Laporan : Rustam Rettob/Wartawan
Fakfak – MUSDA bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan. MUSDA merupakan forum tertinggi di tingkat daerah untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi, Menyusun arah kebijakan, memperkuat konsolidasi, serta menentukan langkah Partai Golkar Kabupaten Fakfak untuk menghadapi berbagai tantangan politik dan pembangunan pada masa yang akan datang.
Karena itu, tema yang kita angkat dalam MUSDA-V ini, yaitu “Menegughkan Loyalitas dan Solidaritas Kader untuk Memantapkan Eksistensi Golkar di Kabupaten Fakfak”, memiliki makna yang sangat penting, Hal itu disampaikan Ketua DPD Golkar Fakfak. Siti Rahma Hegemur saat pembukaan Musda -V DPD Golkar Fakfak, Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi di Room Lantai V Hotel Grand Papua.
Putri Alm Nasar Hegemur itu katakan, Loyalitas harus dimaknai sebagai kesetiaan terhadap cita-cita organisasi, Keputusan partai, dan kepentingan Masyarakat. Loyalitas bukan sekedar hadir Ketika partai membutuhkan dukungan, tetapi terlihat dari konsistensi kader dalam bekerja, menjaga nama baik partai, menjalankan Keputusan organisasi, serta tetap berdiri Bersama Partai Golkar dalam berbagai situasi.
Solidaritas juga menjadi kekuatan utama kita.sebesar apa pun potensi sebuah partai, ia akan sulit bergerak apabila kadernya berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, ketikaseluruh kader memiliki tujuan yang sama, saling menghargai, saling mendukung, serta mampu mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok, maka organisasi akan semakin kuat.
“Perbedaan pilihan maupun pandangan dalam proses demokrasi internal merupakan hal yang wajar. Namun setelah Keputusan organisasi ditetapkan, seluruh kader harus Kembali berdiri dalam satu barisan. Tidak boleh ada sekat di antara kita. Tidak boleh ada kelompok yang merasa menang ataupun kalah. Yang harus menang Adalah kepentingan Partai Golkar dan kepentingan Masyarakat Kabupaten Fakfak.” pesannya.
Disampaikan, ke depan, tantangan politik akan semakin dinamis, Masyarakat semakin kritis dalam menilai partai politik dan para kadernya. Masyarakat tidak lagi cukup di yakinkan dengan slogan. Mereka ingin melihat kerja nyata, serta keberpihakan yang nyata terhadap persoalan yang mereka hadapi.
” Oleh sebab itu, Partai Golkar Kabupaten Fakfak harus terus memperkuat eksistensinya melalui kerja politik yang benar-benar dirasakan Masyarakat. Kader Golkar harus hadir di kampung-kampung, distrik, ruang-ruang pelayanan public, kelompok pemuda, kelompok Perempuan, pelaku usaha, petani, nelayan, serta berbagai unsur Masyarakat.” Terangnya.
Ia berpesan bahwa kader harus mampu mendengar persoalan Masyarakat dan memperjuangkan solusinya. Politik harus kita jalankan sebagai jalan pengabdian, bukan sekedar jalan menuju kekuasaan, Eksistensi Partai Golkar juga harus diperkuat melalui regenerasi.
“Kita membutuhkan kader-kader muda yang memiliki kapasitas, integritas, kemampuan komunikasi, dan kemauan bekerja untuk Masyarakat. Senior harus membuka ruang bagi generasi muda, dan generasi muda harus menghormati pengalaman serta perjuangan para senior.” Ulasnya.
Kaderisasi yang berjalan baik akan membuat Partai Golkar tetap kuat dari satu generasi ke generasi berikutnya, Partai Golkar harus ikut menjaga keharmonisan Masyarakat, menghargai keberagaman, dan memastikan bahwa perjuangan politik selalu ditempatkan dalam kerangka persatuan serta kepentingan daerah.
“Saya yakin Musyawarah Daerah (MUSDA) V hari ini tidak hanya akan berfungsi memilih Ketua, tapi Musyawarah Daerah hari ini akan berfungsi memilih arah, memperkuat budaya organisasi Partai Golkar, karena kualitas demokrasi di suatu daerah turut dipengaruhi oleh kualitas partai politik.
Sebagai institusi konstitusional, partai politik memiliki peran penting dalam menghubungkan aspirasi masyarakat dengan proses politik, menjadi ruang pertukaran gagasan, mengelola perbedaan, sekaligus menempa kepemimpinan,
Saya berharap MUSDA V ini dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin dekat dengan masyarakat serta memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan.
Melalui MUSDA V ini saya mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi dengan kepala dingin, terbuka, dan demokratis. Sampaikan pandangan secara objektif. Lakukan evaluasi terhadap apa yang masih kurang dan pertahankan hal-hal baik yang telah kita kerjakan.
Kita harus berani mengevaluasi kelemahan organisasi, mu;lai dari konsolidasi sampai Tingkat bawah, pola kaderisasi, komunikasi publik, penguatan organisasi sayap, hingga kemampuan partai merespon kebutuhan Masyarakat.
Saya berharap kepengurusan Partai GOLKAR Kabupaten Fakfak ke depan semakin aktif, modern, terbuka, serta mampu menjangkau seluruh lapisan Masyarakat. Kader GOLKAR juga harus semakin disiplin. Jangan hanya aktif menjelang momentum politik. Kita harus hadir dan bekerja secara konsisten sejak sekarang.” Pesan SRH.
Perjalanan organisasi tentu tidak selalu mudah. Kita pernah menghadapi tantangan, dinamika internal, perbedaan pandangan, serta berbagai perubahan politik. Namun kita masih tetap berdiri sampai hari ini karena ada kader-kader yang memilih bertahan, bekerja, dan menjaga kebersamaan. “Semangat inilah yang harus terus kita rawat”. Pesannya
Kader Golkar diminta jadikan MUSDA – V sebagai momentum untuk menyatukan kembali langkah, memperkuat loyalitas, dan membangun solidaritas organisasi. Kader Golkar juga diminta tinggalkan perbedaan yang dapat melemahkan persatuan. Saatnya seluruh kader kembalu bekerja dalam satu tujuan, membesarkan Partai GOLKAR dan memperjuangkan kepentingan Masyarakat Fakfak.
Jika seluruh kader bergerak bersama, bekerja secara konsisten, serta tetap dekat dengan masyarakat, maka Partai Golkar akan terus memiliki tempat dan kepercayaan di hati masyarakat Kabupaten Fakfak.
“Akhirnya, saya mengucapkan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta MUSDA V, Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, demokrasi, penuh kekeluargaan, dan menghasilkan Keputusan terbaik untuk masa depan Partai Golkar di Kabupatern Fakfak”. Tutupnya




