6.2 C
New York
Jumat, April 3, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 31

Jejak Sejarah Kemajuan Bangsa

0
Bahlil Lahadalia. Ketua Umum DPP Partai Golkar

 

INDONESIA ibarat bahtera besar yang dinakhodai para pemimpin andal pada tiga era berbeda. Tiap zaman menetapkan kompas penunjuk arah kebijakan dan prioritas pembangunan menuju dermaga masa depan, termasuk meninggalkan jejak keberhasilan dalam struktur ekonomi, politik, dan sosial hingga saat ini.

Orde Lama mencari bentuk terbaik republik yang baru lahir, fokus kepada upaya mempertahankan kemerdekaan, menegakkan identitas negara, mengupayakan nasionalisasi aset, dan menyeleksi sektor strategis yang harus dikuasi oleh negara.

Selanjutnya, Orde Baru bertumpu kepada penerapan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen melalui trilogi pembangunan, yang berfokus kepada penciptaan stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pemerataan hasil pembangunan.

Stabilitas politik diletakkan sebagai prasyarat utama pembangunan (ekonomi). Aktivitas ekonomi dirancang dalam jangka panjang melalui perencanaan terpusat, investasi luar negeri mulai dibuka, diiringi dengan ikhtiar modernisasi pertanian, industrialisasi, dan ekspansi infrastruktur.

Era tersebut meninggalkan jejak kemajuan yang mengagumkan, antara lain ditandai dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, swasembada beras, kemandirian energi, penurunan kemiskinan yang luar biasa, pengembangan infrastruktur dasar, ekspansi pendidikan melalui program wajib belajar enam tahun (SD inpres), stabilisasi ekonomi makro, dan perluasan kelas menengah.

Orde Reformasi lahir dari semangat kolektif anak bangsa untuk menyempurnakan capaian pembangunan pada dua era sebelumnya. Demokratisasi politik, desentralisasi dan otonomi daerah, reformasi ekonomi, pembangunan inklusif menjadi fokus utama.

Buah reformasi telah dinikmati hingga saat ini meskipun tantangan demi tantangan terus datang silih berganti. Ketiga orde itu saling berkait, tersambung, dan menutup celah kekurangan dari periode-periode sebelumnya.

GELAR PAHLAWAN SOEHARTO

Bahtera besar itu kini telah berusia 80 tahun dengan sirkulasi kepemimpinan yang silih berganti. Presiden Sukarno memimpin Indonesia lebih dari dua dekade, Presiden Soeharto melanjutkan kepemimpinan selama 32 tahun, yang kemudian dituntaskan Presiden BJ Habibie.

Hasil pemilihan umum pertama pascareformasi menetapkan Abdurrahman Wahid sebagai presiden keempat yang dilanjutkan oleh Presiden Megawati. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terpilih melalui mekanisme pemilihan umum langsung pertama selama dua periode, dilanjutkan Presiden Joko Widodo, dan sekarang Presiden Prabowo Subianto.

Perjuangan dan pengabdian para pemimpin bangsa patut dikenang, diteladani, dan diapresiasi. Mantan Presiden Sukarno telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 2012 di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kemarin, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soeharto dan mantan Presiden Abdurrahman Wahid melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK/Tahun 2025.

Peristiwa bersejarah tersebut mengingatkan kita pada pesan monumental mantan Presiden Sukarno: bangsa yang besar ialah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.

Mantan Presiden Soeharto menerima anugerah pahlawan nasional pada bidang perjuangan bersenjata dan politik. Ingatan publik terhadap sosok Presiden Kedua Republik Indonesia tersebut tidak bisa lepas dari atribut sebagai Bapak Pembangunan.

Kepemimpinannya selama 32 tahun di era Orde Baru berhasil membawa Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan hasil pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan, ekspansi pembangunan infrastruktur dasar, serta swasembada pangan dan energi.

Kunci keberhasilan pembangunan di era Orde Baru tidak lepas dari terciptanya stabilitas nasional. Melanjutkan rintisan mantan Presiden Sukarno dalam membentuk Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada 1964.

Mantan Presiden Soeharto mengoptimalkan peran Golkar sebagai instrumen konsolidasi lintas pelaku dan lintas golongan untuk mendukung tujuan pembangunan nasional jangka panjang secara terpadu, terencana, dan terkendali.

Golkar berkembang menjadi partai politik modern yang berorientasi pada kinerja dan pembangunan. Pemilihan Umum (Pemilu) 1971, Golkar meraih lebih dari 62% suara nasional, menandai keberhasilan mantan Presiden Soeharto membangun sistem politik yang stabil dan efisien.

Golkar menjadi wadah integrasi sosial, menghubungkan birokrasi, militer, dan masyarakat sipil dalam satu orientasi yang sama, yakni pembangunan bangsa. Keberhasilan mantan Presiden Soeharto membesarkan Golkar adalah cermin dari kemampuannya mengelola politik secara fungsional, menjadikan politik sebagai sarana kerja kolektif, bukan semata-mata medan pertikaian ideologi.

JEJAK KINERJA ORDE BARU

Mantan Presiden Soeharto memahami legitimasi politik akan meningkat bila diikuti kesejahteraan ekonomi rakyat. Oleh karena itu, sejak awal pemerintahannya ia selalu menempatkan pembangunan ekonomi sebagai alas utama konsolidasi bangsa.

Melalui Rencana Pembangunan Lima Tahun atau Repelita, pemerintah menyusun arah pembangunan nasional secara terukur dan berjangka panjang. Tradisi perencanaan ekonomi ini menjadi model kebijakan pembangunan yang masih digunakan hingga saat ini.

Fase awal Orde Baru, pemerintah berhasil memulihkan stabilitas makroekonomi. Inflasi yang semula sangat tinggi bisa ditekan, anggaran negara dikelola dengan rapi dan disiplin, serta kerja sama dengan lembaga internasional dibuka kembali. Langkah itu mengembalikan kredibilitas ekonomi Indonesia di mata dunia. Dari tahap pemulihan itu, mantan Presiden Soeharto melangkah ke fase industrialisasi.

Repelita II dan III menjadi tonggak penting tumbuhnya sektor industri nasional. Pemerintah mendirikan industri baja melalui PT Krakatau Steel, industri pupuk lewat PT Pupuk Sriwijaya dan PT Petrokimia Gresik, serta mengembangkan industri strategis seperti pesawat, kapal, dan senjata di bawah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Melalui kebijakan penguatan industri dalam negeri, Indonesia mulai dikenal sebagai negara industri baru di Asia Tenggara.

Mantan Presiden Soeharto juga menaruh perhatian besar kepada sektor pendidikan. Ribuan sekolah dasar dibangun melalui program inpres sekolah dasar, yang menjangkau hampir seluruh wilayah perdesaan.

Kebijakan wajib belajar dan pembangunan perguruan tinggi negeri baru telah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Hasilnya, tingkat melek huruf meningkat tajam dan kualitas sumber daya insani mulai tumbuh sebagai penopang pembangunan.

Keberhasilannya yang paling nyata terlihat pada swasembada beras pada 1984, yang menjadikan Indonesia tidak lagi bergantung impor pangan. Kesuksesan itu bukan kebetulan, melainkan hasil desain kebijakan yang konsisten. Pemerintah memperkenalkan program bimas (bimbingan massal) dan inmas (intensifikasi massal), menyalurkan pupuk bersubsidi, memperluas jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden tentang Irigasi, dan menugasi Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menjaga stabilitas harga beras serta membeli hasil panen petani.

Mantan Presiden Soeharto menempatkan petani sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima kebijakan. Penyuluh pertanian dikirim ke desa-desa untuk mentransfer teknologi, sementara infrastruktur pertanian dibangun secara besar-besaran.

Dalam satu dekade, produktivitas padi meningkat hampir dua kali lipat. Indonesia yang semula dikenal sebagai pengimpor beras terbesar di Asia berubah menjadi negara yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri.

Produksi beras nasional meningkat dari sekitar 12 juta ton pada akhir 1960-an menjadi hampir 30 juta ton pada 1984. Swasembada beras tidak hanya menunjukkan keberhasilan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan kedaulatan nasional. Mantan Presiden Soeharto membuktikan bahwa pembangunan yang berpihak kepada petani mampu menjadi tulang punggung kestabilan negara.

Ia juga mencatat keberhasilan besar di sektor energi. Sejak awal 1970-an, mantan Presiden Soeharto memperkuat sektor minyak dan gas bumi sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dia memperkenalkan sistem kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC), sebuah model kemitraan antara negara dan investor yang tetap menempatkan kontrol di tangan pemerintah. Model itu kemudian menjadi standar global dan masih digunakan hingga saat ini.

Produksi minyak meningkat tajam dari 0,9 juta barel per hari pada 1970 menjadi 1,6 juta barel per hari pada 1977. Indonesia aktif dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC dan menjadi eksportir bersih minyak mentah selama lebih dari dua dekade. Ketika harga minyak dunia naik drastis pada 1973 dan 1979, mantan Presiden Soeharto memanfaatkan momentum tersebut untuk mempercepat pembangunan nasional.

Pendapatan dari sektor minyak dan gas menyumbang lebih dari 60% anggaran negara pada pertengahan 1970-an digunakan untuk membangun jalan raya, pelabuhan, sekolah, rumah sakit, serta memperluas jaringan listrik melalui program listrik masuk desa. Subsidi energi diterapkan sebagai strategi pemerataan agar akses energi menjadi terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selama tiga dekade kepemimpinannya, Indonesia tumbuh sebagai negara yang stabil dan disegani. Pendapatan per kapita meningkat dari sekitar US$70 pada akhir 1960-an menjadi lebih dari US$1.000 menjelang akhir masa pemerintahannya.

Angka kemiskinan turun tajam dari 60% (1970) menjadi 11,3% (1996), akses pendidikan meluas, dan infrastruktur dasar menjangkau seluruh pelosok negeri. Banyak kebijakan yang diperkenalkan pada masa mantan Presiden Soeharto, seperti Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), subsidi energi, dan program pangan nasional, masih menjadi pijakan kebijakan publik hingga kini.

MENEGAKKAN INDONESIA

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden Soeharto bukan sekadar penghormatan simbolis, melainkan pengakuan terhadap jasa besar seorang pemimpin yang membawa Indonesia melewati masa-masa sulit menuju era stabilitas dan pertumbuhan. Ia merupakan arsitek pembangunan yang menegakkan kemandirian ekonomi, stabilisasi politik, serta kesejahteraan masyarakat.

Mantan Presiden Soeharto memimpin pada masa paling sulit ketika kondisi ekonomi Indonesia berada di ambang kehancuran. Pada 1966, inflasi mencapai 650%, cadangan devisa hanya sekitar US$100 juta, utang luar negeri menumpuk, dan sektor pangan terpuruk. Pabrik-pabrik berhenti beroperasi, perdagangan lumpuh, dan rakyat hidup dalam ketidakpastian. Dalam situasi seperti itu, kepemimpinan Soeharto tampil dengan pendekatan yang rasional dan pragmatis. Ia tidak menempuh jalan retorika ideologis, tetapi mengayunkan langkah konkret untuk menstabilkan moneter, membenahi fiskal, dan mengembalikan kepercayaan dunia internasional terhadap ekonomi Indonesia.

Mantan Presiden Soeharto memanggil para teknokrat terbaik bangsa, membangun sistem ekonomi yang berpijak pada disiplin dan efisiensi, serta menata ulang tata kelola pemerintahan agar berjalan rasional.

Dari titik inilah fondasi pembangunan nasional diletakkan secara sistematis dan berkelanjutan. Modal itu pula yang membuat semangat pembangunan dihidupkan melalui kebijakan yang menempatkan kemandirian bangsa, dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama bagi kedaulatan bangsa.

Warisan kebijakan mantan Presiden Soeharto kini menjadi inspirasi bagi arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Orientasi pada swasembada pangan dan energi hingga hilirisasi adalah kelanjutan dari gagasan besar yang dulu landasannya diletakkan mantan Presiden Soeharto.

Sejarah telah menunjukkan bahwa pada masanya Indonesia bisa bangkit menjadi negara yang stabil dan mandiri.

Penting disadari pula tidak ada seorang pun pemimpin yang paripurna, perjalanannya selalu dilekati dengan aneka kelemahan, di samping kelebihan yang diberikan. Kekurangan itulah yang menjadi ruang bagi para pemimpin setelahnya untuk mengerjakan perbaikan. Inilah yang membuat Indonesia tetap tegak dan paten hingga sekarang, sekaligus menjadi jejak sejarah kemajuan bangsa.

(Media Indonesia/Opini)

NasDem Hadirkan 10 Dokter Spesialis Gelar Pengobatan Gratis, Pemkab Fakfak Siap Dukung

0
Ketua DPD NasDem Fakfak tampak gerakkan membisikkan segala sesuatu dikuping Bupati Fakfak yang juga Ketua DPD Golkar Papua Barat. Samaun Dahlan sebelum acara ceremony HUT Ke-14 Partai NasDem, 11 November 2025, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak –  Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Fakfak-Provinsi Papua Barat. Samaun Hegemur saat memberikan sambutan pada peringatan HUT Ke-14. Partai Nasdem (11 November 2025) menyampaikan beberapa agenda Partai NasDem kedepan salah satu diantaranya adalah pengobatan massal gratis yang rencana akan dilaksanakan pada Desember 2025 mendatang. Karena kegiatan tersebut berskala besar dan sifatnya terbuka untuk umum dengan kelas gratis maka dirinya meminta kepada Bupati agar bisa memberikan dukungan dan support atas rencana agenda dimaksud.

Samaun Hegemur yang juga adalah salah satu Wakil Rakyat DPRD Fakfak periode 2024-2029 ini menyampaikan program pengobatan massal gratis yang dilaksanakan desember 2025 mendatang merupakan program rutin partai NasDem yang dilaksanakan setiap tahun setelah sebulan Dies Natalis, dan untuk NasDem Kabupaten Fakfak rencana akan datangkan 10 Dokter spesialis dengan berbagai jenis penyakit. Kegiatan ini juga dilakukan untuk bagaimana membantu dan mendorong program pemerintah dibidang kesehatan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPD NasDem Fakfak. Samaun Hegemur lakukan proses pemotongan kue tumpeng HUT Ke-14 NasDem disaksikan Bupati Fakfak yang juga Ketua DPD Golkar Papua Barat. Samaun Dahlan, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

“Setelah acara peringatan HUT NasDem Ke-14 ini kami mohon kesediaan waktu dari Pak Bupati untuk bagaimana kami menyampaikan beberapa agenda kedepan bersama-sama dengan pemerintah, kami sangat butuh dukungan agar bagaimana semua program yang kami rencanakan ini bisa berjalan lancar dan tentunya untuk kepentingan masyarakat kita di Fakfak”, Minta Samaun Hegemur dalam perayaan HUT NasDem ke-14 didengar langsung Bupati Fakfak.

Merespons rencana aksi nyata NasDem Fakfak. sebelumnya Samaun Dahlan juga selaku Bupati Fakfak bantu memberikan bantuan berupa paket sembako kepada NasDem pada momentum HUT NasDem ke-14 agar bisa dibagikan kepada masyarakat, mengenai pengbatan massal gratis. Pemerintah daerah kabupaten fakfak, kata bupati, mendukung penuh dan memback-up full kegiatan sosial kemasyarakat tersebut kedepan.

Piring tumpeng jalin persahabatan melalui HUT Ke-14 Partai NasDem di Fakfak, Komitmen Konsisten dukung program pemerintah Samaun – Donatus sampai akhir masa periodisasi, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Bupati sampaikan akan kerahkan semua potensi SDM maupun fasilitas rumah sakit umum daerah fakfak akan bersinergi dengan para dokter yang diundang oleh NasDem ke Fakfak, sepanjang aksi ini untuk kepentingan masyarakat, Bupati tegaskan, pemerintah tetap memberikan dukungan kepada setiap organisasi yang melaksanakan kegiatan sosial yang dapat membantu masyarakat.

“Pada prinsipnya selaku Bupati Fakfak saya mendukung dan siap kerahkan semua SDM dan Fasilitas rumah sakit jika diminta secara resmi untuk kepentingan aksi sosial masyarakat kita di Kabupaten Fakfak, kita akan siapkan dokter-dokter lainya di Fakfak untuk berkolaborasi dalam mendukung dan menyukseskan program dimaksud”, Ujar Samaun Dahlan. Bupati Fakfak,

(ret)

HUT Ke-14, NasDem Fakfak Konsisten Dukung 32 Program Pemerintahan SANTUN Sampai Tuntas

0
Ketua DPD Partai NasDem Fakfak saat memberikan sambutan pada perayaan HUT Ke-41, 11 November 2025, foto rustam rettob/mataradarindonesia.com
Piring tumpeng jalin persahabatan melalui HUT Ke-14 Partai NasDem di Fakfak, Komitmen Konsisten dukung program pemerintahan Samaun – Donatus sebagai Bupati – Wakil Bupati Fakfak hingga akhir masa periodisasi, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak – Tidak ada pemerintahn yang baik jika tidak yang memberikan saran dan masukkan bahkan kiritk sekalipun sepanjang itu untuk kepentingan perbaikan, kenapa tidak, salah satu Partai Politik Pengusung Pemerintahan SANTUN NasDem pada momentum HUT Ke-14. (11 November 2025) siang di Aula Alex Angguna Lanta III. Ketua DPD NasDem Kabupaten Fakfak. Samaun Hegemur menegaskan partainya siap mendukung dan mengawal pemerintah Samaun – Donatus (Visi Misi dan Porgram kerjanya) sampai akhir masa jabatan periode 2025-2030 mendatang.

Program pendidikan dan kesehatan gratis, menurut manta Tokoh politik Golkar yang kini menjabat ketua DPD NasDem Kabupaten Fakfak ini bahwa program tersbeut benar-benar pemerintah menunjukkan keberpihakan yang sangat besar kepada masyarakat, pemerintah tidak ingin masyarakat merasa kesulitan saat berbat di rumah sakit maupun puskesmas, pemerintah tidak ingin masyarakat keluarkan uang pribadi untuk bayar beli obat dan pemerintah tidak ingin masyarakat keluarkan anggaran untuk bayar biaya konsultasi dokter, semua menjadi tanggungjawab pemerintah, “Patten itu barang”.

Sementara itu. Diuraikan Ketua DPD NasDem Fakfak ini bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat keluarkan uang setiap tahun masuk sekolah maupun tahun akhir ujian sekolah, Samaun Dahlan dan Donatus Nibitkendik benar-benar wujudkan komitmennya untuk bagaimana memangkas birokrasi yang berbelit dengan cara mengalokasi anggaran daerah bahkan mencapai belasan milyar untuk kepentingan meringankan biaya pendidikan selain membayar SPP dan juga menyediakan seragam sekolah dari TK-SMA Se-Kabupaten Fakfak (Swasta maupun Negeri). Menurutnya, Ini kebijakan langkah dan butuh keberanian yang sangat kuat dengan sebuah komitmen, Terang Hegemur.

“Pemilu 2024 kemarin, kita (NasDem-red) telah mengusung Pasangan SANTUN (Samaun Dahlan-Donatus Nimbitkendik), sekarang beliau berdua sudah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak periode 2025-2030, saya sebagai Ketua DPD dan pengurus semua siap mendukung pemerintahan SANTUN bersama 32 Program baik serta Visi Misi yang ada dan kami akan kawal sampai tuntas, dukungan ini dari DPD DPC (Tingkat Kecamatan) maupun DPRD (Dewan Pimpinan Ranting Daerah) bahkan melalui Legislatif”, Tegas Samaun Hegemur, Ketua DPD NasDem Fakfak.

Sebelumnya, Pengurus DPD NasDem Fakfak mingkuti launching HUT Ke-14 oleh Ketua Umum DPP Partai NasDem. H Surya Paloh dan dilanjutkan dengan penyerahan ratusan ribu paket sembako ke daerah Wilayah maupun Daerah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Untuk Kabupaten Fakfak penyerahan secara sibolis oleh 5 orang masyarakat dan yang menyerahkan adalah Ketua DPD NasDem Fakfak. Samaun Hegemur.

Ketika selesai zoom bersama DPP. Bupati Fakfak kemudian hadir dan mengikuti rangkaian HUT NasDem Ke-14. Bupati diberikan ruang untuk menyerahkan bantuan sembako dari NasDem secara langsung kepada 7 orang perwakilan dari distrik. Selanjutnya sembako 200 paket itu akan dibagikan selanjutnya oleh pengurus. Bupati juga donor bantuan sembako kepada NasDem untuk dibagikan kepada masyarakat dengan sasaran Yatim Piatu maupun janda-janda di Kabupaten Fakfak.

Acara itu diakhiri dengan proses pemotongan kue tumpeng ulang tahun ke-14. Kue tumpeng itu dipotong oleh Ketua DPD Partai NasDem Fakfak. Samaun Hegemur dan berikan (suap) ke Bupati Fakfak. didampingi Staf Khusus Bupati Fakfak. Marelus Rahamitu dan Charles Kambu dan seluruh simpatisan tamu undangan dan Kader DPD Nasdem Fakfak.

(ret)

Golkar dan NasDem Adik Kaka, Bupati Fakfak : Satu Rumah Beda Kamar

0
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan ketika memberikan sambutan pada perayaan HUT Ke-14 Partai NasDem, Selasa, 11 November 2025 di Aula Alex Angguna Lantai III, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com
Ketua DPD Partai NasDem Fakfak. Samaun Hegemur lakukan proses pemotongan kue tumpeng HUT Ke-14 Partai NasDem disaksikan Bupati Fakfak yang juga Ketua DPD Golkar Papua Barat. Samaun Dahlan, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan yang baru saja terpilih sebagai ketua DPD Golkar Papua Barat. 8 November 2025 kemarin di Swiss-Belhotel Manokwari-Papua Barat mengatakan Partai Golkar dan Partai NasDem dalam catatan sejarah perpolitikan di Tanah Air maupun Papua barat serta Kabupaten Fakfak khususnya ibarat hubungan Kakak Beradik yang tinggal dalam satu rumah namun beda kamar.

Ketua DPD Golkar Papua Barat. Kaka Samaun Dahlan saat memberikan sambutan selaku Bupati Fakfak pada HUT ke-14 Partai NasDem di Gedung Lantai III Alex Angguna, Selasa, 11 November 2025 siang merunut perjalanan tokoh-tokoh Mantan Kader Golkar mengatakan peran dan konstribusi Partai NasDem dan orang-orangnya dalam mengisi pembangunan Bangsa Indonesia. Provinsi Papua Barat, serta Kabupaten Fakfak adalah nyata sehingga sebagai pemerintah tetap memberikan apresiasi atas prestasi – prestasi partai NasDem yang sangat andil membangun Fakfak.

Disampaikan bahwa Ketua Umum DPP Partai NasDem. Kaka Surya Paloh adalah Mantan Kader yang juga adalah petinggi Partai Golkar kemudian karena tuntuan bangsa dan untuk menjawab tantangan bangsa yang makin kompleks sehingga membentuk satu Partai yang bernama Partai NasDem. Awalnya Ormas dan kemudian jelang Pileg 2014 di daftarkan menjadi salah satu Parpol dan lolos verifikasi menjadi peserta Pemilu 2014.

Selanjutnya juga adalah Ketua DPW Partai NasDem Papua Barat. Kaka Dominggus Mandacan yang keseharianya sebagai Gubernur Papua Barat. beliau adalah salah satu Mantan Kader Partai Golkar dan kemudian saat ini sedang menjabat sebagai Ketua DPW NasDem Provinsi Papua Barat. Dominggus pun mengakui bahwa ia pernah berada dilingkaran Partai beringin kini besutan Ketuam Bahlil Lahadalia.

Khusunya Kabupaten Fakfak. Ketua DPD NasDem Kabupaten Fakfak. Samaun Hegemur. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak periode 2024-2029 ini merupakan salah satu Kader terbaik Partai Golkar ketika itu, setelah Golkar dipimpin Alm. Nasar Hegemur dan menunggu beberapa waktu kemudian Samaun Hegemur dinobatkan menjadi Ketua DPD NasDem Kabupaten Fakfak hingga saat ini.

“Jadi Ketua NasDem Fakfak ini juga orang Golkar. Apalagi senama (Samaun Hegemur dan Samaun Dahlan-red). Jadi tidak ada salahnya kami sama-sama berada di acara HUT NasDem Ke-14 Tahun 2025 ini, jadi kalau orang-orang Golkar kalau keluar pasti menjadi orang hebat dan orang-orang sukses.

Kaka Surya Paloh. Kaka Dominggus, dan Kaka Samaun Hegemur. Beliau bertiga ini adalah tokoh partai dan pimpinan Partai di masing – masing, Kaka Surya Paloh pimpin DPP. Kaka Dominggus pimpin DPW. Dan Kaka Samaun Hegemur pimpin DPD Fakfak. Luar Biasa ini.”, Terangnya, Selasa, 11 November 2025.

Sebetulnya bukan saja Partai NasDem yang banya menghimpun mantan kader-Kader Golkar. Ada dua partai lain lagi yang merupakan Eks Kader-Kader Glkar yaitu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra sekarang sebagai Kepala Negara. Presiden Prabowo. Beliau adalah pencetus Partai Gerindra setelah hijrah dari Golkar. Selain itu ada Wiranto. Mantan pejabat Golkar yang kemudian sebagai Mantan Ketua DPP Partai Hanura.

Bupati Fakfak dalam sambutan itu juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Partai NasDem yang telah memberikan dukungan dan berkoalisi dengan partai PDI Perjuangan, Perindo, serta Demokrat untuk mendukungnya dalam perhelatan Pilkada Fakfak 2024 kemarin. menurutnya, dukungan tersebut bukan sekedar melebelkan secara konstitusional melainkan full dalam mengkampanyekan program-program SANTUN dalam Pilkada Fakfak 2024 dengan memenangkan pertaurangan tersebut.

NasDem memang terlihat sangat setia kepada Samaun Dahlan. Catatan politiknya Pilkada 2019. NasDem bersama Koalisi Gemoy mendukung dan mengusung Pasangan SADAR (Samaun-Clifford-red). Masuk Pilkada 2024. Tanpa basa – basi. NasDem kemudian juga menetapkan pilihan jatuh pada Pasangan SANTUN. Jadi dari SADAR ke SANTUN NasDem SETIA. Tentunya juga Demokrat. PDI Perjuangan. Perindo bahkan PPP sebagai partai pendukung. Mereka masih tetap memberikan yang terbaik untuk saya.

“Sampai hari ini saya bersama Pak Wakil tetap dikawal secara sungguh-sungguh untuk bagaimana berfikir untuk membangun Kabupaten Fakfak ini kedepan lebih baik, mereka konsisten mendukung program Pendidikan dan Kesehatan tentunya 32 program baik Bupati dan Wakil Bupati Fakfak periode 2025-2030”, Terang Bupati Fakfak yang baru terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Papua Barat. Samaun Dahlan saat memberikan sambutan Dies Natalis NasDem Ke-14 siang itu.

Kedepan Bupati targetkan ada penambahan 5 Kursi DPRD Fakfak menjadi 25 sehingga Partai Politik termauk NasDem sudah saatnya harus membangun konsolidasi sampai ke masyarakat sehingga bisa mencapai target yang ingin dicapai. Mungkin semua partai sudah punya hitung-hitungan politik tetapi NasDem juga harus menyiapkan diri dan menyiapkan kader-Kader terbaiknya agar bisa meraih perolehan kursi pada Pileg 2029 mendatang, waktu Pileg tidak lama lagi. terang Dahlan

“Jadi kedepan, saya mau sampaikan bahwa siapkan diri dari sekarang, jadi kalau tambah 5 kursi di parlemen maka Partai nasDem juga harus kompak untuk bisa mencapai suara tertinggi dilapangan, semua partai pasti punya target yang lebih tinggi nantinya dilapangan baru kita lihat realitas lapangan. Siapa bikin baik pasti masyarakat kase yang baik dan siapa yang salah langkah pasti mendapatkan hasil sesuai apa yang dia lakukan”, Pesan Ketua DPD Golkar Papua Barat.

(ret)

Dirgahayu NasDem Ke-14, Konsisten Membawah Arus Perubahan

0

Fakfak – Dewan Pimpinan Daerah (PDP) Partai NasDem Kabupaten Fakfak memperingati Hari Lahir ke-14. 11 November 2025. Acara ini dilaksanakan di Aula Alex Angguna Lantai III. Jalan Brawijaya. Kabupaten Fakfak-Papua Barat. Samaun Hegemur selaku Ketua DPD Memimpin langsung acara ini

Sebelum memasuki acara ceremony yang berlangsung pukul 13.00 WIT. Pimpinan dan seluruh Pengurus DPD Partai NasDem Fakfak mengikuti arahan khusus Ketua Umum DPP Partai NasDem. H Surya Paloh. Arahan nasional itu dikuti seluruh DPW maupun DPD Se- Indonesia. Termasuk Pengurus dan Simpatisan serta Kader NasDem Fakfak.

Nantinya setelah acara Zoom dan arahan dari DPP. Kemudian DPD NasDem Fakfak menyerahkan sejumlah bantuan sembako kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Warga yang dialokasikan untuk menerima bantuan dimaksud juga telah hadir dalam proses acara peringatan HUT Ke-14 tersebut.

Data dan informasi yang kami peroleh, terkait dengan penyerahan sembako. DPP akan menyerahkan secara simbolis ke Kabupaten Fakfak sebanyak 5 perwakilan, puncak peringatan nanti NasDem akan memberikan ruang kepada Bupati Fakfak Samaun Dahlan untuk menyerahkan bantuan sembako tersebut kepada tiap Distrik dengan perwakilan 7 Orang.

Hadir mengikuti Zoom dan arahan dari DPP secara Nasional. Ketua DPD NasDem Fakfak. Samaun Hegemur, Sekretaris. Max Toisuta. Terlihat juga salah satu Anggota DPRD Fakfak asal Partai NasDem. Sony Wilson Hegemur. Dan Ketua Bappilu. Mareclus Rahamitu

SEJARAH LAHIRNYA NASDEM

Partai NasDem didirikan pada tanggal 11 November 2011, lahir dari gagasan organisasi kemasyarakatan (ormas) Nasional Demokrat yang didirikan oleh Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubuwono. Partai ini dideklarasikan pada 26 Juli 2011 dengan tujuan “Restorasi Indonesia” yang berlandaskan visi mengembalikan tujuan bernegara seperti diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.

Awal mula: Berawal dari ormas Nasional Demokrat yang digagas oleh Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubuwono.

Deklarasi: Deklarasi kelahirannya dilakukan pada tanggal 26 Juli 2011 di Jakarta.

Pendirian: Secara resmi berdiri pada 11 November 2011 sebagai partai politik yang berbadan hukum setelah mendaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Maret 2011.

Visi: Mengusung misi “Restorasi Indonesia” dengan tujuan mengembalikan tujuan bernegara yang tertuang dalam UUD 1945, yaitu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Kongres Pertama: Kongres pertama Partai NasDem dilaksanakan pada 25-26 Januari 2013, di mana Surya Paloh terpilih sebagai Ketua Umum DPP periode 2013-2018.

Partai Baru: NasDem menjadi satu-satunya partai baru yang lolos sebagai peserta Pemilu 2014.

(ret)

Dua Kali Diusulkan, Bamsoet Apresiasi Prabowo Tetapkan Soeharto Pahlawan Nasional

0

Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, bersyukur atas dianugerahkannya gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto oleh Presiden Prabowo Subianto bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara Jakarta, setelah perjuangan panjang tiga kali diusulkan. Sebuah keputusan bersejarah yang menyambung kembali mata rantai yang pernah terputus.

Bamsoet menilai penghargaan ini menjadi simbol rekonsiliasi dan penghormatan terhadap jasa besar seorang pemimpin yang telah meletakkan fondasi pembangunan bangsa. Langkah bijak yang menunjukkan bahwa persatuan dan penghargaan atas sejarah jauh lebih penting daripada perbedaan masa lalu.

“Gelar pahlawan nasional bagi mantan Presiden Soeharto adalah bentuk pengakuan sejarah atas kontribusi luar biasa beliau terhadap bangsa dan negara. Beliau bukan saja pemimpin politik, tapi juga arsitek pembangunan nasional yang berhasil menegakkan fondasi ekonomi, stabilitas, dan kemandirian bangsa,” ujar Bamsoet usai berdoa bersama secara sederhana dan terbatas di Jakarta, Senin malam (10/11/25).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menegaskan, keputusan Presiden Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanan dalam melihat sejarah secara utuh, objektif serta berorientasi pada rekonsiliasi nasional. Penilaian terhadap masa lalu harus ditempatkan dalam konteks zaman dan tantangan yang dihadapi bangsa.

“Ini bukan soal politik, tapi soal keadilan sejarah. Presiden Prabowo menunjukkan sikap kenegarawanan dengan menghargai jasa tokoh bangsa tanpa terjebak pada kontroversi masa lalu. Ini momentum rekonsiliasi sejarah yang sangat penting bagi bangsa kita,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah perwira militer yang berperan penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Mulai dari Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang memperkuat posisi Indonesia di mata dunia, hingga Operasi Trikora 1962 dalam merebut kembali Irian Barat ke pangkuan Republik.

Sebagai presiden yang memimpin Indonesia selama 32 tahun (1967–1998), Soeharto menggagas berbagai program pembangunan jangka panjang seperti REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) dan GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) yang menjadi arah pembangunan nasional selama tiga dekade. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mencapai swasembada pangan pada 1984 dan memperoleh pengakuan dari Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai salah satu negara yang berhasil menekan angka kelaparan secara signifikan.

“Pak Harto bukan hanya membangun gedung dan jalan, tetapi membangun sistem. Beliau menata birokrasi, memperkuat kemandirian pangan, menggerakkan koperasi dan industri rakyat. Kalau hari ini kita menikmati infrastruktur dasar dan jaringan ekonomi yang tersebar, sebagian akarnya tumbuh dari kebijakan Orde Baru,” jelas Bamsoet.

Dosen tetap pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan), Universitas Jayabaya, dan Universitas Borobudur ini juga menyoroti keberhasilan Soeharto dalam membangun sistem pertahanan dan kemandirian nasional. Melalui Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) dan program seperti ABRI Masuk Desa (AMD), Soeharto mendorong keterlibatan militer dalam membangun masyarakat tanpa menghilangkan semangat pengabdian.

“Beliau memahami pentingnya keamanan sebagai syarat utama pembangunan. Karena itu, stabilitas nasional di masa pemerintahannya menjadi modal besar bagi kemajuan bangsa,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan & Keamanan KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini berharap penganugerahan gelar pahlawan nasional dapat memperkuat semangat persatuan dan ke-Indonesiaan. Generasi muda juga perlu mempelajari kembali warisan pembangunan Orde Baru secara objektif. Banyak nilai positif yang bisa dijadikan pelajaran selama Orde Baru, seperti kedisiplinan, etos kerja, dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis untuk kepentingan nasional.

“Menghormati tokoh seperti mantan Presiden Soeharto bukan berarti memuja masa lalu, tetapi belajar dari keberhasilan dan kesalahan untuk membangun masa depan. Gelar pahlawan nasional ini merupakan pengingat bahwa pembangunan adalah perjuangan panjang, dan setiap generasi punya tanggung jawab untuk melanjutkannya,” pungkas Bamsoet.

(rls/ret)

Menteri ESDM Lantik Ketua dan Anggota Komite BPH Migas, Suply BBM Daerah Terluar Harus Adil

0

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, pada hari ini, Senin (10/11), secara resmi melantik Ketua dan Anggota Komite Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa (BPH Migas) di Kantor Kementerian ESDM Jakarta.

Dalam sambutannya, Menteri Bahlil menegaskan bahwa BPH Migas memiliki peranan dalam memastikan kedaulatan energi nasional, terutama terkait pengaturan dan pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta penetapan dan pengelolaan tarif pengangkutan gas melalui pipa (toll fee).

“Saya minta khusus untuk BPH Migas ini mengenai dua hal, menyangkut dengan BBM bersubsidi, kemudian menyangkut dengan tol fee.

Kita harus mampu melakukan efisiensi, karena salah satu yang membuat kenapa gas kita mahal adalah terkait dengan tol fee yang mahal,” tegas Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil juga meminta kepada BPH Migas untuk melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap struktur biaya-biaya toll fee yang sudah mencapai titik break even point (BEP).

“Setelah hitung kembali yang sudah BEP, jangan lagi dibuat mahal-mahal, itu nanti arahnya semua ke industri tolfee-nya itu. Yang sudah bagus silahkan dijalankan yang belum bagus silahkan diperbaiki,” sambungnya.

Dengan tol fee yang rendah, maka industri akan menggeliat, sehingga juga akan meningkatkan investasi di sektor industri yang mengandalkan gas sebagai bahan baku energi dan akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri dan memperkuat ketahanan energi dan hilirisasi nasional.

Lebih lanjut, Menteri Bahlil juga meminta kepada BPH Migas untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan BBM menjelang Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

“Kita harus membuat tim yang baik untuk menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam menuju Natal dan tahun baru, khususnya ketersediaan BBM,

Kemudian supply BBM terutama daerah-daerah 3T itu harus adil juga sama dengan di daerah-daerah di Jawa,” pungkasnya.

Adapun data pejabat yang dilantik adalah sebagai berikut :

No

NAMA

JABATAN

UNIT

1

Wahyudi Anas

Ketua Komite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

2

Arief Wardono

Anggota Komite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

3

Bambang Hermanto

Anggota Komite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

4

Baskara Agung Wibawa

Anggota Komite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

5

Eman Salman Arief

Anggota Komite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

6

Erika Retnowati

Anggota Komite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

7

Fathul Nugroho

Anggota Komite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

8

Harya Adityawarman

Anggota Komite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

9

Hasby Anshory

Anggota Komite

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)

 

(rls/ret)

Bupati Fakfak Pesan Tiga Hal Penting Peringati Hari Pahlawan Nasional 2025

0

Fakfak – Peringatan Hari Pahlawan menjadi pengingat untuk meneladani jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah gugur. Bupati Fakfak. Samaun Dahlan mengatakan terdapat tiga hal yang dapat diteladani dari perjuangan para pahlawan.

Ketiga hal tersebut yaitu kesabaran para pahlawan, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, serta pandangan jauh ke depan.

“Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” Kata Bupati Fakfak saat membacakan amanat Menteri Sosial pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Kementerian PANRB, Senin (10/11/2025) kemarin.

anjut disampaikan, Kesabaran para pahlawan dapat diteladani dalam sabar menempuh ilmu, menyusun strategi, menunggu momentum, dan membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan.

“Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” jelasnya.

Ketua DPD Golkar itu mengatakan semangat para pahlawan untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya terlihat setelah kemerdekaan diraih.

Para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, serta tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah.

“Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Samaun menyampaikan bahwa perjuangan para pahlawan dilakukan untuk generasi penerus dan kemakmuran bangsa yang mereka cintai.

“Dan (mereka) menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan,” katanya.

Di masa kini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama yaitu membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” tambahnya.

(ret)

Hj K Diduga Merusak Fasilitas Milik Pemda Fakfak di Kedai Pujasera

0

Fakfak – Tindakan ini sangat disayangkan dan bisa berpotensi proses hukum jika ada laporan dari pemerintah daerah sebagai pemilik barang Inventaris.

Salah seorang Ibu berinisial Hj K diduga sengaja melakukan pengrusakan terhadap fasilitas pemerintah berupa belasan meja makan yang ada di Pujasera.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mataradarindonesia.com, Senin, 10 November 2025 siang. Sumber terpercaya menjelaskan bahwa Hj K adalah salah satu yang memiliki satu memiliki tempat penjualan warung makan di pujasera fakfak.

Tempat ini , kata sumber tersebut, di kontrakkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Fakfak dengan sistim pembayaran setiap tahun.

Saat ini, lanjut sumber terpercaya itu bahwa tempat tersebut masih berkontrak oleh Hj K namun untuk fasilitas Inventaris pemerintah seperti meja jika tidak berjualan maka kelengkapan tersebut berada didalam pujasera dan bagi tamu siapa saja bisa tempati untuk pesan makanan maupun mnuman diantara beberapa warung makan bisa menikmati fasilitas tersebut.

Sedangkan sistim yang digunakan oleh Hj K adalah sepanjang ia tidak berjualan maka meja-meja tersebut milik pemerintah ini tidak boleh tamu dari warung lain tempati meja kursi tersebut

Sebetulnya sikap arogan ini sangat disayangkan karena seharusnya siapa saja yang datang boleh menempati kursi dan meja itu dan memilih pesan di warung mana saja sepanjang masih didalam pujasera,.

Memang, dikatakan sumber terpercaya mataradarindonesia itu bahwa setiap warung dijatahi 3 meja, sayangnya Hj K selagi tidak berjualan ia pun melarang tamu dari warung lain tempati kursi dan meja tersebut.

Saat ini meja bundar ini ia bongkar paksa dan papan yang digunakan diambil dan disembunyikan disalah satu tempat di puajsera.

Tindakan ini sebetulnya tidak boleh terjadi karena fasilitas tersebut miliki pemerintah dan digunakan bersama-sama, jika memang tidak berjualan anda tidak berhak melarang orang lain tempati kursi dan meja tersebut.

Meja-meja yang terlihat rusak dicabut alas papan atasnya itu dijejerkan didepan Kedai Najwa tapi terlihat berhamburan seperti orang mabuk yang baru melakukan tindakan pengrusakan karena setelah lapisan atas dicabut dan disembunyikan, fasilitas milik pemda fakfak ini terpaksa tidak digunakan terlihat seperti orang baru selesai melakukan pembongkaran digudang.

Kepala Dinas perindag Fakfak dihubungi Kabarsulses-Indonesia dikuping langsung mataradarindonesia mengatakan sesalkan tindakan tersebut dan pihaknya tidak akan membiarkan tanpa ada langkah atau tindakah tegas yang dilakukan untuk menyelamatkan fasilitas miliki pemerintah daerah

“Kami tindak lanjuti. Perbuatan ini akan kami laporkan ke penegak hukum,” ujarnya singkat namun tajam, seperti memberi isyarat bahwa proses hukum tinggal menyalakan mesin.

(ret)

Bahlil dan Tanggung Jawab Sejarah Partai Golkar

0
Prof. Dr. Ali Muchtar Ngabalin, M. Si, Ketua DPP Partai Golkar, Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional bersama Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere di Fakfak belum lama ini, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Jakarta – Bangsa ini telah berjalan jauh. Ada masa membangun, ada masa tersandung, ada masa di mana kita belajar untuk menata kembali apa yang sempat retak. Nama Soeharto berada di tengah alur panjang itu. Di satu sisi, ada cerita tentang fondasi negara, infrastruktur, kewibawaan dan kerja pembangunan. Di sisi lain, ada ingatan tentang luka, tekanan, dan rasa kehilangan ruang kebebasan. Semua itu hidup dalam satu tubuh bangsa.

Sejarah itu hadir lengkap. Kita tidak perlu melarikan diri darinya atau pula terjebak di dalamnya. Yang kita perlukan adalah duduk sebentar, memahami dengan hati yang lebih matang, dan bertanya pada diri sendiri: apa pelajaran paling berharga yang dapat kita bawa ke depan.

Di titik ini Partai Golkar berdiri. Sebagai partai yang pernah berada di ruang paling dekat dengan kekuasaan, Golkar menyimpan jejak pengalaman yang panjang. Ada kekuatan visi pembangunan, ada jejak organisasi yang rapi, ada kedisiplinan politik yang pernah mengikat bangsa ini bergerak. Namun ada juga sisi-sisi yang masih membuat sebagian rakyat menyimpan perasaan yang belum selesai. Semua itu adalah bagian dari rumah besar Golkar.

Bahlil Lahadalia hadir sebagai wajah generasi yang memikul warisan itu. Ia lahir dari tanah perjuangan yang tidak mudah. Orang kecil, jatuh bangun, memulai hidup dari titik nol, merasakan perut lapar dan pintu kesempatan yang tertutup.

Dari Timur negeri, banyak orang mungkin tidak menyangka bahwa suatu hari ia akan berdiri memimpin Partai Golkar. Ia bukan anak jenderal. Ia bukan keturunan pengusaha besar.

Ia datang dari perjalanan hidup yang keras dan panjang. Justru dari situlah ia membawa pesan bahwa Golkar bukan milik segelintir kalangan, melainkan milik seluruh rakyat yang mau bekerja dan berjuang.

Maka cara bicaranya wajar bila terasa lugas, kadang agak keras, kadang seperti mau bercanda namun sebenarnya sedang serius. Ia membawa gaya kepemimpinan yang tidak banyak teori, namun penuh jam terbang. Pengalaman saya berinteraksi dengannya juga demikian. Bahlil bukan orang yang pintar bicara, namun terlihat hatinya tulus.

Dalam perjalanannya hari ini, Bahlil menjadi representasi generasi muda Indonesia yang diberi kepercayaan mengemban agenda agenda strategis negara, mulai dari masa Presiden Jokowi hingga Presiden Prabowo. Banyak hal yang ia jalankan bukan dengan sorak-sorai, tetapi dengan kerja nyata.

Dan iya. Kita jujur saja. Bahlil bukan sosok yang disukai semua orang. Bahkan mungkin saat ini, yang menyukainya lebih sedikit daripada yang tidak menyukainya. Banyak kebijakan yang menimbulkan perdebatan. Banyak ucapan yang memancing reaksi.

Banyak langkah yang dinilai tajam. Itu semua terdengar dan tercatat. Saya menganggap semua itu sebagai masukan dari rakyat kepada Ketua Umum saya. Masukan adalah bentuk cinta. Yang diam biasanya bukan karena suka, tapi karena sudah tidak berharap.

Ada hal-hal yang memang masih perlu ditata. Ada keputusan yang belum menemukan penjelasan yang tepat. Ada pertanyaan yang masih menggantung. Namun saya percaya, Bahlil sedang mencari jalan bagaimana kepentingan rakyat dapat diutamakan, tanpa harus menjual harga diri bangsa.

Tidak mudah berdiri di tengah persimpangan antara modal, negara, dan kepentingan rakyat. Tidak semua keputusan terasa manis. Tapi di situlah nilai seorang pemimpin diuji. Kenapa saat ini SPBU swasta masih bertahan? Karena mereka masih berharap.

Kehadirannya mengingatkan kita pada pesan Bung Karno: Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah bukan untuk dipuja tanpa kritik, dan bukan pula untuk dihapus. Sejarah adalah guru yang menuntun langkah hari ini.

Lalu bagaimana semua ini kembali kepada Soeharto dan sejarah Golkar? Dengan cara yang sederhana. Sejarah mengajarkan bahwa kekuasaan memiliki dua wajah. Ia bisa membangun, juga di sisi yang lain, bisa melukai. Dari sana bangsa kita belajar berjalan lebih pelan dan lebih lembut. Kita belajar bahwa pembangunan saja tidak cukup tanpa ruang kebebasan. Kita belajar bahwa kebebasan juga membutuhkan kedisiplinan agar arah bangsa tidak tercerai.

Golkar membawa pelajaran itu. Bahlil membawanya dengan gaya zaman sekarang. Tidak kaku. Tidak penuh podium. Namun dengan ngobrol, dengan pertemuan kecil, dengan mendengar suara rakyat di lapangan.

Kadang ada yang tercubit. Kadang ada yang tersinggung. Tapi bangsa ini tumbuh justru ketika ada ruang untuk saling mengingatkan, saling mengoreksi, dan saling menuntun.

Maka ketika kita menyebut Soeharto hari ini, kita sedang berbicara tentang keberanian memandang sejarah secara utuh.

Yang bening kita jaga. Yang perih kita rawat agar tidak terulang. Yang baik kita jadikan fondasi. Yang kurang kita jadikan guru. Dan Golkar hadir untuk menjaga ingatan itu tetap hidup.

Bahlil berjalan di jalur itu. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan segala sorotan dan apresiasinya. Dengan segala tawa dan omelannya. Ia bagian dari perjalanan bangsa ini menuju kedewasaan.

Kita semua berjalan bersama. Pelan, namun pasti. Ke arah masa depan yang lebih dewasa, lebih tenang, dan lebih bijaksana.

Oleh: Prof. Dr. Ali Muchtar  Ngabalin, M. Si, Ketua DPP Partai Golkar, Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional

error: Content is protected !!