Home / Ekonomi / Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Bangga Kopi Papua Mendunia di Melbourne

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Bangga Kopi Papua Mendunia di Melbourne

Melbourne – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyambangi arena Pameran Kopi Internasional Melbourne, Australia, Minggu (12/05).

Kunjungan ini dilakukan di sela-sela agendanya selama di Melbourne untuk menjadi pembicara kunci dalam kegiatan Indonesia Australia Business Summit (IABS) 2024.

Sejumlah kopi asal Indonesia ikut dipromosikan di arena ini. Bahlil terkesima dengan gerai Kopi asal Papua yang diprakarsai sejumlah petani kopi asal Baliem, Wamena, Papua dan Papua Black Gold Coffee.

“Saya bangga dengan Kopi Papua. Nanti kalau sudah kembali ke Jakarta jumpa Kakak Menteri,” ujar Bahlil kepada para petani kopi Papua yang menjadi peserta pameran.

MICE atau Melbourne International Coffee Expo merupakan ajang tahunan pameran kopi terbesar di wilayah Asia Pasifik yang diikuti oleh pelaku industri kopi dan komunitasnya.

Tahun ini, MICE diikuti oleh lebih dari 15.000 barista atau profesional di industri kopi untuk mengadu kecakapan dalam mengolah kopi.

Hilirisasi Kopi

Menteri Investasi/Kepala BKPM mengatakan saat ini terdapat tiga merek kopi Papua yang mendunia.

Ketiga jenis Kopi Papua tersebut adalah Kopi Wamena Lembah Baliem, Kopi Bintang, dan Kopi Amungme.

Nama Kopi Wamena juga didasarkan pada nama tempat produksinya yaitu di Wamena. Kopi ini dibudidayakan di Lembah Baliem yang memiliki ketinggian 1.200-1.600 mdpl.

Selain itu, ada  Kopi Pegunungan Bintang, jenis Arabika yang ditanam di Pegunungan Bintang. Kopi ini ditanam secara organik dan biji kopi dipanen secara manual.

Terakhir adalah Kopi Amungme. Nama Kopi Amungme diambil dari nama suku yang mengelolanya yaitu Suku Amungme.

Kopi Amungme dibudidayakan di Lereng Gunung Jayawijaya yang memiliki ketinggian diatas  1.200-2.000 mdpl.

Bahlil mengatakan, tantangan kopi nasional adalah bagaimana melakulan hilirisasi kopi sehingga komoditas ini dapat memberikan nilai tambah bagi petani kopi.

“Tantangannya, bagaimana hilirisasi kopi. Agar nilai tambahnya bisa dinikmati secara domestik oleh negara dan petani. Jangan hanya kebunnya saja di sini (Indonesia),” ujar Bahlil. (rls/ret)

About admin

Check Also

Menteri Investasi Teguhkan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Hilirisasi

Melbourne –  Di hadapan pebisnis Australia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ...

Kementerian Investasi Terus Dorong Wirausaha Daerah

Surakarta – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam pengembangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!