Fakfak – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan melakukan kunjungan kerja di Distrik Fakfak Timur. tepatanya di Kampung Weri kemarin. kegiatan kunjungan yang didampingi sejumlah Kepala OPD ini berlangsung, Sabtu, 10 Oktober 2026. setelah Bupati dan rombongan melaksanakan Sholat Istisqa yang dilaksanakan MUI Fakfak di pelataran RTH Reklamasi Fakfak.
Mewakili Ketua Tim yang lain. Prof Nita memberikan penjelasan mengenai program TEP 2026 Unhas di Kampung Weri dan sekitarnya. Wilayah Distrik Fakfak Timur. Kabupaten Fakfak – Papua Barat. Setiap tim memiliki multidisiplin dan keahlian yang bervairiasi.
Disampaikan bahwa program kerja meliputi multisektoral dan semua program TEP Unhas Meng-Cover semua sektor kehidupah dari masyarakat. mulai dari pendidikan, kesehatan, perikanan, perikanan, peternakan, kemudian sektor pariwisata. tata ruang dan hampir sektor ada kegiatan dari tim TEP Unhas 2026.
TEP 2026 Unhas berusaha mengimplementasikan tekhnoligi dan inovasi untuk setiap kegiatan dengan berharap meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat desa saaharey. salah satu contoh pengering pala bertenaga surya, pengering pala menggunakan bahan bakar biogas.
Dalam kunjungan dan tatap muka Bupati Fakfak dengan TEP 2026 Unhas. termasuk dengan seluruh masyarakat di Wilayah Distrik Fakfak Timur di Kampung Weri. ada tiga persoalan yang menonjol yaitu, Ketersdiaan BBM, Pasokan Air Bersih, serta Ketersediaan layanan Listrik. masyarakat minta agar ada ketersediaan BBM 1 harga sehingga mereka bisa manfaatkan untuk kebutuhan sehari-sehari.
Pasalnya, jika mereka butuh BBM harus turun kota sedangkan kondisi BBM saat ini sedang naik harga, kemudian ketersediaan air bersih. mereka juga minta agar pemerintah daerah bisa menyediakan bak penampung dan sumber air bersih agar bisa dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. selama ini masyarakat masih menggunakan air sumur bor dan sangat terbatas.
Selanjutnya menyangkut ketersediaan pasokan listrik. masyarakat minta agar pemerintah daerah kabupaten fakfak mengupayakan listrik 24 jam di Wilayah tersebut. saat ini ada listrik desa namun tidak efektif hanya 12 jam. itu pun kalau ada bahan bakar minyak. oleh sebab itu dengan hadirnya Bupati kemarin. mereka minta ada perhatian program ketersediaan listrik bagi masyarakat.
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan merespons keluhan masyarakat soal air bersih, BBM maupun ketersediaan stok Listrik. Samaun mengatakan bahwa soal air bersih pihaknya mendorong agar sumur bor masyarakat dapat difungsikan dengan baik. ia juga mendorong bak penampung setiap kampung dengan menggunakan dana kampung agar saat krisis seperti ini masyarakat memiliki stok air bersih.
Selain itu juga ada pemerintah daerah segera fungsikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Weri, Kawasan Transmigrasi Weri-Saharay, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, saat ini sedang menjadi perhatian utama akibat kondisi krisis air bersih,
Instalasi air bersih yang menyuplai Kampung Weri dan Kampung Saharay sebenarnya sudah dibangun sejak tahun 2016 dan sempat ditingkatkan (renovasi) pada tahun 2021. Namun, infrastruktur SPAM tersebut tidak beroperasi secara optimal dalam mengalirkan air ke rumah-rumah warga. Bupati perintahkan OPD terkait agar difungsikan segera tahun 2026 ini.
Bupati Fakfak menegaskan bahwa dirinya segera membangun satu unit SPBU BBM 1 Harga di Wilayah Distrik Fakfak Timur. tepatnya di Kampung Weri dan Saharei. Bupati telah meninjau lokasinya dan dalam waktu dekat setelah tim survei melakukan observasi kemudian akan diresmikan peletakkan batu pertama pembangunan agar segera beroperasi untuk kepentingan masyarakat.
Sedangkan untuk pasokan listrik, Masyarakat setempat juga keluhkan soal ketersediaan pasokan listrik yang kini menyala hanya 12 jam. mereka minta perhatian pemerintah daerah kabupaten fakfak daam melihat realitas kehidupan masyarakat fakfak timur yang kurang lebih beberapa tahun terkahir sangat minim teresentuh pembangunan. mereka minta ke Bupati agar bisa menjawab keresahan kebutuhan setiap hari khususnya ketersediaan pasokan listrik.
Bupati mengatakan, tahun 2026. Fakfak dialokasikan PLTG mencapai 15 Miliar. yang nantinya tahun ini akan dibangun di urat agar bisa mendorong kebutuhan tenaga listrik di Kampung Urat. Bupati juga segera panggil PLN untuk mengerkoordinasikan soal pemasangan jaringan listrik PLN ke Wilayah Fakfak Timur dan sekitarnya.

Paparan Prof Nita. Ketua Tim TEP Unhas 2026 di Wilayah Distrik Fakfak Timur
Melalui program pengabdian kepada masyarakat, Tim 19 TEP Universitas Hasanuddin (UNHAS) berupaya mendorong masyarakat agar tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah, membuka peluang usaha, dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Berbagai program tersebut dipaparkan Ketua Tim 19 TEP UNHAS, Prof. Nita Rukminasari, saat menerima kunjungan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, di Kampung Weri Saharey. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan berbagai inovasi yang dikembangkan tim sekaligus membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.
Prof. Nita menjelaskan, program Tim 19 TEP UNHAS dirancang dengan pendekatan multidisiplin, mencakup bidang pendidikan, perikanan, pertanian, peternakan, pariwisata, kesehatan, tata ruang, pengembangan usaha, hingga penguatan kelembagaan kampung. Seluruh kegiatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan sumber daya alam yang tersedia agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
“Program-program kerja tim kami dirancang berdasarkan permasalahan, kebutuhan, dan potensi sumber daya alam yang ada di kawasan. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu memberikan solusi atas persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan taraf hidup dan pendapatan mereka,” demikian inti penjelasan Prof. Nita.
Limbah Pala Diolah, Peluang Usaha Baru Terbuka
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan daging buah pala yang selama ini belum dimaksimalkan sebagai sumber pendapatan masyarakat. Tim 19 TEP UNHAS mengembangkan pengolahan daging buah pala menjadi sejumlah produk bernilai ekonomi, termasuk minuman berbahan pala yang diperkenalkan dalam kunjungan Bupati Fakfak.
Inovasi ini membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Pala tidak hanya dipandang sebagai hasil perkebunan yang dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki potensi pasar.
Pengembangan tersebut diharapkan memberi ruang bagi mama-mama di Kampung Weri Saharey untuk terlibat dalam kegiatan produksi, mengembangkan keterampilan usaha, serta menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Namun, keberlanjutan usaha tetap membutuhkan pendampingan, peningkatan kualitas produk, pengemasan yang baik, legalitas usaha sesuai ketentuan, dan strategi pemasaran yang tepat.
Abon hingga Nugget Ikan, Hasil Laut Didorong Lebih Bernilai
Selain sektor perkebunan, potensi perikanan menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi masyarakat. Tim 19 TEP UNHAS memperkenalkan pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk, seperti abon ikan, nugget ikan, bakso ikan, dan sambal ikan.
Pengolahan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan sekaligus memperluas pilihan usaha masyarakat. Dengan pengolahan yang tepat, hasil perikanan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang lebih praktis dan memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.
Dalam pemaparannya, Prof. Nita menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari anggota tim, kegiatan pengolahan hasil perikanan telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp500.000 per hari bagi mama-mama yang terlibat.
Angka tersebut menjadi informasi awal mengenai potensi ekonomi kegiatan pengolahan ikan. Namun, besaran tersebut masih perlu diperjelas, terutama terkait jumlah pelaku usaha, periode perhitungan, serta apakah nilai yang dimaksud merupakan omzet penjualan




