Laporan : Rustam Rettob/Wartawan
Fakfak – Lima Peserta Calon Sekda Fakfak kini sedang mengikuti seleksi terbuka. Kelima peserta tersebut adalah Abdul Razak Ibrahim Rengen, Arief H Ruamgesan, Mohjak Rengen, Maulana K. Patiran, dan Muhasim Namudat.
Tahapan ini dilaksanakan karena jabatan Sekda Fakfak telah mengalami kekosongan dan kini Bupati telah menunjuk Arobi Hindom menjadi Pj. Sekda Kabupaten Fakfak. menanti hasil seleksi Sekda Definitif.
Ditemui di Kantor Bupati Fakfak. Senin, 6 Juli 2026 sore. Samaun Dahlan tegaskan, terkait dengan seleksi terbuka jabatan Sekda Kabupaten Fakfak tanpa tekanan dari pihak manapun. Baik secara internal maupun eksternal.
Ia menegaskan, seleksi terbuka ini sejak awal hingga saat ini berjalan normal dan selaku Bupati sendiri. Samaun katakan. Tidak pernah mengarahkan panitia seleksi untuk mengatur penetepan peserta tertentu.
Samaun menambahkan, Proses seleksi ini sangat terbuka dan obyektif karena panitia seleksi bekerja sesuai aturan main yang berlaku.
Pihaknya sangat optimis, proses seleksi yang berlangsung selama ini tidak berada dalam sebuah tekanan.
“Kemarin mereka ikut seleksi di Jatinangor, selanjutnya akan mengikuti seleksi berikut di daerah dan itu dilaksanakan oleh tim lokal yang akan dipimpin langsung oleh Sekda Provinsi Papua Barat.
Kedua hasil ini (Seleksi di Jatinangor dan Seleksi di Daerah Lokal-red) melihat hasilnya untuk memutuskan dari 5 ke 3 besar”, Terang Bupati Fakfak.
Bupati lagi-lagi menegaskan, dirinya tidak masuk untuk melakukan intervensi terhadap proses seleksi ini baik tim lokal Provinsi maupun tim yang ada di Kabupaten Fakfak.
Ia kembali menampik, hingga saat ini belum ada bayangan 3 besar tersebut dan itupun semuanya diserahkan kepada tim seleksi
“Kita tunggu hasil seleksi dari 5 peserta menjadi 3 besar, soal hasil ini semua saya serahkan ke tim seleksi, yang jelas 5 orang ini adalah anak-anak fakfak semua.
Saya bersyukur bahwa tidak ada orang atau peserta Calon Sekda dari luar selain fakfak. mereka semua berkompetensi”, Ujarnya kepada awak media.
Ketua DPD Golkar Papua Barat itu tegaskan, pelaksanaan seleksi jabatan sekda fakfak ini tidak ada intervensi dari luar.
“”Bagi saya memang tidak ada intervensi dari luar, saya sendiri juga tidak mengintervensi tim seleksi, biarlah proses ini berjalan.
Yang paling penting adalah 5 peserta adalah putra terbaik Fakfak, jadi silahkan saja, nanti kita lihat siapa yang memiliki hasil terbaik”, Tegasnya.




