7.2 C
New York
Senin, November 2, 2026

Buy now

Bupati Fakfak Harap Daging Kurban Bantuan Prabowo dan Bahlil Tersalurkan Merata

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Fakfak – Presiden Republik Indonesia. H Prabowo Subianto menyalurkan sapi Kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447H/2026M sebanyak 1.098 Ekor. Jumlah tersebut tersebar seluruh Indonesia.

Penyebaran sapi Kurban Presiden Prabowo sampai di Kabupaten Fakfak. tercatat dalam laporan agenda Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak melalui PHBI Kabupaten Fakfak sebanyak 2 Ekor untuk masyarakat Fakfak.

Dua ekor sapi Kurban Presiden Prabowo tersebut dialokasikan pada dua Masjid yang berbeda yaitu, Masjid Agung Baitul Makmur Kabupaten Fakfak dan Masjid Al-Munawwarah Fakfak.

Dua ekor sapi dimaksud diserahkan secara simbolis oleh Bupati Fakfak. Samaun Dahlan atas nama Presiden Republik Indonesia. Prabowo Subianto kepada Ketua Pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak. H Herman Bugis.

Penyerahan sapi kurban ini pelaksanaanya setelah Sholat Idul Adha 1447 H/2026 M. rabu, 27 Mei 2026 pagi. Bupati Fakfak. Samaun Dahlan berharap daging kurban Presiden Prabowo dapat disalurkan secara merata kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya.

“Dengan senantiasa mengharapkan rahmat dan ridho Allah Swt. Saya selaku Bupati Fakfak. atas nama pemerintah daerah mewakili preisden prabowo subianto menyerahkan dua ekor sapi kurban kepada panitia pembangunan masjid agung bitul makmur fakfak dan dagung kurban tersebut dapat dibagikan secara merata kepada seluruh masyarakat fakfak terutama yang berhak menerimanya”, Pesan Prabowo disampaikan oleh Bupati Fakfak. Samaun Dahlan.

PHBI Kabupaten Fakfak mencatat tahun 2026. Bertepatan dengan Idul Adha 1447H. jumlah hewan kurban sebanyak 135 ekor diantaranya, sapir 133 ekor sedangkan untuk hewan kurban kambing sebanyak 2 ekor.

Sementara itu. Sapi kurban dari Menteri ESDM bahlil Lahadalia sebanyak 6 ekor dengan lokasi penyembelihan Masjid At-Taqwa Katemba, Masjid Al-Qausar Kayu Besi, Masjid Jabal Rahmah Kebun Kapas, Masjid Jabal Nur Jalan Kokas, Masjid An-Nur Werikapal, Masjid Fiil Batumi Lapangan Basket.

Sumbangan datang juga dari Sekda Papua Barat. Alibaham Temongmere. Sebanyak 3 ekor sapi serta Bupati Fakfak juga 3 ekor sapi.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiontoro menyampaikan pembelian 1.098 sapi kurban yang disalurkan Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha tahun ini bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Juri mengatakan biaya pengadaan 1.098 sapi kurban presiden tahun ini menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliarm yang bersumber dari APBN melalui bantuan kemasyarakatan presiden.

Menurutnya, besaran anggaran sapi di setiap tempat berbeda-beda karena harga sapi menyesuaikan bobot dan lokasi pengadaan di masing-masing daerah.

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden. Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar,” kata Juri dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (26/5) kemarin dikutip dari chaenal youtube Istana Kepresidenan.

Ia menyebutkan sebanyak 598 sapi dialokasikan untuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia, sementara 500 sapi lainnya disalurkan ke pondok pesantren, lembaga pendidikan, lembaga sosial, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Pada tahun ini, dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026 ini, Bapak Presiden (Prabowo) berkenan akan menyerahkan bantuan sapi kurban sebanyak 1.098 ekor sapi,” ucapnya.

Selain itu, distribusi sapi kurban mencakup seluruh wilayah administrasi di Indonesia, yakni 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Namun, jumlah sapi untuk pemerintah daerah (Pemda) tercatat lebih banyak dibanding jumlah wilayah penerima.

Juri mengungkapkan kondisi tersebut terjadi karena terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan standar bobot yang ditetapkan presiden. Untuk mengatasi hal tersebut, sejumlah daerah menerima tambahan sapi dari wilayah lain.

“Standar bobot sapi presiden adalah 800 kilogram sampai 1,3 ton. Dan setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar itu. Oleh karena itu, ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah,” ungkap Juri.

Ia mengatakan sapi kurban yang dipilih merupakan jenis sapi premium, seperti Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Belgian Blue, hingga sapi Bali. Seluruh sapi disebut memiliki bobot di atas 800 kilogram dan telah mengantongi surat keterangan kesehatan hewan.

“Selain itu juga sapi ini sesuai dengan syariat Islam untuk menjadi sapi kurban, umurnya sudah di atas dua tahun dan jantan serta tidak cacat,” terangnya.

Di balik pendistribusian ribuan sapi kurban tersebut, pemerintah juga melibatkan peternak lokal dari berbagai daerah. Pengadaan hewan kurban dilakukan melalui koordinasi Kementerian Sekretariat Negara bersama Kementerian Pertanian, dinas peternakan daerah, hingga Asosiasi Peternak dan Penggemukan Sapi Indonesia (APPSI).

Ia berharap momentum Iduladha dapat ikut mendorong produktivitas peternak lokal dan pengembangan industri peternakan nasional.

“Sumber-sumber sapi tadi semuanya berasal dari peternak lokal, sehingga diharapkan mereka dapat menjadikan momentum ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi,” katanya.

Ia menambahkan Sang Kepala Negara juga meminta agar penyaluran sapi kurban benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan di masing-masing daerah.

“Presiden (Prabowo) memberikan arahan supaya sapi-sapi yang diberikan untuk menjadi sapi kurban ini juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah masing-masing,” ucap Juri.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!