Jakarta – Bupati Fakfak. Samaun Dahlan menyampaikan sejumlah persoalan daerah dan usulan program pertanian ke Menteri Pertanian Republik Indonesia. Andi Amran Sulaeman. Pada Kamis, 11 Juni 2026 siang di Aula Kantor Kementerian Pertanian. Di Jakarta. melalui forum RDG Rapat Koordinasi Terkait Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua Tahun 2026.
Pertemuan tersebut. Menteri Pertanian. Andi Amran Sulaeman mengundang 6 Gubernur di Papua, 28 Bupati Kabupaten di Tanah Papua. termasuk Bupati Fakfak. Samaun Dahlan. didampingi Karo Adpim/Kabag Protokol/Adc/Sespri/Staf Gubernur, Bupati & Wali Kota Wilayah Papua yang hadir.
Samaun Dahlan pada momentum itu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengusulkan sejumlah rencana program pemerintah daerah dibidang pertanian. Didalamnya pengusulan penambahan 1.000 hktr lahan pala tahun 2026. Dengan demikian program tanam pala sebesar 2.000 hektar dikucurkan selama tahun 2026 kepada pemda fakfak.
Tidak saja itu, Samaun Dahlan melihat peluang lain adalah soal kelapa. Biasanya di musim panen telur ikan terbang. Masyarakat Sulawesi yang datang dari takalar harus berjibaku melawan ombak dan angin menuju Fakfak – papua Barat untuk melaut mengumpulkan telur ikan terbang. bahan baku yang lazim dilakukan adalah penggunaan daun kelapa.
Disitu Bupati Fakfak. Usulkan kepada Menteri Pertanian agar Menteri memberikan program tanam kelapa agar bisa diberikan kepada masyarakat sehingga bisa menanam pohon kelapa. Bayangkan saja, setiap tahun masyarakat takalar yang ingin mengumpulkan telur ikan terbang harus butuh 30.000 daun kelapa per/kapal. Kalau setiap tahun puluhan kapal yang masuk maka kebutuhan daun kelapa diatas ratusan ribu.
Tapi untuk bagaimana menaklukkan sang Menteri asal Takalar. Sulawsei ini maka Bupati menggunakan cara mengurai perjalanan dan orang-orang yang berminat dibidang penangkapan telur ikan terbang.
Masuk dari masalah daun kelapa. Kemudian masyarakat dari takalar. Sulawesi hingga butuh program. Letak disini Menteri Pertanian menganggap cara bupati fakfak Golkan program sangat jitu dan dianggap cerdas cara olahnya.
“Kelapa di Fakfak digunakan daun Pak Menteri. selain buah, Daun ini digunakan untuk apa, digunakan daunya pada saat musim pengumpulan telur ikan terbang. Dan ini sebagian besar diperankan oleh masyarakat dari Takalar. Sulawesi Selatan.
Saya kaget karena kebutuhan sangat tinggi, makanya saya berfikir pengembangan kelapa ini sangat tepat untuk tidak saja soal daun tetapi menjadi salah satu tanaman paling bermanfaat untuk masyarakat. Boleh 1.000 Hektar, boleh” Jelasnya.
Menteri spontan mengatakan. Bupati Fakfak. Samaun Dahlan cerdas melihat peluang dan pintar mengambil hatinya degan olahan jitu itu,.
Menurut Amran. Karena Menteri Pertanian ini orang Sulawesi dan rata-rata pengguna daun kelapa itu adalah masyarakat takalar. Sulawesi dan kebutulan juga Menteri Pertanian orang Sulawesi sehingga usulan program itu sangat tepat untuk diusulkan.
“Ini Bupati Fakfak ini sangat cerdas dan pintar, diputar ke ikan terbang, masuk ke takalar, itu kampung halaman saya, putar kembali ke program pertanian. Masuk itu barang, yang jelas Bupati Fakfak ini cerdas”, Terang Mentan ke Bupati Fakfak. Samaun Dahlan didepan 6 Gubernur Se-Tanah Papua.




