
Fakfak – Setelah Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Fakfak menyampaikan dukungannya terhadap rencana peringatan perayaan Agama Islam Masuk Tanah Papua. 8 Agustus 2026 mendatang. Kini giliran Perkumpulan Maulaf Kabupaten Fakfak.
Sebelumnya Presiden AFKN. KH Ust. Fadzlan Garamatan menyampaikan dukungannya ke Panitia untuk turut serta menyukseskan peringatan Agama Islam Masuk Tanah Papua. Fadzlan siap kusurkan ratusan bahkan ribuan air mineral serta kotak Kuram maupun sarung bertulsikan SANTUN.
Ketua Panitia. Ust. Wahidin Puarada menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menyampaikan dukungan materil maupun moril dalam rangka menyukseskan peringatan Agama Islam Masuk Tanah Papua. 8 Agustus 2026 mendatang yang dipusatkan di RTH kabupaten Fakfak.
Wahidin menyampaikan bahwa kegiatan kepanitiaan saat ini terus berlangsung dan ia berharap dukungan it uterus mengalir agar pelaksanaan Islam Masuk Tanah papua benar-benar memberikan manfaat bagi Umat Islam dan juga sebagai syiar Islam dimana kabupaten Fakfak sebagai daerah akan kaya dengan budaya dan adat yaitu, “Satu Tungku Tiga Batu”.
Dukungan perkumpulan Mualaf Kabupaten Fakfak untuk menyukseskan peringatan Agama Islam Masuk Tanah Papua bukan suatu kebetulan melainkan menjadi satu kekuatan penting dari elemen lainya untuk bagaimana memperkuat peran dan kerja kepanitiaan.
Panitia tentunya tidak menutup diri dalam hal menerima dukungan dari semua pihak. Perkumpulan Mualaf Kabupaten Fakfak salah satunya yang memberikan dukungan atas terselenggaranya peringatan Agama Islam Masuk Tanah Papua di Kabupaten Fakfak. tentunya berbagai peran dan konstribusi nyata menjadi harapan bersama kita semua.
Wahidin mengapresiasi siapapun yang telah memberikan dukungan atas pelaksanaan peringatan Agama Islam Masuk Tanah Papua. tentunya Panitia terus membuka komunikasi dengan semua pihak dalam rangka memperkuat kerja kepanitiaan. Semua apsirasi dan konstribusi menjadi kekuatan penting bagi panitia.
“Jadi dukungan saat ini tidak saja datang dari kalangan Muslim. Melainkan ada kelompok bahkan Ibu-Ibu yang beragama Kristen telah menyatakan sikap turut menyukseskan pelaksanaan peringatan Agama Islam Masuk Tanah Papua. ini merupakan wujudnyata Falosofis Satu Tungku Tiga Batu di Fakfak”, harap WP melalui sambungan selulernya, 31 Mei 2026 kemarin.
Dr. H. Wahidin Puarada, M.Si, menguraikan rangkaian kegiatan akan diawali dengan lomba Qasidah yang diselenggarakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Fakfak. Kegiatan dimaksud direncanakan mulai berlangsung pada Juni 2026.
Selain lomba Qasidah, panitia juga menyiapkan berbagai perlombaan bernuansa Islami yang melibatkan masyarakat dan generasi muda. Di antaranya lomba salawat, hadrat, tilawah, tarian sawat, serta pidato sejarah masuknya agama Islam.
Menurut Wahidin, seluruh rangkaian kegiatan bertujuan memperkuat syiar Islam sekaligus memperkenalkan sejarah masuknya Islam di Tanah Papua, khususnya Fakfak.
Panitia juga ingin melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga momentum memperkuat nilai sejarah, budaya Islam, dan mempererat silaturahmi masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai di kediamannya, Rabu 20 Mei 2026 lalu.
Panitia juga akan menghadirkan pameran kaligrafi sebagai bagian dari perayaan tersebut. Pameran itu dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juli hingga awal Agustus 2026 sebagai wadah apresiasi seni Islam.
Tidak hanya itu, suasana perayaan juga akan dimeriahkan dengan penampilan qori dan qoriah internasional dari Jakarta.
Penampilan tersebut dijadwalkan berlangsung pada malam 6 dan 7 Agustus 2026 menjelang acara puncak.
Wahidin menjelaskan, puncak perayaan akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 dengan menghadirkan sejumlah tokoh agama dan tamu undangan.
Momentum tersebut diharapkan menjadi penguatan nilai religius sekaligus promosi sejarah Islam di Fakfak.
Salah satu agenda utama dalam puncak acara yakni ceramah agama yang akan disampaikan oleh penceramah nasional, termasuk Ustaz Das’ad Latif dari Makassar dan KH Munawir dari Jakarta, Kehadiran para penceramah tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual kepada masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan itu, panitia berharap perayaan masuknya agama Islam di Tanah Papua dapat berlangsung meriah, edukatif, dan penuh makna.
Selain menjadi ajang syiar, kegiatan ini juga diharapkan semakin memperkuat identitas Fakfak sebagai daerah dengan sejarah panjang perkembangan Islam di Papua.
Diketahui, Sejarah masuknya Islam di Tanah Papua—yang berpusat di wilayah Kabupaten Fakfak dimulai sejak 8 Agustus 1360 M.
Penyebaran ini dibawa secara damai melalui jalur perdagangan dan dakwah dari Kesultanan di Maluku dan mubalig luar Nusantara.
Abad ke-14 (1360 M): Mubalig asal Aceh bernama Abdul Ghafar mendarat di Fatagar Lama (Kampung Rumbati, Kabupaten Fakfak) dan menyiarkan Islam.
Tanggal 8 Agustus kemudian disepakati dan diresmikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat sebagai hari bersejarah masuknya Islam di Tanah Papua.
Abad ke-15 hingga ke-16 (1500-an M): Penyebaran semakin meluas ke wilayah pesisir barat Papua seperti Semenanjung Onin (Fakfak), Kaimana, dan wilayah Raja Ampat.
Proses ini didorong oleh kuatnya pengaruh Kesultanan Tidore, Ternate, dan Bacan yang memiliki hubungan kekerabatan dan perdagangan dengan kepala suku di Papua.
Abad ke-17 (1606 M): Pemuka agama dan masyarakat di wilayah Kepulauan Raja Ampat (seperti Waigeo dan Misool) tercatat telah resmi menerima ajaran Islam serta mendapat dukungan dari Kesultanan Bacan.
Abad ke-20 (1920–1940-an): Organisasi Muhammadiyah mulai masuk ke tanah Papua. Di wilayah Papua Barat, penyebaran ini sangat diprakarsai oleh tokoh adat setempat, salah satunya Raja Rumbati Haji Ibrahim Bau, yang mengembangkan ajaran dan amal usaha Muhammadiyah.
Fakta Menarik
Perkembangan Islam di tanah Papua sangat erat kaitannya dengan filosofi toleransi “Satu Tungku Tiga Batu” di wilayah Fakfak. Konsep ini menyatukan unsur adat, agama (Islam, Kristen, Katolik), dan pemerintah yang saling menjaga kedamaian dan keharmonisan hingga hari ini.




