Laporan : Rustam Rettob/Wartawan
Fakfak – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan bersama Wakilnya. Donatus Nimbitkendik bertekad untuk wujudkan janji kampanye atau janji politik pada Pilkada Fakfak 2024 lalu
Keduanya berikrar jika terpilih memimpin Fakfak 5 Tahun bahkan 20 tahun kedepan akan hadirkan Investasi di Fakfak.
Setelah memimpin. Impian itu kian dekat untuk diwujudkan. Misalnya Investasi Pabrik Pupuk yang dicanangkan beberapa tahun lalu.
Proyek PSN ini juga telah dilakukan Groundbreaking oleh Mantan Presiden Jokowi. didampingi putra terbaik fakfak ketika itu. kini Menteri ESDM. Bahlil Lahadalia.
Seiring waktu berjalan. Proyek ini akhirnya bisa terwujud dan lokasinya telah berpindah dari Kokas ke Wilayah Distrik Tomage dan sekitarnya di Kabupaten Fakfak – Papua Barat.
“Pada sore hari ini (6/7/2026) secara resmi sudah datang menyampaikan sekaligus sebagai laporan kepada pemerintah daerah bahwa pembangunan pabrik Pupuk mulai dibangun di Fakfak”, Terang Bupati Fakfak kepada awak media.
Sebelum bertemu Bupati. Pihak Pupuk Kaltim beberapa waktu sebelumnya melakukan survei lapangan di Wilayah Distrik Tomage sebagai wilayah sasaran lokasi pembangunan pabrik pupuk dimaksud.
“Yang kedua, beberapa waktu lalu mereka melakukan survei lapangan di Wilayah Distrik Tomage pada Kampung Tomage, Otoweri dengan Wamosan
Kehadiran mereka ini untuk meminta lanjutan kajian secara mendalam selama 3 bulan kedepan. survei laut maupun darat”. Ujar Samaun Dahlan.
Survei yang dilakukan baik survei darat maupun laut ini, menurut Samaun Dahlan. Tentunya untuk memastikan pembangunan konstruksi pelabuhan, pabrik serta kantor-kantor dan fasilitas penunjang lainya.
“Berikutnya, mereka sudah melakukan pembinaan pemberdayaan untuk perkebunan, kemudian juga terkait dengan Vokasi untuk penerimaan tenaga kerja lokal yang akan disekolahkan serta persoalan perekrutan tenaga kerja”, Jelasnya.
Ditanya mengenai, realisasi program dan kegiatan yang disampaikan lebih awal. Bupati katakan, pelaksanaanya mulai Juli 2026.
Rombongan PKT saat ini di Fakfak didampingi Konsultan mereka untuk semua proses perencanaan lanjutan dimulai bulan 7 – 2026 ini. Intinya Pabrik Pupuk Kaltim sudah siap dibangun di Fakfak.
Catatan MataradarINDONESIA.com
Dalam rangka mendorong terwujudnya pemerataan ekonomi hingga ke Indonesia bagian Timur, Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan faktor-faktor pendorong ekonomi dengan menetapkan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah Indonesia Timur. 2023 lalu.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (Kini Menteri ESDM) melangsungkan groundbreaking pembangunan salah satu PSN yakni Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Proyek Kawasan Industri Pupuk Fakfak ini akan menjadi kawasan industri pupuk pertama yang dibangun di Indonesia setelah 40 tahun atau terakhir pada tahun 1982 di Aceh. Presiden Jokowi mengapresiasi pembangunan pabrik ini sebagai langkah untuk mendorong perkembangan ekonomi di kawasan Timur Indonesia. Ia berharap agar pemerataan makin masif dilakukan agar kesenjangan mampu ditekan di Provinsi Papua Barat dan masyarakatnya semakin sejahtera.
“Sudah 40 tahun kita memiliki 5 industri pupuk dan semua di kawasan barat (Indonesia), di kawasan timur belum ada. Oleh sebab itu, saat mendengar rencana ini saya tekankan langsung eksekusi agar kawasan timur juga memiliki industri pupuk. Nantinya kita juga punya rencana besar untuk membangun food estate, lumbung pangan di Provinsi Papua yang diharapkan dimulai awal tahun depan. Kalau dimulai tidak di-back up oleh industri pupuknya juga akan berat. Ini sebuah rencana besar yang saling mendukung dan Tanah Papua akan semakin makmur,” ucap Jokowi.
Sebagai putra daerah, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia merasa sangat bangga atas kesediaan Presiden RI untuk turun langsung meresmikan prosesi groundbreaking Proyek Kawasan Industri Pupuk Fakfak. Bahlil mengungkapkan bahwa industri pupuk ini berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Papua Barat, khususnya di Kabupaten Fakfak.
Dilaporkan kawasan dengan luas 2.000 hektar, 500 hektar-nya dikelola oleh Pupuk Indonesia, ini akan dibangun dengan nilai investasi 30 triliun (rupiah) yang akan dikawal langsung oleh Kementerian Investasi/BKPM dan BUMN. Kementerian Investasi segera mengeksekusi kerja- kerja konstruksi.
Pembangunan kawasan industri pupuk di lahan seluas 2.000 hektar ini, ditargetkan akan selesai pada tahun 2028. Kapasitas produksi untuk produk Ammonia sebesar 2.500 metrik ton per hari (MTPD) dan Urea sebesar 3.500 MTPD. Dengan rencana nilai investasi sebesar kurang lebih Rp30 triliun
Diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Papua Barat melalui peningkatan nilai tambah (value added) terhadap komoditas gas bumi yang dimiliki tanah Papua, menciptakan lapangan pekerjaan dan pemberdayaan masyarakat, serta mendukung program ketahanan nasional.




