Home / Polkam / Dibalik Prabowo – Gibran Lewati Terjangan Pilpres 2024, Ketua TKD Papua Barat Beri Apresiasi

Dibalik Prabowo – Gibran Lewati Terjangan Pilpres 2024, Ketua TKD Papua Barat Beri Apresiasi

Menteri Investasi/Kepala BKPM RI. Bahlil Lahadalia dalam satu kesempatan belum lama ini di Kabupaten Fakfak – Papua Barat. foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Ketua TKD Papua Barat Pasangan Prabowo – Gibran. Mohammad Uswanas, foto ; rustam rettob/mataradarindonesia.com

Fakfak – Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 telah usai, Hasil Pleno KPU yang ditetapkan secara berjenjang hingga KPU Pusat turut digugat ke Mahkamah Konstitusi.

MK kemudian memutuskan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden yang melibatkan 3 Pasangan Calon itu dimenangkan oleh Pasangan Prabowo – Gibran.

Pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka adalah Calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusung oleh Partai Golkar, Gerindra, PAN dan Demokrat

Sementara Pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar diusung. PKB, NasDem, dan PKS, serta Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD diusung PDIP, Hanura, dan PPP.

Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dalam satu putaran yaitu, 96.214.691 suara atau 58,59% dari total suara sah nasional.

Torehan suara Prabowo-Gibran mengungguli dua pasangan calon lainnya, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebanyak 40.971.906 suara (24,95%) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD meraih 27.040.878 suara (16,46%).

Peran Koalisi pengusung maupun pendukung Pasangan Prabowo – Gibran dalam Kontestasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024 sangat maksimal dengan torehan suara yang sangat signifikan

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemenangan Prabowo – Gibran yang tentu adalah karena pilihan rakyat indonesia disebabkan karena kerja tim yang kuat dan solid hingga lewati terjangan lawan lainya.

Dibalik sukses dan terpilihnya Prabowo – Gibran lewati masa-masa sulit kemarin tentu peran semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung tetapi tentu juga tidak lepas dari peran seorang Bahlil Lahadalia.

Bahlil diketahui menjadi salah satu Tim Kerja Pemenangan Prabowo – Gibran yang disebut dengan Tim Kerja Strategis (TKS) Pasangan Prabowo – Gibran yang dikenalikan langsung oleh dirinya.

Bahlil kerap melontarkan pernyataan-pernyataan yang oleh kelompok lawan adalah sangat kontroversial dan mampu mempengaruhi ruang publik politik nasional.

Tentunya dengan gaya dan karakter kepemimpinan dirinya selama aktif di HMI ia benar-benar mampu mempraktekkanya dengan membuat strategi pemenangan Prabowo – Gibran menjadi terang.

Bahlil pun hadapi tim lawan pasangan lainya mereka saling adu kuat strategi dan argumentasi data lapangan. Mantan Bendahara Umum PBH HMI ini tidak segan – segan membela pasangan “PraGIb” secara terbuka.

Cerita orang dekat Bahlil dikuping langsung mataradarindonesia.com, Bahlil berperan langsung dalam pemenangan Prabowo – Gibran terutama dalam mengawal putra Presiden sangat serius.

Dalam proses pendaftaran Pasangan Prabowo – Gibran ke KPU. Sehari sebelumnya Bahlil menjemput sang putra Presiden Jokowi itu di Solo bersama Istrinya. Tujuanya untuk mempersiapkan diri mendaftar ke KPU.

Prabowo – Gibran didampingi Partai Koalisi Pengusung maupun Pendukung saat diantar ke KPU untuk mendaftar. Bahlil memilih cuti saat itu dan dampingi Pasangan pilihanya menggunakan mobil hartop ke KPU.

Perdebatan sebelum Prabowo jatuh cinta dan berpasangan Gibran adalah diusik pasangan lawan karena menyoal putusan MK yang membolehkan usia Calon Presiden dan Wakil Presiden.

Bahlil pun tak habis akal dan membanthanya bahwa putusan MK dimaksud bukan untuk seorang anak Presiden Joko Widodo melainakn ruang itu terbuka dan dibuka oleh negara kepada semua generasi muda

Bahlil katakan bahwa stigma bahwa generasi muda belum saatnya memimpin bangsa ini diusia yang sangat mudah seperti Gibran adalah upaya untuk menutup ruang kepada generasi muda kedepan

Padahal kata Bahlil negara memberika ruang yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya kepada anak muda bangsa indonesia untuk dapat berpatisipasi dalam mendorong percepatan pembangunan di indonesia.

Bahlil Lahadalia berbicara mengenai cawapres usia di bawah 40 tahun, topik panas yang dibicarakan pada tahun politik kemarin, terutama setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan orang di bawah usia 40 tahun bisa maju pilpres asalkan punya pengalaman kepala daerah.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Kabinet Presiden Jokowi ini memang mendukung Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Gibran adalah Calon Wakil Presiden yang usianya 36 tahun.

Bahlil menyampaikan sambutan dukungan untuk Prabowo-Gibran oleh Relawan Pemuda Penerus Negeri di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (28/10/2023) lalu. Awalnya, dia mengulas momen Sumpah Pemuda pada 1928, yang diperingati setiap tahun.

“95 tahun lalu, kumpullah generasi muda dari seluruh pelosok Nusantara yang usianya rata-rata di bawah 40 tahun. Ada yang 30 tahun, ada yang 25 tahun, ada yang 35 tahun.

Mereka berkumpul dan men-declare diri bahwa untuk menuju kemerdekaan hanya ada satu cara, yaitu persatuan. Lahirlah Sumpah Pemuda,” kata Bahlil.

Sumpah Pemuda menjadi cikal bakal lahirnya Indonesia. Pada 1945, kaum muda juga menculik Sukarno ke Rengasdengklok. Saat Bung Karno jadi Presiden RI

Banyak menterinya di bawah 40 tahun, bahkan Sutan Syahrir pernah menjadi perdana menteri saat usia 36 tahun. Ayah Prabowo Subianto berusia 33 tahun saat menjadi Menteri Keuangan.

“Terus kenapa kemudian kita mempersoalkan usia harus jadi cawapres harus 40 tahun? Di mana akal sehat kita, ruang demokrasi mana yang diperuntukkan kepada kaum muda bangsa ini?” ujar Bahlil

Prabowo hadir di acara itu dan dia pun menyimak pidato Bahlil. Kemudian, Bahlil melanjutkan penyampaiannya bahwa pihak yang tidak setuju dengan Cawapres di bawah 40 tahun adalah penutup ruang demokrasi.

“Saya ingin mengatakan, yang mampu, yang betul-betul berjiwa besar, dan berkeinginan meletakkan fondasi dasar dan jalan tengah untuk anak muda menjadi pemimpin negara, yaitu Bapak Calon Presiden Prabowo Subianto,” kata Bahlil.

Gerakan dan strategi Bahlil dalam memenangkan pasangan Prabowo – Gibran melalui Tim Kerja Startegisnya cukup massif hingga menyebar ke peolosok tanah air.

Kerja-kerja TKS Bahlil Lahadalia ini diluar Gerakan pemenangan oleh Tim Kerja Nasional hingga Tim Kerja Daerah di Seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia.

Ketua Tim Kerja Daerah Provinsi Papua Barat. Mohammad Uswanas memberikan apresiasi atas dukungan semua masyarakat Papua Barat yang telah mendukung serta memenangkan Paslon Prabowo – Gibran.

Uswanas katakan bahwa kemenangan Prabowo – Gibran di Papua Barat khususnya adalah kemenangan rakyat sehingga harapanya kedepan bersama Prabowo – Gibran Papua Barat bisa maju dari berbagai aspek Pembangunan.

Hasil Pemilu 2024 ditetapkan melalui keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Secara Nasional dalam Pemilihan Umum Tahun 2024.

“Menetapkan hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden secara nasional berdasarkan berita acara nomor 218/PL.01.08-BA/05/2024 dalam Pemilihan Umum 2024,” kata Ketua KPU Hasyim Asy’ari dalam konferensi pers online dalam akun YouTube KPU RI, Rabu (20/3/2024) lalu.

Hasil rekapitulasi KPU pun menunjukkan bahwa Prabowo-Gibran unggul di 36 provinsi, sedangkan Anies-Muhaimin meraih perolehan suara terbesar di dua provinsi, yaitu Sumatera Barat dan Aceh.

Di sisi lain, Ganjar-Mahfud tidak memenangi satu pun provinsi, Suara Prabowo-Gibran juga menjadi yang tertinggi dalam sejarah pilpres Indonesia.

Berdasarkan data KPU yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS), pemenang pilpres pertama yang dipilih langsung oleh rakyat pada 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) dengan perolehan 69.266.350 suara.

Kemenangan tersebut dilalui SBY-JK dalam dua putaran. Petarungnya, Megawati-Hasyim Muzadi mengantongi 44.990.704 suara. Adapun total suara sah pada putaran kedua mencapai 114.257.054 suara.

Pada Pilpres 2009, SBY kembali memenangkan pemilihan bersama Boediono dengan perolehan 73.874.562 suara. Lawannya, Megawati-Prabowo Subianto memperoleh 32.548.105 suara dan Jusuf Kalla-Wiranto sebanyak 15.081.814 suara. Total suara sah Pilpres 2009 sebanyak 121.504.481 suara.

Selanjutnya, Pilpres 2014 dimenangkan oleh Joko Widodo (Jokowi)-JK sebanyak 70.997.833 (53,15%). Lawannya, Prabowo Subianto-Hatta Radjasa sebanyak 62.576.444 (46,85%). Suara sah se-Indonesia sebanyak 133.574.277 suara.

Jokowi kembali memenangkan pilpres pada 2019 bersama Maruf Amin dengan total 85.607.362 (55,5%). Prabowo, lawan tangguhnya yang sudah kalah berulang kali dalam pilpres, harus puas mengantongi suara sebesar 68.650.239 (44,5%) bersama Sandiaga Uno. Total suara pada saat itu menyentuh 154.257.607 suara, (Rustam Rettob/Wartawan)

About admin

Check Also

H-1 Jelang Pengucapan Putusan MK, Pengajuan “Amicus Curiae” Tak Terbendung

Jakarta – Sejumlah masyarakat secara kelompok maupun perorangan masih berdatangan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk ...

Prabowo Minta Pendukungnya Batalkan Aksi Demo Didepan MK

Jakarta – Presiden terpilih Hasil Pilpres 2024. H Prabowo Subianto dalam vidio amatir yang berhasil ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!