


Laporan : Rustam Rettob/Wartawan
Fakfak – Kabupaten Fakfak memiliki Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang secara bergantian dalam masa periodisasi masing-masing, namun dua persoalan yang selama ini menjadi catatan kritik masyarakat dari periode ke periode kepemimpinan di Negeri Mbaham ini adalah soal Listrik dan Air Bersih hampir tidak terselesaikan selama ini. Samaun – Donatus sangat serius mau menyelesikan kedua topik ini. (Air berish dan Listrik-red).
Dalam kebijakan anggaran direncanakan pada tahun 2027 mendatang, Air Bersih dan Listrik menjadi dua program prioritas, disampingi program prioritas dua lainya hyaitu, Pendidikan dan Kesehatan Gratis serta makan gratis bagi dua pendamping pasien, keduanya sangat serius untuk menyelesaikan problem yang secara terus menerus setiap saat dihadapi oleh masyarakat.
Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik ketika menghadiri acara Musrenbang Kabupaten Fakfak yang mana kegiatan tersebut adalah Musrenbang RKPD dan Musrenbang Otsus menekankan bahwa untuk tahun ini ada dua tambahan program prioritas yaitu. Listrik dan Air Bersih. Sebelumnya tahun 2025. Diawali dengan dua program prioritas yaitu Pendidikan dan Kesehatan Gratis.
Dijelaskan Donatus. Pelaksanaan program pemerintah tentunya memiliki target tujuan capaian yang jelas, pertama, untuk program pendidikan gratis bertujuan agar masyarakat terutama orang tua yang anaknya masuk sekolah tidak terbeban dengan biaya sekolah, sedangkan Kesehatan Gratis, Program ini meningkatkan aksesibilitas layanan medis, memotivasi gaya hidup sehat, serta meringankan beban ekonomi masyarakat, mendukung tercapainya masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
“Jadi program Fakfak Membara itu ada dua prioritas yaitu Pendidikan dan Kesehatan Gratis yang telah dilaunching tahun 2025 kemarin, sementara dalam Forum Musrenbang Tingkat Kabupaten Fakfak 2026. Kita tambah lagi 2 program prioritas yaitu Listrik dan Air Bersih sehingga menjadi 4 Program Prioritas SANTUN.
Untuk Listrik dan Air bersih akan menjadi fokus yang mana pelaksanaan program ini juga mulai dipetakan dan direncanakan tahun 2026 dan didorong pelaksanaanya pada tahun anggaran 2027”, Ungkap Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik, Selasa, 14 April 2026 malam usai mengikuti pembukaan dan pemaparan materi Musrenbang Tingkat Kabupaten Fakfak Tahun 2026 di gedung Winder Tuare Fakfak.
Diakui Donatus bahwa untuk program Pendidikan dan Kesehatan Gratis yang telah dilaksanakan awal tahun kepemimpinan mereka pada 2025 kemarin. tentunya masih banyak kekurangan yang menjadi bahan evaluasi untuk tahun anggaran 2026 ini.
Ada sebagian yang sudah terlayani dan sebagian lainya mungkin tidak sempat, termasuk juga dengan penyebaran kuota Listrik dan Air Bersih sehingga pemerintah terus lakukan deteksi pelayanan dilapangan dan evaluasi terhadap program-program yang sudah berjalan.
“Memang ada yang mengeluh terkait dengan tidak tersentuhnya Listrik dan Air Bersih, sehingga sesuai dengan Visi Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak periode 2025-2030 yaitu, Fakfak Terang, Fakfak Banjir, serta ada juga terkait dengan Fakfak Sehat dan Fakfak Cerdas.
Menyangkut itu kita tambahkan dua program yaitu, Listrik dan Air Bersih pada tahun 2027, sedangkan Pendidikan dan Kesehatan hanya diberikan penguatan karena sudah dijalankan”, Ujar Donatus Nimbitkendi kepada awak media saat doorstop di Wnder Tuare Fakfak. Selasa, 14 April 2026 kemarin.
Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkitkendik katakan, dengan hadirnya status PLN Ranting Fakfak menjadi Cabang (atau ULP/Unit Layanan Pelanggan ke UP3/Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan dalam struktur modern) diharapkan dapat membawa dampak positif bagi efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Data yang diperoleh media ini dari PT PLN Cabang Fakfak bahwa, untuk tahun 2025 kemarin sebanyak 346 Pelanggan yang telah terpasang, sementara untuk tahun 2027 menyiapkan 728 Calon pelanggan yang tersebar di 11 Kampung yaitu, Waremu 35 Calon pelanggan, Mitimber 67 Calon Pelanggan.
Kemudian juga, kampung Salawier 51 Calon Pelanggan, Tomage 69 Calon Pelanggan, Tunasgain 40 Calon Pelanggan, Sanggram 120 Calon Pelanggan, Kiria Bisa 42 Calon Pelanggan, Sum 104 Calon Pelanggan, Tesha 25 Calon Pelanggan, Wos 20 Calon Pelanggan, Lokasi Tersebar 155 Calon Pelanggan.
Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak dalam Visi Fakfak Terang menargetkan di tahun 2026 jaringan listrik telah terpasang di semua ruamh warga masyarakat fakfak dan kemudian rencana tahun 2027 menyala 24 jam.
Sebagai skala prioritas. PLN Cabang Fakfak kini sedang mengejar pemasangan jaringan induk dari wilayah kota ke kampung-kampung, target ini sejalan dengan Visi Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak sehubungan dengan status PLN Fakfak menjadi Cabang.
Mengikuti Musrenbang kemarin, Hampir semua Kepala Distrik yang hadir mengikuti Musrenbang menyoroti layanan lsitrik dan air bersih di tingkat Kampung, diantaranya, Kepala Distrik Fakfak Timur Tengah. Marthen Wouw dan Kepala Distrik Fakfak Barat. H Abdullah Temongmere.
Mereka minta PLN seharusnya bentuk Pos layanan/unit di wilayah distrik-distrik sehingga jika ada kendala atau gangguan maupun keluhan pelanggan mereka bisa disampaikan melalui pos unit terdekat tanpa harus pulang pergi kota masuk keluar kantor PLN.
Terkait dengan kesulitan PLN dalam menghadapi penebangan pohon agar tidak mengganggu jaringan, mereka minta PLN sebaiknya menyurat kepada Pemerintah Daerah dan selanjutnya perintah itu berlanjut ke pemerintahan distrik agar membantu PLN mensosialisasikan kepada masyarakat soal akses jaringan yang seharusnya tidak terganggung/terhalang pohon milik masyarakat.
Hal ini bertujuan agar bisa dilakukan pendekatan sebab harga penebangan pohon yang telah di alokasikan PLN adalah harga standard, sedangkan permintaan ganti rugi tanaman produktif bagi masyarakat harganya diluar yang direncanakan PLN. tujuan kerja sama dan dilakukan sosialisasi ini penting sehingga pemerintah dengan pendekatan dibawahnya bisa memberikan pemahaman dan solusi terbaik bagi keduanya soal biaya penebangan pohon.
Soal keluhan listrik mati menyala seperti lampu disko, pihak PLN meresponnya bahwa sebetulnya tidak ada rencana PLN sengaja memadamkan lampu secara tiba-tiba, tetapi sering terjadi gangguan jaringan dilapangan seperti burung atau benda lainya tersangkut di jaringan kabel listrik yang menyebabkan korsleting/hubungan singkat biasanya menyebabkan suara ledakan pada gardu atau percikan api muncu dari jaringan listrik tegangan tinggi.
Pihak PLN juga mengatakan, kadang curah hujan pada suatu daerah tinggi maka bisa terjadi pemadaman, hal ini tentunya untuk keselamatan pelanggan dan keamanan jaringan, bukan hanya karena gangguan teknis. Penyebab utama ketika curah hujan tinggi adalah air yang merendam gardu (kebanjiran), pohon/dahan tumbang menimpa kabel, sambaran petir pada trafo, serta korsleting akibat kelembapan tinggi.
“Kami dari pihak penyedaia listrik (PLN-red) sangat tidak ingin lampu/listrik padam karena kalau lampu mati 1 jam saja maka PLN mengalami kerugian dari segala aspek, mislanya, Saat listrik padam, kWh meter pelanggan berhenti berputar, sehingga PLN kehilangan potensi pendapatan dari penjualan listrik”, Singkat petugas ketika memaparkan materi di Musrenbang kemarin.
Sebetulnya, Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM, PLN wajib memberikan kompensasi kepada pelanggan jika terjadi pemadaman yang melebihi batas tingkat mutu pelayanan (TMP). Kompensasi ini berupa potongan tagihan listrik yang tentu mengurangi laba bersih perusahaan. namun perlu dicatat bahwa jika pemadaman disebabkan oleh force majeure (bencana alam, huru-hara, atau kejadian di luar kendali manusia), PLN dapat dibebaskan dari kewajiban ganti rugi, sesuai dengan peraturan yang berlaku
Secara umum, harapan-harapan utama dari perubahan status tersebut adalah: Peningkatan Efisiensi Operasional yaitu Pengelolaan jadwal pemeliharaan, pelaporan kerusakan, dan pelacakan riwayat pemeliharaan menjadi lebih mandiri dan efisien, mengurangi potensi kesalahan dalam manajemen alat ukur dan distribusi energi.
Kemudian Peningkatan Kualitas Pelayanan Pelanggan, PLN harus Respon terhadap keluhan, pengaduan, penanganan gangguan, serta proses penyambungan baru menjadi lebih cepat karena manajemen yang lebih dekat dan fokus pada wilayah kerja tertentu.
Selanjutnya Optimalisasi Energi Listrik, harus Memastikan kualitas energi listrik yang disalurkan tetap dalam kondisi terbaik. Serta Dukungan Pembangunan Lokal : Mendukung pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur di Kabupaten Fakfak dengan ketersediaan listrik yang lebih andal.
Terkahir, Struktur Organisasi yang Lebih Mandiri, Dengan status Cabang, unit memiliki kewenangan lebih besar untuk mengambil keputusan operasional tanpa harus selalu bergantung pada wilayah yang lebih tinggi, sehingga pelayanan ke pelanggan lebih optimal


