7.2 C
New York
Senin, November 2, 2026

Buy now

Kisah Johanis Tethool Ditengah Desingan Peluru KKB Papua Hingga Danrem 182/JO Fakfakk

Fakfak – Kolonel Inf. Johanis Victorianus Tethool resmi menjabat Komandan Korem (Danrem) 182/Jazira Onim (JO), menggantikan Kolonel Inf. Irwan Budiana. Serah terima jabatan (sertijab) dilaksanakan bersama tradisi satuan pejabat utama serta alih komando dan pengendalian (alih kodal) satuan jajaran Kodam XVIII/Kasuari.

Upacara dipimpin Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (24/10/2026). Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian mereka.

Apa yang telah dilakukan menjadi bagian dari perjalanan Kodam XVIII/Kasuari. Pangdam berharap pengalaman selama bertugas dapat menjadi bekal berharga untuk melanjutkan pengabdian di tempat yang baru,

Pangdam minta para pejabat lama tetap menjaga silaturahmi dan nama baik satuan karena pindah tugas bukan berarti memutus persaudaraan. Kepada pejabat baru, Pangdam meminta amanah jabatan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin tinggi, dan profesionalisme.

Terkait alih kodal, Pangdam mengingatkan seluruh komandan dan prajurit agar menjaga loyalitas dan soliditas serta memahami mekanisme komando yang berlaku. Jangan sampai perubahan organisasi mengurangi semangat, kesiapan, atau kinerja prajurit.

Alih kodal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarsatuan dan mendukung keberhasilan tugas Kodam XVIII/Kasuari, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Pangdam juga meminta prajurit menghindari pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan organisasi. Menurut dia, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus menjadi pedoman utama dalam setiap tindakan.

Peran TNI Dalam Pembangunan

Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., menyambut Komandan Korem (Danrem) 182/Jazirah Onim, Kolonel Inf. Johanis Victorianus Tethool, S.Sos., dalam acara malam ramah tamah Pemerintah Kabupaten Fakfak, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Fakfak dan jajaran TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Danrem 182/Jazirah Onim di Kabupaten Fakfak. Ia menyebut kehadiran Danrem sebagai kehormatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat di Tanah Mbaham Matta.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Fakfak dan seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak, saya menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Danrem 182/Jazirah Onim,” ujar Samaun.

Menurutnya, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan TNI memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan. Selain menjaga kedaulatan negara, TNI juga menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan keamanan dan ketertiban serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Samaun mengatakan, keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha hingga seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan jajaran TNI sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.

Ia berharap koordinasi tersebut terus ditingkatkan, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, mendukung ketahanan pangan, membantu penanganan bencana, serta menyukseskan program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kita berharap koordinasi yang baik dapat terus ditingkatkan, baik dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, mendukung ketahanan pangan, membantu penanganan bencana, maupun mendukung program-program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.

Kisah Johanis Victorianus Tethool Ditengah Desingan Peluru KKB Papua

Resmi menjabat Komandan Korem (Danrem) 182/Jazirah Onim (JO) Fakfak Papua Barat, sosok Kolonel Inf Johanis Victorianus Tethool tercatat pernah menjadi korban penembakan saat menjadi Dandim 1715/Yahukimo Kodam XVII Cenderawasih. Papua.

Kala itu pangkatnya letkol, ia bersama 3 prajurit TNI lainnya menjadi korban penembakan dan sempat dievakuasi untuk perawatan sementara di Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura Papua pada 2023. sebelum diterbangkan ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Penembakan terjadi saat gerombolan KKB mengadang pasukan TNI AD yang sedang patroli rutin di Yahukimo hingga membuat Tethool terluka di bagian tempurung kaki kirinya.

Tidak hanya tempurung kaki kirinya, Tethool juga kehilangan jari kelingking tangan kiri hingga terluka di telapak tangan kiri dan kanan, sasaran juga pada betis kaki kanannya.

Dua kali tembakan KKB yang mengenai tubuhnya itu tidak membuat Tethool kehilangan semangat juang.

Aksi heroik Tethool tersebut terekam kamera saat melakukan evakuasi anak buahnya yang menjadi korban penembakan KKB di Kabupaten Yahukimo Papua.

Sebagai komandan, Tethool begitu perwira menengah TNI AD itu biasa disapa segera bergegas membantu anak buahnya yang sedang melakukan kontak tembak dengan KKB.

Tethool segera bergegas menuju tempat terjadinya kontak tembak sesaat setelah diberi tahu anak buahnya yang sedang melakukan patroli justru dihadang sejumlah orang dari KKB.

“Selesai rapat, saya segera menuju TKP membantu anak buah saya yang kena tembak,” kata Tethool.

Jarak dari titik awal mendengar informasi menuju lokasi adu tembak itu diperkirakan dua kilometer. Seolah tidak ada rasa takut, Tethool menjemput anak buahnya yang sudah terkepung KKB. Tethool begitu terlatih sebagai pasukan tempur yang siap diterjunkan di medan perang.

Sesampainya di lokasi adu tembak, yang digambarkan seperti lapangan yang dipenuhi semak belukar dan ilalang, Tethool segera mengevakuasi anak buahnya yang terluka.

Desingan peluru yang dilepaskan KKB di Yakukimo saat itu tidak membuat nyali Tethool menjadi ciut.

“Setelah saya evakuasi, saya bawa anak buah saya ke rumah sakit, lalu saya kembali lagi menemui anak buah yang masih melakukan kontak tembak,” kata Tethool.

Evakuasi kedua terhadap korban tembak itu kembali dilakukan Tethool. Evakuasi kedua terhadap korban tembak itu kembali dilakukan Tethool.

Prajurit yang pernah ditugaskan sebagai anggota Pasukan Perdamaian PBB di Sudan ini kembali lagi untuk ketiga kalinya ke lokasi penembakan setelah membawa anak buahnya yang terluka ke rumah sakit.

“Begitu saya kembali lagi, saya malah yang kena tembak, saya yang giliran dievakuasi setelah melakukan evakuasi anak buah saya yang terluka,” ujar Tethool mengenang momen itu.

Akibat tembakan yang dilakukan KKB itu, Tethool yang berbadan besar ini mengalami luka parah di tempurung kaki kanannya.

Tembakan yang mengenai tempurung kaki kirinya itu tetap tidak membuat nyalinya ciut. Sekalipun terluka, Tethool tetap memberikan perlawanan pada KKB.

Namun, Tethool justru kembali menjadi sasaran tembak hingga membuat kedua tangannya terluka.

Pecahan pelurunya itu sampai mengenai wajah saya, tapi saya nggak apa-apa, saya tetap aman dan selamat,” bener Tethool.

Sambil mundur perlahan, Tethool kemudian mendapatkan pertolongan dari anak buahnya hingga dimasukkan ke mobil dinas TNI yang menjadi tempat perlindungan. Tethool lalu dibawa menuju rumah sakit.

Setelah saya tertembak, tidak ada lagi tembakan, adu tembak selesai,” kata pria kelahiran Tual, Maluku, ini.

Di rumah sakit tersebut, Tethool kembali bertemu anak buahnya yang sama-sama terluka.

“Saya biasa saja dan hanya memikirkan istri saya setelah kena tembak,” ucap suami Puspita Rinto ini tetap tenang.

Dari Yahukimo, Tethool kemudian dievakuasi untuk menjalani pengobatan lanjutan di salah satu rumah sakit di Jayapura.

Selang sehari kemudian, Tethool dan sejumlah prajurit yang terluka dibawa menggunakan pesawat Hercules TNI AU menuju RS Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto di Jakarta Pusat.

“Setidaknya lima kali saya menjalani operasi pada tempurung kaki kiri,” ucap Tethool.

Kala itu, ia rutin menjalani terapi kesehatan untuk memulihkan kembali kondisi fisiknya di RSPAD Gatot Soebroto, Tethool tetap semangat. “Saya masih sehat, saya hanya terluka saja di kaki,” tegas Tethool.

Baginya, istri dan anak-anaknya adalah penyemangat besar. Kisah Tethool ini sebagai motivasi dan suntikan semangat bagi prajurit TNI AD.

Kini, Tethool resmi memimpin Korem 182/JO Fakfak menggantikan Kolonel Inf Irwan Budiana dalam upacara serah terima jabatan (Sertijab) di Makodam XVIII/Kasuari, Trikora, Arfak 1 Manokwari Papua Barat.

Fakfak tak bisa mengembalikan jari kelingking kiri mu komandan, tetapi percayalah Kasih Tanpa Batas yang dimiliki daerah ini akan selalu menyertai dalam jejak pengabdian mu di Tanah Mbaham. Ain Ni Ain – Satu Tungku Tiga Batu – Kitorang Basudara.

Pemimpin yang Selalu Bersama Anak Buahnya

Pemimpin yang mengutamakan keselamatan dan berada bersama anak buahnya di medan perang dikenal sebagai pemimpin yang memimpin dari depan (lead from the front). seperti Jenderal Soedirman (Indonesia) : Memilih turun langsung dan berada di tengah-tengah anak buahnya selama kurang lebih 7 bulan untuk memimpin perang gerilya dalam keadaan sakit, mencerminkan tanggung jawab dan kebersamaan dengan prajurit.

Kemudian juga, Alexander Agung (Makedonia) : Dikenal karena keberaniannya bertempur langsung di garis depan bersama pasukannya, yang membuat anak buahnya sangat setia dan terinspirasi, hal yang sama dilakukan Johanis Victorianus Tethool : Korban penembakan KKB Yahukimo Papua ketika ia hendak menyelamatkan anak buahnya saat kontak tembak senjata antara Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB dengan gabungan aparat TNI-AD.

Insiden Penembakan (Maret 2023): Saat menjabat sebagai Dandim 1715/Yahukimo di Papua, Johanis Victorianus Tethool menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat berupaya mengevakuasi anak buahnya. Beliau mengalami luka tembak serius di tangan kiri dan kaki kiri.

Perawatan di Jakarta (2023 – awal 2024): Setelah insiden tersebut, Johanis Victorianus Tethool langsung dievakuasikan ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta untuk menjalani operasi, perawatan intensif, dan terapi pemulihan. Proses perawatan dan pemulihan ini berlangsung kurang lebih selama satu tahun

Kembali Bertugas dan Kenaikan Pangkat (2024): Setelah kondisinya membaik dan pulih, Johanis Victorianus Tethool kembali aktif berdinas di Kodam Jaya, Jakarta. Pada 1 April 2024, Tethool resmi naik pangkat dari Letnan Kolonel (Letkol) menjadi Kolonel. Beliau juga sempat dipercaya menjabat sebagai Kabintaljarahdam Jaya serta Kepala Infolahtadam Jaya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!