Home / Hukrim / Sentil Hilirisasi Jalan yang Keliru, Bahlil Tampar Balik : Yang Bicara itu Otaknya yang Keliru

Sentil Hilirisasi Jalan yang Keliru, Bahlil Tampar Balik : Yang Bicara itu Otaknya yang Keliru

Jakarta – Menteri Investasi/Badan Koordinasi dan Penanaman (BKPM) Modal Bahlil Lahadalia merespons keras anggapan yang menyebut program hilirisasi pemerintah merupakan sebuah kekeliruan.

“Jadi kalau ada hari ini yang mengatakan hilirisasi  adalah jalan yang keliru,  saya ingin mengatakan bahwa yang bicara itu otaknya yang keliru,” ujar Bahlil di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi 2023, Kamis (7/12/2023).

“Negara harus jalan lurus untuk menjalankan kedaulatan bangsa kita,” kata Bahlil

Dia menegaskan bahwa program hilirisasi ke depan menjadi bagian terpenting yang tidak akan surut.

Bahlil mendorong kepala daerah mulai dari bupati hingga wali kota menjadi benteng paling terdepan menjaga investasi sumber daya hilirisasi.

“Tidak ada kendur program ini,” tegas Bahli

Pernyataan Bahlil tidak spesifik tertuju kepada kelompok tertentu. Namun perbincangan negatif terhadap hilirisasi teranyar diungkapkan tim sukses pemenangan Capres-Cawapres Anies Baswedan-Muhaimin.

Co-Kapten Tim Nasional Pemenangan Amin, Thomas Trikasih Lembong menyebut kebijakan hilirisasi sangat tidak berorientasi kepada pasar.

Arah hilirisasi, kata dia, sangat didorong oleh pemerintah tanpa memperhatikan pasar yang ada.

Selain itu, Lembong juga mengungkap masalah kedua hilirisasi adalah pemerintah yang terlalu fokus pada nikel dan baterai sehingga menyebabkan kebijakan menjadi terlalu sempit bagi sektor lain.

“Yang bekerja robot. Mekanisme otomatitasi, sehingga sedikit sekali manusia yang bekerja di situ. Akhirnya, dampak ke lapangan kerja jadi minim,” ujar dia dalam diskusi “Kebijakan Industri, Hilirisasi, dan Perubahan Iklim” yang diadakan oleh CSIS di Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2023).

Terakhir, dia menyebut masalah standar lingkungan hidup di sektor pertambangan maupun smelter jauh dari yang diperlukan. Dia juga menyoroti kebutuhan tanah yang besar untuk menggali nikel beserta dampaknya.

“Terakhir dampak pada lingkungan hidup karena kadar nikel di tanah kita begitu rendah baik aspek penambang nikelnya maupun pengolahan nikelnya,” tegas dia. (ain/bloomberg technoz)

About admin

Check Also

Tetapkan 16 Tersangka, DPR Minta Kejagung Usut Tuntas Kasus Mafia Timah

Jakarta – Kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) ...

Kewenangan Satgas Percepatan Investasi Memverifikasi 2.078 IUP?, Bahlil : ITU BOHONG BESAR

Jakarta – Menteri Investasi/Kepala BKPM RI. Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan sekaligus bantahan didepan puluhan Anggota ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!