Home / Hukrim / Lantik Kajati Papua Barat, Jaksa Agung : Jaga Integritas, Jauhi Penyimpangan

Lantik Kajati Papua Barat, Jaksa Agung : Jaga Integritas, Jauhi Penyimpangan

ST Burhanudin : “Jabatan itu ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, ia dapat membawa seseorang itu mulia dan di sisi lain dapat memberikan nestapa bagi orang yang mengembannya, tergantung bagaimana seseorang menyikapi dan menjalankan tersebut.”,

Jakarta – Jaksa Agung ST Burhanuddin membacakan sambutan, melantik, dan mengambil sumpah atas nama Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

Pelantikan ini dilaksanakan pada hari Selasa, (20/06/2023) bertempat di Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung. Dikutip beritanya dari laman website resmi Kejaksaan Agung RI.

Pelantikan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat turut dihadiri oleh Wakil Jaksa Agung, Ketua Komisi Kejaksaan RI, Para Jaksa Agung Muda, Para Staf Ahli Jaksa Agung, serta Para Pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Kejaksaan Agung.

Jaksa Agung mengucapkan selamat kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat yang baru saja dilantik.

Jaksa Agung yakin dan optimis bahwa penempatan pejabat yang baru dilantik telah tepat dan akan berkonstribusi,

Jaksa Agung berharap Kajati yang baru bisa memberikan manfaat positif bagi terwujudnya Kejaksaan yang profesional, modern, bermartabat dan terpercaya.

Jaksa Agung menjelaskan didalam sambutan pada acara pelantikan terkait dengan pelaksanaan tugas dari Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat yang baru saja dilantik,

ST Burhanudin selaku Jaksa Agung RI menyampaikan beberapa pokok penekanan tugas yang harus segera dilaksanakan antara lain:

Pertama, Segera identifikasi, pelajari, kuasai, dan selesaikan berbagai persoalan di tempat penugasan baru, guna akselerasi dan akurasi dalam pelaksanaan tugas.

Kedua, Pastikan perhelatan Pemilihan Umum 2024 di wilayah saudara berjalan dengan lancar dan aman.

Ketiga, Jaga netralitas personil dalam proses Pemilihan Umum 2024, dengan tidak menunjukkan keberpihakan, terlebih dengan cara menyalahgunakan jabatannya.

Keempat, Bersinergi dengan Badan Pengawas Pemilu dan aparat penegak hukum lainnya, dalam rangka mengawal persiapan penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024 dengan tetap memperhatikan kewenangan yang dimiliki.

Kelima, Wujudkan proses penegakan hukum yang berkeadilan, profesional, dan bermartabat yang dilaksanakan dengan senantiasa mengacu pada hati nurani dan integritas luhur yang menjadi landas pijaknya.

Keenam, Jaga integritas, jauhi penyimpangan, dan perbuatan tercela dalam pelaksanaan tugas, serta menjadi suri tauladan yang baik bagi seluruh jajaran saudara.

Ketujuh, Meningkatkan pengawasan melekat terhadap seluruh jajaran di satuan kerja masing-masing. Pedomani Surat Jaksa Agung Nomor 3 tanggal 17 Januari 2022 tentang meningkatkan Pengawasan Melekat pada Satuan Kerja.

Jaksa Agung juga mengingatkan terkait dengan status Otonomi Khusus di Provinsi Papua Barat, agar Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat segera bersinergi serta melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah.

“Laksanakan penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi punitif, namun juga harus dapat menjadi instrumen korektif guna terciptanya suasana kehidupan yang aman, damai, sejahtera, dan berkeadilan sebagaimana yang menjadi tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”, ujar Jaksa Agung. Selasa, (20/06)

Jaksa Agung juga menyampaikan pada sumpah serta janji jabatan yang telah diucapkan oleh Pejabat yang dilantik pada hari kemarin bahwasannya harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

“Jangan sampai larut oleh intervensi dan keinginan pihak-pihak yang dapat mengganggu penegakan hukum sedang/akan dilaksanakan oleh Kejaksaan, yang dapat menghancurkan soliditas institusi.”, tambah Jaksa Agung.

Jaksa Agung juga menekankan terkait dengan Jabatan yang diemban oleh seseorang.

“Jabatan itu ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, ia dapat membawa seseorang itu mulia dan di sisi lain dapat memberikan nestapa bagi orang yang mengembannya, tergantung bagaimana seseorang menyikapi dan menjalankan tersebut.”, tegas Jaksa Agung. (rls/ret)

About admin

Check Also

PT. Indo Asiana Lestari dan Dua Suku Papua Terlibat Sengekta Lahan di MA, AHY dan Bahlil Diminta Intervensi

Jakarta – Perjuangan masyarakat adat Awyu dan masyarakat adat Moi hingga melakukan aksi damai untuk ...

Audio Percakapan Lamberthus Jitmau Dengan Abu Hanifa Tersangka KPK Terungkap Dipersidangan

Manokwari – Kasus penyidikan terhadap dugaan penyalahgunaan keuangan negara pada BPKAD Kota Sorong kian disoroti ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!