat melakukan kunjungan dan hadiri open house lebaran hari kedua dengan Bupati Fakfak di gedung Witnder Tuare Fakfak.

Kedatangan keduanya bertepatan dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 M, untuk mempererat silaturahmi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Open house ini menjadi ajang silaturahmi antara unsur pemerintah provinsi, Forkopimda, serta masyarakat Fakfak. Suasana penuh kehangatan terlihat dari interaksi para tamu yang saling berjabat tangan dan bermaafan dalam nuansa kebersamaan Idul Fitri.

Dalam kesempatan itu, Ali Baham Temongmere menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah provinsi dan daerah, khususnya dalam momentum hari besar keagamaan.

Sementara itu, Alfred Papare menegaskan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif selama perayaan Idul Fitri. Ia menyebut stabilitas keamanan di Papua Barat terjaga berkat sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta TNI-Polri.

Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyambut langsung kedatangan Sekda dan Kapolda bersama jajaran pejabat daerah provinsi. Ia mengapresiasi kehadiran pimpinan provinsi yang turut merayakan Idul Fitri bersama masyarakat Fakfak.

Sebelumnya, pada sore hari, Sekda Papua Barat juga menggelar open house di kediaman pribadinya di Kelurahan Dulan Pokpok, Distrik Pariwari, Jalan Yos Sudarso, Fakfak, mulai pukul 15.00 WIT hingga selesai. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlanjut pada Senin, 23 Maret 2026 pukul 09.00 WIT.

Open house di kediaman Sekda menjadi ruang silaturahmi bagi pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan kehadiran berbagai kalangan yang datang untuk bersalaman langsung.

Perayaan Idul Fitri di Fakfak tahun ini semakin semarak dengan kehadiran para pejabat tinggi daerah. Momentum ini sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga persatuan di Papua Barat.

Kapolda dan Sekda Papua Barat ke Fakfak, Silaturahmi Idul Fitri Dengan Menteri Bahlil

0
Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik kalungkan tomang adat fakfak sebagai tanda prosesi adat penjemputan Kapolda Papua Barat. Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K di bandara Siboru Fakfak. Minggu, 22 Maret 2026 siang, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com
Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik kalungkan tomang adat fakfak sebagai tanda prosesi adat penjemputan Kapolda Papua Barat. Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K di bandara Siboru Fakfak. Minggu, 22 Maret 2026 siang, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Fakfak – Kunjungan Kerja. Kapolda Papua Barat. Irjen. Pol. Alfred Papare,S.I.K disambut Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak. hadir di Bandara untuk menjemput kedatangan Kapolda dan Sekda Papua Barat, Minggu, 22 Maret 2026 siang. pukul 13.46 Wit. Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik. Danrem 182/JO Fakfak. Letkol Inf. Irwan Budiana. Dandim 1803/Fakfak. Letkol. Wahlin Rahman. Kejari Fakfak.

Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nibitkendik kepada awak media mengatakan. pada prinsipnya pemerintah daerah Kabupaten Fakfak menyambut baik kunjungan kerja dan kehadiran Kapolda Papua Barat. Irjen Pol. Alfred Papare di Fakfak.

Selain itu, Wakil juga menyampaikan bahwa sebagai anak Fakfak. pemerintah daerah juga menyambut baik kehadiran Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere ketika bersama Kapolda Papua Barat. pemerintah daerah siap bekerja sama atau bersinergi dalam segala aspek untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Fakfak.

Berhubung karena Bupati Fakfak. berhalangan hadir karena sedang melaksanakan Open House dengan masyarakat yang telah terjadwal di Gedung Winder Tuare Fakfak. pukul 10.00 Wit. Wakil Bupati menyampaikan Bupati sangat menyambut dan menerima kunjungan Kapolda dan Sekda Papua Barat di Fakfak.

Disampaikan Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik ketika ditanya awak media. dalam rangka menyambut kedatangan kedua pejabat di Wilayah Provinsi Papua Barat ini, kapolda dan Sekda Papua Barat dalam agenda Silaturahmi Lebaran dengan Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia.

“Jadi. kunjungan kerja Kapolda Papua Barat dan Pak Sekda Papua Barat ke Fakfak. sesungguhnya beliau berdua datang dalam rangka hari raya lebaran (Idul Fitri 1447H/2026M-red). disamping itu memang ada urusan dinas yang perlu dikoordinasikan dengan Pak Menteri ESDM. pak Bahlil. kebetulan pak Menteri di Fakfak. itu saja sebetulnya, sehingga sdiatur waktu agar bisa menyesuaikan dengan agenda Pak Menteri”. Terang Wakil Bupati Fakfak. DN kepada awak media.

Terkait dengan kehadiran Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere. juga sebagai anak fakfak. ia, kata Wakil. Sekda memanfaatkan kunjungan ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar di Fakfak – Papua Barat. sehingga momentum ini juga dimanfaatkan agar sempatkan waktu untik gelar Open House.

Wakil Bupati tambahkan bahwa, momentum silaturahmi antara pejabat provinsi papua barat maupun pemerintah daerah kabupaten fakfak bersama Menteri ESDM. bisa bangun koordinasi agar mensinergikan program- program dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di Fakfak.

“Kita semua bertemu dan bercerita khusus tentang Fakfak jadi kira-kira apa yang harus kita lakukan untuk fakfak dan provinsi papua barat kedepan. mari kita jaga hubungan siltaurahmi dengan baik dengan semua komponen dalam rangka mempercepat pembangunan”, Minta Wakil Bupati Fakfak.

Donatus apresiasi kondisi kabupaten fakfak selama pelaksanaan ramadhan hingga hari raya idul fitri berlangsung dengan aman dan lancar. ini semua karena kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat maupun TNI-Polri. Kabupaten fakfak terpantau hingga saat ini sangat kondusif

Kapolda dan Pangdam Pertebal Prajurit di Perbatasan Bintuni Papua Barat

0
Bertemu di Bandara Siboru Fakfak, Tampak. Kapolda Papua Barat. Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K. Danrem 182/JO Fakfak. letkol Inf. Irwan Budiana, Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik bincang-bincang sebelum tinggalkan bandara. foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com
Bertemu di Bandara Siboru Fakfak, Tampak. Kapolda Papua Barat. Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K. Danrem 182/JO Fakfak. letkol Inf. Irwan Budiana, Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik bincang-bincang sebelum tinggalkan bandara. foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Fakfak – Kapolda Papua Barat. Irjen. Pol. Alfred Papare,S.IK menyampaikan saat ini personel TNI-Polri disiagakan untuk menjaga perbatasan Wilayah Kabupaten Bintuni – Papua Barat.

Hal itu disampaikan Kapolda ketika bertandang ke Fakfak, Minggu, 21 Maret 2026 siang kepada awak media.

Kesiapsiagaan aparat dalam menjaga sebuah wilayah perbatasan maupun wilayah keamanan adalah mutlak dilakukan sehingga bisa terciptanya situasi dan kondisi suatu daerah tetap terjaga dan kondusif.

“Kalau hari ini kita mendengar terkait dengan insiden di Wilayah Papua Barat Daya dan karena itu memang berbatasan dengan wilayah kita di Papua Barat. kami sudah berkoordinasi dengan Pak Pangdam. Untuk Wilayah Bintuni sudah ada pasukan (Brimob dan TNIi-red) disana. Kita antisipasi disitu”, Jelas Kapolda Papua Barat merespon Insiden di Papua Barat Daya.

Disampaikan bahwa kesiapsiagaan aparat TNI-Polri disana mengantisipasi jika terjadi gangguan Kamtibmas yang bisa dapat mengganggu masyarakat setempat. Apalagi, terang Kapolda Papua Barat. Wilayah Bintuni sangat dekat bahkan berbatasan dengan Wilayah Kampung Sori. Papua Barat Daya.

“Kita antisipasi, kalau memang mereka masuk ke wilayah kita maka kita sudah siap untuk lakukan langkah-langkah penindakan terhadap kelompok tersebut, tapi sampai hari ini belum ada informasi itu dan kami belum mendengar kejadian di Wilayah atau kampung Sori”, Ujar Kapolda Papua Barat.

Kapolda Dua Bintang ini mengakui bahwa untuk Kabupaten Fakfak. dilaporkan sejauh ini masih dalam situasi aman dan kondusif. Ditengah kunjungan Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia. Masyarakat Fakfak juga seperti biasanya merayakan hari raya idul fitri 1447H/2026M. pesan Kapolda. Semua pihak tetap menjaga keamanan dan ketertiban dengan baik.

Kapolda Papua Barat Apresiasi Peran Steakholder, Ramadhan dan Idul Fitri Berakhir Kondusif

0
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K ketika tiba di Bandara Siboru Fakfak - Papua Barat, Minggu, 22 Maret 2026 siang bersama Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere, MTP. foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K ketika tiba di Bandara Siboru Fakfak - Papua Barat, Minggu, 22 Maret 2026 siang bersama Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere, MTP. foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Fakfak – Kunjungan Kerja Kapolda Papua Barat. Irjen Pol. Alfred Papare. S.I.K bersama Sekda Papua Barat di Kabupaten Fakfak, Minggu, 22 Maret 2026 siang di Bandara Siboru Fakfak. tiba sekira pukul 13.46 Wit.

Rombongan Kapolda dan Sekda Papua Barat dijemput Danrem 182/JO Fakfak. Letkol Inf. Irwan Budiana dan Wakil Bupati Fakfak. Drs Donatus Nimbitkendik serta Wakapolres Fakfak. Henderjeta Yassu dan Anggota Forkopimda lainya.

Tiba di Bandara. Kapolda Papua Barat. Putra Papare ini dijemput secara adat kemudian diarak menuju kediaman Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere di Kompleks Selamat Datang Kampung Torea. Distrik Pariwari. Kabupaten Fakfak – Papua Barat.

Sekaligus menggelar Open House Sekda Papua di Fakfak. tentunya bersama dengan seluruh rombongan yang mendampingi maupun yang menjemput di Bandara Siboru Fakfak.

Setelah acara Open House di Kediaman Sekda Papua Barat. kepada sejumlah awak media saat hendak tinggalkan rumah Sekda dan menuju kendaraan jemputan. Kapolda Papare menjelaskan bahwa :

Kondisi situasi dan kamtibas Papua Barat pada umumnya selama ibadah ramadhan dan idul fitri 1447H/2026M terbilang berlangsung aman dan kondusif. Termasuk di Wilayah Fakfak-Papua Barat dilaporkan aman dan kondusif.

Kepada awak media. Kapolda sampaikan lebih lanjut bahwa tidak ada kejadian menonjol selama pelaksanaan ibadah bulan suci ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1447H/2026M. kemarin.

Kamtibas di Papua Barat dilaporkan pada umumnya aman dan kondusif. Hal ini bisa terjadi karena kerjasama yang sangat baik antara Masyarakat, Pemerintah Daerah setempat dan juga peran TNI–Polri.

Semangat kebersamaan ini harapan Kapolda. Selalu dijaga dan terawat dengan baik sehingga setiap orang dapat merasakan adanya keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan ibadah bulan suci ramadahn maupun perayaan ibadah idul fitri 1447H/2026M.

Didepan kediaman Sekda Papua Barat di Kompleks Selamat Datang. Kapolda akui Fakfak dilaporkan sangat aman dan kondusif.

“Yang pertama, selama pelaksanaan ramadhan dan pawai takbiran hingga kita merayakan idul Fitri 1447H/2026M berlangsung aman lancar bahkan sangat kondusif, kemudian untuk kejadian menonjol selama bulan ramadhan berlangsung, malam takbiran serta hari raya idul fitri tidak ada”, Salut Kapolda Papare. Usai acara Open House di Rumah Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere, Minggu, 22 Maret 2026 siang sebelum beranjak ke Hotel Grand untuk istirahat.

Disampaikan lebih lanjut terkait Agenda kunjungan kerja ke Fakfak setelah dilantik menjadi Orang nomor satu di Wilkum Polda Papua Barat. mendengar Kunjungan Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia ke fakfak. mengikuti pawai Takbiran dan lebaran.

Ia (Kapolda Papua Barat-red) bersama Sekda Papua Barat rencana akan bersilaturahmi dengan Menteri ESDM RI. Agenda dan jadwal sedang diatur protokol untuk malam nanti.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan.

Koordinasi yang baik dinilai sangat krusial dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Kehadiran Kapolda dan Sekda Papua Barat di Fakfak diharapkan semakin mempererat hubungan antar lembaga, serta memastikan kondisi daerah tetap aman, kondusif, dan terkendali.

Dengan kolaborasi yang solid, berbagai program pembangunan di Kabupaten Fakfak diyakini dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.

error: Content is protected !!