Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membantah isu yang menyebut ia terlibat dalam dugaan tindak penyadapan oleh eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto. Bahlil mengaku heran narasi seperti itu beredar belakangan. Padahal, ia mengaku juga merupakan korban penyadapan.
“Jadi ingin mereka mau membangun persepsi seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap?” ucap Bahlil dalam pelantikan pengurus DPD I Golkar Maluku, Sabtu (7/11) diunggah melalui chaenal youtube.
Ia membantah informasi yang menyebut ia ikut dalam rapat dengan para terduga pelaku tepat sebelum para jenderal itu ditangkap.
Bahlil mengatakan mereka yang menyebar isu itu merupakan pihak memanfaatkan ruang demokrasinya dengan kebablasan.
“Kalau memang ada rapat itu siapa aja, dibuka aja. Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu,” ucapnya.
Bahlil mendesak para oknum yang menyebarkan isu itu agar segera melakukan klarifikasi.
“Segera klarifikasi itu dan buktikan, saya minta kepada pihak aparat keamanan, pihak kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka aja,” tukas Bahlil.
Ia pun menyatakan bahwa Golkar mendukung penuh aparat penegak hukum dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang terjadi terkait dengan penyadapan ini.
Bahlil mengatakan bahwa isu ini merupakan isu murahan untuk mengguncang legitimasi Partai Golkar. Ia menyebut narasi yang dibangun belakangan ini mengarah pada upaya politik pecah belah.
“Yang mau bikin macam-macam, macam-macam, macam-macam gitu lho. Abu leke (omong kosong) kelas tinggi lagi ini. Saya sudah tahu orang-orang itu, saya sudah tahu. Kalian pikir saya orang kampung enggak ngerti? Aku paham,” ujarnya.
Bahlil mengatakan, prinsip ia dalam bekerja salah satunya adalah loyal. Ia mengatakan hal itu merupakan ciri khas orang Indonesia bagian Timur. Ia mengatakan bahwa ia takkan menjadi pengkhianat. Bahlil menyebut ia akan selalu setia dengan atasannya.
Diketahui, Poster Munaslub Golkar Beredar, Ahmad Doli Bantah Terlibat : Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar mulai memanaskan dinamika internal partai berlambang pohon beringin.
Sebuah poster yang mengklaim mengajak kader menyukseskan Munaslub pada 29 November 2026 beredar di media sosial. Namun, pimpinan Golkar memastikan informasi tersebut tidak benar.
Poster itu memuat ajakan bertajuk “Sukseskan Munaslub Partai Golkar” dengan seruan “Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo”.
Nama Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung bahkan dicantumkan sebagai calon ketua umum atau Caketum.
Dalam poster tersebut, acara disebut akan berlangsung di Hotel Mercure Convention Center Ancol pada Minggu, 29 November 2026.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji secara tegas membantah kebenaran informasi tersebut.
“Hoax semata,” ujar Sarmuji saat dikonfirmasi.
Bantahan juga datang langsung dari Ahmad Doli. Ia menegaskan tidak mengetahui, apalagi terlibat, dalam pembuatan maupun penyebaran poster yang mengaitkan namanya dengan agenda Munaslub.
“Berkenaan dengan beredarnya flyer yang berisi isu adanya Munaslub yang akan digelar 29 November 2026.
Saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak ada kaitannya, bahkan tidak tahu menahu soal penyebaran isu tersebut,” kata Doli.
Kudeta Beringin Menggema! Ahmad Doli Siap Gulingkan Bahlil Usai Terseret Skandal Sadap Prabowo?
Badai politik tiada henti menghantam lingkaran kekuasaan. Kali ini, suhu internal Partai Golkar mendadak mendidih usai meledaknya isu kudeta untuk melengserkan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Aroma perlawanan ini tercium tajam setelah beredarnya flyer seruan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada Jumat (6/11/2026).
Poster digital tersebut secara terang-terangan memajang wajah politikus senior Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Calon Ketua Umum dengan narasi konfrontatif yang menohok: “Sukseskan Munaslub Partai Golkar: Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo”.
Rencana kudeta yang dijadwalkan meletus pada 29 November 2026 di Ancol ini tak lepas dari prahara mega-skandal spionase.
Bahlil santer dituduh ikut ‘cawe-cawe’ dalam operasi penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang didalangi komplotan mantan Kapolri Listyo Sigit.
Rumor ini kian liar usai pengamat intelijen Sri Radjasa Chandra membocorkan adanya sosok “Ketua Umum Parpol pendukung pemerintah sekaligus menteri” yang terafiliasi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang dituding berada di pusaran skandal tersebut.
Melihat celah ini, Ahmad Doli dikabarkan langsung bermanuver mengamankan tiket ke puncak Beringin.
Sumber internal menyebut Doli tengah membidik restu dari petinggi parpol papan atas, salah satunya Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Gerindra sendiri diisukan mulai gerah dengan kepemimpinan Bahlil yang dinilai terlalu loyal menjadi kepanjangan tangan “Geng Solo” bentukan Jokowi, alih-alih tegak lurus pada Presiden Prabowo.
Menghadapi ancaman kudeta dan tudingan makar intelijen, DPP Partai Golkar langsung merapatkan barisan.
Sekjen Golkar, Muhammad Sarmuji, pasang badan dan menepis keras seluruh tudingan tersebut sebagai hoaks murahan.
“Sesuatu yang tidak bisa dikonfirmasi, sebenarnya tidak perlu dihiraukan,” tegas Sarmuji, Jumat (6/11/2026).
Ia mengingatkan publik pada fitnah murahan serupa di tahun 2024 soal ‘Ketum Partai Besar Aniaya Wanita’ yang sempat diarahkan ke Golkar,
Namun terbukti salah alamat. Sarmuji mendesak seluruh kader Beringin tak termakan bola liar yang sengaja dihembuskan untuk memecah belah partai.




