Home / Polkam / Ganjar Pranowo ke Anies Baswedan, : Buka saja Datanya, Jangan banyak Spekulasi

Ganjar Pranowo ke Anies Baswedan, : Buka saja Datanya, Jangan banyak Spekulasi

Jawa Timur – Anies Baswedan menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini perlu diluruskan. Menurut Anies, PSN rentan titipan kanan-kiri jika tidak diluruskan.

Menanggapi hal ini, Bacapres PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo meminta Anies untuk membuka nama dan data sejelas-jelasnya.

“Yang titip siapa? Kanan kiri itu siapa? Disebutin saja datanya secara terbuka, yang titip siapa? (Jadi) pakai data,” kata Ganjar usai jalan sehat dengan Ketum Hanura Oesman Sapta Oedang (OSO) di Surabaya, Minggu (1/10) pagi diterima media ini.

Ganjar menyebut, dengan dibuka data yang jelas, maka tidak ada tuduhan yang berkembang di masyarakat.

“Kalau pakai data tidak akan membuat orang punya interpretasi lain. Kasih aja datanya, dibuka telanjang itu bagus,” jelasnya.

Mantan Gubernur Jateng ini berharap, tidak ada spekulasi liar jika data terkait titipan kanan-kiri di PSN dibuka secara luas ke publik.

“Buka saja, dugaan saya tidak (ada) yang bisa mengungkap data itu. Buka saja jangan spekulasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Anies Baswedan menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini perlu diluruskan. Menurutnya, PSN sekarang adalah titipan kanan-kiri.

“Dan ketika titipan kanan-kiri, konsekuensinya dirasakan oleh masyarakat. Ini kita kembali perlu luruskan, sehingga apa yang menjadi kebijakan-kebijakan itu mencerminkan tujuan awal,” kata Anies Baswedan di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 1 Partai Masyumi di Oasis Amir Hotel, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9). (rls/ret)

About admin

Check Also

Pertama Kali Dalam Sejarah MK, Putusan Dalam Perkara PHPU Diwarnai Pendapat Berbeda

Jakarta – Pertama kali dalam sejarah, putusan dalam perkara PHPU diwarnai pendapat berbeda (dissenting opinion). ...

H-1 Jelang Pengucapan Putusan MK, Pengajuan “Amicus Curiae” Tak Terbendung

Jakarta – Sejumlah masyarakat secara kelompok maupun perorangan masih berdatangan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!