-3.5 C
New York
Jumat, Januari 2, 2026

Buy now

Cerpen “ Ketua KPU Ditelepon Orang Misterius di Tengah Malam”

Disclaimer: Fiksi tingkat dewa. Kalau ada mirip-mirip dengan kenyataan, itu urusan semesta, bukan urusan saya.

Malam itu, gedung KPU negara sebelah sudah sepi. Satpam ngantuk, kantin sudah tutup, dan lampu lorong berkelip seperti film horor kelas C.

Ketua KPU, Mochammad Aliuddin, masih di ruangannya, memandangi tumpukan berkas. Tiba-tiba telepon meja berdering. Suara klasik “kringgg… kringgg…” yang bikin bulu kuduk berdiri.

Aliuddin ragu. Ia angkat gagang dengan tangan gemetar. Dari seberang terdengar suara berat, parau, seperti gabungan Batman dan tukang kredit panci.

“Pak Ketua…” suara itu mendesis. “Besok… keluarkan Surat Keputusan soal dokumen ijazah harus dirahasiakan. Segera. Jangan tanya kenapa.”

Aliuddin menelan ludah. “Siapa Anda?”

Suara itu hanya tertawa lirih. “Kalau Anda tak keluarkan, besok pagi. jabatan kalian semua jadi taruhannya. Negara bisa gonjang-ganjing. Cepat, Pak. SK itu benteng terakhir. atau kursi kalian, ambruk!”

Telepon klik! langsung mati.

Aliuddin berkeringat dingin. Tangannya bergetar, mirip mahasiswa pas ujian skripsi ditanya, “Metodologinya pakai apa?” tanpa punya jawaban. Ia buru-buru memanggil semua komisioner lewat WA grup. Pesannya singkat, “Rapat kilat malam ini. Wajib Hadir. Jangan tanya-tanya. Bawa pulpen dan mental baja.”

Dalam setengah jam, semua komisioner sudah duduk melingkar. Wajah mereka pucat, ada yang masih pakai sandal jepit.

“Bapak-bapak, saya dapat telepon misterius. Intinya. kita harus keluarkan SK malam ini juga,” ujar Aliuddin.

“Telepon dari siapa, Pak? Intel? Presiden? Atau emak-emak arisan RT?” tanya seorang anggota dengan suara gemetar.

Aliuddin menggeleng. “Kalian tahu sendiri, orang melindungi kita selama ini. Tapi suaranya. seperti malaikat pencabut jabatan.”

Mereka semua terdiam. Lalu satu anggota nyeletuk, “Ya sudah, bikin saja SK-nya. Dari pada kita yang dicabut besok pagi.”

Segera mesin tik tua di pojokan menyala. “Cekrek cekrek cekrek.” Para staf mengetik SK 731 seperti wartawan kejar deadline.

Tak ada yang memikirkan logika, tak ada yang menimbang dampak. Semua dikejar rasa takut.

Tiga jam kemudian, SK selesai. Di dalamnya ada ketetapan 16 dokumen persyaratan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Mereka menatap kertas itu dengan napas lega, seolah menemukan jimat sakti.

Esok paginya, SK dibacakan ke publik lewat konferensi pers yang disiarkan televisi nasional. Aliuddin dengan suara bergetar berkata, “Dengan ini, KPU mengeluarkan Keputusan 731…”

Belum selesai, gedebuk! jagat maya meledak. FB, X, TikTok, Instagram penuh meme. Netizen ngamuk, bilang KPU berusaha lindungi pejabat dengan SK itu.

“Pak Ketua,” bisik seorang komisioner, “lihat trending topik. Kata orang, SK ini kayak orang kentut di tengah rapat, kagetin semua orang, bikin gaduh, tapi nggak jelas manfaatnya.”

Aliuddin pucat. “Ya Allah… kenapa bisa begini?”

Jawabannya sederhana, karena semalam mereka ketakutan sama suara misterius yang tak jelas dari mana asalnya.

Sejak saat itu, teka-teki pun lahir. Siapa sebenarnya yang menelepon Ketua KPU? Apakah orang dalam istana? Apakah hantu ijazah yang tak pernah kelar? Atau jangan-jangan. hanya operator telepon salah sambung?

Publik terlanjur ngamuk. Ada yang ancam mau “dinepalkan” rame-rame. KPU pun panik, sadar sudah menabur garam ke luka demokrasi.

Di pojok ruangan, tukang kopi kembali muncul sambil nyeruput. Ia berkomentar santai, “Hidup ini penuh pilihan, Pak. Tapi kalau tiap pilihan selalu dicabut lagi, ya jangan salahkan kalau rakyat lebih percaya sama dukun ketimbang KPU.”

Aliuddin hanya menutup wajahnya. Demokrasi malam itu berubah jadi drama absurd, penuh teriakan, tawa getir, dan secangkir kopi pahit tanpa gula.

Penulis :

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!