5.6 C
New York
Jumat, April 3, 2026

Buy now

Beranda blog Halaman 32

Bahlil dan Tanggung Jawab Sejarah Partai Golkar

0
Prof. Dr. Ali Muchtar Ngabalin, M. Si, Ketua DPP Partai Golkar, Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional bersama Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere di Fakfak belum lama ini, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Jakarta – Bangsa ini telah berjalan jauh. Ada masa membangun, ada masa tersandung, ada masa di mana kita belajar untuk menata kembali apa yang sempat retak. Nama Soeharto berada di tengah alur panjang itu. Di satu sisi, ada cerita tentang fondasi negara, infrastruktur, kewibawaan dan kerja pembangunan. Di sisi lain, ada ingatan tentang luka, tekanan, dan rasa kehilangan ruang kebebasan. Semua itu hidup dalam satu tubuh bangsa.

Sejarah itu hadir lengkap. Kita tidak perlu melarikan diri darinya atau pula terjebak di dalamnya. Yang kita perlukan adalah duduk sebentar, memahami dengan hati yang lebih matang, dan bertanya pada diri sendiri: apa pelajaran paling berharga yang dapat kita bawa ke depan.

Di titik ini Partai Golkar berdiri. Sebagai partai yang pernah berada di ruang paling dekat dengan kekuasaan, Golkar menyimpan jejak pengalaman yang panjang. Ada kekuatan visi pembangunan, ada jejak organisasi yang rapi, ada kedisiplinan politik yang pernah mengikat bangsa ini bergerak. Namun ada juga sisi-sisi yang masih membuat sebagian rakyat menyimpan perasaan yang belum selesai. Semua itu adalah bagian dari rumah besar Golkar.

Bahlil Lahadalia hadir sebagai wajah generasi yang memikul warisan itu. Ia lahir dari tanah perjuangan yang tidak mudah. Orang kecil, jatuh bangun, memulai hidup dari titik nol, merasakan perut lapar dan pintu kesempatan yang tertutup.

Dari Timur negeri, banyak orang mungkin tidak menyangka bahwa suatu hari ia akan berdiri memimpin Partai Golkar. Ia bukan anak jenderal. Ia bukan keturunan pengusaha besar.

Ia datang dari perjalanan hidup yang keras dan panjang. Justru dari situlah ia membawa pesan bahwa Golkar bukan milik segelintir kalangan, melainkan milik seluruh rakyat yang mau bekerja dan berjuang.

Maka cara bicaranya wajar bila terasa lugas, kadang agak keras, kadang seperti mau bercanda namun sebenarnya sedang serius. Ia membawa gaya kepemimpinan yang tidak banyak teori, namun penuh jam terbang. Pengalaman saya berinteraksi dengannya juga demikian. Bahlil bukan orang yang pintar bicara, namun terlihat hatinya tulus.

Dalam perjalanannya hari ini, Bahlil menjadi representasi generasi muda Indonesia yang diberi kepercayaan mengemban agenda agenda strategis negara, mulai dari masa Presiden Jokowi hingga Presiden Prabowo. Banyak hal yang ia jalankan bukan dengan sorak-sorai, tetapi dengan kerja nyata.

Dan iya. Kita jujur saja. Bahlil bukan sosok yang disukai semua orang. Bahkan mungkin saat ini, yang menyukainya lebih sedikit daripada yang tidak menyukainya. Banyak kebijakan yang menimbulkan perdebatan. Banyak ucapan yang memancing reaksi.

Banyak langkah yang dinilai tajam. Itu semua terdengar dan tercatat. Saya menganggap semua itu sebagai masukan dari rakyat kepada Ketua Umum saya. Masukan adalah bentuk cinta. Yang diam biasanya bukan karena suka, tapi karena sudah tidak berharap.

Ada hal-hal yang memang masih perlu ditata. Ada keputusan yang belum menemukan penjelasan yang tepat. Ada pertanyaan yang masih menggantung. Namun saya percaya, Bahlil sedang mencari jalan bagaimana kepentingan rakyat dapat diutamakan, tanpa harus menjual harga diri bangsa.

Tidak mudah berdiri di tengah persimpangan antara modal, negara, dan kepentingan rakyat. Tidak semua keputusan terasa manis. Tapi di situlah nilai seorang pemimpin diuji. Kenapa saat ini SPBU swasta masih bertahan? Karena mereka masih berharap.

Kehadirannya mengingatkan kita pada pesan Bung Karno: Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah bukan untuk dipuja tanpa kritik, dan bukan pula untuk dihapus. Sejarah adalah guru yang menuntun langkah hari ini.

Lalu bagaimana semua ini kembali kepada Soeharto dan sejarah Golkar? Dengan cara yang sederhana. Sejarah mengajarkan bahwa kekuasaan memiliki dua wajah. Ia bisa membangun, juga di sisi yang lain, bisa melukai. Dari sana bangsa kita belajar berjalan lebih pelan dan lebih lembut. Kita belajar bahwa pembangunan saja tidak cukup tanpa ruang kebebasan. Kita belajar bahwa kebebasan juga membutuhkan kedisiplinan agar arah bangsa tidak tercerai.

Golkar membawa pelajaran itu. Bahlil membawanya dengan gaya zaman sekarang. Tidak kaku. Tidak penuh podium. Namun dengan ngobrol, dengan pertemuan kecil, dengan mendengar suara rakyat di lapangan.

Kadang ada yang tercubit. Kadang ada yang tersinggung. Tapi bangsa ini tumbuh justru ketika ada ruang untuk saling mengingatkan, saling mengoreksi, dan saling menuntun.

Maka ketika kita menyebut Soeharto hari ini, kita sedang berbicara tentang keberanian memandang sejarah secara utuh.

Yang bening kita jaga. Yang perih kita rawat agar tidak terulang. Yang baik kita jadikan fondasi. Yang kurang kita jadikan guru. Dan Golkar hadir untuk menjaga ingatan itu tetap hidup.

Bahlil berjalan di jalur itu. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan segala sorotan dan apresiasinya. Dengan segala tawa dan omelannya. Ia bagian dari perjalanan bangsa ini menuju kedewasaan.

Kita semua berjalan bersama. Pelan, namun pasti. Ke arah masa depan yang lebih dewasa, lebih tenang, dan lebih bijaksana.

Oleh: Prof. Dr. Ali Muchtar  Ngabalin, M. Si, Ketua DPP Partai Golkar, Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional

KPK Pelajari Sewa Jet Pribadi Ketua KPU Dkk Senilai Rp90 Miliar

0

“KPU mengklaim penggunaan jet pribadi merupakan langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa (extraordinary circumstances), bukan bentuk pemborosan atau pelanggaran hukum, malah penggunaan jet pribadi justru menghemat anggaran.”

Jakarta –  Tak kurang dari 59 kali Ketua Komisi Pemilihan Umum Mochammad Afifuddin dan empat anggotanya menggunakan jet pribadi untuk perjalanan dinas. Anggaran yang dihabiskan untuk penggunaan jet pribadi itu sangat besar sekitar Rp90 miliar.

Afifuddin bersama dengan empat anggota KPU lainnya yaitu Idham Holik, Persada Harahap, August Mellaz, dan Yulianto Sudrajat dijatuhi sanksi peringatan keras setelah puluhan kali perjalanan dinas menggunakan jet pribadi saat pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Dalam sidang yang digelar pada Selasa (21/10/2025) lalu, anggota DKPP Ratna Dewi Pettalolo mengungkap bahwa kelima anggota KPU itu melakukan 59 kali perjalanan dinas dengan menggunakan jet pribadi. Dimana tak ada satupun rute perjalanan dengan tujuan distribusi logistik.

Ratna menjelaskan Ketua KPU dan anggotanya beralasan bahwa penggunaan jet pribadi ditujukan untuk monitoring logistik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun faktanya, daerah-daerah yang dituju bukan daerah 3T dan memiliki penerbangan komersial dengan jadwal penerbangan yang memadai misalnya Bali dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Kelimanya bahkan terungkap menggunakan jet pribadi mewah dengan jenis Embraer Legacy 650. Dan perjalanan dinas yang dilakukan hanya bertujuan untuk monitoring di Bali dan penghitungan suara di luar negeri yaitu di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras pada teradu 1 Mochammad Afifuddin selaku ketua merangkap anggota, teradu 2 Idham Holik, teradu 3 Yulianto Sudrajat, teradu 4 Persada Harahap, dan teradu 5 August Mellaz, masing-masing selaku anggota KPU terhitung sejak putusan ini dibacakan,” ucap Ketua DKPP Heddy Lugito.

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan pihaknya bakal memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) buntut polemik pemakaian jet pribadi.

Menurut Rifqi, meskipun persoalan pemakaian jet pribadi pimpinan KPU itu terjadi sebelum pihaknya dilantik sebagai anggota DPR 2024-2029, Komisi II melihat persoalan itu penting untuk evaluasi lembaga tersebut di masa mendatang.

“Kami akan mempelajari putusannya dan kami akan memanggil KPU, termasuk Bawaslu juga,” kata Rifqi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Dipelajari KPK

Tak hanya Komisi II DPR RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga akan mempelajari putusan DKPP atas pelanggaran etik yang dilakukan Ketua KPU Mochammad Afifuddin dan empat anggota KPU lainnya karena menggunakan jet pribadi dengan biaya Rp 90 miliar.

“Kami tentu nanti akan mempelajari putusan dari DKPP tersebut, fakta-fakta yang terungkap seperti apa, dan itu tentunya akan menjadi pengayaan bagi kami di KPK dalam menindaklanjuti laporan aduan masyarakat tersebut,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025) lalu.

Budi mengatakan putusan DKPP akan menjadi salah satu referensi bagi KPK untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penggunaan jet pribadi oleh komisioner KPU. Sementara terkait laporan masyarakat soal penggunaan jet pribadi Ketua KPU, Budi belum bisa menyampaikan secara detail perkembangan kasusnya.

Diketahui Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dari Transparency International Indonesia (TI Indonesia, Themis Indonesia, dan Trend Asia) melaporkan dugaan penyalahgunaan private jet KPU ke KPK. Pengadaan jet itu diduga terkait perjalanan dinas pada 2024 lalu.

“Hari ini Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi melaporkan dugaan penyalahgunaan private jet KPU yang dilakukan pada tahun 2024 kemarin,” kata peneliti TI Indonesia, Agus Sarwono kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2025) lalu.

Mereka melapor usai mendapati sejumlah temuan yang salah satunya dugaan penggelembungan nilai kontrak dengan perusahaan private jet. Dimana nilai kontrak itu melebihi dari pagu anggaran.

“Detail pagunya itu di angka Rp 46 miliar. Sementara nilai kontraknya itu jika ditotal dari dua kontrak, Januari dan juga Februari (2024) itu Rp 65 miliar. Itu ada dua kontrak,” ujar dia.

Mereka juga melaporkan KPU karena dianggap kurang transparan terkait anggaran pengadaan jet tersebut. KPU juga dilaporkan karena private jet diduga dipakai untuk perjalanan dinas ke pulau yang sebenarnya bisa dijangkau pesawat komersil, yang kemudian hal ini kemudian menjadi temuan DKPP.

“Tetapi menurut analisa kami dari 100 persen perjalanan mereka, ada sekitar 59 trip, itu 60 persen ke daerah-daerah yang bukan terluar dan bukan tertinggal. Sehingga bisa digunakan pesawat-pesawat komersial. Contohnya ada yang ke Bali, ada yang ke Surabaya, ada yang ke Banjarmasin, ada yang ke Malang dan lain sebagainya,” kata peneliti Trend Asia Zakki Amali.

Respons Ketua KPU

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Mochammad Afifuddin memberikan klarifikasi terkait dengan penggunaan pesawat jet pribadi untuk perjalanan dinas dalam Pemilu 2024. Menurutnya, penggunaan jet pribadi merupakan langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa (extraordinary circumstances), bukan bentuk pemborosan atau pelanggaran hukum.

Ia menjelaskan bahwa masa kampanye Pemilu 2024 hanya berlangsung selama 75 hari, jauh lebih pendek dari Pemilu 2019 yang mencapai 263 hari. Oleh karenanya, KPU pusat harus memantau dan memastikan kesiapan serta distribusi logistik ke berbagai daerah dalam waktu bersamaan.

Ia beralasan transportasi reguler tidak mampu memenuhi kecepatan yang dibutuhkan, baik ke daerah terluar maupun ke kota-kota besar yang memiliki daftar pemilih banyak dengan agenda padat. Selain itu, penggunaan pesawat jet awalnya direncanakan ke daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) karena dianggap berpotensi terjadi masalah logistik Pemilu.

Namun, dalam perkembangannya, berbagai daerah dan kota yang tidak masuk kategori 3T justru mengalami masalah. Oleh sebab itu, ia mengklaim, penggunaan pesawat jet bukan hanya karena keterpencilan wilayah, melainkan juga karena kebutuhan mobilitas lintas pulau dalam waktu yang sangat singkat, misalnya kunjungan ke tiga provinsi dalam satu hari.

“Ini tidak mungkin dicapai dengan pesawat komersial reguler, mengingat jadwal penerbangan yang terbatas dan risiko keterlambatan. Konteksnya bukan hanya jarak geografis, tetapi juga kejar waktu dan efisiensi koordinasi nasional. Ini murni kebutuhan teknis, bukan gaya hidup,” kata Afifuddin dalam siaran persnya, Kamis (30/10/2025).

Di sisi lain, penggunaan jet pribadi juga diperuntukkan sebagai bentuk meminimalisir kesalahan distribusi logistik dan efisiensi anggaran logistik. KPU menilai monitoring dan inspeksi mendadak menggunakan jet pribadi membuat daerah lebih sigap dan siap dalam melakukan sortir, lipat, dan pengepakan logistik pemilu di gudang-gudang KPU kabupaten/kota untuk selanjutnya didistribusikan ke kecamatan dan TPS.

“Mereka merasa diawasi langsung, maka secara psikologis KPU daerah bekerja sesuai target dan timeline yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, KPU RI tidak hanya menerima laporan tetapi juga langsung memantau ke lapangan,” kata Afifuddin.

Berbagai daerah yang biasanya mengalami keterlambatan logistik pada pemilu sebelumnya dapat diselesaikan tepat waktu pada Pemilu 2024, bahkan terdapat efisiensi anggaran logistik hingga Rp 380 miliar. Afifuddin juga menyebutan bahwa seluruh penggunaan anggaran dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Dana yang digunakan berasal dari APBN dan tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) KPU RI. Ia mengatakan, proses penggunaan anggaran itu dilakukan secara transparan, terdata, dan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Dalam pelaksanaan kontrak pesawat jet, KPU justru melakukan efisiensi pembayaran dari kontrak awal sebesar Rp65 miliar menjadi Rp46 miliar yang pembayarannya telah dilakukan review oleh pengawas internal KPU. “Dengan demikian, terdapat efisiensi sebesar Rp19 miliar dalam pelaksanaan kontrak pesawat jet. Tidak ada proses yang disembunyikan, sesuai aturan perundang-undangan, serta telah dilakukan audit oleh BPK,” ucap Afifuddin

Meski begitu, KPU tetap mendengarkan suara publik, tetapi juga punya kewajiban konstitusional untuk memastikan pemilu berjalan tepat waktu dan berkualitas. KPU juga menegaskan bahwa untuk kegiatan monitoring dan supervisi biasa, di luar situasi luar biasa tersebut, KPU tetap menggunakan penerbangan reguler biasa.

“KPU berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran utuh kepada masyarakat dan media mengenai konteks serta niat baik di balik keputusan tersebut. KPU tetap berkomitmen pada prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan integritas demokrasi,” kata Afifuddin. (Sumber : Hukumonline.com)

Turunkan Satgas Mafia Tambang ke Papua Barat, Bahlil : Yang Terlibat Segera Insaf

0

Manokwari – Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia mengaku telah laporkan kondisi berlangsungnya tambang illegal di Manokwari bahkan Provinsi Papua Barat ke Presiden Prabowo Subianto maupun Menteri Pertahanan RI.

Ia akan turunkan Satgas Penegakkan Hukum dibawah pimpinan Menteri ESDM libatkan Anggota Satgas dari Mabes TNI maupun Polri untuk ke Manowkari. Harapan Bahlil bagi yang terlibat segera insaf dan tinggalkan kegiatan illegal tersebut.

Bahlil sayangkan. Namanya terseret dalam kegiatan illegal yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu. Padahal ia sama sekali tidak tau menahu soal siapa pemilik lokasi pertambangan itu.

Penegasan kemudian oleh Bahlil Lahadalia adalah. Karena namanya sudah terseret bahwa ia berada dalam pusaran pertambangan illegal tersebut sehingga harus turun buktikan akan tertibkan sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku yang terlibat.

Menteri ESDM itu mengatakan tidak akan ada toleransi bagi pihak-pihak yang terlibat bahkan tidak ada ampun bagi mereka yang terlibat secara illegal. Dia bersama Tim Satgas akan sapu bersih siapa pelaku didalamnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengemukakan hal tersebut saat membuka Musyawarah Daerah IV DPD Partai Golkar Papua Barat di Manokwari, Sabtu (10/11/2025), yang turut dihadiri Gubernur Dominggus Mandacan.

“Saya mau turunkan satgas penataan tambang-tambang ilegal,” kata Bahlil Lahadalia, yang juga Ketua Umum Partai Golkar dalam rekaman vidio yang berhasil diunggah mataradarindonesia.com

Dalam pernyataannya, Menteri Bahlil mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam praktik pertambangan ilegal di Papua Barat, agar segera menghentikan kegiatan tercela tersebut.

Pasalnya, selain karena berdampak terhadap kerusakan alam dan kelestarian lingkungan, juga merugikan keuangan negara. Ia mengaku telah menyampaikan rencana diturunkannya Satgas tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sekaligus merespon berbagai pemberitaan media massa yang menuding keterlibatannya dalam kegiatan pertambangan tanpa izin.

“Banyak pemberitaan seolah-olah saya terlibat dalam tambang ilegal. Maka, saya turun langsung. Kalau saya dapat, saya sikat, tidak mau tau” tegas mantan Menteri Investasi itu.

Pada kesempatan itu, Bahlil juga membantah tudingan berafiliasi dengan PT Gag Nikel Arya Aditya yang menambang nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, sebelum dirinya masuk kabinet.

Kegiatan pertambangan nikel oleh PT GAG dilakukan setelah bupati setempat menerbitkan izin pada tahun 2004. Saat itu, Bahlil belum mengemban tugas sebagai pejabat negara.

Ia bahkan masih sebagai pengusaha, yang belakangan aktif sebagai anggota HIPMI, dan bahkan belakangan memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu.

“PT GAG itu kontrak karya dari tahun 70-an dan izin terbaru keluar tahun 2004 oleh bupati. Tahun itu saya belum jadi pejabat,” jelasnya.

Untuk memperkuat keterangannya, Menteri Bahlil berjanji akan memimpin langsung operasi penertiban ilegal di Papua Barat.

Dengan begitu, harapannya prosesnya berjalan transparan dan menghilangkan potensi kesalahpahaman. “Saya sendiri yang akan pimpin, supaya tidak ada dusta di antara kita.”. Jelasnya

Diketahui bahwa Pemerintah terus melakukan bersih-bersih aktivitas pertambangan ilegal di seluruh tanah air, tujuanya agar setiap kegiatan yang ada di daerah masyarakat bisa merasakan manfaatnya, bukan hanya kelompok tertentu saja.

Belum ada izin untuk eksploitasi sumber daya mineral emas di Blok Wabu

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga menegaskan sama sekali belum pernah memberikan izin kepada perusahaan manapun untuk melakukan pengelolaan atau eksploitasi sumber daya mineral emas di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Bahlil memastikan, belum ada penandatanganan dan penerbitan perizinan dari pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk pengelolaan tambang emas di Blok Wabu.

“Saya katakan bahwa blok Wabu sampai hari ini belum tanda tangan izinnya. Ini perlu saya sampaikan, jangan sampai ada kabar-kabar burung yang macam-macam,” ujar Bahlil Lahadalia saat menghadiri acara Musyawarah Daerah Partai Golkar Provinsi Papua Tengah di Timika, Jumat.

Bahlil menceritakan, mendiang Gubernur Papua Almarhum Lukas Enembe pernah mengajukan kepada Kementerian Investasi/BKPM untuk meminta Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) pengelolaan tambang emas Blok Wabu.

Beberapa waktu lalu, Bahlil didatangi oleh sejumlah anggota DPRP Papua Tengah. Mereka menanyakan perizinan apa saja yang sudah diterbitkan oleh pemerintah melalui Kementerian ESDM untuk mengelola pertambangan emas Blok Wabu.

“Teman-teman dari DPRP Papua Tengah menanyakan beberapa izin termasuk Blok Wabu. Saya juga heran, kenapa bukan Pemdanya yang datang,” ungkap Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Kabinet Indonesia Maju saat pemerintahan Presiden Joko Widodo itu.

Turnamen Futsal Fakfak Membara Cup 2025 Resmi Dibuka, Wasit dan Peserta Harus Sportif

0

Fakfak – Turnamen Futsal Fakfak Membara Cup 2025 Piala Bupati dan Wakil Bupati Fakfak Tahun 2025 resmi dibuka oleh Bupati Fakfak. Samaun Dahlan, Minggu, 9 November 2025 sore bertempat di gedung Gor Krapangit Gewab Fakfak – Papua Barat.

Ketua DPD Golkar Papua Barat itu menyampaikan Futsal Fakfak Membara Cup Tahun 2025 dalam rangka memperebutkan Piala Bupati dan Wakil Bupati Fakfak bukan sekedar pertandingan tetapi untuk mencari bibit-bibit olahraga yang handal dan mandiri.

Turnamen ini juga diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet terbaik dan berprestasi serta dapat menjadi hiburan yang turut meramaikan Hari Ulang Tahun K-125 Kota Fakfak. (16 November 2025) besok.

Kejuaraan ini juga sebagai momentum untuk dapat mempererat tali silaturahmi antar Club di Kabupaten Fakfak, adalah ajang berkonstribusi nyata bagi pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga Futsal di Kabupaten Fakfak.

“Turnamen Futsal Fakfak Membara Tahun 2025 merupakan momentum yang tepat untuk kembali mengingatkan kita semua untuk membangun budaya olahraga dengan slogan :  Mengolahragakan Masyarakat dan Memasyarakatkan Olahraga” Pesan Samaun Dahlan.

Selain sebagai kejuaraan, Turnamen Futsal juga dapat sebagai tolak ukur sejauhmana perkembangan olehraga Futsal di Kabupaten Fakfak, secara potensi, kita memiliki banyak bibit-bibit Futsal yang handal di Fakfak.

“Untuk itu, perlu usaha yang besar dan kerja keras kita semua memajukan dan mengembangkan prestasi olahraga Futsal di Kabupaten Fakfak sehingga bisa dapat menjadi kebanggan bersama”, Harap Bupati Fakfak.

Lanjut disampaikan selaku pemerintah daerah , ia mengajak seluruh komponen peserta kejuaraan tersebut agar mengedepankan dan menjunjung tinggi sportivitas. Begitu juga para wasit, Official, Pelatih, penonton dan pihak terkait dalam kejuaraan ini.

“Semua harus benar-benar mendirikan Fair Play sebagai roh dalam setiap pertandingan yang diselenggarakan, kami ingatkan bahwa ini bukanlah lawan dalam arti sesungguhnya, tetapi lebih untuk ajang silaturahim dan meramaikan HUT Ke-125 Kota Fakfak”, Pesanya

Ditegaskan Bupati Fakfak. semua peserta, Wasit, Official, Panitia bahkan penonton sekalipun adalah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dari ajang ini karena kaitan erat dengan bagaimana menjaga hubungan perhabatan lebih baik.

“Kita disini semua sahabat yang harus saling menghargai satu sama lain, bertandinglah dengan jiwa sportifitas yang tinggi, dengan mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, tampilkanlah permainan yang menarik agar para supporter puas dan bangga.

Kalah menang itu biasa, namun dengan tampilan permainan dan skill yang bagus itulah bonus yang akan diberikan kepada suproter, karena turnamen ini menjadi moment yang baik untuk membina mental dan rasa persaudaraan”, Pesan Bupati menutup sambutan ini

(ret)

Samaun Dahlan Pimpin DPD Golkar Papua Barat, Bahlil : Konsolidasi Harus Total

0

Manokwari – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Provinsi Papua Barat resmi miliki nakhoda baru setelah beberapa tahun partai ini hanya berlebel Plt (Pelaksana Tugas). Melalui Forum Musda Ke-IV. Telah lahirkan pemimpin definitif untuk memimpin Partai Beringin ini selama 5 tahun kedepan periode 2025-2030 dibawah kendali Samaun Dahlan dibantu anggota pengurus lainya kedepan.

Sejak pembukaan pendaftaran hingga penutupan hanya satu calon yang mendaftarkan diri dan berkas persyaratannya dinyatakan lengkap oleh Steering Commite. Samaun Dahlan kemudian boyong semua dukungan sah dan diantarkan sampai masuk Musda. Saat dilakukan verifikasi faktual kemudian diumumkan telah memenuhi syarat.

Hingga masuk pada agenda pembahasan pencalonan pemilihan Ketua DPD Golkar Papua Barat. tidak ada Calon lain yang mendaftar kecuali satu calon yaitu, Samaun Dahlan. Pimpinan Sidang dan Steering Commite kemudian memberikan ruang namun tidak ada maka ditetapkan Samaun Dahlan sebagai Calon tunggal dan dinyatakan aklamasi untuk memimpin Golkar Papua Barat kedepan.

Ketua DPD Golkar Papua Barat periode 2025-2030. Samaun Dahlan saat diberikan kesempatan untuk menyampaikan secercah harapan Partai Golkar 5 tahun kedepan mengatakan Musda bukan sekedar kegiatan ceremony melainkan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan konsolidasi partai selama masa perjalanan 5 tahun ke depan. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dalam pencalonanya hingga terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Papua Barat.

Lanjut dikatakan, Golkar merupakan rumah bersama dan miliki semua orang, Golkar adalah Partainya Rakyat sehingga kedepan ia tidak segan-segan melakukan konsolidasi dalam membangun dan membesarkan Partai ini kedepan. Samaun mengajak semua pihak terutama kader Golkar untuk bersatu membeasrkan partai ini sebagaimana harapan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Ia menyampaikan tidak ada kekuatan personal yang bisa membesarkan partai melainkan kerjsama yang baik.

Doktrin Golkar tentang karya kekaryaan maka Golkar tidak boleh jadi penonton kedepan melainkan menjadi penggerak pembangunan alias pelaku pembangunan, disampaikan lebih lanjut. Golkar harus hadir menjadi solusi bagi pemerintah, infrastruktur, penngkatan kalitas pendidikan dan kesehatan hingga pemberdayaan ekonmi lokal dan percepatan pembangunan di Tanah Papua.

Golkar harus berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Dan memastikan seluruh karya politik Golkar dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat, Papua Barat Tanah yang majemuk. Partai Golkar akan menjadi rumah besar bagi semua suku, agama, dan berbagai atar belakang, menjunjung tinggi persatuan dan selalu mengedepankan kepentingan partai diatas segala kepentingan lainya.

“Mulai detik ini, tidak ada lagi perbedaan pandangan yang terjadi didalam Musda yang ada hanyalah satu tujuan yaitu kejayaan partai Golkar di Provinsi Papua Barat da menjadikannya pelopor kemajuan dan kesejahteraan rakyat, hal ini sesuai dengan Visi saya dimana mewujudkan Partai Golkar di Papua Barat yang solid, responsive, dan berakar pada kepentingan rakyat, untuk mewujudkan Visi tersebut maka dibutuhkan kerjsama semua kader untuk melakukan konsolidasi secara total.”, Jelas Samaun Dahlan. Ketua DPD Golkar Papua Barat.

Selain itu mendengar arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar. Samaun berkomitmen akan mewujudkan cita-cita Partai Golkar dimana targetnya menang Pileg tahun 2029 dan menang Pilkada di Tahun 20230. Arahan Ketum bahwa Golkar harus menjadi Gubernur Papua Barat pasca kepemimpinan Gubernur Dominggus Mandacan. Samaun sampaikan kepemimpinan dia akan membawah partai ini menjadi rumah besar semua rakyat papua Barat dan Golkar siap rebut Gubernur Papua Barat.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadalia menargetkan Golkar akan menjadi Gubernur Papua Barat pasca kepemimpinan Dominggus Mandacan. Pernyataan itu disampaikan Bahlil ketika memberikan sambutan pada pelaksanaan Pembukaan Musda – IV DPD Partai Golkar Papua Barat. Sabtu, 8 November 2025 di Aula Swissbel-Hotel. Manokwari – Papua Barat.

Bahlil sempat sesalkan melihat Konsolidasi Golkar Besutanya itu mati suri selama ini sehingga beberapa target yang ingin dilakukan terpaksa mandek ditengah jalan. Harapanya kedepan Kepengurusan yang baru terpilih akan membentuk kepengurusan yang efektif dan mengajak semua yang belum dirangkul sehingga menjaga soliditas menyambut Pilgub Papua Barat 2023.

Ia menceritakan pengalamanya selama bergabung dan berkecimpun di dunia politik. Ia sampaikan terkahir pengalaman PSU Pilgub Papua. ia lakukan Konsolidasi dengan intensitas yang sangat mkasimal ditengah rongrongan kaum yang tidak sejalan politik denganya. Ia tak peduli semua itu dengan target Golkar pemenang Pilgub Papua dari PSU tersebut.

“Jadi untuk Papua Barat kedepa, saya berkomitmen untuk bersama seluruh Kader Partai Golkar untuk kita harus mencari yang terbaik putra Papua barat yang besok akan memimpin Negeri ini, kan saya sudah ngomong. Pak Gubernur kita ini Ketua NasDem tapi jebolan Ketua Golkar Manokwari, sudah saatnya Golkar harus kembali untuk mewujudkan doktrin karya kekaryaan”, Ucap Bahlil Lahadalia.

Ia sangat Komitmen karena di Wilayah Papua secara keseluruhan banyak kepala daerah akan menjadi pemimpin partai golkar dan besok kursi DPR RI ditargetkan akan bertambah. Terkait dengan Golkar akan menjadi Gubernur Papua Barat. Bahlil sangat optimis karena banyak senior-senior sudah bersatu dan bergabung menjadi sebuha Vitamin Politik.

“Jadi besok pele putus melintang patah”. Terang Bahlil Lahadalia membakar semangat Kader Golkar saat membuka Musda tersebut, sembari tambahkan. “Gurunya ada di Pusat, sekalipun diantara semua pimpinan saya yunior tapi Golkar ini miliki pengalaman yang cukup matang dalam melihat politik kedepan”. tambahnya.

(ret)

Konsolidasi Golkar Papua Barat Kedepan Harus Maksimal, Ketua Baru Harapan Baru

0

“Akhirnya hasil Musda itu terpilih secara aklmasi karena Calon Tunggal. Samaun Dahlan ditetapkan menjadi Ketua DPD Golkar Papua Barat. periode 2025-2030”

Manokwari – Ketua Umum DPP Partai Golkar mengawali sambutan pada Pelaksanaan Musda – IV Golkar Provinsi Papua Barat sempat melontarkan kiritkan keras terhadap Kepengurusan DPD Golkar Papua Barat selama ini.

Iia melihat bahkan menilai Partai berlambang beringin ini di Papua Barat tidak melakukan konsolidasi secara maksimal sehingga harapan dia kedepan Ketua DPD Golkar Papua Barat yang baru terpilih harus turun dan lakukan Konsolidasi sampai ke tingkat Distrik maupun Kampung-Kampung.

“Saya melihat dan jujur saya bicara apa adanya, Golkar yang tidak maksimal lakukan Konsoldiasi selama ini adalah Golkar Papua Barat. oleh karena itu Pengurus baru kedepan harus lakukan Konsolidasi sampai tuntas hingga ke tingkat Distrik dan Kampung-Kampung.

Konsolidasi ada dua, Konsolidasi fungsional dan struktural serta Konsolidasi Vertikal maupun Horisontal”, Pesan Ketum DPP Golkar. Bahlil Lahadalia ditengah puluhan kader yang hadir du acara Musda. 8 November 2025 pagi.

Orang nomor satu di Tingkat DPP Partai Golkar ini menginstruksikan kepada semua DPD II Kabupaten Se-Papua Barat agar setelah mengikuti pelaksanaan Musda Papua barat selanjutnya bersiap-siap untuk melaksanakan Musda di berbagai Daerah.

Struktur organisasi Partai ini, tegas Bahlil, harus sampai ke tingkat Kampung, ini tujuanya agar agenda Konsolidasi yang dilakukan tetap berjalan sampai menyentuh pada kepentingan masyarakat. Kekuatan partai apabila Konsolidasi terus dilakukan untuk memperkuat system organisasi.

“Musda-Musda Kabupaten segera dilaksanakan dan Kepngurusan sampai ke Kampung-kampung harus aktif dan bergerak secara kontinyu, Sekretariat-Sekretariat itu jangan asal kelihatan Papan Nama saja

Jangan abunawas-abunawas, kitong baku tau, abuleke-abuleke ini cukup kamu disana, jangan untuk saya, saya sudah tau, kamu belum tulis saya sudah baca, Pengurus Kampung harus diperbaiki baik dan saya punya keyakinan partai yang hidup apabila pengurus distrik dan kampung sangat aktif”, Beber Bahlil.

(ret)

Target Setelah Dominggus Mandacan, Gubernur Papua Barat Orang Golkar

0

Manokwari – Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadalia menargetkan Golkar akan menjadi Gubernur Papua Barat pasca kepemimpinan Dominggus Mandacan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil ketika memberikan sambutan pada pelaksanaan Pembukaan Musda – IV DPD Partai Golkar Papua Barat. Sabtu, 8 November 2025 di Aula Swissbel-Hotel. Manokwari

Bahlil sempat sesalkan melihat Konsolidasi Golkar Besutanya itu mati suri selama ini di Papua Barat sehingga beberapa target yang ingin dilakukan terpaksa mandek ditengah jalan.

Harapanya kedepan Kepengurusan yang baru terpilih periode 2025-2030 akan membentuk kepengurusan yang efektif dan mengajak semua yang belum dirangkul sehingga menjaga soliditas menyambut Pilgub Papua Barat 2030 mendatang.

Ia menceritakan pengalamanya selama bergabung dan berkecimpun di dunia politik. terkahir pengalaman PSU Pilgub Papua. lakukan Konsolidasi dengan intensitas yang sangat makasimal ditengah rongrongan kaum yang tidak sejalan politik denganya. tak peduli semua itu dengan target Golkar pemenang Pilgub Papua dari PSU 2024 lalu.

“Jadi untuk Papua Barat kedepa, saya berkomitmen untuk bersama seluruh Kader Partai Golkar untuk kita harus mencari yang terbaik putra Papua Barat yang besok akan memimpin Negeri ini

Kan saya sudah ngomong. Pak Gubernur kita ini Ketua NasDem tapi jebolan Ketua Golkar Manokwari, sudah saatnya Golkar harus kembali untuk mewujudkan doktrin karya kekaryaan”, Ucap Bahlil Lahadalia.

Ia sangat Komitmen karena di Wilayah Papua secara keseluruhan banyak kepala daerah akan menjadi pemimpin partai golkar dan besok kursi DPR RI ditargetkan akan bertambah.

Terkait dengan Golkar akan menjadi Gubernur Papua Barat. Bahlil sangat optimis karena banyak senior-senior sudah bersatu dan bergabung menjadi sebuah Vitamin Politik kedepanya.

“Jadi besok pele putus melintang patah”. Terang Bahlil Lahadalia membakar semangat Kader Golkar saat membuka Musda tersebut, sembari tambahkan.

“Gurunya ada di Pusat, sekalipun diantara semua pimpinan saya yunior tapi Golkar ini miliki pengalaman yang cukup matang dalam melihat politik kedepan”. tambahnya.

(ret)

Bahlil ke Sekda ABT : Kamar Bapak di Golkar Tetap Terbuka

0
Sekda Provinsi Papua Barat. Drs H Ali Baham Temongmere, MTP dalam satu kesempatan belum lama ini di Fakfak-papua Barat, foto dok. rustam rettob/mataradarindonesia.com

Manokwari – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar mengeglar Musda Ke-IV. Berlangsung di Swiss-Bell Hotel Manokwari-Papua Barat. Sabtu, 8 November 2025 pagi.

Musda itu dihadiri oleh Ketua DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadalia didampingi Sekda dan Bendaharanya serta sejumlah Pejabat DPP. Termasuk Anggota DPR RI Dapil Papua Barat.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Golkar Kabupaten Se-Papua Barat. beberapa diantaranya menjadi Bupati.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekda Provinsi Papua Barat. Drs H Ali Baham Temongmere,MTP. Termasuk Pengurus DPD Golkar Papua Barat.

Plt Ketua DPD Golkar Papua Barat. Mohammad Uswanas dalam laporanya menyampaikan semua petunjuk dan arahan yang disampaikan sebagai bentuk Juknis dan Juklak

Pelaksanaan Musda Ke-IV Golkar Papua Barat telah dijalankan dan dilaksanakan dengan Clear hasilnya Musda tersebut berlangsung aman dan lancar.

Uswanas katakan bahwa Musda tersebut selain untuk melaksanakan tiga agenda utama yaitu, Meminta Pertanggungjawaban Pengurus sebelumnya, Memabahas Program Kerja serta, memilih dan menetapkan Ketua/Formateur Golkar Provinsi Papua Barat periode 2025-2030. Musda tersebut juga mengevaluasi seluruh proses politik selama ini.

Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadalia dalam sambutanya menyapa seluruh rombongan yang ikut bersama dalam pelaksanaan Musda Ke-IV DPD Partai Golkar Papua Barat.

Kemudian Menteri ESDM itu juga menyapa Ketua – Ketua DPD II Golkar Kabupaten Se-Papua Barat. termasuk juga menyapa beberapa pejabat tamu undangan yang hadir.

Giliran menyapa Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere. Bahlil kemudian sempat bercerita panjang tentang kisah kasih di Sekolah dan semasa menjadi Ketua OSIS.

Bahlil sering mendapat suntikan bantuan dana ketika itu dari ABT semasa menjabat sebagai Kabag Umum Setda Fakfak. ceritanya.

“Pak Sekda takut Pidato karena takut masuk Golkar. Pak Sekda. Semua Pegawai Negeri di Republik ini sebelum tahun 1999 itu Kader Golkar dan yang mendirikan Golkar ini salah satu diantaranya adalah PNS.

Jadi kalau PNS kembali ke beringin (Golkar-red) itu tidak salah, karena rumah mereka, kira-kira begitu”, Lempar Canda Bahlil soal sejarah Golkar.

Lebih lanjut Bahlil bercerita dimasa dirinya masih menjadi Ketua OSIS. Ia teringat yang biasa ajak masuk Golkar adalah Sekda ABT.

“Dulu dimasa saya masih Ketua OSIS. Pak Sekda ini suka-suka kasih kita uang dan pake mobil untuk kampanye pemilih muda, iya to”, sambil jari telunjuk mengarah ke Sekda ABT ketika hadir di acara Musda tersebut. Ali Baham pun tak hindari cerita itu dan kemudian ia membuang senyum atas cerita kisah kasih mereka.

Bahlil ungkapkan bahwa semasa masih dibangku SMA ia mulai belajar terlibat aktif di berbagai organisasi hingga Ali Baham mengajakanya masuk Golkar saat ABT masih berstatus PNS hingga sekarang.

“Bapak ini (Ali Baham-red) yang dulu suka suruh-suruh kita masuk Golkar. Sekarang kita sudah menjadi Ketum Golkar Bapak malah mau mengindar lagi

Tapi tidak apa-apa, Bapak Sekda. Kamar Bapak di Golkar tetap terbuka”, Canda Bahlil ke Sekda. Disambut tawa riuh tamu undangan yang hadir.

(ret)

Boyong Dukungan Hingga Restu DPP, Samaun Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Papua Barat

0

Manokwari – Dewan Pengurus Daerah Partai Golongan Karya (DPD-Golkar) Provinsi Papua Barat dipastikan akan melaksanakan Musda, Sabtu, 8 November 2025 pagi.

Saat ini Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadalia sedang berada di Manokwari tentunya untuk menghadiri langsung Pelaksanaan Pembukaan Musda tersebut.

Turut mendampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadalia adalah sejumlah Pejabat DPP Golkar.

Baca juga : DPP Tunjuk Mocha Sebagai Plt Ketua DPD Golkar Papua Barat, Segera Gelar Musda

Ketika turun dari pesawat di Bandara Rendani Manokwari. Bahlil dan rombongan dijemput Plt. Ketua DPD Golkar Papua Barat. Mohammad Uswanas.

Tampak Ketua dan Sekretaris DPD II 7 Kabupaten Se-Papua Barat. Samaun Dahlan yang juga selaku Bakal Calon Ketua DPD Golkar Papua Barat ikut menjemput.

Pengurus maupun Panitia Pelaksana Musda Golkar Papua Barat telah melakukan berbagai persiapan Musda Golkar Papua Barat. setelah sebelumnya diadakan rapat pelno persiapan di Manokwari.

Baca juga : DPP Tetapkan Musda Golkar Papua Barat 8 November 2025

Steering Commite yang telah dibentuk kemudian buka pendaftaran terlihat hanya satu Kandidat yang daftar untuk maju Calon sebagai Ketua DPD Golkar Papua Barat.

Awalnya Musda ini bakal diramaikan oleh beberapa Kandidat namun setelah pendaftaran dibuka hanya satu yang mendaftar yakni Samaun Dahlan.

Ketika itu Steering membacakan semua persyaratan yang dimasukkan telah terpenuhi. dan dinyatakan lengkap untuk maju Calon sebagai Ketua DPD Golkar Papua Barat

Samaun Dahlan ketika datangi Sekretariat pendaftaran didampingi DPD II 7 Kabupaten serta 8 Organisasi sayap.

Baca juga : Samaun Dahlan Calon Ketua DPD Golkar Papua Barat

Masing-masing telah menyerahkan seluruh dukungan tersebut kepada Samaun Dahlan untuk maju Calon sebagai Ketua DPD Golkar Papua Barat.

Samaun diarak menuju Sekretariat didampingi Ketua dan Sekretaris DPD II 7 Kabupaten di Wilayah Papua Barat.

Berdasarkan data yang diperoleh serta dihimpun media ini, Jumat, 7 November 2025 malam. Hanya satu Bakal Calon yang mendaftarkan diri. Mantan Bendahara TKD Prabowo – Gibran. Samaun Dahlan.

Setelah semua berkas syarat pencalonan diverifikasi oleh tim Steering Commite Panitia Pelaksana Musda DPD Golkar Papua Barat dinyatakan telah lengkap dan memenuhi syarat.

Saat bertandang ke Sekretariat Pendaftaran. Samaun Dahlan didampingi Ketua dan Sekretaris masing-masing DPD yang ada di 7 Kabupaten di Wilayah Provinsi Papua Barat.

Baca juga kiash kasih ini : Janji Manis Golkar Buka Jalan Terjal Untuk Samaun Dahlan Maju Pilkada Fakfak 2024

Mereka mengenakan seragam kebesaran Partai berlambang pohon beringin tersebut (Warna Kuning). Turut hadir adalah 8 Ketua Organisasi saya Partai Golkar di Papua Barat.

Kedelapan organisasi sayap tersebut adalah SOKSI (Dualisme) berikan dukungan, MKGR, Kosgoro 45, AMPG, KPPG, Al-Hidayah, AMPI, KWK. Dewan Pertimbangan.

Samaun Dahlan juga mendapatkan restu dari Ketua Umum maupun Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar.

Melihat dukungan yang sangat signifikan. Samaun Dahlan berpeluang akan memimpin DPD Golkar Papua Barat periode 2025-2030.

Berikut pernyataan singkat Ketua Steering Commite (Ketua Pengarah) Panitia Pelaksana Musda DPD Partai Golkar Papua Barat.

“Saya apresiasi untuk kita semua, kita rindu sebuah perubahan bagi Partai Golkar. Kita juga rindu figur-figur terbaik Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat agar bisa melihat kedepan. hari ini patut kita akui bahwa tercatat banyak hal yang harus kita kerjakan untuk kepentingan rakyat kedepan, mungkin besok Bupati Manokwari ataupun Gubernur Papua Barat orang Golkar ka, supaya sinergitas antara kita dengan mereka. Samaun Dahlan harus melihat ini kedepan”. Terang Anike.,

(ret)

Buka Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak, Donatus Titip 3 Hal Penting

0
Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitendik dalam satu momentum belum lama ini di Fakfak, foto.dok.rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak – Konferensi Dewan Adat Mbaham Matta Kabupaten Fakfak pertama bertempat di Gedung Kesenian dengan terpilihnya Sirzet Gwas Gwas (lm) sebagai Ketua. Kemudian Konferensi Dewan Adat Mbaham Matta Ke-II bertempat di Aula Santo Yosep Fakfak juga memilih dan mengangkat Alm. Sirzet Gwas Gwas untuk kepengurusan periode kedua.

Selanjutnya Sirzet kemudian meninggal dunia sehingga melalui Rapat Pleno Internal Pengurus menunjuk Demianus Tuturop ketika itu menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak sebagai Ketua. Hingga hari ini dilaksanakan Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak yang berlangsung di Gedung Aula Santo Yosep Fakfak.

Konferensi Dewan Adat Mbaham Matta Ke-III berlangsung, 5 – 7 November 2025 untuk memilih dan menetapkan Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak yang baru. Selain itu akan mendengar laporan pertanggungjawaban Pengurus. Serta menyusun pogram kerja kepengurusan berikutnya. Forum ini kemudian akan menentukan arah dan kebijakan kepemimpinan Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak kedepan.

Pemerintah Daerah menilai bahwa Eksistensi (Kehadiran) Dewan Adat Mbaham Matta tidak sekedar sebagai wadah organisasi melainkan sebagai benteng yang kokoh dalam pelestarian nilai-nilai budaya di Tanah Mbaham. dibawah sorotan Tema : “Berpijak pada Kebenaran Pencipta, Alam, dan Manusia untuk Pemulihan Negeri Papua.”

Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik mengapresiasi tema Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak karena sebagai rujukan persatuan dan kesatuan di Tanah Papua khususnya di Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat.

Konferensi tersebut dilaksanakan dengan semangat untuk memperkuat nilai-nilai adat budaya ditengah tantangan bangsa yang makin kompleks, Dewan Adat Mbaham Matta sebagai wadah untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dan bekerja bersama didalam menjaga hak-hak masyarakat adat dalam koridor hukum adat yang berlaku.

Konferensi ini juga dipandang penting karena membangun kemitraan yang kuat antara pemerintah daerah serta lembaga adat maupun kultur lainya.

“Kami pemerintah mengapresiasi keberadaan Dewan Adat Mbaham Matta dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya, serta menekankan pentinganya pembangunan yang berkelanjutan serta tetap menghormati nilai-nilai kearifan dan lokal itu

Kami juga berharap melalui Konferensi ini dapat merumuskan kerangka kerja sama yang efektif, untuk mewujudkan masyarakat adat yang berdaulat mandiri dan bermartabat dalam bingkai NKRI

Selain itu, hasil dari pertemuan tersebut (Konferensi-red) dapat memberikan Konstribusi Nyata bagia kemajuan daerah dan bangsa, serta memastikan keberlanjutan adat – istiadat untuk anak cucu kita dimasa yang akan datang”, Terang Wakil Bupati Fakfak. 6 November 2025 di Aula Santo Yosep Fakfak.

Wakil Bupati menambahkan bahwa melalui Konferensi Adat tersebut juga harus dibahas persoalan batas wilayah baik antar Pemerintah dengan Pemerintah maupun antar sesama masyarakat.

Selain itu juga Konferensi ini juga harus membahas persoalan hak masyarakat adat berakaitan dengan adanya hak ketika Investor yang masuk dan menanamkan nilai Investasinya di Kabupaten Fakfak.

Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak juga meminta kepada Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak melalui Konferensi tersebut untuk bisa merekomendasikan adanya pelarangan masuknya minuman keras di Kabupaten Fakfak,

Donatus sentil masa kepemimpinan Wahidin Puarada. Ketika itu ada Perda yang ditetapkan dan dilaksanakan sehingga Minuman Keras tidak terjual dimana-mana. semoga kedepan Fakfak bersih dari Miras.

(ret)

error: Content is protected !!