Fakfak – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan mengingatkan kembali soal Program Fakfak Sehat yang telah berlangsung selama masa pemerintahan dia bersama Wakil Bupati Fakfak. Donatus Nimbitkendik. Samaun katakan bahwa program ini harus tersentuh seluruh masyarakat Fakfak yang mendiami 17 Distrik di Wilayah Kabupaten Fakfak.
“Jadi Ibu-Ibu bertepatan dengan hamil dan kemudian setelah pemeriksaan kemudian tiak bisa melahirkan secara normal maka segera dirujuk ke RSUD Fakfak. disana ada tindakan operasi tidak usah takut karena semua biaya ditanggung pemerintah daerah Kabupaten Fakfak”, Jelas Samaun Dahlan
Disampaikan bahwa, saat ini pemerintah daerah telah datangkan dua tenaga dokter spesialis kandungan yang disiapkan untuk mendukung dan menyukseskan program Fakfak Sehat Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. tentu kedua dokter spesialis tersebut disiapkan di RSUD Fakfak untuk melayani pasien. terutama ibu-ibu hamil
“Ibu – Ibu yang tidak bisa melahirkan normal dan kemudian harus operasi. tidak usah takut karena saat ini ada dua dokter spesialis kandungan di RSUD Fakfak. dan semua biaya tindakan operasi kehamilan menjadi beban pemerintah secara keseluruhan” Jelas Bupati Fakfak. 24 Oktober 2026. di Tomage.
Peran IDI dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Fakfak menegaskan bahwa peran IDI tetap fokus, untuk membantu dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat khususnya dibidang Kesehatan.
IDI juga berkontribusi dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang merujuk pada berbagai program yang dijalankan IDI.
Ikatan Dokter Indonesia disingkat IDI melakukan kampanye kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Banyak yang mengira bahwa IDI hanyalah sekadar wadah berkumpulnya para dokter. Padahal, organisasi ini memiliki tanggung jawab konstitusional yang diatur oleh undang-undang. Fungsi IDI sangat luas dan menyentuh aspek hulu hingga hilir dari ekosistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Berikut adalah beberapa peran utamanya:
1. Menjaga Mutu dan Kompetensi Dokter
Ilmu kedokteran adalah bidang yang dinamis dan terus berkembang. Penyakit baru muncul, metode pengobatan baru ditemukan, dan teknologi kesehatan terus berinovasi. Untuk memastikan para dokter tidak tertinggal
IDI mewajibkan anggotanya untuk terus belajar melalui program Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB). Setiap dokter harus mengumpulkan sejumlah Satuan Kredit Profesi (SKP) dengan mengikuti seminar, lokakarya, atau pelatihan medis agar Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) mereka dapat diperpanjang.
2. Menegakkan Etika Profesi
IDI memiliki perangkat yang disebut Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Badan ini bertugas mengawasi tingkah laku dan etika para dokter.
Jika ada dugaan pelanggaran etika atau kelalaian medis (malapraktik) yang dilakukan oleh seorang dokter, MKEK adalah lembaga yang akan melakukan sidang dan investigasi. Sanksi yang diberikan bisa berupa teguran, pembinaan, hingga rekomendasi pencabutan izin praktik.
3. Advokasi Kebijakan Kesehatan
Sebagai kelompok pakar, IDI sering kali diundang oleh pemerintah, seperti Kementerian Kesehatan maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), untuk memberikan masukan terkait penyusunan undang-undang kesehatan, regulasi obat-obatan, penanganan pandemi, hingga sistem jaminan kesehatan nasional seperti BPJS.




