Fakfak – Kegiatan Lomba Islami dalam rangka memeriahkan Perayaan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. puncaknya 8 Agutsus 2026. berlangsung sejak 15 Juli dan berakhir 14 Agustus 2026 dengan estimasi waktu 22 hari kurang lebih satu bulan.
Tentunya kegiatan yang berlangsung setiap malam ini menguras waktu tenaga dan pikiran panitia untuk mengatur dan mendesain dsedemikian baik dengan menghadirkan ratusan Grup Lomba, ini benar-benar juga membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Padahal, biaya yang dikeluarkan setiap malam dan setiap saat agar menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan dimaksud cukup tinggi sementara yang dihibahkan Pemerintah Kabupaten Fakfak sebesar Rp. 500 Juta terserap habis
Bantuan Pemkab Fakfak itu terserap dibagian Konsumsi setiap malam, Dekorasi, perlengkapan, soundsystem serta tiket pulang pergi sejumlah tamu penting dari Jakarta. belum lagi biaya tak terduga yang muncul akibat kegiatan ini
Cari dibelahan dunia manapun tidak ada kegiatan yang digelar selama kurang lebih 1 bulan. hanya ada di kepanitiaan peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua yaitu di Fakfak.
Dengan demikian wajar saja jika mereka membutuhkan anggaran yang maksimal untuk memfasilitasi serta membiayai kebutuhan kepanitiaan yang berlangsung hingga hari puncakanya.
Lapora Gubernur Papua Barat. Pak Dominggus Mandacan!. MUI Papua Barat semula mengalokasikan anggaran bantuan Provinsi Papua Barat sebesar Rp. 1 Miliar dan itu dilaporkan langsung kepada Ketua Panitia Perayaan Islam Masuk Tanah Papua di Fakfak.
Belakangan mereka sunat lagi 300 Juta dari angka tersebut sehingga yang tersisa adalah hanya 700 Juta. sedianya panitia Islam Masuk Tanah Papua di Fakfak sudah sangat berharap anggaran itu utuh 1 Miliar untuk membantu kelancaran kegiatan dimaksud.
Kabaranya bantuan Pemerintah Provinsi Papua Barat kepada MUI Papua Barat diatas 1 Miliar. dalil untuk mereka gergaji dana 1 miliar tersebut dan sisanya 700 juta adalah bahwa
Mejlis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat juga katanya melaksanakan kegiatan yang sama nanti di Provinsi dan menggunakan anggaran 300 Juta yang dipangkas dari 1 Miliar tersebut.
Informasinya mereka juga gunakan anggaran 300 Juta itu sebagian untuk membiaya pulang pergi rombongan MUI Papua Barat agar menghadiri kegiatan Islam Masuk Tanah Papua di Fakfak, jika demikian maka pertanyaan kemudian adalah anggaran diluar 1 miliar itu dikemanakan?
Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. Wahidin Puarada pada rapat evaluasi Panitia. Minggu, 2 Agustus 2026 di RTH kemarin menyesalkan indormasi tersebut dan menyampaikan kekecewaanya kepada salah satu Pengurus MUI Papua Barat yang sempat hadir.
Wahidin katakan, MUI Papua Barat seharusnya belajar dari kegiatan Islam Masuk Tanah Papua Tahun 2025 kemarin. bahwa kegiatan yang dilaksanakan itu betul-betul menggunakan anggaran yang cukup besar karena kegiatannya tidak difokusknya pada satu tempat tetapi beberapa lokasi dengan menghadirkan ratusan bahkan ribuan masyarakat.
Untuk peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua. 8 Agustus 2026 besok diteragetkan akan berkumpul puluhan ribu orang dan puluhan tamu dari Jakarta.
Tamu dari Jakarta itu bertugas untuk mengumandangkan Sholawat serta mengaji. kafilah dari Jakarta ini adalah Qori dan Qori`ah Nasional bahkan International. karena itu biaya yang dikeluarkan sangat besar adanya.
“Jadi 1 Miliar (bantuan-red) tapi 300 Juta dipake oleh MUI Provinsi Papua Barat. hampir setengah dari jumlah yang ada. padahal lokus dan fokusnya ada disini (Fakfak-red). terus bicara tentang sosialisasi.
Kegiatan ini sosialisasinya tidak sampai Manokwari saja. Se-Republik Indonesia tau bahwa 8 Agustus itu tahun masuknya agama Islam di Tanah Papua. dan itu sosialisasinya dari Fakfak”, Kesal Ketua Panitia. Wahidin Puarada.
Wahidin katakan, alasan MUI Papua Barat bahwa anggaran tersebut juga akan diberikan kepada beberapa Kabupaten di Papua Barat serta kegiatan ini dilakukan di Manokwari. katanya kepada Ketua Panitia
Ditegaskan, gemah kegiatan ini sudah kemana-mana di tingkat nasional. dari fakfak saja, kata Wahidin. informasinya sudah tembus belahan dunia tau. sehrausnya MUI mendorong untuk mendukung kegiatan itu tidak dengan memangkas anggaranya.
“Jadi tolong kase tau (Informasikan-red) juga dari Ketua Panitia Provinsi minta supaya kalau bisa tambah 50 Juta menjadi 750 Juta untuk Panitia Masuknya Agama Islam di Tanah Papua di Fakfak.
Ini bukan untuk siapa-siapa tetapi untuk menyuskseskan peringatan islam masuk tanah papua dan anggaran itu juga akan kembali memfasilitasi teman-teman dari MUI dari Provinsi”, Ulasnya
Pernyataan Wahidin bahwa yang disampaikan oleh MUI Papua Barat diluar logika orang. Wahidin tegaskan. Sosialisasi dari Fakfak sangat maksimal dan beredar dimana-mana.
Ditambahkan lagi, seharusnya anggaran 300 Juta itu sebaiknya MUI tidak gunakan dan kembalikan ke Fakfak untuk memaksimalkan kegiatan tersebut.
“Publikasi dan sosialisasi kegiatan ini terus dilakukan dan tiada henti-hentinya, jadi aneh bin ajaib. 300 Juta pake untuk kegiatan yang sama di Manokwari.
Jadi tolong sampaikan kepada mereka bahwa ini bahasa dari Ketua Panitia Provinsi”, Ungkapnya ketika pertemuan evaluasi kemarin. (ret)




