Fakfak – Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Keluarga Besar Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) di bawah pimpinan Ustaz M. Fadzlan Rabbani Garamatan juga menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya UMKM Murah dan layanan terapi akupunktur.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan UMKM AFKN tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat. Selain dapat memperoleh berbagai kebutuhan dengan harga terjangkau, pengunjung juga memiliki kesempatan untuk mengikuti terapi akupunktur sebagai bagian dari pelayanan kesehatan.
Tenaga Kesehatan Akupunktur, Pihir Kassor, S.Tr.Akup, menjelaskan bahwa pelayanan yang diberikan difokuskan untuk membantu masyarakat yang mengalami berbagai gangguan nyeri.
“Layanan ini kami tujukan bagi masyarakat yang mengalami keluhan seperti nyeri bahu, nyeri lutut, nyeri pinggang (low back pain/LBP), maupun gangguan muskuloskeletal lainnya. Semoga ikhtiar ini dapat membantu mengurangi keluhan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Yang menarik, layanan tersebut tidak dipungut biaya dengan tarif tertentu. Peserta cukup memberikan infak secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami ingin pelayanan ini dapat dijangkau semua kalangan. Karena itu tidak ada tarif khusus, cukup memberikan infak terbaik dengan penuh keikhlasan,” tambah Pihir.
Menurut panitia, kehadiran layanan akupunktur merupakan bagian dari upaya mengenalkan terapi komplementer kepada masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata dalam momentum peringatan bersejarah tersebut.
Bagi masyarakat yang belum sempat mengikuti pelayanan selama kegiatan berlangsung, terapi akupunktur tetap dapat diakses di Rumah Terapi Nur Syifa, yang beralamat di Jl. Teuku Umar RT 11, Kelurahan Fakfak Utara, dekat Masjid Al-Hidayah, Kebun Kapas, Kabupaten Fakfak.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, AFKN berharap peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah Islam di Tanah Papua, tetapi juga menjadi wadah penguatan kepedulian sosial melalui pemberdayaan pelaku UMKM, pelayanan kesehatan, serta berbagai kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.




