Fakfak – Pembagian masker gratis ini meskipun dilihat sebagai kegiatan sepele dan mungkin sebagian orang menganggap aksi tersebut biasa-biasa saja, Tapi, kawan. ini bukan tentang pembagian masker Friend, ini tentang Peduli Kemanusiaan Brother.!
Bahwa disaat cuaca buruk sedang menyelimuti kota fakfak akibat kebakaran hutan dan lahan menyebabkan gumpalan asap dimana-mana tentu udara kotor ini bisa menimbulkan serangan penyakit ISPA dan lainya.
Gelombang pertama, Senin, 28 Setpember 2026. pembagian masker dipusatkan di dua titik yang berbeda. yaitu, pertigaan jalan lampu merah thumburuni dekat pasar rakyat kemudian lanjut pembagian di Kompleks Masjid Al-Munawwarah puncak.
Gelombang Kedua, Selasa, 29 Setpember 2026. pembagian masker gratis tersebut juga di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri dan Madrasah Tsanawiyah Negeri Fakfak. aksi gelombang kedua ini bertepatan juga dengan aksi dari Polres Fakfak.
Aksi pembagian masker gratis oleh DPD Golkar Fakfak ini sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap situasi kebakaran hutan dan lahan saat ini dimana udara fakfak terasa sangat kotor setiap saat. pagi, siang maupun malam. masyarakat dianjurkan gunakan masker.
Gelombang ketiga akan menyasar dua Sekolah berbeda yaitu, beberapa sekolah di Donbosco Fakfak. kemudian juga SMP Negeri Fakfak dipuncak. pembagian di dua sekolah ini. DPD Golkar Fakfak siapkan Masker Dewasa sebanyak 2.250 lembar dan untuk anak sebanyak 900 lembar.
Pembagian yang berlanssung pagi tanpa mengganggu aktifitas proses belajar mengajar. Selain di Sekolah SD dan SMA Donbosco serta SMP Negeri. Tim DPD Golkar Fakfak mebagikan masker tersebut sampai di Wilayah SPBU Puncak
Ketua DPD Golkar Fakfak. Siti Rahma Hegemur. by phone kepada media ini, Kamis, 1 Oktober 2026 pagi. ia imbau kepada segenap anak – anak sekolah di Fakfak maupun masyarakat umum lainya agar tetap gunakan masker disaat beraktifitas diluar rumah.
Gunakan masker medis atau masker N95 saat beraktivitas di luar ruangan dan batasi aktivitas luar rumah jika tidak mendesak guna mengantisipasi cuaca buruk dan penurunan kualitas udara ekstrem akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Kondisi musim kemarau yang panjang memicu peningkatan titik panas (hotspot), kabut asap pekat, serta penurunan jarak pandang secara drastis di sejumlah wilayah.
“Jaga Hidrasi & Imunitas : Perbanyak minum air putih untuk membantu membersihkan tenggorokan dari partikel debu asap. Konsumsi makanan bergizi dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk persisten, mata perih, atau sesak napas.”, Imbau SRH.
Lanjut ia imbau kepada semua masyarakat, Dilarang Membakar Sampah & Lahan: Jangan membuka lahan pertanian atau membersihkan pekarangan dengan cara dibakar. Angin kencang dan cuaca kering dapat membuat api merembet dalam sekejap
Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan: Hindari membuang puntung rokok yang masih menyala di area semak-semak, hutan, atau lahan kering.
Laporkan Titik Api: Jika melihat kepulan asap atau indikasi kebakaran, segera laporkan ke pihak berwenang seperti BPBD, Pemadam Kebakaran, atau perangkat desa setempat agar segera ditangani sebelum meluas.




