Fakfak – Investor Kelapa Sawit itu akhirnya mengalah ditangan rayuan maut Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. ketika itu mereka 7 kali bertemu di Jakarta untuk membicarakan pembangunan Investasi Kelapa Sawit di Kabupaten Fakfak. tepatanya di Wilayah Bomberay dan Tomage. Sebelumnya 9 investor yang dirayu namun kesembilan orang itu tak cocok sisi.
Langkah menjajaki Investor hingga meyakinkan mereka untuk berinvestasi pada suatu daerah bukan sebuah perjuangan yang instan melainkan butuh energy yang kuat. memilih Bomberay dan Tomage itu sesuatu hal yang sangat tidak muda membalik telapak tangan, bukan sesuatu yang siap saji apalagi bersifat Instan.
Ditengah kesibukan Investor Kelapa Sawit dan juga pengusaha Batu Bara ini di Jakarta bahkan luar negeri dengan bobot proyek yang lebih besar. Samaun Dahlan berhasil mencuri perhatian mereka dan menangkap waktu serta peluangnya untuk membicarakan kepentingan lapangan kerja masyarakat fakfak kedepan. Ini bukanlah mimpi lagi pula bukan sekedar bertemu.
Bayangkan saja. Investor yang bergerak banyak di bidang Batu Bara dan Mineral ini setelah bertemu kemudian diskusi lalu membangun satu pemikiran dan sepemahaman. Untuk kepentingan pembangunan Fakfak. Presiden/Direktur. Kym dan kawan-kawan akhirnya mendirikan satu perusahaan yaitu. PT STM Energy Agro.
Perusahaan ini didirkan khusus setelah kesepakatan Kym Cs dan Bupati Fakfak untuk maju berinvestasi di Fakfak tepatnya di wilayah Bomberay dan Tomage. Awalnya mereka datang dan mengambil tanah tersebut dan mereka jadikan sample hingga kemudian bawah ke Luar Negeri untuk digodok melalui laboratorium disana.
Mesikpun kontur sebagian tanah sudah mati dan sebagian lapisan masih hidup atau aktif digunakan. Kym dan Kawan-Kawan bertemulah dengan Bupati Fakfak di Jakarta. Bersama Wakil Bupati Fakfak untuk mendengar paparan hasil laboritorium tanah tersebut. pihak Investor sempat merasa pesimis namun tersisa 15 ribu hektar tanah aktif yang bisa digunakan
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan ketika membuka Sosialisasi rencana kegiatan perkebunan kelapa sawit di Tomage dan penyamaan persepsi. Senin, 16 Februari 2026 pagi. Di Distrik Tomage menguraikan bahwa pertemuan berkali-kali dengan Kym Cs di Jakarta untuk menghadirkan Investasi untuk kepentingan masyarakat. Terutama di Bomberay dan Tomage.
Samaun sampaikan jauh sebelum menceritakan proses kehadiran Investor tersebut bahwa sebelumnya masyarakat minta agar pemda Fakfak bisa membuka lapangan pekerjaan dan melihat program pembangunan lainya agar dikucurkan ke Bomberay dan Tomage. Tentunya sebagai kepala daerah ia berpikir bersama wakilnya untuk melakukan apa dan melaksanakan apa demi keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya.
Tindak lanjutnya adalah melakukan konsolidasi serta diskusi terbatas baik bersama Wakil Bupati Fakfak. aparatur pemerintah melalui OPD tekhnis serta masyarakat adat lainya. Ketika itu Samaun katakan bahwa. Apasirasi yang disampaikan masyarakat jangan lama untuk ditindaklanjuti, namun segera diambil langkah agar bisa menjawab keresahan masyarakat disana. Karena mereka juga ingin diperhatikan seperti warga kampung dan Distrik lainya.
Aspirasi itu belum 1 tahun. Bupati Fakfak dan Wakil Bupati Fakfak akhirnya memboyong satu investor yang bergreak dibidang perkebunan kelapa sawit kepada masyarakat sebagai wujud dan tanggung jawab seorang pemimpin untuk bagaimana membuka akses lapangan pekerjaan, kesejahteraan dan lain sebagainya. Ini merupakan komitmen dan kesepakatan kita bersama
dimasa penjajakan itu, Bupati Samaun Dahlan bujuk 9 Investor yang ingin melakukan Investasi di Fakfak. satu ketika ia teringat ada temanya bernama Kym Sun Hyun. Beliau meruapakan sahabat sejak tahun 2020 lalu. Mereka pernah satu server sebuah kegiatan Investasi di Kalimantan. Disana Investasi Kym masih berlangsung dengan lancar.
Sempat tawar menawar Investasi di daerah. Awalnya Kym dan rekan-rekan berminat di Maluku Utara karena disana banyak tambang. Kemudian keinginan itu berhasil dipatahkan oleh Bupati fakfak bahwa Maluku Utara adalah daerahnya sedangkan ia kini menjabat sebagai Bupati Fakfak. tidak habis akal. Bupati mengundang pengusaha besar ini makan dan duduk bicara bersama lagi
“Makan siang itu saya sampaikan bahwa, Pak Kym saya tau pak Kym dan teman-teman dari sisi financial sudah cukup banyak tetapi dari segi manusia selaku teman saya minta untuk pak Kym dan kawan-kawan perlu kesana, tetapi disana tidak ada tambang namun yang ada adalah hanya lahan kosong yang nganggur bahkan ada lahan yang tidak subur pula. Tetapi bagaimana caranya Pak Kym hadir untuk melihat lahan tersebut”, Ungkap Samaun Dahlan.
Setelah tujuh kali pertemuan akhirnya Kym Sun Hyun menyerah ditangan Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. Apa kata Bos PT STM itu ketika menyerah dirayu Bupati Samaun Dahlan?. Rasanya tidak enak kalau tidak ke fakfak dan kami putusan untuk kita bangun proyek perkebunan kelapa sawit disana karena sudah 7 kali kita lakukan pertemuan berturut-turut dengan waktu yang berbeda.
“Jadi waktu rombongan datang ke Fakfak. saya selaku Bupati jemput mereka seperti jemput Presiden. Saya harus layani seperti melayani tamu-tamu negara. Tujuanya apa, hanya untuk mengambil hati mereka untuk meyakinkan bahwa Bupati sungguh-sungguh menjamin keberadaan mereka di Fakfak, bukan saja di Kota. Bahkan saya temani mereka bermalam di Bomberay dan masuk survei ke tomage”. Ulasnya.
Berikutnya, lahan yang tersedia dan yang bisa diambil untuk dilakukan proyek perkebunan kelapa sawit seluas kurang lebih 15 ribu hektar yang mana berstatus APL. lahan tersebut masih milik warga dan belum bersertifikat. awalnya Bupati juga menolak jika ada lahan yang telah bersertifikat karena bisa menimbulkan masalah dikemudian hari.
“Lahan seluas 15 ribu hektar ini tidak diperjualbelikan. lahan ini benar-benar milik rakyat. hanya kita pake investor untuk garapan dan ada kerjasama dalam waktu tertentu dan setelah itu dikembalikan tergantung perusahaan, jika perusahaan merasa masih perlu maka diperpanjang, jika tidak maka akan dikembalikan ke masyarakat”, Jelas Bupati Fakfak.
Diketahui, mengenai hadirnya Investasi Perkebunan Kelapa Sawit di Wilayah Bomberay dan Tomage. Bupati Fakfak dan Wakil Bupati Fakfak didampingi Anggota Forkopimda serta unsur OPD di Lingkungan pemda Fakfak telah menerima apsirasi masyarakat pemilih lahan tersebut bahwa mereka menerima kehadiran Investor untuk melaukan kegiatan proyek perkebunan kelapa sawit disana.
(ret)


