21.6 C
New York
Sabtu, September 12, 2026

Buy now

UMKM Fakfak Bertahan di Arena Lomba Islami, Tumbuhkan Ekonomi Masyarakat

WAHIDIN PUARADA :

“Setiap malam, masyarakat disuguhkan berbagai kegiatan religius dan budaya, mulai dari lantunan selawat, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sejarah masuknya Islam di Tanah Papua, pertunjukan seni daerah seperti Posita dan Samrah, hingga penampilan berbagai kelompok peserta dari anak-anak hingga orang dewasa.”

Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. ketika menyampaikan sosialisasi di Kampus Politeknik Negeri Fakfak, Sabtu, 25 Juli 2026 kemarin, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com
Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. ketika menyampaikan sosialisasi di Kampus Politeknik Negeri Fakfak, Sabtu, 25 Juli 2026 kemarin, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak – Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026 mendatang. Wahidin Puarada mengatakan, saat ini semua masyarakat di fokuskan pada kegiatan Lomba Islami yang berlangsung sejak 15 Juli 2026 kemarin dan berakhir 4 Agustus 2026 mendatang menjelang acara puncak.

Lomba Islami yang berlangsung di arena RTH. Jalan Reklamasi Fakfak menghipnotis berbagai pihak terutama masyarakat kecil yang ingin mengais rejeki halal dari banyaknya pengunjung di arena tersebut. Hingga malam ke – 14, pengunjung tetap bertahan

Mereka datang dari berbagai kelompok untuk berpartisipasi menyukseskan Lomba Islam dalam rangka peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. mereka berbondong-bondong dengan anggota keluarga menyaksikan berbagai jenis lomba setiap malam di lokasi RTH Fakfak. tujuanya adalah menyongsong hari masuknya agama islam di tanah papua.

Wahidin Puarada selaku Ketua Panitia bersama anggota kepanitiaan lainya terus membangun kepercayaan publik yang sangat kuat dalam rangka meyakinkan masyarakat untuk hadiri perayaan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026 mendatang, harus ada sejarah baru bahwa puluhan ribu orang hadir pada acara puncak di RTH Fakfak.

Kegiatan Lomba Islam ini membawah banyak manfaat baik bagi orang tua maupun anak-anak yang sedang berjuang untuk menjadi duta-duta terbaik Fakfak kedepan. paling tidak, dengan adanya lomba ini mereka tidak fokus lagi didepan layar hanphone sebagaimana biasanya. Mereka hanya fokus membaca dan menghafal Al-Qur`an serta jenis lomba yang diikuti.

Manfaat berikut adalah, Kata Wahidin Puarada. Anak-anak yang tadinya berkeliaran bebas dilingkungan keluarga diperhadapakn dengan tugas baru yaitu konsentrasi pada perlombaan yang sedang dilaksanakan di RTH Fakfak. minimal habiskan waktu untuk latihan berbagai jenis lomba, seperti Baca Surat Yasin, Al-Barzanji, Qasidah, serta Samra dan lain-lain.

Semua itu, kata WP. Dilakukan dalam rangka membina kader-kader Islami yang bertanggungjawab terhadap masa depan mereka, terutama menjadi kebanggan orang tua masing-masing, sebetulnya tugas ini bukan saja saat momen lomba tersebut tetapi dijadikan sebagai tugas rutin agar setiap anak dibekali dengan nilai-nilai agama, membaca Al-Qur`an dengan baik.

“Saya ingin berpesan kepada seluruh masyarakat bahwa kegiatan ini tidak dilihat sekedar perlombaan tetapi lebih dari itu adalah bagaimana membina dan mengajak anak-anak untuk terus membaca sholawat dengan bacaan yang baik dan benar serta menghafal ayat-ayat al-qur`an, paling tidak anak-anak kita tidak lagi fokus didepan camera handphone”, Terang Wahidin.

Lomba Islami Bernilai Ekonomi bagi Masyarakat

Wahidin Puarada memberikan apresiasi kepada seluruh anggota panitia peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua Tahun 2026 termasuk para pihak yang tidak disebutkan masing-masing, ia merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama mereka yang memiliki stand UMKM.

Saat ini ada puluhan UMKM termasuk UMKM AFKN dan UMKM TP-PKK Kabupaten Fakfak. setiap malam sejak sore hingga acara acara lomba dinyatakan berakhir, mereka juga bertahan dengan aneka jualan masing-masing yang telah disiapkan memiliki variasi harga yang berbeda-beda tentu sangat terjangkau oleh pembeli.

Ini kemudian bagian dari cara bagaimana Panitia mendorong program pemerintah daerah Kabupaten Fakfak dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM di Kabupaten Fakfak. Wahidin sangat apresiasi karena antusias masyarakat cukup tinggi.

Selain hadirnya puluhan UMKM di arena Lomba Islam di RTH. Para pengunjung juga tidak mau kalah, kadang ada anggota keluarga yang memilih makan malam dengan pesanan aneka menum di arena RTH dan dihidangkan sambil menikmati lantunan ayat-ayat suci al-qur`an dari panggung terbuka RTH Fakfak.

Suasana ini sangat memberikan inspirasi yang positif bagi masyarakat karena semua orang yang hadir setiap malam di arena RTH Fakfak pasti mendapatkan pahala yang berlipat ganda, belanja di UMKM pasti mendapat pahala karena membantu masyarakat dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga mereka, mendengar ayat suci al-qur`an, yang mendengar maupun yang membaca sama-sama mendapat pahala.

Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dan Mantan Bupati Fakfak. Wahidin Puaradar, foto bersama usia Sholat Idul Adha 1447H/2026M di Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak, foto;rustam rettob/mataradarindonesia.com
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan dan Mantan Bupati Fakfak. Wahidin Puaradar, foto bersama usia Sholat Idul Adha 1447H/2026M di Masjid Agung Baitul Makmur Fakfak, foto;rustam rettob/mataradarindonesia.com

Puluhan Ribu Orang Hadir di RTH Mengukri Sejarah Baru

Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, Wahidin Puarada, mengajak seluruh masyarakat Fakfak untuk menjadi bagian dari sejarah dengan menyukseskan rangkaian kegiatan hingga puncak peringatan pada 8 Agustus 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ma’ruf Amin.

Ajakan tersebut disampaikan Wahidin saat melakukan sosialisasi kepada mahasiswa Politeknik Negeri Fakfak (Polinef). Menurutnya, momentum peringatan 666 tahun Islam di Tanah Papua bukan sekadar agenda seremonial, tetapi kesempatan bagi masyarakat untuk meninggalkan jejak sejarah bagi generasi mendatang.

Ada dua target besar yang ingin diwujudkan dalam puncak peringatan tersebut. Pertama, menghadirkan puluhan ribu masyarakat di RTH Ma’ruf Amin, sebuah capaian yang belum pernah terjadi dalam kegiatan keagamaan di Kabupaten Fakfak.

Target kedua adalah menghadirkan masyarakat dari berbagai agama dalam satu ruang kebersamaan sebagai implementasi nyata falsafah Satu Tungku Tiga Batu, yang selama ini menjadi simbol kehidupan harmonis masyarakat Fakfak.

“Yang hadir nanti bukan hanya umat Islam, tetapi juga saudara-saudara kita yang beragama Kristen, Katolik, Protestan dan agama lainnya. Itulah wujud nyata Satu Tungku Tiga Batu yang ingin kita tunjukkan kepada Indonesia,” katanya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!