21.6 C
New York
Sabtu, September 12, 2026

Buy now

Bupati Teken Kerangka Kerja Penurunan Kematian Ibu dan Anak, Fakfak Selaraskan Program Kesehatan Gratis

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan

Fakfak – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan hadiri Peluncuran Kerangka Kerja Nasional Kematian Ibu dan Anak tahun 2026-2030 yang berlangsung, Kamis, 23 Juli 2026 pukul 09.00 pagi WiB-Selesai di Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /Bappenas RI. Bertempat di Ruang Rapat Junaedi Hadisumarto 1-5, Gd. Saleh Suropati No 2. Menteng. Jakarta Pusat.

Samaun Dahlan tampak mengenakan kemeja batik bercorak warna kuning dibalut celana panjang kain berwarna hitam. Bupati Fakfak berdiri pada deretan tamu undangan yang hadir saat acar ini berlangsung. Ia diundang secara resmi bersama sejumlah Kepala Daerah di Tanah Papua yaitu, Gubernur Papua. Papua Barat, papua Barat Daya, Papua Selatan, Biak Numfor, Mamberamo Raya, Asmat, Mappi, Pegaf, dan Raja Ampat.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap angka kematian ibu dan anak. Karena itu langkah ini sebagai bentuk prioritas pembangunan dalam RPJPN 2025-2045 dan RPJM 2025-2029 dan sejalan dengan tujuan pembangunan nasional berkelanjutan 2023. Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak Tahun 2026-2030 disusun sebagai pedoman bagi pusat dan daerah dalam penyusunan kebijakan dan intervensi penurunan angka kematian Ibu dan anak yang sejalan dengan RPJN dan RPJMN.

Kehadiran pejabat pusat maupun daerah dalam mengikuti kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk komitmen bersama yang bertujuan untuk mendiseminasikan kerangak kerja nasional sekaligus memperkuat komitmen dan sinergi pelaksanaan upaya penurunan kematian ibu dan anak di pusat maupun daerah.

Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dalam paparnya didepan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI. Menjelaskan bahwa, kabupaten fakfak memiliki kondisi geografis dan tantangan pelayanan yang cukup kompleks. wilayah pelayanan kesehatan fakfak tersebar dan sebagian masyarakat tinggal cukup jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Kondisi akses jalan dan transportasi yang belum merata, jarak tempuh yang panjang, serta keterbatasan sarana transportasi rujukan masih menjadi tantangan. dalam kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal, tantangan tersebut dapat berkontribusi terhadap keterlambatan ibu hamil dan bayi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat dan cepat.

Selain itu, ketersediaan listrik, air bersih, jaringan komunikasi, serta infrastruktur pendukung pelayanan kesehatan di beberapa wilayah masih perlu terus diperkuat, pemda fakfak juga menghadapi tantangan dalam keterbatasan anggaran dibandingkan dengan besarnya kebutuhan pembangunan dan penguatan sarana-prasarana kesehatan. demikian pula dengan ketersediaan tenaga kesehatan yang belum sepenuhnya merata di setiap fasilitas pelayanan.

“Namun, berbagai tantangan tersebut tidak mengurangi komitmen kami. justru kondisi inilah yang mendorong pemerintah kabupaten fakfak untuk terus melakukan inovasi dan juga penguatan secara bertahap dan berkelanjutan, agar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses.”, Tekad Bupati Fakfak.

Sejak tahun 2024 hingga 2026, pemerintah kabupaten fakfak terus memperkuat berbagai upaya dalam mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi. salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah penguatan sarana dan prasarana melalui pengembangan layanan nicu (neonatal intensive care unit) RSUD Fakfak. dengan hadirnya layanan tersebut, pemerintah berharap bayi yang baru lahir dengan kondisi kegawatdaruratan neonatal, dapat memperoleh pelayanan intensif dan pemantauan yang lebih optimal.

“Upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan juga kami dukung melalui program pelayanan kesehatan gratis, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya. kami juga memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar bagi pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk bagi ibu hamil dan ibu pasca persalinan, sebagai bagian dari upaya mendukung proses perawatan dan pemulihan”, Ulasnya.

Bagi pemerintah kabupaten fakfak, keselamatan ibu dan anak merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. karena kita memahami bahwa kualitas sebuah generasi dimulai sejak seorang ibu mempersiapkan kehamilan, menjalani kehamilan dengan sehat, mendapatkan pertolongan persalinan yang aman, hingga memastikan setiap bayi yang dilahirkan memperoleh pelayanan kesehatan dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Komitmen pemerintah kabupaten fakfak dalam mendukung upaya penurunan kematian ibu dan anak telah menjadi bagian dari visi dan misi kabupaten fakfak tahun 2025–2030, yakni melalui program fakfak sehat. peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, juga didukung secara terintegrasi melalui berbagai program unggulan dan program strategis daerah.

“Bagi kami, upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan suatu ekosistem pembangunan yang saling mendukung, mulai dari kesehatan, infrastruktur, transportasi, listrik, air bersih, komunikasi, hingga kebijakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.” Terangnya.

Dikatakan Bupati Fakfak bahwa tidak ada satu sektor yang dapat bekerja sendiri untuk menyelamatkan ibu dan anak. dibutuhkan kerja bersama dan keterpaduan antara pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, pembiayaan, sistem rujukan, serta pemberdayaan masyarakat.

“Dari fakfak, kami ingin mengambil bagian dalam komitmen besar indonesia untuk menyelamatkan lebih banyak ibu dan anak. dengan semangat satu tungku tiga batu dan semangat kebersamaan, kami berkomitmen untuk terus bekerja dan berkolaborasi dalam menghadirkan pembangunan yang berpihak pada keselamatan ibu dan masa depan anak-anak kita. karena ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat, dan anak-anak yang sehat adalah masa depan fakfak dan masa depan indonesia.”, Ungkapnya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!