4.9 C
New York
Sabtu, Maret 7, 2026

Buy now

Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Tomage di Fakfak Tidak Diperjualbeilkan

Fakfak – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dalam sambutan pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan penyamaan persepsi Investasi Perkebunan Kelapa Sawit yang lokasinya di Tomage dan Bomberay. Kabupaten Fakfak – Papua Barat, Senin, 16 Februari 2026 kemarin menegaskan bahwa status lahan 15 ribu hektar milik masyarakat adalah APL (Area Penggunaan Lain) untuk Investasi Kelapa Sawit tidak diperjualbelikan.

Lahan tidur milik pemerintah dan masyarakat ini menjadi lahan digunakan untuk proyek Investasi Perkebunan Kelapa Sawit oleh PT STM Energy Agro. semata-mata untuk kepentingan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta seluruhnya dikelola dengan baik oleh negara untuk kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu lahan tersebut tidak diperjualbelikan namun hanya dikontrakkan dengan interval waktu tertentu.

“Lahan 15 ribu hekater yang penggunaanya untuk proyek perkebunan kelapa sawit di tomage dan bomberay. Sekali lagi saya katakan. Lahan ini untuk tidak diperjualbelikan. Lahan hanya digunakan oleh Investor untuk kepentingan proyek perkebunan kelapa sawit dan nantinnya ada kerjasama dengan masyarakat yang kontraktnya kurang lebih 30 tahun kedepan. masa kontrak ini berlanjut atau tidak tergantung perusahaan pengguna areal tersebut”, Jelas Bupati Fakfak. Samaun Dahlan.

Terkait dengan kehadiran Investor yang lagi berinvestasi dibidang perkebunan kelapa sawit dengan membutuhkan luas lahan sebesar 15 ribu hektar. Samaun katakan, sebagai Bupati Fakfak dan Wakil Bupati Fakfak tidak punya kepentingan lain atau lebih dari investasi dimaksud. hanya satu, bagaimana bisa dapat mensejahterakan masyarakat di Tomage dan Bomberay sekitranya.

“Ini semua kembali kepada masyarakat terutama pemilik lahan tanah adat.  Kami selaku pemerintah daerah. Bupati dan Wakil tentunya tetap berpikir bagaimana membangun daerah ini dengan berbagai strategi untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Karena mau harap APBD bangun Fakfak ini tidak cukup bahkan sangat kurang. Oleh karena itu mari kita semua samakan persepsi agar perbedaan bisa dapat diselesaikan dengan cara-cara bermartabat dan kesantunan”, Tegasnya.

Kepala Distrik Tomage. Rudy Paus Paus dalam sambutan sosialisasi dan penyamaan persepsi terkait Investasi Perkebunan Kelapa Sawit. Di Tomage, Senin, 16 Februari 2026 lalu mengatakan Berdasarkan hasil musyawarah bersama yang telah dilaksanakan antara Pemerintah Distrik, para tokoh adat, pemilik hak ulayat, serta unsur masyarakat.

Pada prinsipnya masyarakat adat dan Pemilik Hak Ulayat menyatakan dukungan terhadap masuknya investasi perkebunan kelapa sawit PT. STM Energi Agro, dengan tetap memperhatikan mekanisme adat, regulasi pemerintah, serta keberpihakan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal setempat.

Masyarakat berharap agar investasi yang masuk dapat berjalan secara transparan, memperhatikan prinsip kemitraan yang adil, memberikan prioritas tenaga kerja lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dikatakan, selaku Pemerintah Distrik Bomberay dan Tomage menyatakan siap mengawal proses ini agar tetap kondusif, terkoordinasi, serta selaras dengan aspirasi masyarakat adat dan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.

Sebagai Pemerintahan Distrik. Pihaknya menyadari bahwa wilayah tersebut seluas 15 ribu hektar memiliki hamparan lahan yang luas, namun belum sepenuhnya produktif dan tingkat kesuburannya terbatas sehingga membutuhkan rekayasa teknis, pengelolaan profesional, serta dukungan investasi yang memadai agar dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Kehadiran investasi dimaksud menjadi harapan baru bagi masyarakat, agar lahan yang selama ini belum tergarap optimal dapat dikelola secara terencana, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta hak-hak masyarakat adat.

(ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!