Fakfak – Insiden terjadinya kebakaran yang menghanguskan 8 rumah toko sepanjang Jalan Izak Tellusa Fakfak, Sabtu, 20 September 2025 pagi kemarin, kini terlihat situasi sudah lengah dan bangunan yang hangus terbakar terlihat rangka bahkan ada bangunan hangus terbakar rata dengan tanah
Saat ini terhitung 8 ruko (Rumah dan Toko) hangus terbakar, termasuk 1 orang relawan meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan yaitu ikut berpartisipasi padamkan api. Jafar Rumasukun tiba-tiba jatuh dari ketinggian 10 meter dan meninggal dunia
Lex panggilan pendek dari Alm. Jafar Rumasukun sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis namun nyawanya tak sempat terselamatkan karena meninggal dunia.
Relawan kemanusiaan ini kemudian dipulangkan ke rumahnya di Kompleks Kebun Kelapa dan dimakamkan, sabtu, 20 September 2025 kemarin, sementara proses pemadaman terhadap kebakaran di Jalan Izak tellusa berlangsung hingga malam.
Kebakaran yang terjadi kemarin mengejutkan masyarakat se antero kota fakfak bahkan jagad dunia maya sehingga kabar ini bisa diketahui oleh orang-orang diluar kota fakfak, kebakaran ini terbilang terbesar kedua setelah pasar thumburuni fakfak.
Api yang awalnya muncul dari salah satu toko yaitu dari dalam biliyard paradiso tiba-tiba menyebar dan menghanguskan deretan ruko yang berdekatan, proses pemadaman terhadap amukan si jago merah ini sejak pagi hingga malam.
Setelah aksi merayapnya si jago merah ke beberapa ruma dan toko sepanjang Jalan Izak Tellusa kemudian muncul mobil pemadam kebakaran, tidak saja Damkar yang dikendalikan banyak tenaga Satpol PP. BPBD juga kerahkan kendaraan damkarnya.
Untuk tanki biasa diluar Damkar mereka angkut air pulang pergi dan layani air ke tanki damkar dan mobil pemadam milik BPBD yang standby dilokasi, turut terlibat dan proses pemadaman ini adalah masyarakat umum, TNI-Polri, semuanya gotong royong.
Tampak kendaraan tanki air biasa tidak lagi melayani. Damkar dan tanki air BPBD terpaksa bergantian untuk mengisi air PDAM guna melakukan proses pemadaman di lokasi kebakaran dan memastikan api tidak lagi bangkit dan berontak seperti semula.
Dari data sementara yang diperoleh media ini, sabtu, 20 September 2025 malam, setidaknya ada 8 ruko hangus terbakar, dari 8 ruko itu. Salah satunya adalah Restaurant terkenal yaitu Angelos.
Berikut nama – nama rumah toko yang hangus terbakar sepanjang jalan Izak tellusa, Sabtu, 20 September 2025 kematin, antara lain :Toko Mega, Toko Samudera, Toko Oriental, Rumah Makan Angelos, Paradico, Toko Kapaur, Toko Mawar, Toko Hasana dulu berdikari.

Damkar Pantang Pulang atasi Kebakaran Izak Tellusa
Mobil pemadam kebakaran sejak pagi terbakarnya ruko, sabtu, 20 September 2025 hingga malam mereka melakukan proses pemadaman api. Silih berganti Dampar baik dari BPBD maupun Damkar milik pemda Fakfak yang dikendalikan satpol PP.
Disaat orang lain telah berkumpul dengan keluarga mereka sedang bertahan dilapangan dan berjibaku melakukan perlawanan terhadap amukan api hingga malam bahkan situasi ini membuat tim damkar fakfak siaga sampai pagi dini hari, Minggu, 21 September 2025.
Mereka seperti kata pepatah, Pantang Pulang sebelum api padam, proses pemadaman ini berlangsung hingga tengah malam, tim damkar mereka bekerja tanpa mengenal lelah dan berupaya agar memastikan api padam. “Setitik api yang muncul adalah musuh bersama untuk dibasmikan”.
Air yang dihabiskan untuk mematikan langkah amukan api ini bisa terhitung puluhan ribu liter dari sumber PDAM Fakfak. setidaknya ada 3 unit damkar yaitu. 1 unit milik BPBD dan 2 unit kendaraan Damkar yang dikendalikan satpol PP Fakfak.

Direktur RSUD Fakfak Kerahkan Tim Medis
Direktur RSUD Fakfak. Farid Fauzan Mahubessy mengerahkan tim medis untuk melakukan pertolongan pertama terhadap petugas pemadam kebakaran yang terjadi, sabtu, 20 September 2025 kemarin.
Gerka cepat Direktur termuda ini ini tujuanya agar dapat memberikan pertolongan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan atau gangguan kesehatan lainya akibat aksi pemadaman api yang merenggut 7 ruko di jalan Izak tellusa Fakfak
Standby petugas kesehatan dilapangan saat proses pemadaman kemarin berlangsung untuk mengantisipasi kondisi darurat yang membutuhkan tim medis dan hasilnya ketika itu ada petugas damkar yang mengalami sesak napas dan dilarikan ke RSUD.
Beberapa petugas damkar yang mengalami sesak napas kemudian berhasil dibantu atau tertolong saat dilarikan ke RSUD Fakfak. selain petugas lapangan yang mobile bersama direktur RSUD Fakfak. tim IGD juga siaga ketika petugas dievakuasi ke rumah sakit.
“Peristiwa ini memberikan pelajaran penting bahwa fasilitas kesehatan baik dari sisi nakes maupun faskes menjadi perhatian untuk disiapkan sebelum darurat kebutuhan seperti ini, kita semua berharap kedepan pelayanan makin baik”, Ujarnya.
(ret)


