
Fakfak – Tim dari bp Indonesia telah menyelesaikan sosialisasi pemasangan kerangka anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB di Kabupaten Fakfak. sosialisasi perdana di Distrik Arguni, 8 Juni 2026. Kemudian tahap kedua di Distrik Kokas, 11 Juni 2026. Selanjutnya tahap ketiga di Distrik Mbahamdandara tepatnya di Kampung Goras. 13 Juni 2026. Dan berakhir di Distrik Tomage, 15 Juni 2026 kemarin.
Sosialisasi tersebut mendapatkan hasil yang sangat positif dan respon baik dari masyarakat pada 4 Distrik tersebut yaitu, Distrik Arguni, Distrik Mbahamdandara serta Distrik Tomage/Bomberay berada di Wilayah Petuanan Raja Arguni, sedangkan Distrik Kokas berada pada dua petuanan yaitu, Petuanan Raja Wertuar dan Raja Pikpik Sekar.
Pada prinsipnya masyarakat menyetujui bp Indonesia melaksanakan kegiatan hulu migas tersebut dengan tetap memperhatikan hak masyarakat adat serta aspirasi yang telah disampaikan selama sosialisasi itu dilaksanakan kemarin. Terutama kompensasi dampak pelaksanaan kegiatan migas terhadap masyarakat nelayan setempat. Sebab selama kurang lebih 3 bulan kedepan pemasangan kerangkan anjungan lepas pantai berada di wilayah pesisir aktifitas nelayan disana.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Distrik Tomage, 15 Juni 2026 kemarin berlangsung aman dan lancar melibatkan unsur pemerintahan distrik, pemerintahan kampung, unsur perwakilan petuanan raja arguni maupun masyarakat kampung yang berdampak langsung dengan aktifitas pemasangan kerangka anjungan (Jacket) lepas pantai pada lokasi UBA dan UBB di Kabupaten Fakfak.
Sosialisasi Pemasangan Kerangkan Anjungan (Jacket) Lepas Pantai pada Lokasi UBA dan UBB bertempat di Distrik Kokas, 11 Juni 2026, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com
Pelaksanaan sosialisasi yang berlangsung di Aula Distrik Tomage dipimpin Kepala Distrik Tomage. Rudy Paus-Paus didampingi Kapolsek Bomberay serta Danramil Bomberay, hadir juga perwakilan Kepala Distrik Bomberay, termasuk manajemen dari bp Indonesia. Serta kepala kampung Salawer, Wamosan dan Tomage. Juga perwakilan masyarakat adat di wilayah Distrik Tomage Petuanan Arguni.
Kepala Distrik Tomage. Rudy Paus Paus dalam sambutannya mengajak semua masyarakat adat maupun pemerintah distrik sampai pemerintahan kampung mendukung pelaksanaan pemasangan kerangka anjungan (Jacket) lepas pantai UBA dan UBB di wilayah Distrik Tomage, dan petuanan arguni. Ia mengharapkan agar setelah ada sosialisasi ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk pihak perusahaan maupun pemerintah untuk bisa mengakomodir aspirasi Masyarakat.
Dikatakan, sosialisasi yang berlangsung ini seyogyanya sasaran ke 4 kampung yaitu, Tomage, Wamosan, Otoweri, Salawer, namun tidak menutup ruang untuk beberapa kampung lainya yaitu, Mbima Jaya, Wammar, Wonodadi Mulya, Warisa Mulya, dan Wasa Mulya. Karena kampung- kampung tersebut masuk wilayah pemerintahan distrik Tomage dan petuanan Raja Arguni.
“Hari ini (kemarin-red) kita melaksanakan sosialisasi tentang pemasangan kerangka anjungan (Jacket) lepas pantai pada lokasi UBA dan UBB terkait kegiatan hulu migas di Wilayah Kabupaten Fakfak. oleh karena itu beberapa kegiatan yang ada di pesisir petuanan yang berdampak langsung terhadap kegiatan tersebut. Semoga Kabupaten Fakfak tetap masuk sebagai daerah penghasil selama pelaksanaan Migas di Papua Barat.
Sosialisasi Pemasangan Kerangkan Anjungan (Jacket) Lepas Pantai pada Lokasi UBA dan UBB bertempat di Distrik Arguni, 8 Juni 2026, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com
Saya berharap juga kepada bp Indonesia berkaitan dengan program-program yang akan disampaikan sebagai kompensasi kepada masyarakat yang kena dampak langsung dengan kegiatan tersebut baik jangka pendek maupun jangka panjang agar tetap menjadi perhatian dan komitmen bersama untuk dapat direalisasikan. Tujuanya adalah agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari program hulu migas itu”, Harap Kepala Distrik. Rudy Pauspaus.
Rudy pada kesempatan kemarin minta tiga hal penting pertama adalah adanya transparansi pihak bp Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan ini, bahwa jika ada proses yang berhubungan dengan masyarakat agar disampaikan secara baik dan transparan.
Berikutnya. Ia meminta agar model perekrutan tenaga kerja harus betul-betul melihat aspirasi masyarakat untuk merekrut tenaga kerja lokal di Fakfak. terutama wilayah yang kena dampak langsung kegiatan ini. Terakhir permintaanya soal kompensasi program 2 Miliar beberapa waktu kemarin. dapat disosialisasikan secara baik kepada masyarakat bahwa bukan uang tuniai melainkan berbasis program.
“Yang saya tegaskan kepada bp Indonesia kaitan dengan program dan kegiatan ini maka saya berharap diberikan sosialisasi dan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman ditengah masyarakat, kemudian dengan adanya kegiatan ini maka ada proses perekrutan tenga kerja karena persoalan ini yang selalu menjadi konsentrasi masyarakat di wilayah pesisir terutama yang kena dampak langsung, soal janji kompensasi 2 Miliar untuk masyarakat adat, harus diskusi secara baik sehingga semua dapat menerima dengan baik”. Mintanya.
Jamilah Bauw selaku manajemen bp Indonesia yang melaksanakan tugas khusus untuk sosialisasi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran sosialisasi dimaksud. Tentunya banyak saran dan masukkan yang telah disampaikan oleh masyarakat dan menjadi bahan evaluasi bersama tim sosialisasi untuk dapat ditindaklanjuti ke tingkat yang paling atas. Semua masukkan yang disampaikan baik adanya untuk kepentingan bersama baik pemerintah daerah, masyarakat setempat maupun mitra kerja lainya. Tentunya seluruh pemangku kepentingan.
Sosialisasi Pemasangan Kerangkan Anjungan (Jacket) Lepas Pantai pada Lokasi UBA dan UBB bertempat di Distrik Mbahamdandara, Goras, 13 Juni 2026, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com
“Terkait Pemasangan Kerangka Anjungan (Jacket) Lepas Pantai pada lokasi UBA dan UBB di Wilayah Kabupaten Fakfak. kami sangat mengharapkan dukungan dari pemangku kepentingan. Setidaknya masukan saran yang disampaikan untuk menjadi bahan evaluasi terutama kami datri tim sosialisasi. Pada prinsipnya kami sangat terbuka untuk menerima informasi dari masyarakat demi kebaikan kita bersama. Sosialisasi ini bukan akhir dari segalanya tetapi awal untuk yang lebih baik”, Pesan Jamilah Bauw saat pembukaan sosialisasi kemarin di Distrik Tomage.
Pantauan langsung matardarindonesia.com. sosialisasi pemasangan kerangka anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB di Distrik Tomage, 15 Juni 2026 kemarin berlangsung lancar dan aman. Adapun aspirasi yang disampaikan masyarakat yang hadir tidak beda jauh dengan yang disampaikan masyarakat di Distrik Arguni, Kokas dan Mbahamdandara. Mereka ingin ada perhatian perusahaan diberbagai sektor yaitu, pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, mendorong pembangunan infrastruktur serta hak-hak masyarakat adat penting untuk menjadi perhatian. didalamnya Tenaga kerja Lokal maupun Security
Masyarakat diminta untuk selama kegiatan pemasangan anjungan besok maka aktifitas nelayan tetap berlangsung namun diatas radius 500 meter. Karena apa. Saat itu semua fasilitas kapal laut akan beroperasi sehingga jarak ini untuk mengnatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Tentunya pihak perusahaan juga menyediakan rompong sebagai kompensasi kepada nelayan yang berkatifitas penangkapan ikan secara tradisional.
Kegiatan sosialisasi di Tomage kemarin berakhir dengan penandatangan berita acara. Seperti yang dilakukan di Distrik Arguni, Distrik Kokas serta Distrik Mbahamdandara di Kampung Goras.
Berita acara dimaksud berisikan tentang masukkan saran dan harapan dari peserta sosialisasi kepada pemerintah daerah maupun pihak perusahaan agar menjadi perhatian bersama.
Catatan :
Di Distrik Tomage, bp Indonesia menaruh fokus pemberdayaan di Distrik Tomage pada penguatan akses kesehatan dasar dan peningkatan mutu sumber daya manusia.
Di sektor kesehatan, bp menempatkan fasilitator lapangan khusus untuk mengawal program krusial seperti penurunan angka stunting, peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta penanggulangan Malaria dan TB, di mana fasilitator tersebut telah aktif mendampingi Kampung Otoweri,
Sementara untuk Kampung Wamosan telah dilakukan proses asesmen dan akan segera ditempatkan fasilitator dalam waktu dekat.
Di sektor pendidikan, kontribusi perusahaan diwujudkan melalui pemberian program beasiswa berkelanjutan bagi siswa-siswi dan mahasiswa berprestasi dari kampung-kampung di wilayah tersebut.
Sementara di sektor ekonomi, bp terus melakukan penjajakan potensi komoditas wilayah guna diintegrasikan ke dalam rantai pasok lokal pendukung operasional Tangguh LNG.




