
Laporan : Rustam Rettob/Wartawan
Fakfak – Tampak sebuha Vidio dan foto amatir beredar disejumlah Watshapp Grup. Antara Bupati Fakfak. Samaun Dahlan teken Ijab Kabul dengan Pendakwah Kondang Das`ad Latif di Jakarta. Foto maupun gambar keduanya yang beredar itu kabarnya bertempat di Kantor Kementerian ESDM RI. Usai Ust. Das`ad mengisi ceramah pada sebuha kegiatan di Kantor Besutan Bahlil Lahadalia itu.
Berada di sutau kerumunan tersebut yaitu, Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. Ust. Das`ad Latif (Penceramah Asal Makassar), Idrus Marhan (Mantan Mensos) yang merupakan salah satu pejabat DPP Partai Golkar kepemimpinan Bahlil Lahadalia sat ini, dan tampak salah seorang pria yang sedang ikut memberikan masukkan saat keduanya bertemu.
Samaun Dahlan yang juga adalah Ketua DPD Golkar Papua Barat itu sambil jalan ia berangkulan dengan Ust. Das`ad Latif sambil ngobrol dan meminta kesediaan Das`ad ke Fakfak bertepatan dengan peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua tepatnya di Kabupaten Fakfak. mereka sambil hitung langkah tinggalkan Kantor Kementerian ESDM di Jakarta.
“Rencana ke Fakfak dalam rangka Masuknya Agama Islam ke Tanah Papua di Fakfak”, begitu materi ngobrol Bupati Fakfak. Samaun Dahlan ke Ust. Das`ad Latif, kemudian sambil melihat handphone dan membalas pesan watshapp.
Das`ad kemudian merepson permintaan Bupati Fakfak dengan jawaban singkat. “Siap, Ijab Kabul, Ijab Kabul, Ok jadi”, respon balik Das`ad Latif ke Bupati Fakfak. Samaun Dahlan sambil mereka tinggalkan Kantor Kementerian ESDM.
Sebetulnya pendekatan ini pertanda Penceramah Kondang. Das`ad Latif hampir pasti bakal berkunjung ke Kota Pala Fakfak untuk hadiri peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. pada 8 Agustus 2026 di Kabupaten Fakfak. turut memberikan dukungan dan dorong semangat das`ad Latif ke Fakfak adalah Idrus Marham. Pejabat DPP Golkar.

Wahidin Puarada Usulkan Sejumlah Program Memperingati Masuknya Agama Islam di Tanah Papua
Mantan Bupati Fakfak Dua Periode. Wahidin Puarada menemui Bupati Fakfak. Samaun Dahlan di salah satu Hotel di Jakarta. Menurut pengakuan Wahidin, sejumlah program dan kegiatan telah disampaikan kepada Bupati Samaun Dahlan sebagai landasan untuk dapat memeriahkan Masuknyya Agama Isalm di Tanah Papua secara baik dan memiliki makna bagi masyarakat terutama Umat Islam di Kabupaten Fakfak.
Selain usulan program dan kegiatan. Wahidin juga telah menguraikan bahwa ada tamu undangan yang hadir dari Jakarta dimana mereka terdiri dari para Qori-Qori`ah serta penceramah. Salah satunya adalah Ust. Das`ad Latif. Mereka akan tampil maksimal dalam rangka menyukseskan peringatan masuknya Agama Islam di Tanah Papua tepatnya di Kabupaten Fakfak – Papua Barat. masing-masing tamu yang di undang memiliki peran dan talenta masing-masing.
Wahidin menginginkan bahwa mulai saat ini setiap orang dan semua orang harus saling mengingatkan kalau pelaksanaan peringatan Masuknya Agama islam masuk Tanah papua 8 Agustus 2026 besok. informasi ini harus disampaikan oleh kalangan Pemerintah dari atas sampai tingkat bahwa seperti RT dan Kampung. Setiap Pengurus Masjid serta Organisasi Islam dimana saja dia berada dan berkumpul.
Kemudian berikutnya, ada berbagai lomba yang akan diikuti oleh anak sekolah usia SD Kelas V sampai Kelas VI, Kemudian SLTP kelas 1,2 dan 3, serta SLTA Kelas 1,2 dan juga kelas 3, serta Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kabupaten Fakfak, kemudian Organisasi-Organisasi Islam dan Remaja Masjid, termasuk Ibu-Ibu BKMT, Dharma Wanita, GOW termasuk ibu-Ibu semua Suku. Masyarakat Kampung. Juga Masyarakat berbagai Petuanan.
Dirancang bahwa, setiap lomba yang dilaksanakan. Diikuti oleh setiap grup minimal 20 orang. Misalnya Lomba Marawis (Ajang Kompetisi seni musik yang bernuansa Islam perkusi bernuansa islam yang memadukan syair Shalawat dengan pukulan rebana).termasuk juga Lomba Dana-Dana juga harus 20 orang setiap grup. Selanjutnya juga membaca ayat-ayat pendek diambil dari surat Al-Baqarah maupun Al-Maidah (Membaca dengan bacaan yang benar).
“Insha Allah nanti kita minta yang melatih lagu-lagu Ayat pendek adalah para Ust. Yang ada di LPTQ Kabupaten Fakfak. mereka harus menjadi pelatih di sekolah-sekolah. Itulah gunanya kita libatkan semua anak sekolah dalam setia kegiatan agar mereka lebih proaktif dalam memahami nilai-nilai agama yang terkandung didalam al-qur`an.”, Jelasnya
Berikutnya nanti ada lomba Busana Muslimah melibatkan ibu-ibu, terus lomba Solawat Nasional dan Sholawat Dunia Akhirat (Solawat Nasional sering dilantukan di Indonesia), selanjutnya (Solawat Dunia Akhirat adalah Sholawat dengan tujuan memohon keselamatan, kemudian urusan dan syafaat nabi Muhammad Saw). Disampaikan Wahidin bahwa Sholawat ini nanti ada Sholawat Wajib dan Pilihan.
“Untuk semua mata lomba yang dirancang besok. akan dilakukan uji coba pada peringatan 1 Muharram 2026 atau disebut dengan tess case. Akan tetapi tampil maksimal dilaksanakan pada 8 Agustus 2026. Sedangkan untuk pelaksanaan pengumuman juara lomba dilakukan pada 8 Agutsus 2026 pagi bertepatan dengan hari H, sedangkan penerima tidak perwakilan. Semua hadir.” Jelasnya.
Rancangan ini jauh lebih sempurna ketika Panitia terbentuk. Jika terbentuk maka bisa dapat dilakukan Evaluasi tambahan dalam memboboti usulan tersebut dan masih banyak lagi tambahan kegiatan yang sifatnya mendukung dan memeriahkan peringatan Islam Masuk Tanah papua sebagai bentuk syiar islam. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk bagaimana meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt. Sebagai kekuatan pemersatu umat yang satu dengan lainya.

Peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua
Momen 8 Agustus 1360 disepakati menjadi titik awal penyebaran Islam di Tanah Papua. Kesepakatan tersebut berdasarkan kajian tim perumus Seminar Nasional Sejarah Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, di Fakfak.
Kesepakatan itu kemudian ditetapkan dalam berita acara bernomor C005/DP-P.XXXIII/1/2025. Sejumlah pemuka Islam Tanah Papua turut menandatangani berita acara tersebut pada Sabtu malam (11/1/2025).
KH Fadlan Garamatan, selaku Sekretaris Tim Perumus dalam membacakan hasil Seminar itu menyatakan Islam pertama kali masuk ke Tanah Papua melalui Kampung Gar atau Furuwagi di Fakfak. Ajaran tersebut dibawa seorang pendakwah dari Aceh. Syekh Abdul Ghaffar
“Islam telah masuk ke Tanah Papua sejak Selasa, 8 Agustus 1360, atau bertepatan 24 Ramadan 761 Hijriah. [Ajaran Islam] dibawa mubaligh dari Aceh bernama Abdul Ghaffar ke Kampung Gar, atau Furuwagi, Kabupaten Fakfak,” katanya saat membacakan penetapan.
Tim perumus juga meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat memperjuangkan 8 Agustus sebagai hari libur fakultatif. Mereka pun meminta Pemerintah Kabupaten Fakfak menjadikan Kampung Gar sebagai lokasi wisata religi.
“Kami juga mendorong lembaga pendidikan Islam menyosialisasikan dan memasukan sejarah kedatangan Islam di Tanah Papua pada kurikulum [pengajaran di sekolah]. Kami pun mengajak umat memperingati 8 Agustus sebagai hari masuknya Agama Islam di Tanah Papua,” kata Garamatan.
Tim perumus menjadikan sejumlah penelitian dan berbagai peninggalan bersejarah sebagai bahan kajian dalam menetapkan awal mula penyebaran Islam di Tanah Papua. Mereka juga menjadikan sejumlah tradisi masyarakat yang berkembang di Pantai Selatan Tanah Papua sebagai rujukannya.
“Ajaran Islam telah terinternalisasi dalam sistem kerajaan ataupun petuanan. Ada Kerajaan Fatagar, Kerajaan Rumbati, dan Kerajaan Atiati di Fakfak. Kerajaan Namatota, Kerajaan Komisi, Kerajaan Pattipi, Kerjaaan Sekar, Kerajaan Wituar, dan Kerajaan Arguni di Kaimana. Kerajaan Waigeo, Kerajaan Salawati, Kerajaan Misool, dan Kerajaan Batanta di Raja Ampat,” kata Garamatan.


