11.8 C
New York
Jumat, Oktober 23, 2026

Buy now

Sosialisasi Pemasangan Rangka Anjungan (Jacket) UBA dan UBB, Didukung Tiga Petuanan Raja di Fakfak

Fakfak – Raja Petuanan Arguni. Hanafi Paus Paus,. dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Mbarmbar Wilayah Petuanan Arguni. H Abubakar Rimosan. menyatakan sikap mendukung serta siap menyukseskan pelaksanaan rencana pemasangan rangka anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB di Wilayah Kabupaten Fakfak – Papua Barat.

Keduanya menyatakan sikap terbuka ini ketika hadir dan mengiktui sosialisasi rencana proyek dimaksud pada, Senin, 8 Juni 2026 lalu di Kampung Arguni, ketika itu pihak Pemerintahan Distrik Arguni, Unsur Perusahaan bp Indonesia dan Mitra Kontraktornya, serta unsur perwakilan masyarakat adat di Wilayah Petuanan Raja Arguni.

Sosialisasi itu bertujuan agar masyarakat diberitahu dan menyatukan persepsi soal rencana pekerjaan pemasangan rangka anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB, Kemudian pada, Kamis, 11 Juni 2026 pagi.

Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Wilayah Distrik Kokas. Kabupaten Fakfak – Papua Barat. Distrik ini terdapat dua petuanan yang berbeda yakni, Petuanan Raja Wertuar dan Petuanan Raja Pikpik Sekar. Kokas.

Masing- masing Raja dari Petuanan memberikan sikap bahwa mendukung dan menyukseskan pelaksanaan pemasangan rangka anjungan (Jacket) di Wilayah petuanan mereka di Kabupaten Fakfak – Papua Barat.

Tiga petuanan Raja (Raja Arguni, Raja Wertuar, dan Raja Pikpik Sekar) di Wilayah Distrik Arguni dan Distrik Kokas ini menegaskan mendukung proyek pemasangan rangka anjungan (Jacket) pada lokasi UBA dan UBB.

Namun mereka minta agar pihak perusahaan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat adat serta bersikap transparan soal hasil bumi minyak dan gas yang akan lakukan proses pengeboran. Permintaan tenaga kerja lokal baik perempuan maupun laki-laki.

Mereka sangat berharap pihak perusahaan kedepan membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dalam hal penggunaan wilayah adat mereka. jalin kemitraan yang positif, segala sumber daya alam yang ada diperut bumi menjadi kesepakatan untuk diambil dan dikelola secara baik

Akan tetapi, mereka juga minta agar hasil dari proyek ini harus disampaikan secara terbuka sehingga tidak saja dampak pembagian DBH ke pemerintah daerah melainkan juga wilayah petuanan adat penghasil minyak dan gas akibat proyek raksasa ini.

Rencana, setelah sosialisasi pertama di Arguni, 8 Juni 2026 kemarin, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi tahap kedua pada, Kamis, 11 Juni 2026 di Kokas. Tim Tangguh LNG akan memperluas sosialisasi ini ke Wilayah Goras. Distrik Mbahamdandara serta terakhir di Distrik Tomage/Bomberay.

bp Indonesia menaruh perhatian besar pada pengembangan Distrik Kokas dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pendidikan sains dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat.

Di sektor pendidikan, bp memberikan dukungan fasilitas laboratorium IPA serta mendukung pengembangan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) di SMU Negeri 1 Kokas, yang dilengkapi dengan pengoperasian Rumah Pintar sebagai pusat literasi non-formal bagi anak-anak setempat.

Sementara di sektor ekonomi, peran nyata bp diwujudkan melalui pemberian pelatihan manajemen usaha dan strategi pemasaran bagi 20 pengusaha lokal Kokas, serta pendampingan koperasi kampung dan BUMKAM sebagai pusat pengumpulan (stocking point) produk pertanian dan perikanan yang diserap langsung untuk kebutuhan operasional Tangguh LNG.

Diketahui :

bp dan para kontraktornya mencatat pencapaian penting dalam proyek Tangguh Ubadari, CCUS, Compression (UCC), dengan siap diberangkatkannya jacket pertama Tangguh UCC untuk dipasang di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.

Jacket tersebut yang pertama dari empat konstruksi lepas pantai telah dimuat dengan aman ke atas tongkang pengangkut di Saipem Karimun Yard, Indonesia, dan siap menempuh perjalanan sekitar 5.800 kilometer menuju Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Pencapaian penting ini menegaskan komitmen yang kuat terhadap keselamatan, kualitas, dan kapabilitas nasional; semuanya untuk mendukung Indonesia dalam mencapai ketahanan energi. Target dalam waktu dekat Jacket tersebut akan tiba di Fakfak

“Jacket ini dibuat di Indonesia, oleh orang Indonesia, untuk Indonesia. Hal ini menegaskan komitmen kuat bp terhadap ketahanan energi nasional, pembangunan kapabilitas, serta membuka peluang bagi rantai pasok Indonesia, dalam perjalanan operasi kami selama 60 tahun di negara ini,” kata Kathy Wu, bp regional president Asia Pacific.belum lama ini.

Tangguh UCC memiliki komitmen TKDN sebesar 45%. Dalam lingkup pekerjaan lepas pantai, peralatan utama seperti jacket dan topside Ubadari difabrikasi di yard kontraktor di Karimun. Seluruh pipa untuk lingkup pekerjaan lepas pantai dilapisi di Jawa Timur, Indonesia.

Untuk lingkup pekerjaan darat, sejumlah modul  sedang dibangun di Bintan dan Batam oleh fabrikator modul Indonesia. Selain itu, berbagai komponen seperti instrumen, peralatan listrik, perpipaan, dan mesin dipasok oleh produsen Indonesia.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!