17.7 C
New York
Kamis, Oktober 22, 2026

Buy now

Bupati Fakfak Samaun Dahlan Pimpin “Operasi Pasar” Distribusi Air Bersih Ditengah Karhutlah

“Kondisi ini tidak saja terjadi di Fakfak. Dialami sebagian besar Provinsi di Indonesia. masyarakat harap obyektif melihat dan memberikan respons dengan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah untuk dapat menangani semua ini dengan langkah yang tepat dan terukur, Pemerintahan siapa saja tidak ingin rakyatnya mengalami kesulitan dalam segala apsek kehidupan”

Fakfak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa sejak September 2026 kemarin hingga kini masih menjadi fase kritis kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. termasuk Kabupaten Fakfak. di Papua Barat. ada 3 Daerah yang terkonfirmasinya kebakaran hutan sangat meluas yaitu, Kabupaten Bintuni, Manokwari dan Kabupaten Fakfak. ketiga Kabupaten ini menyumbang kebakaran lahan terluas sepanjang September hingga Oktober berjalan.

Kondisi cuaca kering yang masih dominan, pengaruh El Niño, serta tingginya jumlah titik panas (hotspot) menjadi faktor yang perlu terus diwaspadai oleh seluruh pemangku kepentingan. titik api di Kabupaten Fakfak terus meluas namun Pemerintah daerah TNI/Polri. BPBD dan seluruh masyarakat kini berbondong-bondong melakukan upaya pemadaman agar amukan api tidak meluas kemana-mana.

Akibat pengaruh El Nino. titik sumber air di Kabupaten Fakfak ikut merasakan betapa panasanya bumi sehingga sumber air yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan masyarakat mengalami penuruan debit secara perlahan dan kini pihak PDAM sulit untuk mengalirkan air bersih secara bergantian ke pelanggan warga Fakfak. pompa beberapa titik sumber air tidak bisa berbuat banyak karena stk air pada sumber air menurun sehingga sekitar beberapa minggu terkahir masyarakat terpaksa menjemput air secara manual diberbagai titik yang dibuka oleh pihak PDAM

Tidak sedikit tanki air yang beroperasi. ada yang memanafaatkan kondisi ini untuk meraup cuan kepada pelanggan. ada juga Institusi seperti Pemda dan Polres Fakfak lakukan operasi pembagian air bersih secara gratis dibeberapa titik seperti rumah ibadah maupun sekolah-sekolah. gerakan operasi ini sebetulnya hanya ingin membantu masyarakat yang kini mengalami kekurangan air bersih untuk kepentingan pelayanan public. rumah ibadah tentunya menjadi salah satu tempat yang melayani banyak orang (masyarakat),

“Gerakan Operasi” selanjutnya, Selasa, 6 Oktober 2026 dipimpin langsung Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. seusai Ulang Tahun 5 Oktober 2026. Samaun Dahlan pimpin operasi pembagian air bersih kepada masyarakat. semua pimpinan OPD dikerahkan untuk membagikan air bersih gratis kepada masyarakat, setiap OPD diberikan tanggungjawab menyiapkan air bersih setiap tanki untuk dapat didistribusikan. aksi sosial ini bentuk kepedulian pemerintah daerah menangkis terjadinya kekeringan air bersih akibat karhutlah di Fakfak.

Pemerintah Kabupaten Fakfak mengerahkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat menyusul kondisi kekurangan air yang terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengatakan, pemerintah daerah harus hadir secara langsung membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.

“Seperti yang kita ketahui, kondisi saat ini kesulitan air bersih benar-benar terjadi di Kabupaten Fakfak. Untuk itu, pemerintah harus turun tangan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan air bersih,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, distribusi air bersih akan dilakukan setiap hari selama satu minggu dengan melibatkan jajaran OPD secara bergiliran. Setelah satu minggu, pelaksanaan pelayanan akan dievaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Pada tahap awal, pelayanan difokuskan di Distrik Pariwari. Seluruh OPD yang telah mendapatkan jadwal diminta memusatkan pelayanan di wilayah tersebut agar distribusi air dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Pindah semua fokus di satu distrik, nanti tinggal Pak Distrik membagi ke kelurahan-kelurahan mana yang bisa kita distribusikan,” katanya.

Untuk mendukung distribusi, Pemkab Fakfak menyiapkan sejumlah sumber air, di antaranya Kali Air Besar dan Ubadari. Pada pelaksanaan awal, kendaraan pikap mengambil air dari Nemewikaria, sementara mobil berkapasitas besar mengambil air dari Air Besar.

Bupati mengatakan, pelayanan air bersih tidak hanya dilakukan di Distrik Pariwari. Sebelumnya, pemerintah telah mengerahkan dua kendaraan, masing-masing dari BPBD dan Satpol PP, untuk melayani masyarakat di Distrik Kokas, Kayauni dan Kramamongga.

Sementara di Distrik Fakfak Barat, pemerintah distrik telah mendapatkan dukungan kendaraan dan mulai melakukan pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut Bupati, kondisi di wilayah Tomage dan Bomberay ditangani dengan memanfaatkan sumur bor yang telah tersedia. Kodim sebelumnya telah membantu melakukan pengeboran tujuh sumur di wilayah Bomberay dan Tomage.

Bupati menegaskan, penanganan krisis air bersih akan terus dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah juga akan melibatkan instansi vertikal, termasuk TNI dan Polri, untuk memperluas dukungan distribusi air bersih.

“Setelah itu saya akan libatkan lagi instansi-instansi vertikal seperti TNI dan Polri, semua akan saya libatkan sehingga kita bisa bagi dan distribusikan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Selain distribusi menggunakan kendaraan, Pemkab Fakfak juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui percepatan pembangunan sumur bor di sejumlah titik. Bupati menyebut peralatan pengeboran dari Kodim telah tiba dan pemerintah akan mempercepat pelaksanaannya.

“Kita harus berpikir cepat karena kita tidak tahu situasi kondisi ini sampai berapa lama. Langkah pemerintah harus kita lakukan karena kita takut sekali kalau masyarakat sama sekali tidak ada air,” tegas Bupati

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!