Manokwari – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar mengeglar Musda Ke-IV. Berlangsung di Swiss-Bell Hotel Manokwari-Papua Barat. Sabtu, 8 November 2025 pagi.
Musda itu dihadiri oleh Ketua DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadalia didampingi Sekda dan Bendaharanya serta sejumlah Pejabat DPP. Termasuk Anggota DPR RI Dapil Papua Barat.
Hadir dalam acara tersebut Ketua DPD Golkar Kabupaten Se-Papua Barat. beberapa diantaranya menjadi Bupati.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekda Provinsi Papua Barat. Drs H Ali Baham Temongmere,MTP. Termasuk Pengurus DPD Golkar Papua Barat.
Plt Ketua DPD Golkar Papua Barat. Mohammad Uswanas dalam laporanya menyampaikan semua petunjuk dan arahan yang disampaikan sebagai bentuk Juknis dan Juklak
Pelaksanaan Musda Ke-IV Golkar Papua Barat telah dijalankan dan dilaksanakan dengan Clear hasilnya Musda tersebut berlangsung aman dan lancar.
Uswanas katakan bahwa Musda tersebut selain untuk melaksanakan tiga agenda utama yaitu, Meminta Pertanggungjawaban Pengurus sebelumnya, Memabahas Program Kerja serta, memilih dan menetapkan Ketua/Formateur Golkar Provinsi Papua Barat periode 2025-2030. Musda tersebut juga mengevaluasi seluruh proses politik selama ini.
Ketua Umum DPP Partai Golkar. Bahlil Lahadalia dalam sambutanya menyapa seluruh rombongan yang ikut bersama dalam pelaksanaan Musda Ke-IV DPD Partai Golkar Papua Barat.
Kemudian Menteri ESDM itu juga menyapa Ketua – Ketua DPD II Golkar Kabupaten Se-Papua Barat. termasuk juga menyapa beberapa pejabat tamu undangan yang hadir.
Giliran menyapa Sekda Papua Barat. Ali Baham Temongmere. Bahlil kemudian sempat bercerita panjang tentang kisah kasih di Sekolah dan semasa menjadi Ketua OSIS.
Bahlil sering mendapat suntikan bantuan dana ketika itu dari ABT semasa menjabat sebagai Kabag Umum Setda Fakfak. ceritanya.
“Pak Sekda takut Pidato karena takut masuk Golkar. Pak Sekda. Semua Pegawai Negeri di Republik ini sebelum tahun 1999 itu Kader Golkar dan yang mendirikan Golkar ini salah satu diantaranya adalah PNS.
Jadi kalau PNS kembali ke beringin (Golkar-red) itu tidak salah, karena rumah mereka, kira-kira begitu”, Lempar Canda Bahlil soal sejarah Golkar.
Lebih lanjut Bahlil bercerita dimasa dirinya masih menjadi Ketua OSIS. Ia teringat yang biasa ajak masuk Golkar adalah Sekda ABT.
“Dulu dimasa saya masih Ketua OSIS. Pak Sekda ini suka-suka kasih kita uang dan pake mobil untuk kampanye pemilih muda, iya to”, sambil jari telunjuk mengarah ke Sekda ABT ketika hadir di acara Musda tersebut. Ali Baham pun tak hindari cerita itu dan kemudian ia membuang senyum atas cerita kisah kasih mereka.
Bahlil ungkapkan bahwa semasa masih dibangku SMA ia mulai belajar terlibat aktif di berbagai organisasi hingga Ali Baham mengajakanya masuk Golkar saat ABT masih berstatus PNS hingga sekarang.
“Bapak ini (Ali Baham-red) yang dulu suka suruh-suruh kita masuk Golkar. Sekarang kita sudah menjadi Ketum Golkar Bapak malah mau mengindar lagi
Tapi tidak apa-apa, Bapak Sekda. Kamar Bapak di Golkar tetap terbuka”, Canda Bahlil ke Sekda. Disambut tawa riuh tamu undangan yang hadir.
(ret)


