Fakfak – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mendukung percepatan investasi sektor minyak dan gas (migas), khususnya melalui pelaksanaan survei seismik di wilayah Arguni dan Blok Gaea.
Pernyataan tersebut disampaikan Samaun Dahlan, Rabu 13 Mei 2026, menyusul rencana kedatangan sarung seismik untuk kegiatan survei di Blok Ubadari yang dijadwalkan tiba pada 21 Mei 2026.
“Insya Allah kalau tidak ada halangan, pada tanggal 21 Mei 2026 sarung untuk kegiatan seismik di Blok Ubadari akan tiba di Arguni,” kata Samaun.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan segera menggelar rapat koordinasi bersama berbagai pihak guna memastikan proses survei seismik berjalan lancar dan sesuai rencana.
Menurutnya, aktivitas survei seismik di kawasan perairan Arguni nantinya akan berdampak pada pembatasan lalu lintas laut karena tingginya aktivitas operasional di lokasi pekerjaan.
“Begitu sarungnya tiba, maka aktivitas lalu lintas laut maupun kapal-kapal tidak bisa lagi bebas melintas di area itu karena aktivitas seismik cukup tinggi di perairan Arguni,” ujarnya.
Karena itu, Samaun meminta dukungan penuh dari masyarakat Fakfak agar seluruh tahapan investasi migas dapat berjalan aman dan kondusif demi kepentingan pembangunan daerah.
“Saya meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses ini, karena pemerintah daerah sedang mendorong percepatan agar Fakfak bisa menjadi daerah penghasil migas,” tuturnya.
Ia menilai, keberadaan industri migas di Fakfak akan membuka peluang besar bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor dana bagi hasil perusahaan migas.
“Kalau kita sudah masuk sebagai daerah penghasil, maka dana bagi hasil dari perusahaan bisa kita peroleh dan itu akan membantu peningkatan PAD daerah,” ungkapnya.
Selain itu, Samaun mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima kunjungan dari SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk membahas persiapan survei seismik di Blok Gaea dan Gaea II.
Ia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Fakfak akan melibatkan para Raja, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Dewan Adat, dan tokoh agama dalam pembahasan pengembangan sektor migas di daerah tersebut.
“Dalam waktu dekat saya akan mengumpulkan para raja, LMA, dewan adat, dan tokoh agama untuk membahas persiapan produksi di Arguni dan persiapan survei seismik di Blok Gaea dan Gaea II,” jelasnya.
Samaun Dahlan berharap percepatan investasi sektor migas di Fakfak dapat segera terealisasi sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Sebelumnya, bp dan para kontraktornya mencatat pencapaian penting dalam proyek Tangguh Ubadari, CCUS, Compression (UCC), dengan siap diberangkatkannya jacket pertama Tangguh UCC untuk dipasang di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
Jacket tersebut yang pertama dari empat konstruksi lepas pantai telah dimuat dengan aman ke atas tongkang pengangkut di Saipem Karimun Yard, Indonesia, dan siap menempuh perjalanan sekitar 5.800 kilometer menuju Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Pencapaian penting ini menegaskan komitmen yang kuat terhadap keselamatan, kualitas, dan kapabilitas nasional; semuanya untuk mendukung Indonesia dalam mencapai ketahanan energi.
“Jacket ini dibuat di Indonesia, oleh orang Indonesia, untuk Indonesia. Hal ini menegaskan komitmen kuat bp terhadap ketahanan energi nasional, pembangunan kapabilitas, serta membuka peluang bagi rantai pasok Indonesia, dalam perjalanan operasi kami selama 60 tahun di negara ini,” kata Kathy Wu, bp regional president Asia Pacific.
Fabrikasi dilakukan di Karimun Yard, yang selama beberapa dekade telah memproduksi seluruh instalasi lepas pantai Tangguh LNG, serta sejumlah proyek bp lainnya di berbagai negara.
“Kami ingin berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian ESDM dan SKK Migas, atas dukungan yang senantiasa diberikan. Sebagai mitra strategis energi Indonesia selama 60 tahun, kami percaya kemitraan ini dapat terus berlanjut untuk membantu Indonesia mencapai ketahanan energi,” tambah Kathy.
Tangguh UCC memiliki komitmen TKDN sebesar 45%. Dalam lingkup pekerjaan lepas pantai, peralatan utama seperti jacket dan topside Ubadari difabrikasi di yard kontraktor di Karimun.
Seluruh pipa untuk lingkup pekerjaan lepas pantai dilapisi di Jawa Timur, Indonesia. Untuk lingkup pekerjaan darat, sejumlah modul sedang dibangun di Bintan dan Batam oleh fabrikator modul Indonesia.
Selain itu, berbagai komponen seperti instrumen, peralatan listrik, perpipaan, dan mesin dipasok oleh produsen Indonesia. Dikatakan acara kemarin merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi tenaga kerja bp dan kontraktor, para mitra, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam pencapaian penting ini, sekaligus menandai langkah penting menuju penyelesaian instalasi lepas pantai.
Catatan untuk editor:
Proyek Tangguh UCC terdiri dari pengembangan lapangan gas Ubadari, peningkatan perolehan gas melalui carbon capture, utilisation and storage (CCUS), serta kompresi darat.
Proyek Tangguh UCC mencakup platform lepas pantai, fasilitas CCUS, dan fasilitas kompresi di darat, serta menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur Tangguh LNG yang sudah ada di Papua Barat, Indonesia.
Tangguh UCC merupakan proyek CCUS skala besar pertama yang dikembangkan di Indonesia. Pada fase awal, proyek ini berpotensi menyimpan sekitar 15 juta ton CO₂ dari emisi Tangguh, sekaligus menghasilkan sekitar 3 triliun kaki kubik sumber daya gas tambahan untuk mendukung kebutuhan energi jangka panjang Indonesia dan Asia.



