12.4 C
New York
Senin, April 13, 2026

Buy now

Menteri Bahlil Dijadwalkan Ikut Pawai Takbiran Sambut Idul Fitri 1447H/2026M di Fakfak

Fakfak – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dijadwalkan akan turut ambil bagian dalam pawai takbiran di kampung halamannya, Kabupaten Fakfak – Papua Barat, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri. 1 Syawal 1447 Hijriah. Bertepatan dengan hari Sabtu, 21 Maret 2026 Masehi

Bupati Fakfak. Samaun Dahlan melalui ponsel selulernya. Kepada mataradarindonesia.com, Jumat, 20 Maret 2026 siang membenarkan rencana Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia bersama Istri tercintanya Sri Supari Bahlil Lahadalia dan Anggota Keluarganya bakal ikut Pawai Takbiran di fakfak.

“Benar, rencana Pak Menteri. Bapak Bahlil Lahadalia dan Keluarga juga ikut Pawai Takbiran dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M di Fakfak. kami tentunya menyambut kedatangan dan kehadiran beliau di Fakfak di Fakfak sebagai salah satu tamu negara walaupun datangan untuk berlebaran bersama Ibu dan keluarga di Fakfak”, Tutur Samaun Dahlan. Bupati Fakfak.

Lanjut diuraikan Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dalam sambungan selulernya itu kepada media ini bahwa. Menteri ESDM RI. Bahlil Lahadalia tiba di Fakfak, Kamis, 19 Maret 2026 sore kemarin dan dijemput Bupati Fakfak. Samaun Dahlan didampingi Anggota Forpompimda serta Kepala OPD dilingkungan Pemda Fakfak di Bandara.

“Ini menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi kami sebagai Kepala Daerah dan Pak Donatus sebagai Wakil Kepala Daerah di Fakfak. selama masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. kali ini putra Fakfak yang sekarang menjabat Menteri ESDM bisa bersama Masyarakat Fakfak ikut Pawai Takbiran di Fakfak.

Selaku pemerintah atas nama seluruh masyarakat maupun ASN di Wilayah Pemerintahan Kabupaten Fakfak. kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Pak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Fakfak”, Ucap Samaun Dahlan yang juga Ketua DPD Golkar Papua Barat di Fakfak

Kehadiran putra daerah tersebut bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan malam takbiran, tetapi juga dinilai sarat makna terutama dalam konteks kearifan lokal Fakfak yang dikenal dengan filosofi Budaya “Satu Tungku Tiga Batu.”

Malam takbiran sendiri merupakan momentum sakral bagi umat Islam, ditandai dengan lantunan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT setelah sebulan penuh umat Islam dibelahan dunia menjalani ibadah Ramadhan.

Di Fakfak, gema takbir tidak hanya menjadi ekspresi religius, tetapi juga berpadu dengan nilai-nilai budaya yang telah lama hidup dalam masyarakat.

Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” merupakan simbol harmoni dan persatuan dalam keberagaman masyarakat Fakfak. Tiga batu yang menopang satu tungku dimaknai sebagai representasi dari perbedaan baik agama, suku, maupun latar belakang yang bersama-sama menjaga keseimbangan kehidupan sosial.

Dalam konteks malam takbiran, nilai tersebut menemukan relevansinya. Pawai takbiran tidak hanya diikuti oleh umat Islam, tetapi juga mendapat dukungan dan penghormatan dari masyarakat lintas agama sebagai bagian dari tradisi kebersamaan yang telah mengakar kuat di Fakfak.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai, kehadiran Menteri ESDM dalam pawai takbiran tahun ini menjadi simbol penting dari pertemuan antara nilai keagamaan dan kearifan lokal.

“Fakfak itu berdiri di atas filosofi satu tungku tiga batu. Artinya, kebersamaan itu bukan pilihan, tapi kebutuhan. Malam takbiran menjadi salah satu ruang di mana nilai itu hidup,” ujar seorang tokoh adat setempat dikutip media ini.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap agar pelaksanaan pawai takbiran tetap menjaga marwah sebagai bagian dari syiar Islam. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena pergeseran makna takbiran menjadi sekadar euforia di sejumlah daerah menjadi perhatian bersama.

Tokoh agama mengingatkan bahwa malam takbiran adalah momentum untuk memperbanyak dzikir dan refleksi diri, bukan sekadar keramaian.

“Takbir adalah pengagungan kepada Allah. Jangan sampai kehilangan makna karena berlebihan dalam perayaan,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan dapat memastikan kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan kearifan lokal.

Kehadiran Menteri ESDM di tengah masyarakat Fakfak dalam momentum ini pun dipandang bukan sekadar simbolis. Lebih dari itu, ia menjadi representasi bahwa nilai kepemimpinan sejati tidak terlepas dari akar budaya dan spiritualitas masyarakatnya.

Malam takbiran di Fakfak pada akhirnya bukan hanya tentang gema takbir yang menggema di jalanan, tetapi juga tentang bagaimana nilai keimanan dan kebersamaan berpadu dalam satu ruang seperti tungku yang kokoh karena ditopang oleh tiga batu.

Dalam semangat itulah, Fakfak menyambut Idul Fitri dengan takbir yang menguatkan iman, serta kebersamaan yang merawat persaudaraan dalam keberagaman. Ketika Menteri ESDM mengikuti Pawai takbiran maka dipastikan Menteri dan keluarganya melaksanakan sholat idul Fitri di Fakfak.

(ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!