Bupati Fakfak. Samaun Dahlan :
“Sebagai pemimpin wajib menjawab jeritan masyarakat”

Laporan : Rustam Rettob/Wartawan
Fakfak – Merasakan manfaat sebagai pasien operasi katarak (Gratis) melalui Bhakti Sosial Tahun 2026. Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak dengan Perhimpunan Dokter Spesialisa Mata Indonesia (Perdami) Cabang Jawa Barat, dan Tim dari Rumah Sakit Cicendo Bandung.
Masyarakat Fakfak khususnya mereka yang menjadi pasien operasi katarak gratis ini merasa haru atas tindakan program misi kemanusiaan ini karena sangat terbantu dari semua sisi. Waktu maupun biaya. Hanya bermodal KTP. Mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan operasi katarak gratis dalam hitungan jam di Fakfak.
Bupati Fakfak. Samaun Dahlan ketika diawawancarai saat meninjau langsung tindakan operasi katarak tersebut di RSUD Fakfak kepada awak media menegaskan bahwa kegiatan tersebut sangat penting karena ratusan masyarakat akhirnya merasa terbantu oleh karena kegiatan yang dilakukan.
“Bayangkan saja, jika operasi ini berada diluar daerah, mereka khususnya pasien ini bersama-sama dengan keluarga terpaksa harus mengluarkan biaya besar, belum lagi tersita waktu, jika tindakan operasi ini diluar maka butuh biaya diatas 30-an juta, karena itu langkah ini sangat menolong setiap orang yang ingin mengikuti operasi mata, sebagai pemimpin wajib menjawab jeritan masyarakat”, Jelasnya.
Bupati menyampaikan bahwa tugas pemerintah adalah membantu masyarakat dari berbagai aspek, terutama pelayanan pendidikan dan kesehatan dimana pemerintah daerah kabupaten fakfak selama dua tahun terakhir (2025 dan 2026-red) terus perkokoh komitmen untuk program pendidikan dan kesehatan gratis kepada masyarakat. Tentunya ada perasaan haru ketika masyarakat mengakui puas dengan pelayanan kesehatan di Fakfak.
“Saya senang bercampur bahagia sekali karena melihat banyak masyarakat fakfak hari ini telah antusias ikut program pengobatan gratis berupa operasi katarak, karena dengan adanya kegiatan ini sangat membantu masyarakat dengan tingkat ekonomi sangat rendah, saya juga melihat rata-rata pasien yang dioperasi adalah mereka yang betul-betul mengalami gangguan mata”, Jelasnya. 2 Juli 2026 kemarin.
Program Bhakti Sosial Operasi Katarak ini diluar Program Kesehatan Gratis. Tentunya program kesehatan gratis yang dicanangkan tahun 2025 lalu tetap berjalan sesuai rencana karena masuk dalam program prioritas pemerintah. Masyarakat dapat mengunjungi rumah sakit bermodal KTP tidak mengeluarkan biaya apapun yang timbul akibat berobat di RSUD Fakfak.
Salah satu Pasien Operasi Katarak. Moi Patiran diminta memberikan tanggapan soal program tersebut yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten kerjasama Perhimpunan Dokter Spesialisa Mata Indonesia (Perdami) Cabang Jawa Barat, dan Tim dari Rumah Sakit Cicendo Bandung yang berjumlah 21 Orang.
Pria sebutan Om Moi katakan. Pemimpin seperti Samaun Dahlan merupakan pemimpin yang suka melayani bukan menunggu dilayani, karena itu masyatakat tidak salah pilih. Dikatakan, Samaun Dahlan Pemimpin yang tepat. Kolaborasi Samaun-Donatus kompak untuk masyarakat Fakfak.
Patiran sampaikan bahwa tidak saja Bupati dan Wakil Bupati Fakfak yang kompak. Istri Bupati dan Istri Wakil Bupati Fakfak keduanya juga kompak. Kemarin ketika saat proses operasi berlangsung di RSUD Fakfak. Moi cerita Istri Bupati Fakfak temui pasien sambil menanyakan keadaan mereka, baik berupa kondisi kesehatan maupun kesiapan makan minum di rumah sakit.
Menurut Moi. Cari pemimpin berpasangan Suami/Istri begini sangat sulit bagi masyarakat. Karena tidak semua pemimpin bisa turun dan melihat masyarakat, apalagi kebijakan dan program Bupati dan Wakil Bupati Fakfak yang sangat berdampak positif bagi masyarakat. Operasi ini tentunya menelan anggaran cukup besar namun atas kemurahan hati sang pemimpin maka semua dibebasgratiskan dari biaya.
“Kami dari awal sampai selesai operasi pelayanan sangat bagus, mulai dari datang ke rumah sakit dijemput dan diarahkan dengan baik. Kami dikawal oleh petugas sampai pada tindakan operasi, kami juga hari pertama dijenguk sama Ibu Bupati. Hari ini kami mendapat kunjungan dari Bupati langsung, satu hari sebelumnya Wakil Bupati juga datang, jadi mau dapat pemimpin seperti ini dimana” Ujar Moi bernada apresiasi.
Ia menegaskan bahwa, kesehatan itu sangat penting, apalah arti punya mobil yang mewah, tinggal digedung yang megah tapi diri tidak sehat sama saja sedang membangun penyakit, karena itu, menurut dia, program operasi katarak gratis ini sangat membantu masyarakat terutama bagi mereka yang tingkat ekonominya sangat rendah.
“Bupati janji dan mungkin seterusnya setiap orang yang datang mengunjungi rumah sakit tidak lagi duduk antri diluar rumah sakit, semua berada dalam satu kawasan didalam gedung, karena rencana pembangunan gedung rumah sakit lebih megah, jadi kita jaga kita punya bupati dan wakil bupati dengan baik, mereka pemimpin yang tepat karena turun melayani bukan minta dilayani” Ulasnya
Berdasarkan data yang berhasil diperoleh mataradarINDONESIA.com. total yang berhasil dilakukan pemeriksaan sebanyak 514 orang pasien terdiri dari, 1 Juli 2026, operasi katarak sebanyak 101 orang pasien, kemudian operasi pterygium sebanyak 17 orang pasien
Selanjutnya pada 2 Juli 202. Pasien layak operasi sebanyak 36 orang pasien kategori katarak dan pterygium. Pasien dengan pemeriksaan konsultasi dokter mata sebanyak 359 orang pasien.
Pelaksanaan kegiatan bhakti sosial operasi katarak didukung oleh tim dokter spesialis mata yang professional dari perhimpunan dokter spesialisa mata Indonesia (Perdami) Cabang Jawa Barat, dan Tim dari Rumah Sakit Cicendo Bandung yang berjumlah 21 Orang.
Selain itu pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tim dokter di RSUD Fakfak. semuanya pihak yang turut berperan dan mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Semua pihak yang memberikan dukungan. Ini dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.




