12.6 C
New York
Senin, April 27, 2026

Buy now

Tersentuh Program Fakfak Cerdas, Suara Do`a dari Ponpes Nuu Waar AFKN Untuk SANTUN

Fakfak – Program Pendidikan Gratis Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. periode 2025-2030. Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendi tersentuh Santri/i khususnya Anak-Anak Asli Fakfak yang saat ini sedang menempuh studi Pendidikan di Pondok Pesantren Nuu Waar AFKN.

Atas coretan tinta pena kasih Samaun Dahlan – Donatus Nimbitkendik. keduanya mendapat apresiasi dari dalam pondok pesnatren Nuu Waar AFKN besutan KH. Ust. Fadzlan Garamatan. Mereka menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian pemerintah daerah Kabupaten Fakfak.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Fakfak yang telah memberi beasiswa atas nama pemerintah daerah kepada kami sehingga bisa belajar di pesantren Nuu WAAR AFKN pimpinan Ust. Fadzlan Garamatan”. Ucap peserta santri melalui akun tiktok @AfknTV diunggah media ini.

Mereka do`akan agar Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik diberikan kekuatan dan kemampuan dalam membangun Kabupaten Fakfak lebih baik menuju daerah yang dapat msensejahterakan masyarakat, mereka juga menyampaikan suatu ketika bertemu akan menyampaikan terima kasih dan apresiasi untuk keduanya.

“Saya juga berharap. Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik terus mendukung Pondo Pesantren Nuu Waar AFKN di Jakarta sebagai pondok penampung anak-anak dari Indonesia Timur dan Tanah Papua Khususnya dalam program mencerdaskan kehidupan masyarakat Kabupaten Fakfak.” Jelas salah satu santri dalam akun tiktok tersebut.

Mereka mengaharapkan agar program tersebut (Pendidikan Gratis) tidak saja menyasar ke mereka di Pondok Pesantren Nuu Waar melainkan juga kepada anak-anak Fakfak yang berada di Sekolah lain diberbagai daerah dan asal dari kampung lainya dari Fakfak untuk belajar seperti mereka di Pesantren Nuu Waar.

Diketahui, program pendidikan gratis yang dimaksud dalam gagasan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. periode 2025-2030. Samaun Dahlan dan Donatus Nimbitkendik adalah. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk biaya masuk sekolah dari TK-SMA, kemudian seragam sekolah dari semua jenjang sekolah. Selain itu ada biaya bebas SPP.

Tahun 2025 kemarin. realisasi anggaran program pendidikan gratis dikemas dalam program Fakfak Cerdas dengan total anggaran sebesar Rp. 21 Miliar. Terdiri dari, Seragam Sekolah 3 Pasang, Program Beasisswa Untuk S1, S2, dan S3,.Biaya Gratis Masuk Sekolah, serta pengembangan potensi olahraga lainya.

“Mengenal proses pembelajaran di Pondok Pesantreen Nuu Waar AFKN”

Metode pendidikan di pondok pesantren terbilang lengkap. Sebab, sistem pendidikan dan kurikulum di pesantren merupakan perpaduan tiga kurikulum, yaitu kurikulum dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan pesantren itu sendiri.

Begitu pula yang terlihat dalam proses belajar-mengajar di Pondok Pesantren (ponpes) Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN). Di dalam proses pembelajaran sehari-hari, ponpes yang berlokasi di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, itu menerapkan perpaduan tiga kurikulum. Yaitu kurikulum dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan kurikulum pondok pesantren.

“Untuk kurikulum pesantren, menguatkan khas pesantren Nuu Waar. Jadi ketika lulus, santri diberikan tiga ijazah,” kata Ustadz Abdul Kholiq SQ.

Ada pun dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), Ponpes Nuu Waar menggunakan metode halaqah, kelas, maupun training. Ustadz Kholiq menuturkan, metode halaqah biasanya digunakan untuk pembelajaran Al Qur’an dan Hadits.

Metode kelas digunakan untuk pembelajaran materi umum. Sedangkan metode training untuk materi peningkatan dan penguatan keterampilan (skill).

Tentang training, Ustadz Kholiq menjelaskan, ada yang ditujukan untuk santri, ada pula untuk guru. Juga ada training untuk santri dan guru.

Training guru terkait dengan aktivitas guru dan Al Qur’an. Training studi motivasi (ditujukan) untuk santri dan guru. Pematerinya dari luar pondok, berlatar pendidikan yang bagus,” jelas Ustaz Kholiq.

Ustaz Abdul Kholiq melanjutkan, training untuk para guru menjadi program yang begitu penting. Sebab, menurut Sarjana Qur’an lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta itu, guru harus terus ditingkatkan kompetensinya.

“Yang lebih penting dari metode adalah guru. Sebab, guru-lah yang 24 jam bersama santri. Mengarahkan santri. Jadi, ruh guru harus tangguh. Guru pesantren harus sabar dan kemampuannya harus mumpuni,” ucap Ustadz Kholiq.

Selain itu, Ponpes Nuu Waar juga rutin menggelar berbagai training. Di antaranya adalah training bahasa Arab, cara baca kitab, dan cara menerjemahkan Al Qur’an. Juga ada training cara mengajar, bela negara, kedisiplinan, leadership, hingga thibun nabawi.

Untuk diketahui, Ponpes Nuu Waar AFKN dikenal sebagai pesantren yang memiliki ribuan santri. Dari ribuan santri tersebut, mayoritasnya adalah penduduk asli dari pelosok daerah di Indonesia Timur. Semisal Papua, Maluku, NTT, NTB, maupun Sulawesi.

Ponpes yang didirikan oleh da’i asal Papua, KH MZ Fadzlan R. Garamatan, itu tidak memungut biaya pendidikan dari para santri. Semua biaya, mulai dari SPP, pakaian, hingga makan dan minum, semuanya berasal dari bantuan umat.

“Ini adalah amanah dari umat yang harus dijalankan,” ujar Kiai Fadzlan dalam satu kesempatan.

Ketika itu, Kiai Fadzlan berharap dukungan dari berbagai pihak untuk keberlanjutan pendidikan bagi para generasi muda dari Indonesia Timur.

Sebab, seluruh santri yang belajar di Pondok Pesantren Nuu War ini setelah lulus akan kembali ke kampung halamannya dan membangun daerah mereka masing-masing.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!