Jakarta – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan saat hadiri Peluncuran penandatangan bersama Kerangka Kerja Nasional Kematian Ibu dan Anak 2026-2030, Kamis, 23 Juli 2026 di Jakarta. Mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak telah berkomitmen sejak masa kepemimpinan ia bersama Wakilnya Donatus Nimbitkendik untuk menempatkan Program Kesehatan Gratis menjadi program prioritas Pemerintah Daerah periode 2025-2030.
Bahkan dengan adanya program kesehatan gratis tersebut. Masyarakat Kabupaten Fakfak menaruh harapan besar agar program tersebut berdampak langsung terhadap kebutuhan mendasar mereka. Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik keduanya telah launching program ini tahun 2025 sejak awal kepemimpinan dan menjadi program prioritas hingga akhir kepemimpinan mereka di Fakfak. program kesehatan gratis symbol pemerintah menekan angka kematian ibu dan anak di Fakfak.
Bagi pemerintah Kabupaten Fakfak, keselamatan ibu dan anak merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. karena dipahami bahwa kualitas sebuah generasi dimulai sejak seorang ibu mempersiapkan kehamilan, menjalani kehamilan dengan sehat, mendapatkan pertolongan persalinan yang aman, hingga memastikan setiap bayi yang dilahirkan memperoleh pelayanan kesehatan dan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Komitmen pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mendukung upaya penurunan kematian ibu dan anak telah menjadi bagian dari Visi dan Misi Kabupaten Fakfak Tahun 2025–2030, yakni melalui Program Fakfak Sehat. peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, juga didukung secara terintegrasi melalui berbagai program unggulan dan program strategis daerah.
“Bagi kami, upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan suatu ekosistem pembangunan yang saling mendukung, mulai dari kesehatan, infrastruktur, transportasi, listrik, air bersih, komunikasi, hingga kebijakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.” Terangnya.
Sejak tahun 2024 hingga 2026, Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat berbagai upaya dalam mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi. salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah penguatan sarana dan prasarana melalui pengembangan layanan nicu (neonatal intensive care unit) RSUD Fakfak. dengan hadirnya layanan tersebut, pemerintah berharap bayi yang baru lahir dengan kondisi kegawatdaruratan neonatal, dapat memperoleh pelayanan intensif dan pemantauan yang lebih optimal.
“Upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan juga kami dukung melalui program pelayanan kesehatan gratis, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya. kami juga memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar bagi pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk bagi ibu hamil dan ibu pasca persalinan, sebagai bagian dari upaya mendukung proses perawatan dan pemulihan”, Ulasnya.
Kabupaten Fakfak memiliki kondisi geografis dan tantangan pelayanan yang cukup kompleks. wilayah pelayanan kesehatan kami tersebar, dan sebagian masyarakat tinggal cukup jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan. kondisi akses jalan dan transportasi yang belum merata, jarak tempuh yang panjang, serta keterbatasan sarana transportasi rujukan masih menjadi tantangan. dalam kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal, tantangan tersebut dapat berkontribusi terhadap keterlambatan ibu hamil dan bayi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat dan cepat.
“Selain itu, ketersediaan listrik, air bersih, jaringan komunikasi, serta infrastruktur pendukung pelayanan kesehatan di beberapa wilayah masih perlu terus diperkuat. kami juga menghadapi tantangan dalam keterbatasan anggaran dibandingkan dengan besarnya kebutuhan pembangunan dan penguatan sarana-prasarana kesehatan. demikian pula dengan ketersediaan tenaga kesehatan yang belum sepenuhnya merata di setiap fasilitas pelayanan.”, Terangnya.




