Fakfak – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Fakfak mengundang dengan resmi seluruh Umat Muslim di Wilayah Kabupaten Fakfak untuk mengikuti pelaksanaan Sholat Istisqa yang berlangsung, Sabtu, 10 Oktober 2026 bertepat di Ruang Terbuka Hijau (RTH). Reklamasi Fakfak. Kabupaten Fakfak – Papua Barat.
Pelaksanaan Sholat Istisqa yang berlangsung Sabtu, 10 Oktober 2026 bertepat di Ruang Terbuka Hijau (RTH). Reklamasi Fakfak dilaksanakan MUI Kabupaten Fakfak. akan dimulai Pukul 07.15 Wit. yang bertindak selaku Imam adalah Drs H Mustgafiirin,M.Si dan Khotib adalah Drs H Jumroni,M.M.
Tujuan sholat istisqa tersebut adalah : “bersama memohon kepada Allah Swt. agar turunkan hujan, diberikan keberkahan, keselamatan, dan kemaslahatan bai masyarakat Kabupaten Fakfak. Ya Allah. turunkan kepada kami hujan yang bermanfaat, apa yang mendatangkan rahmat, kehidupan dan keberkahan bagi negeri kami.
Ketua MUI Kabupaten Fakfak, Drs. Mohammadon Dg. Husein, M.M.Pd., mengatakan Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar keagamaan untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang bermanfaat bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh kehidupan.
Selain melaksanakan Sholat Istisqa, umat Islam juga diajak memperbanyak istighfar, bertaubat, bersedekah, meningkatkan amal kebajikan serta memperbaiki hubungan antarsesama.
“Kekeringan menjadi momentum untuk kembali kepada Allah, memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, memperbanyak amal kebajikan, dan memohon agar Allah menurunkan hujan yang bermanfaat bagi manusia, hewan, tumbuhan dan seluruh kehidupan,” demikian imbauan MUI Fakfak.
MUI juga mengingatkan masyarakat agar tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Kondisi kekeringan diharapkan menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melihat situasi saat ini, yakni kekeringan dan krisis air bersih untuk keperluan hidup sehari-hari, maka kami MUI Fakfak mengajak saudara-saudari umat Muslim untuk menunaikan Salat Istisqa,” kata Mohamadon.
Mohamadon juga mengajak seluruh umat beragama di Kabupaten Fakfak untuk bersama-sama berdoa agar daerah tersebut mendapatkan curah hujan yang cukup sehingga persoalan air bersih yang dihadapi masyarakat dapat segera teratasi.
MUI Fakfak turut mengimbau umat Islam untuk mendisiplinkan diri dengan menghemat penggunaan air di tengah kondisi kekeringan.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker untuk melindungi kesehatan dari paparan kabut asap yang diduga merupakan dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).
Selain itu, MUI mendorong Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk lebih intensif membagikan masker kepada masyarakat serta meningkatkan imbauan terkait kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung.
“Semoga diberikan kesehatan dan kemaslahatan bagi kita semua, umat Islam dan seluruh masyarakat Kabupaten Fakfak, Papua Barat,” pungkasnya




