Gubernur Papua Barat. Domingus Mandacan didampingi Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dan Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat. dr Alwan Rimosan resmikan Poliklinik RSUD Fakfak, Kamis, 17 Juli 2025 kemarin.
Fakfak – Gubernur Papua Barat. Dominggus Mandacan mengatakan pihaknya selaku kepala daerah sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat di daerah mendukung penuh rencana Bupati Fakfak. Samaun Dahlan bangun rumah sakit rujukan di Kabupaten Fakfak,
Hal itu disampaikan Ketua DPW NasDem Papua Barat yang juga selaku Kepala Pemerintahan di Papua Barat saat peresmian Poliklinik RSUD Fakfak, Kamis, 17 Juli 2025 siang kemarin. menurutnya. Samaun sebagai Bupati dalam rencana tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap asta cita Presiden Prabowo.
Gelombang dukungan Gubernur Papua Barat kepada Bupati Fakfak bukan saja soal rencana pembangunan rumah sakit rujukan, Gubernur juga menegaskan bahwa untuk mendukung dan mendorong asta cita Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045
Selain itu, Gubernur juga sampaikan bahwa selain indoensia Emas 2045 juga Papua Emas 2041 kemudian program strategis lainya, terutama berkaitan dengan program kesehatan. Dari sisi dukungan fasilitas serta peningkatakan kapasitas SDM-nya untuk menjadi baik.
Kepala pemerintahan di Provinsi Papua Barat menyampaikan bahwa provinsi papua barat saat ini telah menyiapkan lahan seluas 20 Hektare untuk rencana pembangunan rumah sakit vertikal yang akan dibangun oleh Kementerian Kesehatan RI di Provinsi Papua Barat tepatnya di Manokwari. Disamping bangun rumah sakit vertical juga meningkatkan rumah sakit lainya dari type D ke type C plus dan setersunya diberbagai daerah 7 Kabupaten di Papua Barat.
Sejalan dengan itu Pemerintah Kabupaten Fakfak juga beberapa waktu lalu telah menemui Kementerian Kesehatan di Jakarta untuk meminta pembangunan satu unit rumah sakit pratama di kabupaten fakfak, atas usulan tersebut pemerintah pusat menyetujui dan meminta pihak pemda fakfak siapkan lahan dan segera melaporkan persiapan lahan dimaksud untuk kemudian dilucurkan anggaranya sehingga sesegera mungkin dibangun rumah sakit rujukan di Fakfak.
“Provinsi Papua Barat kita sudah siapkan lahan 20 hekater untuk pembangunan rumah sakit vertikal tetapi juga rumah sakit yang ada di Provinsi maupun 7 Kabupaten perlu ditingkatkan, misalnya dari type D ke Type C dan seterusnya, memang menteri kesehatan minta selain rencana pembangunan rumah sakit vertikal tapi juga rumah sakit yang ada di 7 Kabupaten termasuk Fakfak agar ditingkatkan baik sarana pra sarana maupun tenaga medisnya.
Kemudian pemerintah provinsi juga tetap fokus bangun rumah sakit rujukan di ibu kota provinsi, rumah sakit vertikal di Manokwari rencana memiliki status type B menjadi rumah sakit rujukan, termasuk kita dukung rencana pembangunan rumah sakit rujukan di fakfak”, Jelas Gubernur. Senada mendukung rencana pembangunan rumah sakit rujukan di Fakfak oleh Kementerian Kesehatan RI.
Dikatakan jika gedung rumah sakit berbagai type dibangun di daerah seperti provinsi papua barat maupun fakfak maka masyarakat tidak susah rujuk keluar daerah, namun kemudian andaikan rumah sakit rujukan telah dibangun maka semua urusan menjadi cepat karena sudah ada rumah sakit rujukan di papua barat dan fakfak
“Mungkin beberapa waktu lalu dengar juga kartu papua barat sehat. Provinsi papua barat hadir untuk 7 kabupaten didalamnya ada kabupaten fakfak, jadi perlu diketahui bahwa BPJS Kesehatan di papua barat berdasarkan data terakhir capai 99 persen sudah dijaminkan BPJS Kesehatan baik dari dana APBN dari Provinsi dan juga Kabupaten kita kolaborasi untuk jaminkan semua masyarakat di papua barat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.
Jika BPJS tidak mampu penuhi obat-obatan maka menjadi tanggung jawab provinsi dan kabupaten untuk saling melengkapi, nanti dana BPJS di Provinsi akan dialokasikan di semua Kabupaten yang ada di Papua Barat sehingga nanti diatur oleh Bupati masing-masing didaerahnya melalui instansi teknis terkait” Jelas Gubernur Papua Barat. Dominggus Mandacan.
dr Alwan Rimosan : Pembangunan Poliklinik RSUD Fakfak Sedot 2,5 Miliar
Gubernur Papua Barat. Domingus Mandacan didampingi Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dan Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat. dr Alwan Rimosan resmikan Poliklinik RSUD Fakfak, Kamis, 17 Juli 2025 kemarin.
Alwan dalam laporanya menyampaikan bahwa pembangunan gedung Poliklinik RSUD Fakfak telan dana sebesar Rp, 2,5 Miliar yang bersumber dari dana Otsus APBD Provinsi Papua Barat Tahun Anggaran 2024.
“Penyerahan 1 unit Ambulance dan 11 Unit kendaraan sepeda motor sekaligus peresmian gedung Poliklinik RSUD Fakfak oleh Gubernur Papua Barat. tentunya fasilitas yang diberikan ini untuk mendukung kelancaran pelayanan kesehatan di fakfak”, Jelasnya.
Kabupaten Fakfak terdiri dari 1 unit RSUD, 17 Puskesmas di 17 Distrik. Namun yang sudah terregistrasi sebanyak 10 Unit sedangkan 7 lainya masih belum tetapi dalam proses, kemudian untuk 7 Kabupaten di Papua Barat ada 5 yang miliki Rumah Sakit Pratama.
“Yang belum miliki rumah sakit pratama adalah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kaimana, rencana akan kami dorong rumah sakit pratama di fakfak dan kaimana sehingga pelayanan kesehatan papua barat semakin merata di papua barat”, Jelasnya.
(ret)


