Fakfak – Bertepatan dengan 8 Agustus 2026. Umat Islam di Seluruh Tanah Papua merayakan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu bertempat di RTH Reklamasi Fakfak. Pada tahun 2025 kemarin usianya Ke-665 juga diperingati dan dilaksanakan di lokasi RTH Fakfak. tentu sesuai hasil penetapannya. Sejarah Masuknya Agama Islam di Tanah Papua memiliki alasan yang kuat dengan proses yang sangat panjang hingga puluhan tahun.
Puncak peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026. dirangkaian dengan Launching Buku “Masuknya Agama Islam Di Tanah Papua”, buku setebal 205 halaman itu memuat singkat tentang Sejarah, Jaringan Maritim, dan Pembentukan Identitas Sosial-Budaya.
Salah satu penulis Buku Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. Ali Baham Temongmere. Sekda Provinsi Papua Barat. saat menghadiri puncak peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026 pagi di RTH Reklamasi Fakfak menjelaskan bahwa proses penetapan Masuknya Islam di Tanah Papua memakan waktu cukup lama, hal ini sejalan dengan dinamika yang terjadi sehingga butuh satu kesepahaman yang utuh.
“Saya ingin memberikan penjelasan agar tidak lagi terjadi perbedaan pendapat. bahwa ini (8 Agustus 1360) adalah hari jadi Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. dan ini untuk kita semua, 8 Agustus adalah yang resmi Masuknya Agama Islam di Tanah Papua”, Ungkap Ali Baham ketika diberikan kesempatan sebagai salah satu penulis buku pada peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa, pada tahun 1994. ia sempat dipercayakan menjadi moderator seminar Masuknya Agama Islam di Tanah Papua., beberapa kali diadakan seminar di Kabupaten Fakfak namun belum juga membuahkan hasil kapan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. Terakhir MUI melaksanakan kegiatan di Kaimana kemudian waktu pelaksanaan seminar disepakati bersama untuk diadakan di Fakfak.
“Di Era Mantan Bupati Fakfak. Wahidin Puarada 2 periode (10 Tahun) kemudian kepemimpinan Mohammad Uswanas 2 periode (10 tahun). penetapan sejarah Masuknya Agama Islam di Tanah Papua belum juga rampung.,di MTQ Tingkat Provinsi pada Tahun 2008. kita menelusuri sejarah ke Ternate sampai ke Aceh, keliling Bintuni, Kaimana, Raja Ampat untuk mencarikan data tentang Masuknya Agama Islam.
Kemudian melahirkan hasil daripada laporan tentang Masuknya Agama islam di Tanah Papua. Tahun 1994. semua kumpul bicara dari semua petuanan dan semua agama. dalam perjalanan panjang itu. Katolik sudah selesai ditetapkan. toh Islam yang belum. karena beberapa periode tidak selesai sehingga pada tahun 2023. saya menjadi Pj Gubernur. bersama Wagub Papua Barat (Mohamad Lakotani). dan Wagub Papua Barat Daya (Ahmad Nausrauw). termasuk Wahidin Puarada turun dan lakukan seminar penetapan”, Urainya.

Diceritakan Ali Baham bahwa, ketika itu ia menyampaikan bahwa seminar yang berlangsung di Witnder Tuare Fakfak adalah seminar terakhir dari seminar-seminar sebelumnya terkait penetapan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 1360. kata dia, ini diakukan karena proses penetapan sejarah Masuknya Agama Islam di Tanah Papua mengendap selama kurang lebih 31 tahun ditangan pemimpin berganti pemimpin. 1994, 2014, 2024, sampai dengan Januari 2025. artinya 31 tahun lamanya tidak selesai.
“Dan waktu ini (8 Agustus 1360) Tidak bergeser. ada Versi Patipi, ada Versi Patimunin, ada Versi Pulau Adi, ada Versi Bintuni, ada Versi Kaimana, tetapi semua itu berakhir adalah tanggal 8 Agustus 1360 Masehi yang paling bawah.,ini juga kaitanya dengan proses perjuangan perebutan Irian Jaya ke Pangkuan NKRI, jadi ini ada spiritualnya dan juga ada perjuangan patriotismenya untuk NKRI”, Ulasnya
Sekda Papua Barat menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang tak terhingga kepada semua pihak yang membantu memberikan masukkan untuk menambah khosanah penepatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur serta Ketua DPRPB atas segala kebijakan sehingga memfasilitasi seminar penetapan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. semua yang terlibat disampaikan terima kasih.
“Kalau didalam buku ini nanti ada hal yang kurang-kurang silahkan diberikan Masukkan karena nantinya ada edisi berikut, tetapi tanggal bulan, dan tahunnya tidak akan berubah (8 Agustus 1360)”, Saran Ali Baham. Sekda Papua Barat. salah satu penulis Buku Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026 di panggung RTH Reklamasi Fakfak.
Penulis buku ini sebanyak 10 Tokoh. yaitu, Ali Baham Temongmere. Sekda Papua Barat, Moksen Sirfefa (Tokoh Muslim papua), Mohammadon Dg Husein. (Ketua MUI Fakfak), Ismail Suardi Wekke, Yon Mahcmudi, Amirsyah Tambunan, MZ. Fadlan Rabbani Garamatan (Presiden AFKN), Barekan Bauw, Abdul Samad Bauw, dan Wahidin Puarada (Mantan Bupati Fakfak 2 peridoe).
Pada prinsipnya dalam Kata Pengantar masing-masing Ihwal penulisan Buku Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, mereka memberikan apresiasi yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah berkonstribusi dalam penetapan Islam Masuk Tanah Papua. jika ada saran maupun masukkan yang ingin disampaikan akan ditampung pada penerbit buku berikutnya, akan tetapi Tanggal, Bulan, Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua tidak berubah adalah 8 Agustus 1360.

8 AGUSTUS 1360 DISEPAKATI AWAL MASUKNYA ISLAM DI TANAH PAPUA
Diketahui sebelumnya, Tim Perumus Seminar Nasional Sejarah Masuknya Agama Islam di Tanah Papua bersepakat dan menandatangani berita acara penetapan waktu, tempat, dan tokoh yang membawa agama Islam ke tanah Papua. Penandatangan itu berlangsung di Fakfak, Sabtu, 11 Januari 2025 lalu.
Dalam penetapan itu disebutkan, agama Islam masuk ke Tanah Papua pada Selasa, 8 Agustus 1360 Masehi atau bertepatan dengan 24 Ramadhan 761 Hijriyah yang dibawa oleh seorang mubaligh dari Aceh bernama Abdul Ghaffar ke kampung Gar atau Furuwagi, Kabupaten Fakfak.
Selain menetapkan tanggal dan tempat masuknya agama Islam di tanah Papua, Tim Perumus juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi sebagai tindak lanjut dari hasil seminar ini. Diantaranya, mendorong pemerintah Fakfak agar kampung Gar dapat dijadikan sebagai destinasi wisata religi. Kemudian, mendorong pemerintah Papua Barat untuk megajukan kepada pemerintah pusat untuk menetapakan 8 Agustus sebagai hari libur fakultatif untuk seluruh tanah Papua.
Rekomendasi selanjutnya, mendorong lembaga pendidikan Islam untuk memasukkan sejarah kedatangan Islam di tanah Papua sebagai bagian dari kurikulum dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang sejarah Islam di Papua yang dimulai pada 8 Agustus 1360.
Selanjutnya, merekomendasikan kepada umat Islam untuk memperingati tanggal 8 Agustus sebagai hari masuknya agama Islam di tanah Papua, melaui kegiatan antara lain pemeliharaan situs sejarah dan kemudian, mengusulkan pembangunan infrastruktur yang mendukung pelestarian situs sejarah Islam baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota.




