
Fakfak – bp Indonesia telah merealisasikan dana sebesar Rp. 2 Miliar kepada nelayan di Wilayah Petuanan Arguni sebanyak 10 Kampung sebagai kompensasi kena dampak langsung terhadap pelaksanaan kegiatan seismik kemarin di Kabupaten Fakfak. anggaran sebesar itu tidak dibagikan secara tunai kepada warga alias Fresh Money, melainkan berbasis program.
Nancy Marau. selaku Social Performance dan Delivery Manager bp Indonesia saat rapat koordinasi persiapan pelaksanaan do`a sykuran rencana pemasangan kerangka anjungan (Jacket) Lepas Pantai pada lokasi UBA dan UBB di Wilayah Kabupaten Fakfak. Selasa, 7 Juli 2026. Bertempat di Aula Diklat Pemda Fakfak mengatakan anggaran tersebut seluruhnya bersifat program.
Hal ini disampaikan merespon pertanyaan masyarakat terutama warga yang kena dampak seismik kemarin di Wilayah Petuanan Arguni, bp Indonesia sanggupi kompensasi tersebut dengan meluncurkan dana sebesar Rp. 2 Miliar dan itu dibagikan tidak secara fresh mooney tetapi secara program kepada masyarakat nelayan 10 kampung yang kena dampak langsung terhadap kegiatan eksplorasi tersebut.
Nancy secara terang menjelaskan terkait dana tersebut saat ini pihak perusahaan terus memverifikasi program – program yang diajukan setiap kampung, Beberapa persoalan yang ditemui adalah ketika proses pembelanjaan berlangsung tiba-tiba perubahan RAB bahkan ada juga barang yang dipesan harus mengkonfirmasi diberbagai tempat tentunya ini butuh waktu, tentunya proses masih On Progress.
“Untuk menyelesikan kompensasi anggaran dua miliar yang telah disepekati untuk 10 Kampung wilayah dampak pelaksanaan eksplorasi kemarin senilai dua miliar kepada nelayan, saat ini kami dari bp Indonesia sedang memproses karena setiap kampung memiliki proposal usulan program yang berbeda-beda sehingga harus disiapkan kemudian dapat ditindak lanjuti”, Jelasnya.
Dikatakan, proposan usulan kegiatan tersebut berbeda-beda dimana ada kampung yang usulkan program pengadaan dan beda kampung usulkan program infrastruktur sehingga butuh waktu untuk menyiapkan secara keseluruhan kemudian direalisasikan bahkan ada RAB yang mengalami perubahan menyusul setelah dimasukkan. inilah membuat tim bp Indonesia harus tidak terburu-buru melaksanakananya.
“Ada yang berupa pengadaan dan ada juga berupa perbaikan, tetapu secara serentak hal ini (Tindak) sudah dilaksanakan. semuanya bersifat On Progress, termasuk kampung di wilayah distrik tomage yaitu, Otoweri, Wamosan, dan tomage sendiri sudah berproses, memang tidak sekaligus karena ada tahapn yang harus kita lewati.
Contohnya, untuk pengadaan harus mengecek di luar fakfak mislanya sorong, jakarta, surabaya, karena setiap pengadaan kebutuhan program tersebut dengan merk dan jensi yang beda-beda sehingga butuh waktu untuk dicek sesuai proposal usulan. termasuk menyangkut perbaikan bp Indonesia kembalikan ke mekanisme kampung.
Kami tetapi berkomitmen dan menyelsaikan itu dan memang sampai saat ini masyarakat sudah tersosialisasikan, saya sendiri turun kampung pasca sosialisasi 8-15 Juni 2026 kemarin, dan menginap di masing-masing kampung untuk mendapatkan masukkan terkait usulan tersebut”, Teranganya didepan Bupati dan Habel Tanati.




