11.8 C
New York
Rabu, April 29, 2026

Buy now

Puskesmas Bomberay Butuh Tenaga Operasional Ambulance, Dinkes Fakfak Segera Eksekusi

Fakfak – Untuk menunjang pelayanan kesehatan di Wilayah Distrik Bomberay dan sekitranya maka Puskesmas Bomberay sangat butuh satu tenaga driver (sopir) yang mampu mengoperasikan kendaraan ambulance. Karena tenaga yang digunakan saat ini adalah seorang ASN aktif yang setiap saat dibutuhkan ia juga disibukkan dengan pekerjaan kantor.

Pihak puskesmas ingin tenaga lepas dari ikatakan dinas atau bisa tenaga honorer biasa. Usulan itu disampaikan Kepala Puskesmas Distrik Bomberay kepada Bupati Fakfak. Samaun Dahlan belum lama ini pada acara Musrenbang Distrik Bomberay. 25 Februari 2026. Hadir ketika itu Bupati dan Wakil Bupati Fakfak. Dandim 1803/Fakfak sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemda Fakfak

Kepala Puskesmas Bomberay. Abdul Azis Al-Zubaidy mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi Puskesmas Distrik Bomberay, namun salah satu yang sangat dibutuhkan dan menjadi fatal ketika tidak ada tenaga driver (sopir) yang bisa mengoperasikan kendaraan antar jemput pasien rujukan maupun orang meninggal menggunakan mobil jenazah.

“Kami dituntut dengan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat, tetapi kami mengalami kendala. Pertama, saya minta terima kasih karena di kepemimpinan Pak Samaun dan Donatus sidang APBD Fakfak dimulai awal tahun. Kedua, terima kasih sudah berikan tambahan satu unit kendaraan operasioal ambulance oleh pak Bupati.

Berikut saya minta tenaga sopir ambulance pak bupati, karena kadang kami masih tidur ada informasi segera rujuk pasien ke kota. Permasalahanya adalah. Tidak ada sopir tetap. Jadi kami harus saling baku tunggu. Dan baku cari siapa yang bisa jadi sopir. Syukur-syukur kalau siang, andaikan malam, kami benar-benar kewelahan.

Saya sampaikan ke Pak Bupati bahwa. Sopir yang ada di Puskesmas Bomberay adalah tenaga perawat semua. Sementara di pemda sana ada banyak tenaga honorer yang nganggur kalau bisa satu atau dua orang yang mampu mengoperasikan kendaraan ambulance bisa ditugaskan di bomberay sebagai driver”, Terang Al Zubaidy.

Selain butuh tenaga driver untuk mengoperasikan kendaraan ambulance. Ia juga minta kendaraan ambulance harus lebih dari satu karena rujukan dari puskesmas Bomberay ke Fakfak cukup jauh. Dimana ketika satu kendaraan sedang dalam perjalanan tiba-tiba ada lagi pasien yang harus segera dirujuk.

Hal ini bisa berdampak buruk terhadap pelayanan kesehatan apabila fasilitas tersebut tidak terpenuhi dan diperhatikan dengan baik. Akibat karena kendaraan ambulance yang dijadikan sebagai kendaraan operasional rujukan terbatas.

Kadang masyarakat maupun pihak puskesmas menggunakan mobil biasa atau rental yang jalurnya Fakfak – Bomberay. Ini tentunya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Harapanya kedepan fasilitas dan tenaga driver bisa menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Bupati Fakfak merespon usulan tersebut, pertama memenuhi permintaan satu unit ambulance yang mana diperintahkan kepada kepala dinas kesehatan agar segera memberikan ambulance tersebut ke puskesmas bomberay di tahun 2026 ini,

Menyangkut dengan usulan pembangunan gedung baru puskesmas bomberay. Bupati Fakfak perintahkan kepada Kepala bappeda dan Litbang agar dimasukkan dalam rencana program dan anggaran tahun 2027 mendatang.

Ketiga, terkait dengan dukungan tenaga driver ambulance. Bupati fakfak sampaikan akan menindaklanjutinya dan melihat tenaga honorer yang nganggur di pemda atau di Distrik Bomberay.

Ia juga perintahkan kepala dinas kesehatan fakfak untuk segera menjawab keluhan dari kepala puskemas bomberay.

(ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!