Fakfak – Masyarakat Fakfak sudah berkali-kali diingatkan untuk berhati-hati jika melakukan olah gerak aktifitas apapun di sekitar wilayah tebing sebrang, Kabupaten Fakfak – Papua Barat. pasalnya wilayah ini sangat rawan dengan potensi bencana alam. Bahkan wilayah ini sudah pernah merenggut nyawa orang. Serta kendaraan ikut jatuh rusak akibat jatuhnya material tebing maupun pohon yang ada disana.
Sementara dekat tebing sepanjang jalan dari Kampung Gewerpe hingga dekat ujung tanjung sebrang dekat toko tunas baru. Terlihat beberapa rumah makan maupun pemukiman warga yang sudah dibangun semi permanen bahkan ada beberapa rumah sudah permanen disana. Kontur tanah yang ada disekitar Gewerpe ini sangat mudah gugur ketika musim curah hujan tinggi di fakfak.
Sebetulnya bukan soal siapa pemilik hak ulayat dan bukan tapi yang jadi persoalan adalah jika runtuhan material atau tumbangnya pohon kemudian mengakibatkan terjadinya korban jiwa disana apakah pemerintah atau siapa yang disalahkan. Padahal pemerintah sudah berkali-kali berikan teguran baik secara tertulis maupun lisan soal wilayah rawan bencana ini.
Daerah ini sudah berkali-kali terjadi tanah longsor namun ketika itu belum sempat memakan korban jiwa maupun material. Sementara belum lama ini ada sebuah kejadian dimana jatuhnya material tebing tersebut hingga batu besar jatuh akibatnya sebuah kendataan roda empat (Taxi) rusak parah dan sopir yang mengalami korban meninggal dunia tidak sempat tertolong ketika tiba di RSUD fakfak.
Sebetulnya ini adalah pengalaman yang sangat berharga untuk anggota masyarakat lainya yang ingin membangun rumah tenda agar berbisnis disana, jika dari deretan kejadian ke kejadian, masyarakat harus tetap waspada dan bisa tinggalkan lokasi ini dan mencari tempat yang baru untuk menjual berbagai aneka jualan mereka untuk hindari adanya terjadi bencana kedepan.
Catatan mataradarindonesia.com, pemerintah melalui beberapa OPD teknis tidak pernah bahkan menolak memberikan ijin membangun kepada mereka yang mengajukan permintaan izin agar mereka melakukan pembangunan apapun disana karena mengingat lokasi ini sangat rawan bencana kedepan. tetapi karena ini menyangkut hak ulayat kemungkinan mereka direstui tetapi soal izin membangun nampaknya belum dikeluarkan.
Padahal beberapa hunian sudah ada selama ini, mereka ada yang bergerak dibidang rumah warung makan, tempat cuci kendaraan roda dua maupun roda empat, ada juga yang jadikan tempat ini sebagai terminal jualan kayu papan maupun kayu buah lainya. Sementara lokasi ini sangat rawan bencana dan yang dikhawatrikan adalah ketika terjadi bencana seperti pohon tumbang dan jatuhnya material batu seperti terjadi baru-baru ini.
Sebetulnya pemerintah juga sudah bisa turun tangan tertibkan bangunan liar seperti ini dan bisa berdampak buruk terhadap nyawa masyarakat kedepan, dari sisi kepemilikan hak ulayat pemerintah mungkin tidak terlalu jauh untuk mengintervensi namun soal keselataman masyarakat menjadi hak pemerintah untuk mengaturnya. Masyarakat berhak memperoleh hidup yang layak tapi pemerintah berkewajiban melindungi
Seperti yang terjadi, Selasa, 30 September 2025 sore menjelang malam tadi. Sebuah pohon besar akhirnya tumbang dari atas tebing seberang karena kontur tanah sangat berpotensi muntahkan air dan lembek sehingga pohon itu terpaksa gugur dan jatuh palang jalan utama akses Serbang – Kota (PP). beruntung tidak ada korban jiwa, namun semua ini harus diantisipasi dengan baik. Pemerintah berkewajiban batasi penumpukan bangunan disana sebelum terjadi korban jiwa
Belum lama ini, Kepala BPBD Kabupaten Fakfak. Abdul Samad Hatala mengeluarkan peringatan berupa imbauan kepada semua masyarakat fakfak antisipasi adanya bencana akibat curah hujan ringan, sedang maupun tinggi di wilayah kabupaten fakfak. Samad sampaikan bahwa sebagai pemerintah pihaknya wajib menyampaikan alarm imbauan sebagai bentuk kepeduian terhadap masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat fakfak untuk tetap waspada, terutama saat kondisi cuaca sangat tidak menentu, potensi bahay pohon tumbang dan tanah longsor bisa terjadi kapan saja sepanjang itu berpotensi terjadi, sehingga kewaspadaan adalah kunci untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita semua”, Imbau Samad belum lama ini dalam arsip mataradarindonesia.com, 25 Mei 2025 lalu.
Kepala BPBD Kabupaten Fakfak, Samad Hatala mengimbau agar warga lebih berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan dekat dengan lereng bukit. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk melakukan evakuasi mandiri guna menghindari korban jiwa akibat bencana alam.
“Hal ini menjadi semakin penting mengingat kejadian tragis yang terjadi pada 1 Februari lalu, ketika pergerakan tanah yang disertai batu menimpa sebuah mobil penumpang. Akibatnya, dua orang korban, salah satunya meninggal dunia dan satu lainnya kritis”, ujar Samad Hatala belum lama ini kepada awak media
Selain longsor, hujan disertai angin kencang juga menyebabkan gangguan di beberapa ruas jalan di Kabupaten Fakfak. BPBD terus bergerak untuk menangani permasalahan ini, dengan fokus pada penanganan bencana, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Samad Hatala menambahkan bahwa, tim BPBD tengah mendata dan menyiapkan langkah-langkah agar masyarakat bisa merasa lebih aman di tengah situasi yang tidak menentu.
“Dari data yang kami himpun, Kabupaten Fakfak memiliki banyak titik rawan longsor yang berpotensi terkena dampak lebih besar jika hujan terus turun dengan intensitas tinggi. Kami terus mengingatkan masyarakat agar selalu siap siaga dan menjaga kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah yang mudah terjadinya pergeseran tanah”, terangnya belum lama ini.
(ret)


