6.2 C
New York
Jumat, April 3, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 485

Kerukunan Umat Beragama di Papua Barat Tertinggi di Indonesia, Satu Pulau Jawa Tidak Masuk 10 Besar.

0
Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan, M.Si, Foto Istimewah

FAKFAK – Sebuah studi terbaru menunjukkan Papua Barat memiliki tingkat kerukunan beragama yang lebih tinggi daripada Ibu Kota Jakarta, bahkan yang tertinggi di Indonesia. Kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Papua-pun dianggap tidak mencerminkan hubungan kerukunan beragama di sana.

Dalam studi terbaru yang dirilis Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Indonesia pekan ini, indeks kerukunan beragama di Papua Barat memiliki skor 82,1 -dari nilai maksimal 100 -yang berarti sangat tinggi.

Nilai Papua Barat ini nyatanya yang tertinggi di Indonesia, disusul oleh Nusa Tenggara Timur (81,1) dan Bali (80,1), Provinsi Papua berada di urutan ke-6 dengan skor 79 di bawah Maluku (79,4).

Ibu Kota Jakarta justru berada di 8 terbawah indeks kerukunan beragama di Indonesia dengan skor 71,3 bersama dengan Aceh (60,2) -yang berada di posisi terakhir, Banten (68,9) dan Jawa Barat (68,5).

Meski demikian, tingkat kerukunan untuk Jakarta, Banten serta Jawa Barat masih tergolong tinggi jika dilihat dari parameter studi yang dilaksanakan selama periode Mei-Juni 2019 ini.

Survei yang dilakukan tehadap 13.600 responden di 34 provinsi Indonesia ini mengukur variabel toleransi, kesetaraan dan kerjasama antar pemeluk agama.

Variabel kesetaraan misalnya, hal ini salah satunya bermakna bahwa setiap warga negara punya hak yang sama sebagai kepala daerah atau memiliki hak mengekspresikan keyakinan di ruang publik di provinsi itu.

Dikutip dan TEMPO.CO, Menurut Ketua tim survei, yakni Muhammad Adlin Sila, posisi 3 teratas dalam indeks kerukunan beragama di Indonesia ini relatif sama setiap tahunnya, sejak survei tahunan ini diselenggarakan pertama kali pada 2009

Tak satupun provinsi di Pulau Jawa masuk dalam 10 besar wilayah dengan tingkat kerukunan beragama tertinggi di Indonesia.

Ia menjelaskan tingginya tingkat kerukunan beragama di bagian timur Indonesia itu dipengaruhi oleh beberapa faktor,

Salah satu yang terpenting adalah modal sosial. “Modal sosial itu kan ada trust (rasa percaya), ada norma-norma mengenai hidup bertetangga, itu beda.”

“Kalau di NTT (Nusa Tenggara Timur) misalnya, sejak jaman kolonial Portugis misalnya, antara Muslim dan Kristen itu kan sudah hidup bertetangga, kawin-mawin, satu keluarga beragam agama, merayakan hari raya keagamaan juga sama-sama, itu sudah dari dulu. Beda dengan di Aceh misalnya,” jelas doktor lulusan Australia ini kepada ABC.

Di Papua, sebut Adlin, interaksi dengan pendatang yang berbeda agama sudah lama terjalin.

“Dan itu tidak mencerminkan real (kenyataan) hubungan kerukunan di sana,” papar Adlin.

Selain itu, sentimen minoritas juga turut memengaruhi. Meski warga Kristen di wilayah Papua termasuk mayoritas namun secara nasional masih tergolong minoritas.

“Jadi ini psikologis saja. Jadi kelompok minoritas itu harus memperlihatkan sikap yang menghormati gitu ya nilai-nilai dominan sehingga berbeda dengan daerah-daerah lain yang mayoritas,” kata alumnus Australian National University (ANU) ini.

Sementara jebloknya skor kerukunan di Ibu Kota Jakarta, dan dua provinsi terdekatnya yakni Banten dan Jawa Barat, disebabkan faktor seperti politik dan pendatang.

“Mungkin dinamika politik ya karena 3 daerah ini (Jakarta, Banten, Jawa Barat) paling kena ya imbasnya.”

Terkait pendatang, ia mengatakan kelompok tersebut rentan membawa nilai-nilai mereka yang, disebutnya, eksklusif dari daerah masing-masing.

“Terus ketika di Jakarta misalnya, mereka hidup di enclave-enclave (kantong-kantong), pemukiman-pemukiman, kampung-kampung yang sesuai dengan etnis dan agamanya.”

“Jadi memang pembauran itu relatif hanya terjadi di tempat kerja mereka, di sekolah, tapi tidak di masyarakat,” terang Adlin.

Warga Jakarta kurang toleran jika dibandingkan dengan warga Papua Barat dan Bali

Mantan pengajar di Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyebut tugas Pemerintah Indonesia adalah membangun kembali kebersamaan.

Namun ia menilai, apa yang sedang digalakkan Pemerintahan Jokowi saat ini justru bisa menjadi penghalang.

“Ini bisa juga tidak selesai-selesai karena Pemerintah mengintrodusir yang namanya radikalisme itu.”

“Dan yang disasar itu kan umat Islam. Itu akan semakin mengkristal permusuhan di kelompok-kelompok masyarakat,” ujarnya.

Faktor lain yang menghalangi kerukunan, sebut Musni, adalah kesenjangan yang kemudian menimbulkan sentimen sosial.

“Hulunya itu ada ketidakadilan sosial, hukum dan lain-lain. Jangan bicara soal akibat maka masyarakat akan semakin terpecah.” (TEMPO.CO/MATARADARINDONESIA.COM)

Prokontra Soal Pabrik Pasir, Kepala BKPM : Secara Izin Boleh Beroperasi

0
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia bersama pemilik usaha pengolahan pasir, Bambang Susilo (baju merah) meninjau lokasi pabrik di perbatasan wilayah Sleman dan Klaten, Sabtu (4/1/2020). [SuaraJogja.id/Baktora]

Mataradarindoensia.com – Prokontra keberadaan pabrik pengolahan batu pasir milik Bambang Susilo (42) di perbatasan wilayah Sleman dan Klaten mulai ditanggapi pemerintah pusat.

Tim Badan Koordinasi Penanaman Modal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Klaten, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPST) Klaten meninjau lokasi pabrik yang terletak di wilayah Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu (4/1/2020) sore.

Kepala BKPM – RI Bahlil Lahadalia mengungkapkan pabrik yang dikelola penyandang disabilitas tersebut dibolehkan beroperasi.

https://jogja.suara.com/read/2019/12/30/210359/warga-minta-tutup-pabrik-pengolahan-pasir-di-sleman-begini-langkah-bambang

“Secara izin, pabrik ini boleh (beroperasi). Jadi BPKM ini mengawal semua investasi baik dari dalam maupun luar negeri termasuk di dalamnya UMKM. Usaha pak Bambang ini termasuk usaha mikro, secara aturan memperbolehkan. Karena produksinya hanya skala kecil,” kata Bahlil saat ditemui SuaraJogja.id, Sabtu (4/1/2020).

Bahlil menjelaskan bahwa usaha tersebut masuk ke dalam UMKM, karena pabrik tersebut hanya menghasilkan 160 kubik dari pengolahan batu pasir per harinya.

“Jadi ini termasuk mikro, karena setelah ditinjau dalam satu jam pabrik ini menghasilkan 16 kubik. Dalam sehari produk yang dihasilkan hanya 160 kubik, itu masih masuk skala kecil,” jelas dia.

https://jogja.suara.com/read/2019/12/30/172901/tolak-usaha-pengolahan-pasir-difabel-ini-alasan-warga-argomulyo

Meski dibolehkan beroperasi, Bahlil menegaskan bakal mencabut izin operasi jika pemilik usaha pengolahan pasir tak bisa menyelesaikan masalah debu dan suara bising.

“Memang ini masih jadi pro dan kontra oleh warga, namun saya sudah bicara dengan pemilik usaha, begitu pabrik menghasilkan debu dan menimbulkan suara bising yang tak bisa diatasi, izin akan saya cabut,” jelas dia.

Kendati demikian, pihaknya menyebut jika usaha yang dilakukan Bambang dan rekan lainnya patut diapresiasi.

“Melihat usaha yang dilakukan pemilik usaha ini (Bambang) sudah cukup baik, karena mereka berusaha mandiri. Jadi kami berikan dia kesempatan, tapi jika memang melanggar (debu dan suara bising tak bisa diatasi), nanti akan dilakukan penindakan,” kata Bahlil.

https://jogja.suara.com/read/2019/12/30/173500/ditolak-warga-usaha-pengolahan-pasir-senilai-rp35-miliar-terbengkalai

Pihaknya menegaskan, jika memang pemilik usaha melanggar kesepakatan, nantinya dinas terkait akan meninjau dahulu dampak yang terjadi saat pabrik beroperasi.

“Pencabutan tentunya ada mekanisme dari dinas terkait. Jadi jika memang ada yang keberatan akan ditinjau dahulu, artinya dicek apakah memang mengganggu atau tidak,” kata Bahlil.

Persoalan terkait pabrik pasir tersebut mendapat penolakan warga. Sebelum peninjauan dilakukan, warga dari dua wilayah berbeda telah berkumpul sejak pukul 13.20 WIB. Warga asal Dusun Mudal, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Hariyadi (55) bersikeras menolak jika pabrik tersebut beroperasi.

“Tetap kami menolak jika ini (pabrik) berjalan. Karena mau debu dan suara bising pasti terjadi. Hal itu juga akan berdampak pada permukiman warga di sekitar pabrik,” katanya.(SuaraJogja.id )

 

 

Bahlil : Jangan Coba – Coba Ganggu Investor, Saya Akan Hadapi !

0
Kepala BKPM - RI Bahlil Lahadalia (Baju putih depan), Sekda Fakfak, Alibaham Temongmere (Baju batik), Kadis PUPR2KP Fakfak, Samaun Dahlan (kemeja putih belakang dari kepala BKMP) Foto (Rustam Rettob/mataradarindonesia.com)

Jakarta, CNBC Indonesia Gangguan investor di daerah menjadi perhatian Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Ia mengingatkan agar tak ada pihak-pihak yang mengganggu jalannya investasi di suatu daerah.

“Saya mengingatkan, sesuai arahan Presiden, jangan ada pihak-pihak yang mengganggu jalannya investasi di suatu daerah. Kita sudah ada MoU dengan Kejaksaan, nanti dengan Polri, agar investor merasa terlindungi. Jangan ada pihak yang sengaja mencari-cari kesalahan dengan tujuan mengganggu investor. Akan kami hadapi,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (3/1).

Ia mengatakan, pemerintah akan mengejar realisasi investasi yang lebih kencang ke depan guna mengantisipasi dampak pelemahan perekonomian dan mendorong daya cipta lapangan kerja. Sebab itu,pemerintah tidak akan segan-segan menindak siapapun yang sengaja mengganggu jalannya invetasi di daerah.

Bahlil juga meminta agar peizinan di tingkat daerah tidak dipersulit. Saat ini pemerintah pusat tengah merampungkan implementasi percepatan perizinan di tingkat nasional melalui Inpres No.7 Tahun 2019.

“Kita tidak saja mempercepat perizinan. Tapi kita juga malu kalau kalah dari negara lain yang sangat cepat mereformasi perizinannya,” kata Bahlil.

Bahlil menambahkan investasi di sektor Pariwisata susah berkembang dengan baik sebab terlilit oleh aturan. “Banyak investor mengincar sektor pariwisata, tapi terlilit oleh regulasi yang aneh-aneh,” ujar Bahlil.

Ia mencontohkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bupati Banyuwangi Abdullah Aswar Anas, Banyuwangi berencana membangun Cable Car. Namun, izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum juga turun. Padahal, wahana tersebut akan mampu menyedot wisatawan lebih banyak lagi ke Banyuwangi.

“Sampai sekarang belum keluar-keluar juga. Padahal, anggaran kita sudah habis mondar-mandir ke Jakarta,” ucap Bupati Abdullah.

(hoi/hoi)

Mantan Sekjend KNPI PB Ini Ngotot Direkomendasikan Partai Golkar, Bupati Fakfak : DPP Pasti Minta Pertimbangan Daerah.

0
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Fakfak, DR Drs MOhammad Uswanas, M.Si Foto (Rustam Rettob/Mataradarindonesia.com)

Mataradar.com / Fakfak – Kerap memberikan statement dan pernyataan untuk diberitakan oleh beberapa media termasuk di Kabupaten Fakfak, adik Ali Mochtar Ngabalin, Mantan Sekjen KNPI Papua Barat,

Amin Ngabalin sampai saat ini masih tetap ngotot dan juga optimis akan direkomendasikan oleh Partai Golkar untuk maju dan Calon sebagai Bupati Fakfak dipemilukada serentak 23 September 2020 mendatang,

Kesungguhan Amin Ngabalin akan merebut rekomendasi partai golkar dari tangan bupati fakfak DR Drs Mohammad Uswanas, M.Si, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Fakfak adalah menggunakan dalil partai memprioritaskan kader secara internal,

Argumentasi yang digunakan adalah bahwa dia (Amin Ngabalin-red) merupakan salah satu Wakil Ketua DPD Partai Golkar dan Ketua AMPG Provinsi Papua Barat sampai saat ini sehingga masuk kategori kader Golkar

Alasan lain adalah, Ngabalin menjelaskan bahwa sesuai arahan Munas partai Golkar beberapa waktu lalu agar daerah yang ikut melaksanakan pemilukada serentak tahun 2020 harus mengutamakan/memprioritaskan kader Golkar jika mereka ingin maju dan calon sebagai kepala daerah, termasuk Fakfak

“Saya yakin dan optimis akan memperoleh rekomendasi partai golkar untuk maju dan calon sebagai bupati fakfak pada pemilukada serentak tahun 2020, karena saya adalah kader partai”, Terang Ngabalin kepada mataradarindoensia.com belum lama ini,

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Fakfak, DR Drs Mohammad Uswanas, M.Si menanggapi kicauan Amin Ngabalin dengan santai, awalnya dia mengakui bahwa sesuai arahan Munas Golkar akan memperioritaskan kader partai yang ingin maju dan calon sebagai kepala daerah yang melaksanakan pemilukada serentak di tahun 2020,

Namun Bupati Fakfak 2 periode itu memberikan penjelasan dan alasan lain bahwa walaupun kader partai belum tentu direkomendasikan oleh partai,

Hal ini disebabkan karena rekomendasi partai harus kepada kandidat yang berpeluang bahkan berpotensi menang , jika ini yang dilihat maka partai juga lebih melirik syarat diluar kader partai,

Dan kata Mocha (sapaan pendek) Bupati Fakfak sampai saat ini di fakfak tidak ada kader Golkar yang maju dan calon sebagai bupati fakfak dan wakil bupati fakfak

Memiliki strategi dan alasan lain, Mocha mengatakan, DPP Partai Golkar sebelum memutuskan jatuhnya rekomendasi partai beringin ini untuk mendukung kandidat siapa,

Tentunya DPD Partai Golkar yang ada di daerah akan dipanggil untuk didengarkan kondisi politik daerah, khususnya juga di Kabupaten Fakfak,

“Benar, sesuai arahan Munas partai Golkar memperioritaskan kadernya yang maju dan calon sebagai kepala daerah termasuk Calon Bupati Fakfak,

Namun kemudian untuk Kabupaten fakfak tidak ada kader yang maju dan calon sehingga sebelum DPP mengeluarkan rekomendasi pasti DPD Golkar di Kabupaten Fakfak akan diundang untuk didengarkan penjelasanya,

Terutama Ketua DPD Golkar pasti akan dipanggil DPP untuk didengarkan penjelasan soal kondisi politik di daerah kabupaten fakfak”, terang Mocha mengcaunter pernyataan Amin Ngabalin, (RR)

Merasa Pesimis Jalur Perseorangan Lolos Verifikasi, Ngabalin juga Sebut Tidak Terganggu Dua Kader KNPI di Pemilukada Fakfak.

0

Fakfak – Mantan Sekretaris DPD KNPI Provinsi Papua Barat dua periode, dan juga Mantan Anggota DPRD Kabupaten Fakfak, Amin Ngabalin kepada mataradarindonesia.com jumat, (3/1) via chating watshapp pribadinya ketika ditanya soal dua kadernya yang saat ini mempersiapkan diri untuk maju dan bertarung pada pemilukada fakfak 23 September 2020 mendatang,

Ngabalin menjawab santai dan menegaskan bahwa kehadiran kedua kadernya sangat tidak berpengaruh terhadap posisi dirinya yang ngotot pasti akan maju menggunakan rekomendasi Partai Golkar pada pemilukada Kabupaten fakfak,

Sebelumnya, Ngabalin juga sempat melontarkan pernyataan di salah satu media online bahwa dirinya sangat pesimis jika Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak jalur perseorangan akan lolos pada Verifikasi Administrasi maupun Faktual di KPU Kabupaten fakfak, hal itu dikatakan karena mekanisme proses jalur perseorangan yang cukup berbelit di KPU dengan melihat PKPU NOmor 16 Tahun 2019,

Dia merasa tidak terganggu dengan kehadiran dua kadernya dari KNPI Papua Barat yang maju sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati pada musim pemilukada Fakfak 23 September 2020 mendatang, Terang Ngabalin kepada mataradarindonesia.com sore tadi

Disisi lain, cucu arguni ini merasa bangga karena sejak berkecimpun di KNPI Papua barat selama dua periode berhasil mengkaderkan orang-orang yang memiliki Visi dan Misi besar untuk berani mengambil sikap dalam perhelatan didunia politik seperti Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak 23 Setpember 2020 mendatang,

Namun kemudian tambah adik Ali Mochtar Ngabalin bahwa, kehadiran kedua bekas anggotanya di tubuh KNPI semasa itu belum terlalu signifikan untuk mengganggu stabilitas perjuanganya menuju Bupati Fakfak,

Kedua Kader dari tubuh KNPI yang dimaksudkan adalah, Untung Tamsil, Mantan ketua DPD KNPI Kabupaten Fakfak, dan Jemy Leunsanda, Sekretaris DPD KNPI Provinsi Papua Barat,

Untung merupakan salah satu kandidat Bakal Calon Bupati fakfak berpasangan dengan Ketua STKIP Nuuwar Fakfak, Yohana Dina Hindom,

Sementara Jemy Leunsanda dikabarkan maju sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Fakfak mendampingi Abdurrahim Fatamsya (Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan) Fakfak sebagai Bakal Calon Bupati Fakfak,

“Insya Allah tidak terganggu, insya Allah ihklas dunia akhirat”, Sumpah Putra Alm. H. Hasan Basri Ngabalin (Amin Ngabalin-red) dengan rasa optimisnya tidak akan terganggu dengan kehadiran kedua adik kadernya dari rahim KNPI untuk bertarung dengan kandidat lain saat ini di Kabupaten Fakfak,

Dia mengatakan arena Demokrasi saat ini sangat terbuka untuk semua anak bangsa, ”Arena demokrasi ini kan sangat terbuka, silahkan saja beradu strategi dilapangan, silahkan merebut hati pemilih yang jelas saya tidak terganggu”, Terang Ngabalin,

Ditanya mengenai kesiapan dirinya untuk maju bertarung pada pemilukada fakfak 23 September 2020 besok melalui jalur partai politik atau jalur perseorangan,

Ngabalin mengatakan, dirinya sangat yakin akan Lolos dalam tahapan verifikasi dukungan partai politik, dan dia ngotot akan memperoleh rekomendasi Partai pimpinan Airlangga Hartarto,

” Insya Allah tetap Partai GOLKAR, saya kader, saya harus menjaga marwah & wibawa partai golkar”, Janji Mantan Sekjend KNPI Papua Barat itu, (RR)

Polres Fakfak Terima 330 Laporan Pengaduan Masyarakat Selama Tahun 2019, 44 Kasus P-21, 4 Lainya Diversi, 215 ADR

0
Kapolres Fakfak AKBP Ary Nyoto Setiawan, S.IK, Foto (Rustam Rettob/mataradarindonesia.com)

FAKFAK – Kepolisian Resort Fakfak Polda Papua Barat dalam kurung waktu Januari hingga Desember 2019, telah menerima sebanyak 330 Laporan Polisi (LP).

Dari 330 LP itu, Crime Clerence (Penyelesaian Perkara) sebanyak 263 Kasus terdiri dari P-21 sebanyak 44 kasus, Diversi 4 kasus, dan ADR sebanyak 215 kasus.

Hal itu disampaikan Kapolres Fakfak AKBP Ary Nyoto Setiawan, S.I.K, M.H didampingi Wakapolres Kompol Daniel Duma Sarampang, Kasat Sabhara Iptu Suhardi, Kasat Intelkam Iptu Ilham, S.H.M.M, dan Kasat Res Narkoba Iptu Eko Slamet, S.H dalam konferensi pers akhir tahun 2019, di ruang data Mapolres Fakfak, Selasa (31/12/2019) sore.

Baca juga : https://mataradar.com/2019/12/08/polisi-masih-terus-kejar-oknum-guru-sma-ypk-fakfak/

“Data kriminalitas selama tahun 2019, Crime Total (CT) 330 kasus, Crime Clerebce (CC) 263 kasus, Clearancerate rata-rata 53,85 persen, C. Clock, 1hari, 12 jam, 57 menit, 36 detik, Crimerate (PDDK) 75 orang/kasus,”ujar Kapolres.

Lanjut Kapolres, jenis kasus menurut rangking selama tahun 2019, penganiayaan biasa CT 17 kasus, CC 12 kasus rangking pertama, menyusul pencurian biasa CT 16, CC 5 kasus, rangking kedua.

“Menyusul kasus pengeroyokan CT 11 kasus, CC 7 Kasus, rangking tiga,  dan penghinaan CT 10 kasus, CC 7 kasus, rangking empat,”ujar Kapolres.

 Kapolres Fakfak AKBP Ary Nyoto Setiawan, S.I.K, M.H didampingi Kasat Narkoba, kasa Intelkam, Kasat Sabhara Polres Fakfak, Foto (Rustam Rettob/mataradarindoensia.com)

Sementara kecelakaan lalulintas (Lakalantas), sebut Kapolres, CT 34 , CC 34, Meninggal Dunia (MD) 10 orang, Luka berat (LB) 15 orang, luka ringan 37 orang, kerugian material Rp 267.000.000. “Pelangaran lalulintas, tilang 290, teguran, 41, denda Rp 86.250.000,”tutur Kapolres.

Sementara itu, sambung Kapolres mengungkap 11 kasus yang menonjol sepanjang tahun 2019 yakni, 5 kasus pencurian diantaranya pencurian Kendaraan Bermotor (Ranmor), menyusul 4 kasus pengrusakan diantaranya pengrusakan Pasar Thumburuni.

baca juga : https://mataradar.com/2019/12/26/satu-tahanan-kabur-dari-lapas-kelas-ii-b-fakfak/

“Menyusul satu kasus penganiayaan berat, dan satu kasus lagi yang sedang dalam proses penyidikan yaitu satu kasus Makar,”ujar Kapolres.

Selain itu, kasus 2 Narkoba dan kasus 2 kasus Tindak Pidana Ringan (Tipiring), Kapolres menyebutkan 2 kasus yakni, kasus sabu dan kasus ganja, sedangkan kasus Tipiring yaitu Minuman Keras (Miras).

“Terkait dua kasus Narkoba tahap P-21 dan telah diserahkan ke Kejaksaan, sedangkan kasus Tipiring Miras telah disidangkan dan masing-masing mendapat denda,”tandas Kapolres. (RR)

Ditanya Proses Hukum Guru Pencetak KTA TPNPB, Begini Komentar Kapolres Fakfak

0
Kapolres Fakfak, AKBP Ary Nyoto Setiawan, S.IK Foto (Rustam Rettob/mataradarindonesia.com)

FAKFAK – Oknum Guru SMA YPK Kabupaten Fakfak berinisial R sampai saat ini belum terlihat keberadaanya, dia diduga telah kabur dan atau melarikan diri keluar daerah dari Kabupaten Fakfak – Papua Barat,

Kaburnya oknum Guru SMA YPK Fakfak tersebut dari intaian aparat Kepolisian sebelum proses penangkapan terhadap puluhan masyarakat yang diduga terlibat dalam Kelompok TPNB beberapa waktu lalu di Distrik Kramomongga,

Entah kemana jejak Guru SMA YPK Fakfak tersebut berlarian dan menyembunyikan diri, dia terpaksa terus dikejar polisi karean perbuatanya yang membantu menunggangi masyarakat terduga kelompok TPNB dengan cara mencetak ratusan kartu KTA kepada mereka,

Baca juga : https://mataradar.com/2019/12/05/oknum-guru-sma-ypk-berperan-cetak-kartu-anggota-tpnpb-di-fakfak/

Kapolres Fakfak AKBP Ary Nyoto Setiawan, S.IK diruang data Polres Fakfak, Selasa, (31/12) menjelaskan pelaku pencetak kartu KTA Kelompok TPNPB diduga telah kabur menghilangkan jejaknya sebelum aksi penangkapan puluhan masyarakat di Distrik kramomongga, Kabupaten Fakfak – Papua Barat,

Dengan kaburnya oknum guru tersebut membuat polisi terpaksa mendatangi rumah oknum guru berinisal R dan pihak keluarga, Kata Kapolres, mengaku tidak mengetahui jejak R hingga saat ini, (selasa 31/12/2019-red), Ujar Kapolres Fakfak kepada wartawan,

“Kemana dia lari, saya (Kapolres-red) kejar sampai saya dapat, mau sampai kapanpun, saya nggak (tidak-red) akan lupa dan terus saya kejar sampai ketemu”, Terang Kapolres didamping Wakapolres, Kasat Narkoba, dan Kasat Intelkam Polres Fakfak diruang data sore, (RR)

Mengenai Tahanan Kabur, Kapolres Masih Buntuti Akses Keluar Fakfak

0
Kapolres Fakfak AKBP Ary Nyoto Setiawan dan Dandim 1803/Fakfak Letkol.Inf. Yatiman dalam satu kesempatan belum lama ini, Foto (Rustam Rettob/mataradarindonesia.com)

FAKFAK – Kapolres Fakfak AKBP Ary Nyoto Setiawan mengaku masih terus kejar dan intai kaburnya tahanan polres yang dititipkan di Lapas Kelas II/B Fakfak beberapa waktu lalu,

Pencarian terhadap salah satu tahanan yang dititipkan di Lapas Kelas II/B Fakfak tersebut karena tahanan bernama Salim Sanaki/Upeng kini telah kabur dari lapas tanpa diketahui oleh pihak Lapas hingga saat ini belum diketahui keberadaanya, jejak pria berdarah maluku ini masih simpangsiur.

Dikatakan Kapolres, pihaknya tidak tinggal diam dan terus lakukan upayah proses pengejaran terhadap tahanan polres fakfak yang dititipkan di Lapas Kelas II/B Fakfak dalam kasus tindak pidana penganiayaan terhadap salah satu pegawai Sipil Kodim 1803/Fakfak beberapa waktu lalu,

“Untuk tahanan yang kabur dari Lapas Kelas II/B Fakfak yang sampai saat ini belum ditemukan, kami dari pihak keamanan sudah lakukan upayah pencarian dan telah buntuti akses keluar fakfak seperti pelabuhan, bandara dan akses ke Kokas, saya tidak akan tinggal diam”, Jelas Kapolres Fakfak

Kapolres mengatakan upayah tersebut tidak ada batas waktu sampai yang bersangkutan harus ditemukan, karena itu langkah penyekatan dan pencarian terhadap Upeng tidak ada jedah waktu dilakukan oleh baik anggota Polres Fakfak maupun Lapas Kelas II/B Fakfak,

“Kita upayah terus untuk penyetakan, pencarian, pengejaran termasuk sekat lakukan pemeriksaan di semua kapal masuk-keluar di pelabuhan laut fakfak, termasuk pelabuhan Kokas juga sudah dilakukan tindakan yang sama seperti di Kota”, Urai Kapolres Fakfak.

Baca juga : https://mataradar.com/2019/12/26/satu-tahanan-kabur-dari-lapas-kelas-ii-b-fakfak/

Kapolres Fakfak meminta kepada seluruh masyarakat termasuk pihak keluarga agar membantu kepolisian dan Lapas untuk segera mencari tau dan menemukan Salim Sanaki / Upeng agar menyerahkan atau melaporkan kepada aparat kepolisian untuk dilakukan proses hukum selanjutnya,

Terpisah, senada dengan kapolres Fakfak, Kepala Lapas Kelas II/B Fakfak, Heru Sulistiyono mengakui selama ini pihaknya tidak bisa tidur dengan nyaman pasalnya dia bersama nggotanya masih terus lakukan upayah pengejaran terhadap Salim Sanaki alias Upeng

“Masih terus dicari, selama ini tidak pernah saya tidur di rumah, do`akan ya semoga cepat ditemukan”, Balas WA wartawan mataradar.com saat dikonfirmasi kemarin,

Dijelaskan lebih lanjut bahwa hasil beberapa tindakan anggota Lapas Kelas II/B Fakfak sampai kemarin masih ada di pinggiran Kota Fakfak,

“Dua hari lalu bahkan anggota saya sempat mengeluarkan tembakan peringatan, tapi DPO terus lari dan lokasinya itu di areal Cafe buang sampah”, Terang Heru kepada media ini,

Sebelumnya, Salim Sanaki alias Upeng kabur dari Lapas Kelas II/B Fakfak pada Kamis, (26/12), sekitar pukul 08.00 Wit dengan cara memanjat tiang menggunakan alat bantu berupa kayu buah dilokasi Lapas tersebut,

“Betul, lari pagi pukul 08.10, panjat pagar sebelah kodim dengan menggunakan kayu, kami seluruh petugas Lapas Fakfak masih dalam upaya pencarian”, Kata Ka Lapas melalui pesan singkat diterima media mataradar.com, (Kamis, 26 Desember 2019) lalu,

Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM – RI Minta Birokrasi Berbelit Menghambat Investasi Jangan Dipelihara

0
Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM - RI ft rustam/mataradarindonesia.com

Jokowi berharap tidak ada lagi hambatan-hambatan birokrasi dan investasi.

Fakfak – Kepala BKPM – RI, Bahlil Lahadalia, SE, M,Si meminta kepada baik pejabat pemerintah maupun PTSP ditingkat daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota agar tidak sengaja mempersulit proses pengurusan investasi ditengah birkorasi yang berbelit-belit.

Dia tidak rela bahkan tak menghendaki adany birokrasi yang cukup sulit bahkan berbelit untuk dapat memperlambat pengurusan investasi diberbagai daerah, termasuk memangkas birokrasi berbelit soal pengurusan penanaman modal dan investasi di Kabupaten Fakfak – provinsi papua barat,

Terkadang menurut Lahadalia, (Kepala BKPM) secanggih apapun pelayanan melalui online namun jika ada muncul niat dari birkorasi seperti staf dari dinas PTSP setempat maka bisa saja dapat menghambat proses penanaman modal dan investasi di Kabupaten Fakfak,

Karena itu menguru Bahlil negara telah memberikan ultimatum kepada setiap kepala daerah diseluruh tanah air, Gubernur, Bupati/Walikota untuk memangkas birokrasi berbelit soal proses penanaman modal dan investasi harus berkembang di daerah, Terang Lahadalia kepada mataradar.com belum lama ini saat berkunjung ke Kantor PTSP Kabupaten Fakfak,

Jokowi Akan Copot Pejabat yang Hambat Investasi, Hajar Pelaku Pungli.

Presiden Terpilih 2019-2024 Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan mencopot pejabat yang tidak mau mengubah pola pikir dalam reformasi birokrasi yang ada di Indonesia. Menurut Jokowi, reformasi struktural tersebut diperlukan agar lembaga pemerintah menjadi semakin efisien dan cepat dalam melayani kegiatan usaha dan investasi.  “Kalau pola pikir, kalau mindset birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas. Tolong ini dicatat,” kata Jokowi yang disambut meriah oleh peserta yang hadir di Sentul, Bogor, Minggu (14/7).

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan kecepatan melayani dan memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Dia pun memastikan akan mengecek dan mengontrol sendiri penerapan reformasi birokrasi.  “Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan akan saya pangkas dan copot pejabatnya,” katanya.

Mantan Walikota Solo ini juga memastikan akan membubarkan lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah. “Oleh sebab itu, butuh menteri-menteri yang berani,” katanya menambahkan.

Tak hanya itu, Jokowi juga tampak kian serius memberangus pihak-pihak yang coba menghambat investasi, menerapkan izin yang berbelit-belit serta berani mengambil keuntungan lewat pungutan liar.

Investasi dinilai sangat diperlukan bagi Indonesia karena bakal membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya. “Yang berbelit apalagi yang ada ada punglinya, hati-hati, ke depan akan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol dan akan saya hajar bila diperlukan,” kata dia.

Sehingga, Jokowi berharap tidak ada lagi hambatan-hambatan birokrasi. Dia pun meminta masyarakat tak perlu alergi terhadap investasi yang akan masuk ke Indonesia. karena investasi adalah kunci pembuka lapangan kerja seluasnya-luasnya.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Kepala BKPM Bahlil: Sekarang Investor Cukup Datang Ke BKPM, Kami Bantu Mengurus Perizinannya.

0
Bahlil Lahadalia/Kepala BKPM - RI Ft Humas Kepresidenan - RI

FAKFAK – “Sekarang kalau teman-teman melakukan investasi, cukup datang ke BKPM nanti kita akan membantu untuk mengurus perizinannya, di kementerian mana yang selama ini menganggap itu sulit nanti kita yang akan mendampingi,” ungkap Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat melakukan kunjungan kerja ke fakfak belum lama ini, dan bertandang ke Kantor PTSP Kabupaten Fakfak didampingi Sekda dan Kadis PUPR2KP Fakfak,

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengemukakan, bahwa kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengembalikan sepenuhnya kewenangan perizinan ke BKPM disertai dengan target peningkatan peringkat kemudahan berusaha Indonesia ke urutan 50 sebagai tanggung jawab yang besar.

“Artinya, alat ukurnya jelas, kalau itu masih tetap 73 tidak naik-naik ke 50 atau katakanlah 50 lebih, berarti risikonya ada di kami sendiri dan BKPM, begitupun realisasi investasi,” kata Bahlil

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia lanjut menjelaskan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengembalikan sepenuhnya kewenangan perizinan ke BKPM disertai dengan target peningkatan peringkat kemudahan berusaha Indonesia ke urutan 50 sebagai tanggung jawab yang besar.

“Sebenarnya Sekretaris Kabinet telah membuat surat secara resmi kepada BKPM untuk hal tersebut sesuai dengan arahan Bapak Presiden, bahwa sekali lagi kewenangan perizinan menjadi tanggung jawab sepenuhnya BKPM, sedangkan untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota ada di PTSP masing-masing daerah” Ucapnya,

Dengan kewenangan sepenuhnya diberikan kepada Kepala BKPM, menurutnya, maka dia akan menargetkan di tahun 2021 (kemudahan berusaha, red) ada pada rangking 50, dan kemudian mengarah kepada 40, sehingga harus ada reform.

Sekaligus, lanjut dia, Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh menteri, termasuk kepala BKPM sampai dengan akhir bulan Desember sekurang-kurangnya mencabut 40 Permen (Peraturan Menteri) yang dianggap menghambat hal yang berkaitan dengan investasi dan kemudahan berusaha. Termasuk perizinan-perizinan yang tersebar di beberapa kementerian. tutur Lahadalia yang juga bekas penjaja kue di sekolah saat itu, (RR)

error: Content is protected !!