18.7 C
New York
Selasa, April 28, 2026

Buy now

PDIP Desak Segera Bahas RUU Pemilu Demi Kualitas Demokrasi

Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mendorong DPR RI dan Pemerintah untuk segera memulai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Langkah ini dinilai mendesak mengingat kompleksitas tahapan pemilu yang panjang serta krusialnya regulasi tersebut bagi kepentingan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4/2026) kemrain dikutip daam akun twitter resmi Hasto.

Ia menegaskan bahwa pemilu bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan instrumen utama dalam menjaga marwah demokrasi di Indonesia.

Menurut Hasto, persiapan yang matang melalui regulasi yang jelas sangat diperlukan karena pemilu merupakan perwujudan kedaulatan rakyat.

“Pemilu mencakup hajat hidup orang banyak yang dimanifestasikan dalam suara rakyat. Mereka secara merdeka dan berdaulat menyampaikan pilihannya,” ujar Hasto dalam akun twitternya.

Ia menambahkan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada kesiapan regulasi.

“Ini adalah mekanisme lima tahunan untuk membangun kualitas demokrasi yang harus dipersiapkan dengan baik, termasuk melalui Undang-Undang Pemilu,” tegasnya.

Demi mempercepat proses legislasi, PDI Perjuangan mengajak seluruh kekuatan politik di parlemen untuk bersinergi.

Hasto menekankan pentingnya kolaborasi lintas fraksi agar pembahasan RUU ini tidak berlarut-larut.

“PDI Perjuangan mendorong kerja sama dengan fraksi-fraksi lain agar pembahasan UU Pemilu segera direalisasikan,” imbuhnya. Fokus pada Isu Strategis dan Independensi

Secara internal, PDI Perjuangan mengaku telah melakukan langkah antisipatif dengan mengkaji berbagai poin krusial dalam sistem pemilu melalui serangkaian lokakarya (workshop).

Beberapa isu strategis yang menjadi fokus PDI Perjuangan antara lain: Sistem Pemilu : (Mencari format terbaik untuk representasi rakyat), Ambang Batas (Threshold) : (Menentukan batas minimum yang proporsional), Independensi Penyelenggara : (Memastikan KPU dan Bawaslu bebas dari intervensi).

“Kami ingin memastikan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil) betul-betul dapat dijalankan dan tertuang didalam RUU itu,” ungkap Hasto.

Hasto berharap pembahasan RUU Pemilu dilakukan secara komprehensif. Tujuannya jelas. Menghasilkan sistem yang lebih transparan dan berintegritas demi memperkuat fondasi demokrasi di tanah air.

(ret)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

error: Content is protected !!