
Fakfak – Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua diambang perayaan. Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. Wahidin Puarada ajak seluruh pemangku kepentingan (Stakeholder) di Tanah Papua untuk bersatu menyukseskan peringatan Hari Besar Agama Islam dimaksud di Tanah Papua.
Puncak peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua akan dilaksanakan pada. 8 Agustus 2026 mendatang bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kabupaten Fakfak – Provinsi Papua Barat. untuk memperingati Masuknya Agama Islam di Tanah Papua Tahun 2026. Panitia menggelar Lomba Islami telah diresmikan Bupati Fakfak sejak 15 Juli 2026 yang lalu.
Semangat peserta untuk mengikuti berbagai lomba ini cukup tinggi antusiasnya hingga telah terdaftar sebanyak 233 Grup. Setiap grup terdapat jumlah peserta 16 bahkan 20 orang dengan target pada puncaknya puluhan ribu masyarakat padati RTH Kabupaten Fakfak. lomba ini menjadi momentum bagi anak-anak agar mereka berkembang dari sisi pemahan keislaman.
Sebanyak 6-7 lomba yang dipanggungkan setiap malam sejak 15 Juli 2026 malam kemarin dan finish di 4 Agustus 2026 malam besok yaitu, Sholawat, Samrah, pembacaan Surah Yasin, penabuhan Tifa Hadrat, pidato, pembacaan Barzanji, serta penabuhan Tifa Sawat. Seluruh cabang lomba diikuti peserta dari berbagai kelompok usia yang berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Fakfak.
Wahidin Puarada pada malam keempat diarena Lomba menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan pelaksanaan lomba dan puncak peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. pertama, setiap orang maupun kelompok harus menyiapkan diri selain mengikuti lomba harus datang dan ikuti perayaan puncak peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah papua pada 8 Agustus 2026 mendatang di RTH Fakfak.
“Sudah berada pada empat malam lomba Islami. Mari kita semua berikan dukungan kepada anak-anak kita yang semangatnya luar biasa mengikuti lomba dalam rangka peringatan Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. dengan adanya lomba ini, konsentrasi anak-anak untuk bermain handphone menurun menjadi fokus untuk belajar tentang nilai-nilai Agama Islam melalui lomba-lomba tersebut”, Jelasnya. 19 Juli 2026 malam
Wahidin menegaskan bahwa yang menyelenggarakan kegiatan peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua adalah semua orang di Fakfak. bukan Panitia. Menurutnya, Panitia hanya mengarahkan dan menyiapkan kebutuhan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan peringatan hari besar islam di Fakfak. dukungan ini baik yang beragama Islam bahkan maupun yang beragama Kristen. (Protestan, Katholik, Hindu dan Budha).
“Panitia hanya mengarahkan untuk kegiatan ini berjalan semeriah mungkin, oleh karena itu kami berharap semua orang Fakfak tanggal 8 Agustus 2026 itu tumpah ruah di RTH Fakfak. kita punya kekuatan dahsyat menjadi modal adalah 233 Grup, jika satu grup terdiri dari 20 peserta maka berjumlah 4.660 Orang diluar undangan peserta”, Jelasnya.
Dengan jumlah peserta diluar tamu undangan lainya maka Panitia. Kata Wahidin Puarada ingin melihat pada puncak peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua terlihat fragmentasi warna yang berbeda yang membuat pemandangan RTH di Fakfak menjadi indah di pagi hari.
“Caranya adalah hari itu. 8 Agustus 2026 pagi. Setiap peserta hadir dengan seragamnya masing-masing. seragam tersebut adalah yang digunakan pada saat lomba di malam hari, nantinya anak-anak yang berusia 4 tahun juga diantar ke RTH dan berjejer di areal RTH. Untuk apa? Untuk menyaksikan berbagai agenda kegiatan di RTH. Kemudian barisan berikut adalah remaja dan ibu/ibu bapak-bapak” Urainya.
Diprediksi 31.000 Orang di Kabupaten Fakfak akan hadir di RTH diluar undangan dari luar Kota Fakfak, diingatkan agar setiap orang datang membawah dua kotak berisikan kue dan air gelas atau sejenisnya. Satu kotak untuk panitia dan satu kotak lainya untuk digunakan masing-masing orang. Kemudian menyiapkan tas kresek agar menyimpan sampah sehingga usai kegiatan jangan ada sampah yang tertinggal.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, secara resmi membuka Perlombaan Islami dalam rangka menyongsong 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. Kegiatan yang berlangsung di Panggung Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kabupaten Fakfak, Rabu malam 15 Juli 2026,
Bupati mengatakan peringatan 666 tahun masuknya agama Islam di Tanah Papua merupakan momentum sejarah yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Papua, khususnya Kabupaten Fakfak. Menurutnya, peringatan tersebut bukan hanya mengenang perjalanan syiar Islam, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan keharmonisan masyarakat.
Samaun Dahlan menegaskan bahwa nilai-nilai toleransi dan kearifan lokal telah tumbuh serta berkembang secara harmonis di Fakfak. Hal itu tercermin dalam filosofi Satu Tungku Tiga Batu yang selama ini menjadi perekat kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Peringatan 666 tahun masuknya agama Islam di Tanah Papua merupakan momentum sejarah yang sangat penting dan sarat akan makna. Ini bukan hanya tentang perjalanan syiar Islam semata, tetapi juga tentang nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kearifan lokal yang telah tumbuh dan berkembang secara harmonis di tengah masyarakat Papua, khususnya di Fakfak yang kita kenal dengan filosofi Satu Tungku Tiga Batu,” ujar Samaun Dahlan.
Catatan mataradarIndonesia.com! Wahidin Puarada selaku Ketua Panitia didampingi Sekretaris Aslam B. Mahubessy dibantu Pengurus Panitia lainya telah melakukan berbagai komunikasi untuk persiapan puncak peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026 mendatang. yaitu,
Menemui Kapolres Fakfak, pihak Kepolisian Resort Fakfak sebagai penanggungjawab Kamtibamas. Dibantu juga dengan pihak Kodim 1803/Fakfak, Kemudian juga ke PLN soal jaringan listrik serta PDAM untuk membantu menyiapkan air bersih diarena. Disamping itu Panitia juga telah menyiapkan UMKM yang berjumlah 60 Lapak di area kegiatan lomba.
Berbagai lapak UMKM ini terlihat padat rayap kunjungan setiap malam baik oleh panitia maupun masyarakat umum, tentunya disana tersedia berbagai hidangan yang bisa direquest. Harga tersedia juga sangat terjangkau bagi seluruh masyarakat, tampak anggota masyarakat dari berbagai kalangan ingin menyaksikan lomba islami setiap malam tanpa harus menyiapkan bekal karena telah tersedia UMKM dengan beragam manu.




